ABSTRAK ABSTRAK
MUNTAH SEBAGAI PEMBANTU DIAGNOSTIK PADA NYERI JANTUNG
ISKEMIK
Gejala muntah sering menyertai angina dan sumbatan pembuluh darah koroner.
Ada yang menyangka muntah tsb. berkaitan dengan penggunaan narkotika untuk
mengurangi rasa nyeri infark jantung; ada juga yang memikirkan hubungan antara
gejala muntah dengan lokasi dan luas infark. Untuk menyelidiki hal tsb. Ingram dkk.
meneliti 109 pasien. Untuk menyingkirkan pengaruh narkotika/analgetika, yang di-
evaluasi adalah muntah yang terjadi sebelum pemberian narkotika/analgetika.
Hasil menunjukkan bahwa gejala muntah memang berhubungan dengan lokasi
infark, tetapi tidak berkaitan dengan luas infark. Insidensi muntah pada infark trans-
mural adalah 43% (lebih sering pada infark anterior daripada infark inferior. Perbedaan
ini bermakna, p< 0.05). Dari 23 pasien dengan nekrosis miokard tapi tanpa infark
transmural, hanya 1 yang muntah. Dari 28 pasien dengan insufisiensi koroner tapi
tanpa nekrosis, hanya 1 yang muntah.
Disimpulkan, bila muntah terjadi pada awal rasa nyeri infark jantung, pada 90%
pasien akan ditemukan infark transmural.
Ingram DA, Fulton RA, Portal RW, Clive P Aber. Br Med J 1980; 281 : 636 7
PENGOBATAN GIGITAN ULAR TAK DIKENAL
Di negeri-negeri tropik banyak kematian disebabkan oleh gigitan ular. Oleh
sebab itu setiap gigitan ular harus dianggap membahayakan jiwa, sampai terbukti
sebaliknya. Akibatnya anti-bisa-ular biasanya diberikan pada setiap gigitan ular,
meskipun tidak semua memerlukan anti-bisa tsb.
Oleh Markwalder dicoba suatu cara untuk menyaring penderita yang memerlu-
kan anti-bisa-ular. Setiap penderita gigitan ular diambil 2 ml darah venanya, dimasuk-
kan dalam tabung gelas yang kering. Tes ini dianggap negatif bila darah menggumpal
dalam 10 menit. Bila penderita menunjukkan gejala lokal yang hebat atau gejala ke-
racunan sistemik, maka tes diulang 4, 6 dan 12 jam kemudian. Pasien-pasien lain hanya
diberi pengobatan simtomatik dan diobservasi. Yang menunjukkan gejala kelainan
neurologik atau kelainan pembekuan darah diberi anti-bisa-ular secara IV - 20 ml
serum dalam 1 liter cairan garam faali selama 1 - 2 jam. Kalau pembekuan darah belum
normal, anti-bisa ini diberikan lagi.
Dari 18 penderita yang dipelajari, semua menunjukkan pembengkakan yang nyeri
pada tempat gigitan. Enam belas penderita dirawat; tak ada yang menunjukkan gejala
neurologik dan hanya pada 4 penderita pembekuan darah abnormal. Dengan pemberi-
an anti-bisa-ular dengan cara di atas, ke empat penderita ini sembuh. Penderita-pen-
derita lain dipulangkan tanpa suatu komplikasi apapun.
Markwalder KA.
Br Med J 1980; 281 : 648.
OBAT PSIKOTROPIK vs. BERAT BADAN
Obat-obat yang mempengaruhi pikiran sering mempengaruhi berat badan juga. Misal-
nya amfetamin menurunkan berat badan, litium meningkatkannya. Obat-obat anti-
anxietas seperti benzodiazepin sering dianggap dapat meningkatkan berat badan, dan
ini memang terjadi pada binatang percobaan.
Namun penyelidikan pada 97 pasien insomnia menunjukkan bahwa pemakaian
benzodiazepin selama lebih dari 5 bulan mengakibatkan penurunan berat badan,
meski hanya sedikit. Diperkirakan efek ini akibat kurangnya aktifitas otot karena efek
relaksasi otot.
Br Med J 1980: 281 : 1039 - 40
Cermin Dunia Kedokteran
No. 21, 1981 5 5