background image
Penggunaan Laser dalam Akupunktur
Dharma K. Wldya
UPFAkupunktur, RS Ciptomangunkusumo, Jakarta
PENDAHULUAN
Kata Laser berasal dari kata Light Amplification by Stimu-
lated Radiation (Penguatan sinar oleh radiasi yang distimulasi).
Sinar Laser ditemukan pada tahun 1960 oleh Theodore Maiman;
satu tahun kemudian Leon Goldman mulai memakainya untuk
pengobatan. Pada saat ini penggunaan Laser telah meluas dalam
berbagai bidang kedokteran.
Pada mulanya yang digunakan adalah sinar Laser berenergi
tinggi sebagai alai pembedahan, misalnya untuk koagulasi, pe-
motongan dan penguapan jaringan. Khasiat Laser energi rendah
dilaporkan pertama kalinya oleh Prof. Endre Mester pada tahun
1967 dalam penelitiannya tentang efek karsinogenik Laser ter-
hadap jaringan tikus percobaan yang sudah dicabuti bulunya.
Dan ternyata setelah penyinaran ditemukan pertumbuhan bulu
pada tikus percobaan lebih cepat dibanding kelompok tikus yang
tidak disinari Laser. Laser energi rendah telah dipergunakan da-
lam berbagai bidang kedokteran seperti : ortopedi, akupunktur,
neurologi, rematologi, rehabilitasi medik, dermatologi dan lain-
lain.
SIFAT-SIFAT SINAR LASER
Laser merupakan realisasi efek yang telah diantisipasi oleh
Einstein. Partikel atom atau molekul yang dapat bergerak ber-
gelombang dapat distimulasi oleh suatu sumber energi. Keadaan
demikian dalam beberapa kasus dapat berlangsung lebih lama
daripada normal (10
­8
detik). Apabila suatu gelombang sinar
dengan panjang gelombang tertentu bertemu dengan atom atau
molekul dalam keadaan terstimulasi sistem itu akan kembali
kepada keadaan asal, dan radiasi tersebut akan memperkuat
gelombang sinar. Maka dengan memasukkan suatu medium
Laser (padat, cair, atau gas) kepada energi dari sumber yang
Disampaikan pada Simposium Akupunktur di Bandung, tanggal 28 September
1991
sesuai sejumlah yang mencukupi dari sistem molekul akan ter-
stimulasi. Radiasi yang dihasilkan akan direfleksikan bolak-
balik antara dua cermin resonator sepanjang garis sumbu yang
tetap sampai memperkuat energinya sendiri dengan memadai,
dan kemudian menembus melalui cermin resonator yang hanya
merefleksikan sebagian saja.
Sinar yang dihasilkan oleh proses di atas mempunyai tiga
sifat khas yaitu :
1.
Monokromatis
Hanya satu panjang gelombang tertentu yang diperkuat
atau diamplifikasi.
2.
Koheren
Karena adanya efek amplifikasi maka terdapat hubungan
fase yang tetap di antara berbagai bagian dari sinar Laser, dan
karena itu sangat tahan terhadap gangguan (interferensi); dengan
kata lain semua gelombang dalam sinar Laser berosilasi secara
seragam.
3.
Penyebaran yang minimal
Karena sinar yang diperkuat hanyalah sinar yang berada di
dekat sumbu cermin resonator, sinar yang dipancarkan sebagian
besarparalel. Dan dengan demikian dapatdimungkinkan dengan
bantuan lensa atau cermin untuk memfokuskannya pada titik
fokus yang sangat kecil (diameter dari 3­10 panjang gelom-
bang).
EFEK SINAR LASER PADA JARINGAN
1. Efek fisiomaterialis
a. Absorpsi
Sinar Laser diabsorpsi dalam berbagai derajat oleh berbagai
jenis jaringan yang hidup, sesuai dengan komposisi jaringan,
Cermin Dunia Kedokteran No. 79, 1992 57
background image
jumlah air yang dikandungnya dan sebagainya. Efek absorpsi
banyak terganwng pada panjang gelombang yang digunakan.
Efek berikut akan terjadi berturut-turut tergantung pada output
generator Laser, panjang iradiasi dan sifat jaringan yang di-
radiasi :
­
pemanasan lokal jaringan : percepatan dari proses fisiologis
dan peningkatan kecepatan pembelahan sel dan lain-lain.
­
dehidrasi dan konstriksi jaringan; proses ini umumnya re-
versibel.
­
destruksi ireversibel dari protein (koagulasi).
­
termolisis (karbonisasi).
­
penguapan jaringan.
b. Penyebaran
Karen jaringan mempunyai sifat optik yang berbeda, maka
sinar Laser tidak bergerak sebagai garis lurus seperti di udara,
tetapi timbul proses penyebaran sehingga arah sinar sering ber-
ubah. Penyebaran ini mempunyai akibat bahwa meskipun hanya
daerah terbatas yang diradiasi, namun jaringan sekitarnya akan
selalu terpengaruh dalam batas tertentu.
2. Efek fisiobiologik
Ditemukan bahwa sinar Laser energi rendah (seperti He Ne)
dapat digunakan untuk mempercepat penyembuhan ulkus yang
resisten secara bermakna. Hal ini mungkin dapat diterangkan
dengan teori yang dikembangkan oleh A. Popp; dinyatakannya
bahwa sinar dan suara bertanggungjawab untuk distribusi dan
sebagian besar informasi yang dibutuhkan oleh sistem sel siber-
netik, internal dan ekstemal dalam organisme bersangkutan.
Pertukaran informasi demikian hanya dapat terjadi secara optik
dalam range merah atau infra merah, di mana substansi sel
mempunyai transparansi terbesar.
Oleh koherensi dan kemudahan kontrol, kemurnian dan
selektifitasnya, sinar Laser dapat membantu merestorasi struktur
gelombang dan sel yang terganggu kembali ke keadaan normal
yang sehat.
58
TERAPI AKUPUNKTUR DENGAN LASER
Telah dilakukan berbagai percobaan untuk menggunakan
Laser dalam pengobatan akupunktur seperti He Ne Laser (selain
itu terdapat pula Laser jenis lain seperti Nd Yg Laser, Argon
Laser, dan lain-lain). Ditemukan bahwa penyinaran 1 mW He Ne
Laser dapat menormalisasi tahanan kulit dalam beberapa detik.
Laser He Ne menghasilkan sinar merah dengan panjang gelom-
bang 632,8 nM. Penyelidikan di Ludwig Boltzman Institute
menunjukkan perubahan biokimiawi dalam urine sesudah pe-
nyinaran Laser pada titik III,36 (Cu San Li) yang sesuai dengan
penusukan jarum. Disimpulkan bahwa perangsangan Laser
adalah melalui energi elektromagnetik. He Ne Laser menembus
jaringan 0,8 mm secara langsung dan 8­10 mm secara tidak
langsung.
Berdasarkan penelidan ditemukan bahwa Laser dapat di-
gunakan untuk perangsangan titik akupunktur khususnya pada
anak-anak, pada pasien yang sangat sensitif terhadap jarum atau
pasien yang terinfeksi, atau untuk perangsangan titik yang sangat
nyeri apabila dilakukan penusukan jarum seperti titik VIII,1
(Yung Cuen). Efek samping yang dapat terjadi pada penyinaran
Laser adalah rasa pusing, nyeri kepala atau mual. Apabila hal
ini berlangsung lebih dari 5 ­ 10 menit, pengobatan dengan
Laser harus dihentikan. Hal lain yang harus diperhatikan adalah
bahwa mata sangat rawan terhadap penyinaran Laser karena
sistem lensa dapat memfokuskan sinar Laser sehingga dapat
menRakibatkan kerusakan pada retina. Oleh karena iw perlu
kehati-hatian yang tinggi untuk menghindarkan efek samping
tersebut baik bagi pasien maupun bagi pengobat.
Lama penyinaran Laser pada suatu titik akupunktur ter-
gantung pada beberapa hal seperti output, lokasi titik dan se-
bagainya. Pada prinsipnya diperlukan energi Laser yang cukup
untuk dapat memberikan rangsangan dalam organisme, di lain
flak tidak menyebabkan destruksi lokal dari jaringan. Pala
umumnya lama penyinaran berkisar antara 15 detik sampai
beberapa menit. Pada anak-anak lama penyinaran lebih singkat
daripada dewasa. Dan suatu penelitian didapatkan bahwa dosis
efektif terendah yang pernah dicatat adalah 1 menit dengan
output 1 mW. Dinyatakan pula bahwa untuk akupunktur telinga
dibutuhkan waktu 1 menit dengan output 3 mW agar tercapai
dosis penyinaran yang cukup, sedangkan untuk akupunktur
tubuh selama 1­5 menit. Peningkatan dosis penyinaran tidak
selalu diikuti dengan peningkatan efektifitas.
PENUTUP
Laser akupunktur sebagai salah saw teknik baru dalam
perangsangan titik akupunktur merupakan pelengkap terapi
akupunktur. Meskipun efek terapeutik Laser akupunktur tidak
lebih baik atau mungkin kurang dibandingkan dengan aku-
Untuk segala surat-menyurat,
pergunakan Alamat lengkap Anda
dengan mencantumkan Kode Pos
ke alamat kami :
CERMIN DUNIA KEDOKTERAN
P.O. Box 3105, JAKARTA 10002
Cermin Dunia Kedokteran No. 79, 1992
background image
punktur dengan penjaruman, namun mempunyai beberapa ke-
untungan seperti tidak nyeri dan jaminan sterilitas. Laser yang
umum digunakan adalah He Ne Laser dengan panjang gelom-
bang 632,8 nM dan intensitas 2­10 mW. Selain itu terdapat juga
Infrared Laser dengan panjang gelombang 904 nM dan intensi-
tas 5­10 mW yang dihasilkan dari Gallium Arsenide Diode.
Kemudian dikembangkan pula alat Laser dengan panjang ge-
lombang 780 nM dengan intensitas 10­15 mW.
Laser akupunktur khususnya diindikasikan untuk pasien
anak atau pasien yang sangat sensitif dan dari pengalaman klinik
didapatkan bahwa dalam kondisi nyeri akut ternyata Laser
akupunktur mempunyai efek yang kurang dibandingkan dengan
akupunktur klasik.
Akhir-akhir ini para ahli kecantikan menggunakan pula
Laser untuk meningkatkan regenerasi kulit dan memperbaiki
kerut muka. Dalam penggunaan Laser akupunktur perlu diper-
hatikan efek samping yang dapat merugikan pasien maupun
pengobat.
KEPUSTAKAAN
1.
Bratadjaja F, Hasan P. Aplikasi klinik Laser tenaga rendah. Jakarta :
Simposium Aplikasi Laser dalam Dermatoterapi & Bedah, 1990.
2.
Bischko H. Use of the Laser beam in Acupuneture. Acup Electro-
Therapeut Res 1980; 5: 29-40.
3.
Harrison T. Laser Acupuneture. A review. Brit J Acup 1989; 12(2): 20-3.
4.
Kleinkort JA, Foley RA. Laser Acupuneture : Its use in physical therapy.
Am J Acup 1984; 12(1): 51-6.
5.
Kroetlinger M. On the use of the Laser in acupuneture. Acup Electro-
Therapeut Res 1980; 5: 297-311.
6.
Kroy W. The Use of Lasers in Medicine. Bavaria : tp, tt.
7.
Stun B, Pomeranz B. Basics of Acupuneture. Berlin : Springer-Verlag, 1988.