HASIL PENELITIAN
Karsinoma Rekti
di RSUP Dr. M. Jamil, Padang
Azamris, Nawazir Bustami, Misbach Jalins
Laboratorium/UPF Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
Rumah Sakit Umum Pusat DR. M. Jamil, Padang
Umumnya penderita datang dalam stadium lanjut, seperti
kebanyakan tumor ganas lainnya
(1,3)
; 90% diagnosis karsinoma
rekti dapat ditegakkan dengan colok dubur
(4,5)
.
Sampai saat ini pembedahan adalah terapi pilihan untuk
karsinomarekti
(1,5-8)
. Pembedahan yang tidak meninggalkan cacat
tetap dan dapat menjamin kontinuitas saluran cerna adalah yang
paling ideal dan umumnya dapat diterima penderita. Sedangkan
kolostomi permanen menimbulkan beban psikososial tersendiri
terutama untuk penduduk di Indonesia yang sebagian besar ber-
agama Islam. Terdapat beberapa macam pembedahan untuk
karsinoma rekti. Terapi bedah yang dipilih tergantung pada lo-
gkan
adal
BAHAN DAN CARA
Penelitian dilakukan secara retrospektif pada 74 kasus
karsinoma rekti yang dirawat di Unit Bedah RSUP Dr. M. Jamil
Padang selama 5 tahun (Januari 1984 Desember 1988).
Dikumpulkan 74 rekam medis, dianalisis dan dibuat tabulasi
mengenai frekuensi umur dan jenis kelamin, tindakan diagnos-
tik, jenis tindakan, stadium tumor dan gambaran patologi
anatominya. Tujuh kasus tidak diperiksa patologi anatomik
karena kesulitan non medis, tapi jelas suatu karsinoma rekti.
ABSTRAK
Tujuan makalah ini adalah untuk mengetahui cara penanggulangan penderita
karsinoma rekti di RSUP Dr. M. Jamil Padang dan masalahnya. Penelitian dilakukan
secara retrospektif deskriptif dari rekam medik selama 5 tahun (Januari 19841988).
dan 37 wanita. Terdapat 40% penderita
65% di antaranya menjalani operasi; operasi
terior 8% dan operasi Hartmann 4%. Tidak
rena datang dengan stadium lanjut, masalah
konomi yang kurang.
t dan menyebarluaskan pengertian tentang
PENDAHULUAN
Karsinoma rekti merupakan tumor ganas terbanyak di
antara tumor ganas saluran cerna, lebih 60% tumor kolorektal
berasal dari rektum
(1)
. Sedangkan tumor ganas kolorektal
menempati urutan ke tiga di antara 10 tumor ganas terbanyak
yang dirawat di unit bedah RSUP Dr. M. Jamil Padang
(2)
.
kasi dan stadiumnya, hal lain yang juga perlu dipertimban
ah derajat keganasan, keadaan umum, umur serta risiko
operasi.
Tujuan makalah ini adalah untuk meninjau cara penang-
gulangan penderita karsinoma rekti yang dirawat di RSUP Dr.
M. Jamil Padang.
Terdapat 74 kasus karsinoma rekti, 37 p
berumur di bawah 40 tahun. Dari 74 kasus
Miles 35%, kolostomi saja 18%, reseksi an
dilakukan tindakan pada 35% penderita ka
agama, kurang pengertian dan sosial e
ria
Perlu usaha deteksi dini karsinoma rek
tumor ganas pada masyarakat.
i
Diajukan pada PIT. VI IKABI Bali 5-8 Juli 1989.
Cermin Dunia Kedokteran No. 120, 1997 51
HASIL
Tabel 1. Umur dan Jenis Kelamin 74 kasus Karsinoma Rekti di RSUP
Dr. M. Jamil, Padang
Penderita
Umur Tahun
Pria Wanita
N %
10 20
21 30
31 40
41 50
51 60
> 61
3
9
9
6
6
4
1
5
3
13
8
7
4
14
12
19
14
11
5
19
16
26
19
15
Jumlah 37 37 74 100
Tabel 2. Diagnostik 74 kasus Karsinoma Rekti di RSUP Dr. M. Jamil,
Padang
Cara pemeriksaan
N
%
Colok dubur (RT)
Rektosigmoidoskopi
69
5
93
7
Jumlah 74
100
Tabel 3. Tindakan pembedahan 74 kasus Karsinoma Rekti di RSUP Dr.
M. Jamil, Padang
Tindakan N
%
Operasi Miles
26
35
Reseksi Anterior
6
8
Operasi Hartmann
3
4
Kolostomi saja
13
18
Tidak ditindak
26
35
Jumlah 74
100
Tabel 4. Indikasi kolostomi saja pada 13 kasus karsinoma rekti
Indikasi Kasus
Ileus obstruksi yang tak mau dilanjutkan dengan operasi
4
Tumor tak dapat diangkat
4
Keadaan umum buruk
3
Ileus, meninggal beberapa hari setelah kolostomi
2
Jumlah 13
Tabel 5. Stadium tumor berdasarkan modiflkasi Duke
Duke Kasus
%
A
B 14
34
C 23
56
D 4
10
Jumlah 41
100
Tabel 6. Gambaran patologi anatomi 67 kasus karsinoma rekti
Adenokarsinoma Kasus
%
Differensisiasi baik
Differensisiasi jelek
49
18
73
27
Jumlah 67
100
Pada 26 kasus tidak dilakukan tindakan karena berbagai
alasan, di antaranya datang dalam stadium lanjut, menolak
operasi dengan alasan agama karena sulit membersihkan
kolostomi, kurangnya pengertian dan sosial ekonomi yang
kurang.
PEMBICARAAN
Pada 74 kasus karsinoma rekti ditemukan jumlah kasus pria
sama dengan wanita. Usia termuda 13 tahun dan tertua 80 tahun.
Frekuensi terendah terdapat pada umur dekade ke dua. Tidak
terdapat perbedaan frekuensi tumor pada umur dekade di atasnya.
Diagnosis karsinoma rekti tidak sulit, 93% dapat ditegak-
kan dengan pemeriksaan colok dubur
(1,3-6)
. Tindakan diagnostik
lainnya adalah dengan pemeriksaan rektosigmoidoskdpi untuk
tumor yang Ietaknya tinggi (Tabel 2).
Tindakan pengangkatan tumor dapat dilakukan pada 35
kasus (47%); 26 kasus (35%) lainnya tidak dilakukan tindakan
apapun karena penderita menolak. Operasi Miles dilakukan pada
35% kasus, reseksi anterior 8% dan operasi Hartmann 4%.
Dibanding dengan seri Pisi Lukito (1979 - 1982), tindakan yang
dilakukan tidak jauh berbeda (Tabel 7).
Tabel 7. Tindakan operasi karsinoma rekti di RSUP Bandung dan RSUP
DR. M. Jamil Padang
RS HS
RS MJ
Tindakan
N % N %
Operasi Miles
15
28
26
35
Reseksi Anterior
2 4 6
8
Reseksi Tumor
1
2
Kolostomi Perrektal
16
29
13
18
Tidak dioperasi
19
35
26
35
Operasi Hartmann
3
4
Jumlah 53
100
74
100
Dari 13 kasus yang dilakukan kolostomi saja hanya 4 di
antaranya menolak dilakukan operasi lanjutan, sedangkan 9
lainnya karena alasan medis.
Tidak terdapat satupun kasus dengan stadium Duke A. Per-
bandingan stadium tumor seri ini dan seri RSCM Jakarta
(1)
terlihat
pada Tabel 8. Tidak terdapat perbedaan menyolok antara sta-
dium tumor seri RSCM Jakarta dengan RS MJ Padang.
Tabel 8. Stadium Karsinoma Rekti Modifikasi Duke RSCM Jakarta dan
RS MJ Padang
Stadium
RSCM
%
RS MJ
Duke A
3
Duke B
25
34
Duke C
72
56
Duke D
10
Pada seri ini derajat keganasan hanya dibedakan atas dua
jenis sel saja yaitu adenokarsinoma diferensiasi baik 73% dan
adenokarsinoma diferensiasi jelek 27%. Dalam kepustakaan
derajat keganasan dibagi atas diferensiasi baik, sedang dan jelek,
karena ikut menentukan prognosis penyakit.
KESIMPULAN
Telah dilaporkan 74 kasus karsinoma rektum yang dirawat
Cermin Dunia Kedokteran No. 120, 1997
52
di RSUP DR. M. Jamil Padang. Tindakan diagnostik tidak sukar.
Tindakan bedah definitif dilakukan pada 47% kasus, tidak
dioperasi karena menolak 35% dan dilakukan kolostomi saja
karena alasan medis dan penolakan penderita sebanyak 18%.
Kebanyakan penderita datang ke rumahsakit dalam stadium
lanjut.
ANJURAN
Perlu usaha deteksi dini karsinoma rekti dengan menye-
barluaskan informasi tentang tumor ganas pada masyarakat.
KEPUSTAKAAN
1. Ibrahim A. Karsinoma rekti letak rendah. Ropanasuri 1988; 17(2): 73.
2. Nawazir B. Tumor Ganas di Unit Bedah F.K. Unand/RSUP DR. M. Jamil
Padang
3. Adrie M dkk. Diagnostik dan Penanganan Kasus-kasus Karsinoma Rekti
di RSU dan RST Manado, Ropanasuri 1988; 17(2): 86.
4. Butcher H. Carcinoma of the Rectum, choice between anterior resection
and abdominopenneal resection of the rectum, Cancer 1971; 28: 204-7.
5. Goligher J. Treatment of carcinoma of the rectum. Surgery of the Anus
Rectum and Colon, Ed V, 1984, hal. 590.
6. Husemann B. Survival time after surgery for colorectal cancers, SE Asian
J Surg 1983; 6(1): 18-21.
7. Cohn IJ. Intermediate or precancerous lesion and malignant lesion, dalam
Textbook of Surgery. Sabiston (ed). 13th ed. vol. 1; 1986, hal. 1003.
8. Agus Budiyono dkk. Karsinoma Rekti Sepertiga Tengah dengan Reseksi
Mempertahankan Sfingter, PIT ke C IKABI Surakarta, 1988, hal. 188.
9. Frank E dkk. Adenocarcinoma of the colon and rectum in persons under
thirty years of age, Am J Surg. 1967; 115.
10. Basrul H dkk. Cara Operasi Abdomino Sakral untuk Karsinoma Rekti
Sepertiga Tengah, PIT IKABI Surabaya, 1983, hal. 142.
11. Eddy H dkk. Low Anterior Resection Pembedahan Radik pada Tumor
Midrektal, PIT ke C IKABI Surakarta, 1.988, hal. 202.
12. Pisi Lukito. Kemungkinan pencegahan dan penyembuhan karsinoma
rektum. PIT IKABI Surabaya 1983.
A man should be religious, not superstitious
Cermin Dunia Kedokteran No. 120, 1997 53