HASIL PENELITIAN
Pengobatan Asiklovir Oral pada Penderita
Varisela Dewasa yang Dirawat Nginap di
Rumah Sakit Umum Bethesda GMIM
Tomohon Minahasa, Sulawesi Utara
Herry EJ Pandaleke
Laboratorium Jimu Penyakit Kulit & Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi/
Rumah Sakit Umum Pusat Malalayang, Manado
Konsultan Dermato-Venerologi Rumah Sakit Umum Bethesda GMIM, Tomohon, Minahasa, Sulawesi Utara
mengamati kembali
PENDAHULUAN
Varisela merupakan penyakit menular, bersifat endemis,
dapat menimbulkan epidemi serta menyerang 9095% anak-
anak berumur 2-10 tahun
(1)
.
Dalam beberapa tahun terakhir ini, tampaknya penderita
varisela dewasa meningkat di Sulawesi Utara. Di Rumah Sakit
Umum Bethesda GMIM Tomohon Sulut, penderita varisela
dewasa banyak yang datang berobat dengan keadaan umum
lemah, panas tinggi dan lesi yang sudah menyebar hampir ke
seluruh tubuh. Oleh karena itu mereka dirawat nginap pada
ruangan tersendiri (diisolasi).
Pasien varisela dewasa dengan status immunologis normal
(immunocompetent) diobati dengan dosis asiklovir oral 800 mg
5 kali sehari selama 7 hari
(2)
. Wallace MR dkk dalam penelitian-
nya terhadap 144 penderita varisela dewasa yang diobati dengan
asiklovir oral 800 mg 5 kali sampai 7 hari, mendapatkan bahwa
pengobatan ini dapat mempercepat masa penyembuhan, mem-
erpendek lamanya demam dan gejala-gejala lain yang me-
p
nyertai
(3)
.
Mengingat obat asiklovir harganya relatif mahal, maka kami
akukan modifikasi dengan memberikan asiklovir 200 mg
mel
oral 5 kali selama 5 hari, pada penderita varisela dewasa yang
dirawat nginap di RSU Bethesda Tomohon.
Pada makalah ini akan dilaporkan hasil penelitian secara
retrospektif pada 18 penderita varisela dewasa dengan peng-
obatan asiklovir 200 rug secara oral 5 kali sehari selarna 5 hari.
BAHAN DAN CARA
Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan
catatan medik penderita varisela dewasa,
awat nginap di RSU Bethesda Tomohon Minahasa
si baru. Juga diperhatikan penyakit
rawat.
Diagnosis varisela d
arkan anamnesa dan
pe
linis.
HASIL
Se
a kurun wa
penelitian, ah dievaluasi atatan
medik
penderita
sela dewas dan didapatk hasil
sebaga
rikut (Tabel :
Tabel 1.
sia dan Jenis K
min Penderita
asa
Jenis Kelamin
yang dir
Sulut, sejak Januani 1993 sampai 1994. Dievaluasi usia pen-
derita, jenis kelamin, mulai timbulnya lesi, suhu badan waktu
masuk/dirawat dan sesudah diberikan obat, mulai mengeringnya
saat tidak timbulnya le
dan
yang menyertai dan komplikasi yang timbul selama di
itegakkan berdas
meriksaan k
lam
ktu
tel
c
18
vari
a
an
i be
1)
U
ela
Varisela Dew
Usia
)
Lak
ki Wa ta
Total
(tahun
i-la
ni
16
17
18
1
2
1
3
1
1
1
19
20
21
24
25
26
43
1
2
1
1
1
1
2
2
1
1
3
3
2
1
1
1
2
Total 10(55,5%)
8(44,5%)
18(100%)
Usia termuda pasien kami adalah 16 tahun sedangkan yang
ABSTRAK
Selama Januari 1993 sampai Desember
94, telah dirawat nginap 18 penderita
ohon, Minahasa, Sulawesi Utara.
al 200 mg 5 kali sehani selama 5 hari.
i, 15 penderita dinyatakan sembuh dan boleh
g aru dan mempercepat mengeringkan lesi
embuhan.
ik.
19
r or
b
dewasa dengan varisela di RS Bethesda Tom
Semua penderita diobati dengan asiklovi
Sesudah rata-rata pengobatan selama 4 har
pulang dan 2 penderita sesudah 10 hari.
Asiklovir mengurangi timbulnya lesi yan
yang lama sehingga mempercepat proses peny
Kata kunci : Infeksi virus, pengobatan sistem
Cermin Dunia Kedokteran No. 105, 1995
56
paling tua berusia 43 tahun.
Tabel 2. Suhu Badan Penderita Varisela Dewasa pada Waktu Masuk
Rumah Sakit
Suhu badan
Jumlah penderita
%
37° - 38°C
38° - 39°C
39° - 40°C
7
4
4
38,9
38,9
22,2
Total 18 100
Suhu badan terendah 37°C pada 1 penderita dan suhu
badan tinggi 40°C pada 3 penderita. 14 penderita berkisar
antara 37,5°C sampai 39,5°C.
Tabel 3. Mulai turunnya suhu badan penderita menjadi normal (36°37°C)
setelah
pengobatan
dengan
asiklovir
Hari n %
Pertama
Kedua
Ketiga
Keempat
1
2
11
4
5,6
11,1
61,1
22,2
Total 18
100
Menurunnya suhu badan penderita menjadi normal ter-
banyak pada hari ketiga setelah pemberian asiklovir oral
200mg yakni 11 penderita (61,1%).
Tabel 4. Mulai timbulnya lesi kulit (vesikel) sebelum masuk RS
Lamanya (hari)
n
%
Satu hari
Dua hari
Tiga hari
3
10
5
16,7
55,5
27,8
Total 18
100
Tabel 5. Mulai mengeringnya lesi lama setelah pemberian asiklovir
Hari ke
n
%
Dua
Tiga
Empat
Lima
9
3
4
2
50,0
16,7
22,2
11,l
Total 18
100
Pada semua penderita varisela dewasa yang dirawat
ternyata tidak timbul lesi baru pada hari ke tiga dan ke empat
sesudah pengobatan (Tabel 6).
Tabel 6. Mulai tidak timbul lesi baru pada kulit penderita varisela dewasa
setelah
pemberian
obat
asiklovir.
Hari ke
n
%
Tiga
Empat
9
9
50,0
50,0
Total 18
100
Dua penderita dirawat masing-masing selama 13 hari dan
20 hari. Terbanyak rata-rata di bawah 5 hari (50%).
DISKUSI
Dari hasil penelitian catatan medik 18 penderita varisela
Tabel 7. Lamanya penderita varisela dewasa dirawat nginap
Lamanya dirawat
n
%
3 - 5 hari
6 - 10 hari
Lebih 10 hari
10
6
2
55,5
33,4
11,1
Total 18
100
Tabel 8 Komplikasi yang timbul pada penderita varisela dewasa selama
dirawat
Komplikasi n
%
Infeksi sekunder
Tidak ada
6
12
33,4
66,6
Total 18
100
Tabel 9. Penyakit yang menyertai penderita varisela dewasa yang dirawat
nginap
Jenis penyakit
n
%
Hipertensi
Ulkus peptikum
Tonsilofaringitis
ISPA
Konyungtivitis
Tidak ada
2
1
2
1
1
11
11,1
5,6
11,1
5,6
5,6
61,0
Total 18
100
dewasa yang dirawat nginap di RSU Bethesda GMIM Tomohon,
Minahasa Sulut, selama Januari 1993 sampai Desember 1994,
didapatkan kelompok umur terbanyak adalah 1630 tahun yakni
16 penderita atau 89%. Usia termuda 16 tahun dan tertua 43
tahun. Di poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo
Surabaya,selama tahun 1991 didapatkan penderita varisela dewasa
terbanyak usia 1544 tahun (39,33%)
(4).
Tampak bahwa bebe-
rapa tahun terakhir ini, baik di Surabaya maupun di Sulawesi
Utara (Minahasa) varisela pada orang dewasa mulai meningkat.
Kami tidak mendapatkan perbedaan yang berarti dalam hal jenis
kelamin pada penderita varisela dewasa, hal ini sesuai dengan
yang dilaporkan oleh Oxman MN
(1)
dan Rebecca SD dkk
(4)
.
Suhu badan penderita waktu masuk rumah sakit berkisar
antara 37°40°C (Tabel 1) dan setelah diobati dengan asiklovir,
turun menjadi normal umumnya pada hari ke tiga dan ke empat
sesudah terapi asiklovir dimulai. Tiga penderita yang suhu ba-
dannya cepat turun (1 penderita hari pertama, dan 2 penderita
hari ke dua) mungkin karena ketiga penderita ini langsung
datang berobat (MRS) pada waktu lesi kulit baru timbul 1 hari
(Tabel 4). Jadi dapat dikatakan bahwa makin cepat pemberian
asiklovir makin cepat suhu badan penderita varisela dewasa
menjadi normal. Hal ini ada hubungan dengan dihambatnya
multiplikasi virus penyebab varisela oleh asiklovir
(3)
.
Setelah pengobatan dengan asiklovir oral 200 mg 5 kali
sehari selama 2 hari, 50% lesi kulit lama mulai mengening. Se-
cara keseluruhan lesi kulit mengering semua pada.hari ke enam
dan ke tujuh. Enam penderita yang mulai mengering pada hari
ke empat dan ke lima mungkin karena adanya infeksi sekunder
(Tabel 8) sehingga perlu pengobatan tambahan dengan anti-
biotika.
Cermin Dunia Kedokteran No. 105, 1995 57
Tidak timbulnya lesi baru, 50% terjadi pada hari ke tiga
dan 50% pada hari ke empat (Tabel 6), hal ini menunjukkan
bahwa multiplikasi virus penyebab varisela umumnya dihambat
pada hari ke tiga dan ke empat pemberian asiklovir.
Penderita yang dirawat lebih dari 5 hari disebabkan karena
penyakit yang menyertai dan komplikasi; bahkan 1 penderita
dirawat selama 13 hari dan 1 penderita lagi selama 20 hari. Hal
ini karena adanya hipertensi (Tabel 9). Penyakit lain yang
menyertai berupa tonsilofaringitis (11,1%), ulkus peptikum,
ISPA dan konyungtivitis masing-masing 5,6%. Infeksi Saluran
Pernapasan Atas (ISPA) pada 1 penderita mungkin disebabkan
virus (gejala prodromal) yang memang diderita pada waktu
masuk rumah sakit danjuga konyungtivitis pada 1 penderita
yang didugajuga karena virus; kedua penyakit ini sembuh
bersamaan dengan sembuhnya varisela yang diderita.
Dari data di atas, dapat disimpulkan bahwa pemberian
asiklovir oral 200 mg 5 kali sehani selama 5 hari mempercepat
turunnya suhu badan, mengeringnya lesi kulit yang lama dan
mempercepat proses penyembuhan. Hasil penelitian ini sama
dengan yang dilaporkan oleh Wallace MR dkk, yang mengobati
penderita varisela dengan dosis asiklovir 800 mg 5 kali sehari
selama 7 hari Dengan demikian pengobatan varisela dewasa
dengan dosis asiklovir 200 mg oral 5 kali sehari selama 5 hari
dapat merupakan satu alternatif dalam pengobatan varisela
pada orang dewasa.
KESIMPULAN
Pengobatan asiklovir oral dengan dosis 200mg 5 kali
sehari selama 5 hari pada penderita varisela dewasa yang
dirawat nginap di RSU Bethesda GMIM Tomohon Minahasa
Sulut efektif.
KEPUSTAKAAN
1. Oxman MN. Varicella dan Herpes Zoster. In: Fitzpat Ricks Dermatology
in General Medicine. 3rd ed. New York: McGraw-Hill Book Co, 1985; pp.
231435.
2. Balfour HT Jr. Clinical Aspect of Chicken Pox and Herpes Zoster. J
Internat Med Res 1994; 22 (suppl 1): 3A13A.
3. Wallace MR, Bowler WA, Munay NB et al. Treatment of adult
varicellawith oral acyclovir: a randomized, placebo-controlled trial. Ann.
Intern. Med. 1992; 117: 35863.
4. Rebecca SD, Ifnudin M, Harun ES. Penelitian retrospektif kasus-kasus
Varisela di Poliklinik Penyakit Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo
Surabaya. Kumpulan Makalah llmiah. Buku I. KONAS PERDOSKI VII.
Bukittinggi 912 Nopember 1992; Hal 2216.
English Summary
(Sambungan dari hal 4)
somebody is in pain. While pres-
sure on trigger point is only for
pain, acupressure is also for
neuromuscular cases, Some
experiences and researches
show that acupressure gives a
satisfactory result. Compared to
acupuncture, there are only very
few report on acupressure. This
paper is to add more information
on acupressure.
Cermin Dunia Kedokt. 1995; 105: 38-41
Rt, A, Mz
ACUPUNCTURE FOR IMPOTENCE
Yvonne Siboe
Dept. of Acupuncture, Cipta Mangun-
kusumo General Hospital, Jakarta, Indo-
nesia
Impotence is a male sexual
function disorder that is often
difficult to be cured. This article
discuss the acupuncture as an
alternative therapy that could
help and may give satisfactory
result.
Cermin Dunia Kedokt. 1995; 105. 44-7
Ys
ORAL ACYCLOVIR FOR ADULT
VARICELLA CASES IN BETHESDA
HOSPITAL, NORTH SULAWESI
Herry EJ Pandaleke
Dept. of Dermato-Venereology Faculty
of Medicine, Sam Ratulangi University
Malalayang General Hospital, Manado.
Indonesia
During the period of January
1993 until December 1994, 18
patients suffered from varicella
were hospitalized in Bethesda
Hospital, Tomohon Minahasa,
North Celebes.
All were treated with oral
acyclovir 200 mg, five times daily
for five consecutive days. After
an average of 4 days care, 15
patients were released from hos-
pital except two after 10 days of
care.
Acyclovir seemed effeclive to
decrease the eruption of new
lesions and to fasten the healing
process.
Cermin Dunia Kedokt. 1995; 105:56-8
Hep
Cermin Dunia Kedokteran No. 105, 1995
58