background image
Sejarah Kedokteran
Pandemi Influenza 1918
Epidemi influenza masih tetap merupakan ancaman ter-
besar bagi kesehatan manusia dan belum dapat diatasi, me-
nimbulkan kehancuran dan kematian jauh melebihi data-data
yang tercatat yang kita ketahui. Impak influenza A selama
pandemi yang periodik hebat sekali karena adanya varian
antigen baru yang mengalahkan kekebalan pada subtype-
subtype sebelumnya. Ada baiknya bila kita ingat bahwa kita
belum mengerti benar-benar mengapa pandemi 1918 -- 1919
begitu hebat dan oleh karena itu kita tidak dapat yakin apakah
tindakan-tindakan medis modern akan dapat mengatasi bila
.
nanti timbul peristiwa seperti itu lagi.
Sebagai suatu kenangan pahit dari pandemi tersebut, surat
berikut mungkin menarik pula. Surat itu ditemukan di dalam
sebuah koper di Detroit, di antara naskah-naskah kedokteran
yang disampaikan kepada Bagian Epidemiologi Universitas
Michigan.
Kutipan surat asli yang ditemukan di Detroit pada tahun 1959.
Camp
Devens,
Mass.
Surgical
Ward No. 16
29 September 1918
( Base Hosp
i
tal
)
Yang terhormat Burt,
Mungkin anda akan tertarik pada berita mengenai tempat ini,
karena ada kemungkinan anda akan ditugaskan disini; sebab itu sebagai
gambaran akan saya ceriterakan sedikit tentang keadaan
di
sini seperti
yang saya lihat seminggu belakangan ini
.
Seperti anda ketahui saya tidak banyak menemui kasus pneumonia
beberapa tahun belakangan ini
di Detroit,
sehingga ketika saya tiba
di
sini saya sedikit ketinggalan dalam mengikuti cara mendiagnosis
yang berbelit-belit
di
Rumah Sakit Angkatan Darat. Disamping itu
minggu
-
minggu belakangan ini sakit telinga saya kumat lagi, sehingga
saya tidak dapat menggunakan stetoskop sama sekali, maka saya harus
menemukan kasus-kasus itu dengan bekal pengetahuan saya tentang
pneumonia. Saya dapat bekerja dengan baik
,
dan akhirnya saya temu-
kan phonendoskop kuno, saya pasang dan selanjutnya b
eres. Anda tahu
peraturan Angkatan Darat menuntut tempat
yang sangat dekat dan
sebagainya.
Kamp Devens dekat
Boston, di
sana terdapat
50.000
orang sebelum
epidemi itu berkecamuk.
Kota
ini juga memiliki Rumah Sakit Pusat
untuk Divisi Timur Laut. Epidemi ini mulai sekitar
4
minggu
yang
lalu,
dan telah meluas dengan sangat cepat sehingga kamp itu kacau dan
semua pekerjaan sehari-hari ditunda sampai epidemi itu berlalu. Semua
prajurit dilarang berkumpul
-
kumpul.
Orang-orang
yang
terserang epidemi ini pada permulaannya nampak
seperti terkena
La-Grippe
atau
influenza
biasa, dan bila sampai
di
Rumah Sakit dengan sangat cepat mereka menderita
pneumonia yang
sangat ganas. Dua
jam
setelah berada
di
Rumah Sakit timbul bercak-
bercak Mahogony
di
pipi dan beberapa
jam
kemudian akan nampak
cyanosis yang
meliputi daerah telinga dan seluruh muka, sampai akhir-
nya sukar dikenali apakah orang itu orang kulit putih atau berwarna.
Kejadian ini hanya beberapa
jam
saja dan kemudian orang itu mening-
gal; penyebab utamanya karena orang itu sulit bernapas. Betapa me-
ngerikan ! Kita masih tahan melihat satu, dua atau dua puluh orang
meninggal, tetapi melihat kematian
yang
begitu banyak menggoncang-
kan hati kita.
Rata-rata
perhari
100
orang mati, bahkan masih terus
bertambah. Menurut hemat kami tidak diragukan lagi, bahwa
di
sini ada
infeksi campuran baru tetapi saya tidak mengenalnya. Seluruh waktu
saya tersita untuk menemukan ronchi; ronchi kering atau
basah,
nyaring atau krepitasi, atau apapun dari beratus-ratus hal
lain yang
dapat ditemukan
di dada,
tetapi semua itu hanya punya satu arti
pneumonia
--
dan itu berarti kematian.
Jumlah dokter
di
daerah ini sebanyak
25
orang dan meningkat
menjadi lebih dari
250
orang; semuanya (kecuali saya) menjalankan
tugas sementara, lalu kembali ke Pos semula setelah tugas Selesai.
Tugas saya disini merupakan "tugas tetap", tetapi saya telah cukup
lama bekerja
di
Angkatan Darat sehingga saya tahu perintah itu kadang-
kadang dapat diubah. Saya tidak tahu apa
yang
akan terjadi atas diri
saya pada akhirnya.
Kami telah kehilangan sejumlah besar perawat dan dokter dan
pemandangan
di
kota kecil
Ayer
sangat mengerikan. Untuk membawa
korban
yang
meninggal, diperlukan kereta api khusus. Selama beberapa
hari tidak ada peti mati, jenazah-jenazah telah bertumpuk
-
tumpuk dan
nampak sangat mengerikan. Kami pernah ke kamar mayat
(yang
ter-
letak dekat belakang bangsal saya) dan melihat mereka terhampar
dalam deretan panjang. Pemandangan ini lebih mencekam daripada
pemandangan
di
Perancis setelah perang. Sebuah barak tambahan
yang
panjang terpaksa dikosongkan, dipergunakan untuk menaruh mayat,
dan setiap orang akan tersentak ketika menyelusuri deretan jenazah
tentara
yang
berpakaian lengkap tertumpuk dalam dua deretan.
Di
sini
tidak ada istirahat, bangun pagi-pagi
jam 5.30
dan terus kerja keras
sampai sekitar
jam 9.30
malam, tidur, dan kembali bekerja. Beberapa
orang sudah
lama
berada ditempat ini, dan mereka kecapaian.
Kalau isi surat ini terasa terputus
-
putus, itu karena saya terlalu
sering dipanggil, terakhir ini oleh komandan
yang
piket hari itu
yang
datang untuk memberitahukan bahwa pada otopsi mereka belum ber-
hasil menemukan satu kasus
pun di
luar fase hepatisasi merah. Penyakit
itu telah merenggut nyawa si penderita sebelum fase berikutnya.
Saya bukan ingin mengorbankan anda, temanku, tapi saya ingin
anda berada
di
sini walaupun sebentar. Lebih menyenangkan kalau ada
seorang teman
di
dekat kita. Semua teman-teman
di
sini
baik,
tetapi
saya sangat muak terhadap pneumonia, sehingga setiap kali makan saya
ingin mempunyai teman
yang
tidak membicarakannya. Tetapi kami
berkecimpung dalam hal itu selama
16 jam
sehari. Saya sungguh akan
sangat berterima kasih bila sekali-kali anda mau mengirim surat satu
atau dua baris saja; saya berjanji andaikan anda dalam keadaan begini
saya
pun
akan berbuat demikian pula.
Setiap orang
di
sini bertugas pada bangsal dengan sekitar
150
tempat tidur (bangsal saya
168)
dan mempunyai Asisten Kepala
yang
mengepalainya. Dapat anda bayangkan bagaimana beratnya pekerjaan
mengisi kertas-kertas dan formulir-formulir itu, bukan main
!
Pemerin-
tah menuntut agar semua kertas/catatan disimpan dalam bentuk
yang
rapi. Saya mendapat
4
orang perawat untuk siang hari dan
5
perawat
untuk malam harinya ( perempuran ), seorang kepala bangsal dan empat
orang pembantu untuk membersihkan bangsal. Dengan demikian anda
dapat mengerti betapa sibuknya kami. Saya tulis surat ini sedikit demi
sedikit. Mungkin diperlukan waktu yang lama untuk menulis surat lagi
kepada anda, tetapi akan saya coba.
-
Surat
ini dapat memberi anda bayangan bagaimana laporan bulanan
yang harus selesai hari Senin ini. Laporan saya telah hampir selesai
sekarang. Atasan saya baru saja masuk dan memberikan lebih banyak
pekerjaan, sehingga terpaksa saya akhiri surat saya sampai disini.
Good By old Pal,
"God be with
you
till we meet again"
Keep The
Bouells
open.
( Tertanda) Roy.
Brit Med J 1979; 2 : 1632 -- 33
4 6
Cermin Dunia Kedokteran
No. 26, 1982