background image
ABSTRAK
PEMAKAIAN OBAT DI KALANGAN MANULA
Penelitian pemakaian obat telah dilakukan di panti-panti di
Swedia dengan sampel 1854 orang berusia rata-rata 83 tahun;
70% di antaranya wanita dan 42% didiagnosis sebagai pasien
demensia; psikosis ditemukan pada 7% dan depresi pada 7%
lainnya.
Ternyata masing-masing orang rata-rata mendapatkan 7,7
macam obat, sebagian besar secara teratur; jenis obat yang
tersering digunakan ialah golongan laksatif, kemudian obat-
obat psikotropik dan kardiovaskuler.
Clin. Drug Invest. 1998; 16(6): 441-52
Hk
DIAGNOSIS KEGANASAN
Untuk mengetahui ketepatan diagnosis keganasan, suatu
studi retrospektif selama 10 tahun (1986-1995) dilakukan atas
semua kasus autopsi di Louisiana, AS.
Selama kurun waktu tersebut dilakukan 1625 autopsi, 520
di antaranya terhadap janin; dari 1105 kasus yang diteliti, 654
pria dan 451 wanita dengan usia rata-rata 48,3 tahun (1-98
tahun).
Di antara kasus-kasus tersebut, 433 terdiagnosis sebagai
neoplasma, 250 di antaranya ganas. Dan di antara kasus yang
ganas tersebut, 111 neoplasma ganas yang ditemukan pada 100
pasien tidak terdiagnosis semasa pasien tersebut hidup, padahal
pada 57 kasus di atas, neoplasma tersebut patut diduga sebagai
penyebab langsung kematian.
Ketidak sesuaian diagnosis klinis dan postmortem atas
neoplasma ganas pada studi ini mencapai 44%.
JAMA 1998; 280(14): 1245-8
Hk
PARASETAMOL SEBAGAI ANTIOKSIDAN
Studi atas 12 sukarelawan sehat menunjukkan bahwa
parasetamol dosis biasa menghambat proses oksidasi LDL
kholesterol; proses oksidasi ini merupakan salah satu proses
utama yang terlibat dalam pembentukan plak aterosklerosis.
Data efek antioksidan dari parasetamol ini masih memerlu-
kan studi lanjutan untuk menentukan kegunaannya dalam
klinik.
Scrip 1998; 2362: 18
Brw
ANTIKHOLESTEROL UNTUK PENCEGAHAN
STROKE
USFDA telah menyetujui penggunaan Pravachol@ (pra-
vastatin BMS) dan Zocor@ (simvastatin Merck) untuk
mengurangi risiko stroke atau TIA di kalangan pasien penyakit
jantung koroner.
Pravachol@ dapat digunakan pada orang dengan kadar
kholesterol normal, sedangkan Zocor@ pada pasien dengan
peningkatan kadar kholesterol.
Indikasi ini disetujui berdasarkan hasil studi CARE dan
4S.
Scrip 1998; 2362: 18
Brw
PERANAN MRI PADA WHIPLASH INJURY
Untuk meneliti manfaat MRI pada pasien-pasien whiplash
injury di Belanda, 100 pasien mengalami pemeriksaan tersebut
dalam 3 minggu setelah insiden; ternyata hanya satu yang
menunjukkan abnormalitas berupa prevertebral edema, pada 17
pasien terlihat angulasi kiphotik tanpa jejas jaringan lunak.
Para peneliti berkesimpulan bahwa MRI tidak perlu
dilakukan secara rutin pada pasien whiplash injury tanpa defisit
neurologik dan bila pada Ro servikal biasa tidak dijumpai
kelainan.
Radiology 1996; 201: 93-6
Brw
ANTIBIOTIKA UNTUK SINUSITIS
Sinusitis maksilaris akut pada dewasa dicoba diatasi
dengan klarithromisin 2 dd 500 mg atau sefakhlor 2 dd 500 mg
selama 10 hari. Sejumlah 48 pasien menerima klarithromisin
dan 45 lainnya menerima sefakhlor; kesembuhan tercapai pada
masing-masing 92,5% dan 91,4%; dan pada follow-up terdapat
rekurensi masing-masing sebesar 15% dan 13%.
Efek samping berupa gangguan rasa kecap lebih banyak
ditemukan pada klarithromisin (11½ vs. 2%, p 0,05), sebalik-
nya ruam kulit lebih banyak ditimbulkan oleh sefakhlor (7½
vs., 0%, p 0,05).
Clin. Drug Invest. 1997; 13(3): 128-33
Brw
GINKGO BILOBA UNTUK ALZHEIMER
EGb 761-ekstrak tumbuhan Ginkgo biloba telah dicobakan
pada 309 pasien Alzheimer dan demensia multiinfark dengan
dosis 3 dd 40 mg/hari selama 1 tahun, secara acak, buta ganda
dan dibandingkan dengan plasebo. Pada akhir percobaan, data
yang bisa dianalisis berasal dari 202 orang berusia 45-90 tahun.
Penilaian berdasarkan analisis intention-to treat atas 202
pasien menunjukkan bahwa kelompok ginkgo biloba mem-
punyai skor ADAS-Cog 1,4 angka lebih baik (p = 0,04) dan
skor GERRI 0,14 angka lebih baik (p = 0,004). Sedangkan
angka CGIC tidak berbeda bermakna. ADAS-Cog ialah skala
penilaian fungsi kognitif, GERRI adalah penilaian keluarga
terhadap pasien, sedangkan CGIC merupakan penilaian klinis
secara global.
JAMA 1997; 278: 1327-32
Hk
Cermin Dunia Kedokteran No. 124, 1999
46
background image
ABSTRAK
TCD VS. ANGIOGRAFI
Penelitian yang membandingkan hasil pemeriksaan trans-
cranial Doppler (TCD) sistim karotis dengan angiografi pada
138 pasien menunjukkan bahwa penemuan TCD yang ber-
kaitan dengan stenosis lebih dari 70% (p
0,001) adalah:
pembalikan arus (flow reversal) a. oftalmika, pembalikan arus
a. serebri anterior dan berkurangnya pulsasi dan akselerasi
aliran a. serebri media.
Stroke 1997; 28: 133-36
Brw
RISIKO STROKE HEMORAGIK DI KALANGAN
PENGGUNA KONTRASEPSI ORAL
Studi multisenter WHO di 21 pusat di 17 negara di Eropa,
Asia, Afrika dan Amerika Latin termasuk Indonesia, juga
meneliti risiko stroke hemoragik di kalangan pengguna
kontrasepsi oral. Untuk itu, data 1068 kasus stroke hemoragik
dibandingkan dengan 2910 kontrol yang usianya sesuai.
Analisis menunjukkan adanya peningkatan risiko, terutama
di negara non Eropa (odds ratio 1,76; 95%CI: 1,34-2,30),
sedangkan di Eropa peningkatannya tidak bermakna (odds ratio
1,38; 95%CI: 0,84-2,25). Di kalangan wanita berusia lebih dari
35 tahun, odds rationya lebih besar dari 2, sedangkan bila
diketahui menderita hipertensi sebelum penggunaan kontra-
sepsi, risikonya menjadi 10-15 kali lebih besar dibandingkan
dengan pada wanita yang tidak menggunakan kontrasepsi oral
dan tidak menderita hipertensi. Di kalangan perokok, odds
rationya lebih dari 3.
Untuk semua jenis stroke, kontrasepsi estrogen dosis
rendah (kurang dari 50 ug) mempunyai odds ratio 1,41 (0,90-
2,20) untuk negara Eropa dan 1,86 (1,49-2,33) untuk negara
lain; sedangkan untuk yang dosisnya lebih tinggi, odds rationya
2,71 (1,70-4,32) di Eropa dan 1,92 (1,48-2,50) di negara lain.
Dari perhitungan data di atas, diperkirakan 13% stroke di
Eropa dan 8% di negara lain yang mengenai wanita 20-44
tahun, berkaitan dengan penggunaan kontrasepsi oral. Sedang-
kan excess risk untuk semua jenis stroke di Eropa ialah 2 per
100000 woman-years di kalangan pengguna kontrasepsi
estrogen dosis rendah dan 8 per 100000 woman-years di
kalangan pengguna kontrasepsi estrogen dosis tinggi.
Lancet 1996; 276: 598-605
Hk
BAHAYA DEXFENFLURAMIN
Wyeth-Ayerst telah mengirim surat ke para dokter di AS
yang isinya mengingatkah kembali indikasi dexfenfluramin -
yaitu untuk penurunan berat badan pasien dengan BMI (body
mass index)
30 kg/m
2
atau
27 kg/m
2
dengan faktor risiko
seperti hipertensi, DM dan hiperlipidemi.
Selain itu, terdapat kemungkinan efek samping hipertensi
pulmonal primer pada 18/1 juta pasien/tahun untuk pemakaian
lebih dari 3 bulan.
Inpharma 1996; 1054: 21
Brw
GINKGO BILOBA
EGb-761 - ekstrak Ginkgo biloba - telah dicobakan pada
79 pasien Alzheimer dan demensia multiinfark dengan dosis
240 mg/hari selama 24 minggu, dibandingkan dengan 77
pasien yang mendapat plasebo secara buta ganda.
Setelah 24 minggu terdapat perbaikan fungsi mental pada
28% pasien yang mendapat ginkgo biloba dibandingkan
dengan 10% di kalangan penerima plasebo.
Inpharma 1996; 1042-11
Brw
KRIM ANTI IMPOTENSI
Para peneliti di Mesir telah mencoba krim berisi kombinasi
aminofilin 3%, isosorbid dinitrat 0,25% dan kodergokrin
mesilat 0,05% untuk mengatasi impotensi.
Krim tersebut dicobakan secara silang buta ganda atas 36
pria selama 2 minggu; ternyata 21 pria melaporkan ereksi
penuh dengan krim berisi zat aktif, sedangkan 3 pria lain baik
pada penggunaan krim berisi zat aktif maupun plasebo.
Krim ini paling efektif pada impotensi psikogenik (8 dari 9
pria) dibandingkan dengan pada impotensi neurogenik (4 dari 8
pria) dan pada insufisiensi arteriil (2 dari 7 pria). Pengukuran di
laboratorium menunjukkan bahwa krim tersebut meningkatkan
aliran darah penis (0,19 ± 0,08 m/s) dibandingkan dengan
plasebo (0,02 ± 0,15 m/s).
BMJ 1996; 312: 1512-15
Hk
OBAT ALZHEIMER
Exelon (ENA-713) dari Sandoz merupakan asetilkolines-
terase-inhibitor yang selektif pada otak, terutama di hipo-
kampus dan korteks - daerah yang paling sering terkena pada
penyakit Alzheimer.
Obat tersebut saat ini sedang dicobakan pada 2500 orang
selama 26 minggu, dan dilaporkan mengurangi perburukan
fungsi kognitif.
Efek samping yang dilaporkan meliputi mual, muntah,
diare, pusing dan rasa lelah yang dirasakan oleh satu di antara
empat pasien yang menggunakan obat tersebut.
Pharm, Bus. News 1996; 12(273/4) : 19-20
Hk
Cermin Dunia Kedokteran No. 124, 1999 47