Kegiatan Ilmiah
Simposium Penatalaksanaan OMSK
Demo Operasi Mastoidektomi dan Timpanoplasti
Bertempat di RS THT-Bedah Proklamasi Jl. Proklamasi
Jakarta, pada Sabtu 1 Juni 2002, telah diadakan Simposium dan
Demo Operasi Mastoidektomi & Timpanoplasti. Simposium
yang diberi judul Penatalaksanaan Baku Otitis Media Supuratif
Kronis tersebut dihadiri sekitar 200 dokter spesialis/umum dan
undangan lainnya. Dalam sambutannya Ketua Panitia acara ini,
Dr Zainul A. Djafaar, Sp THT menjelaskan bahwa Otitis Media
Supuratif Kronik merupakan salah satu penyakit infeksi kronis
di bidang THT yang masih sering menimbulkan ketulian dan
kematian. Sebagian besar OMSK bermula dari infeksi akut
telinga tengah atau Otitis Media Akuta, yang sering terjadi
pada bayi dan anak. Apabila infeksi ini tidak mendapat peng-
obatan yang cepat dan tepat maka akan berlanjut menjadi
OMSK pada anak dan dewasa. Pada kesempatan ini turut diper-
kenalkan salah satu preparat obat tetes telinga yang diproduksi
oleh Kalbe Farma, Tarivid, berdasarkan lisensi Daichi Pharma-
ceutical, Jepang.
Sambutan Ketum PP PERHATI-KL
Menurut sambutan dari Dr. Damayanti Soetjipto, Sp. THT,
Ketua Umum PP PERHATI KL (Perhimpunan Dokter Spe-
sialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher
Indonesia), kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka sosialisasi
panduan penatalaksanaan Otitis Media Supuratif Kronik. Selain
di Jakarta, kegiatan ini juga dilaksanakan di Medan, 7 8 Juni
2002 dan berlanjut di kota-kota lain di Jawa, Kalimantan dan
Sulawesi.
Peranan Panduan
Panduan ini akan mempunyai peran penting dan diharap-
kan dapat dipergunakan secara nasional. Adapun peran pandu-
an ini antara lain:
1. Pegangan bagi para dokter spesialis THT, baik yang
bekerja secara individu, maupun yang bekerja di rumah sakit
pendidikan dan non pendidikan di seluruh Indonesia. Juga bisa
dijadikan panduan bagi para dokter umum dan spesialis lainnya
yang terkait. Ini dimaksudkan agar semuanya dapat melaksana-
kan pelayanan kesehatan bidang THT secara optimal khusus-
nya dalam penatalaksanaan OMSK.
2. Meningkatkan pelayanan kesehatan di bidang THT di se-
luruh Indonesia secara sama rata sesuai kemajuan IPTEKDOK
dan kemajuan di negara lain. Hal ini mengingat kita sedang
memasuki era globalisasi dan AFTA 2003, dimana pelayanan
kesehatan akan mengalami globalisasi disamping kemungkinan
masuknya tenaga dokter asing di Indonesia.
3. Melindungi hak para konsumen penerima jasa kesehatan
dan hak dokter sebagai pemberi jasa dalam melakukan tugas
sehari-hari.
Penyusunan konsep panduan ini, menurut Dr Damayanti
telah dilaksanakan secara bertahap melalui berbagai seminar
dan pertemuan-pertemuan. Untuk setiap topik ditunjuk pe-
nyusun konsep utama dan khusus untuk panduan OMSK ini,
PP PERHATI-KL menunjuk tim khusus dari Kelompok Studi
Otologi PERHATI KL yang diketuai Dr Helmi Sp THT.
Patogenesa dan Diagnosa OMSK
Patogenesa
Pembicara pertama dalam seminar yang diadakan di Aula
Rumah Sakit lantai 3, adalah Dr Zainul A Djaafar, Sp THT.
mempresentasikan makalah dengan judul "Patogenesis dan
Diagnosa Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK)". Menurut
Direktur Medis RS THT itu, jika para dokter mengenal pato-
genesa penyakit ini, akan dapat dicegah atau dikurangi ke-
mungkinan terjadinya OMSK pada anak, sehingga angka ke-
jadian penyakit ini pada anak dan dewasa dapat ditekan (seperti
diketahui insidens OMSK di Indonesia adalah 3% atau sekitar
6,6 juta penduduk, CDK 134, red). Patogenesis OMSK se-
bagian besar bermula dari Otitis Media yang penyebabnya
multifaktor antara lain infeksi, gangguan fungsi tuba, alergi,
kekebalan tubuh menurun, lingkungan dan social ekonomi.
Infeksi dapat disebabkan oleh virus dan bakteri. Kemungkinan
penyebab terpenting anak mendapat infeksi telinga tengah,
menurut dokter yang juga merangkap ketua panitia acara ter-
sebut, adalah struktur tuba anak berbeda dengan struktur tuba
pada orang dewasa. Selain itu kekebalan tubuh yang belum ber-
kembang sempurna pada anak-anak sehingga bila terjadi
infeksi jalan napas atas, otitis media merupakan komplikasi
yang sering terjadi.
Diagnosa
Dari patogenesa di atas, terlihat bahwa perlu ditegakkan diag-
nosa yang tepat sebelum pengobatan dilaksanakan pada pasien
dengan OMSK. Alloanamnesa ataupun autoanamnesa berupa
keluar cairan dari telinga atau telinga berair tanpa melihat
perforasi beserta letaknya atau aktif tidaknya sekret yang
keluar, akan sangat membantu menentukan tepat tidaknya
pengobatan yang diberikan.
Prinsip pengobatan OMSK tipe Benigna adalah konservatif.
Namun jika sekret tetap ada atau telinga tidak bisa kering atau
perforasi menetap, perlu dipikirkan tindakan operasi untuk
menghentikan proses infeksi serta mencegah terjadinya gang-
guan pendengaran dan komplikasi lainnya yang lebih berat.
Sedangkan untuk penatalaksanaan OMSK tipe berbahaya
adalah tindakan operasi.
Pengobatan konservatif atau medikamentosa adalah peng-
obatan sementara sebelum operasi dapat dilakukan.
Cermin Dunia Kedokteran No. 136, 2002 51
Untuk menegakkan diagnosa yang tepat diperlukan beberapa
alat pemeriksaan antara lain: lampu kepala yang cukup baik,
corong telinga, alat pembersih sekret telinga, alat penghisap
secret, otoskop dan mikroskop
Lampu kepala, alat pembersih sekret telinga atau alat peng-
hisap sekret sangat diperlukan dalam menegakkan diagnosis
OMSK yang aktif dan kemudian diikuti dengan penggunaan
otoskop untuk melihat lebih jelas lokasi perforasi, kondisi
remnant membran timpani dan kavum timpani. Tidak jarang
pula diagnosa yang tepat tentang tipe OMSK, baru dapat
ditegakkan dengan bantuan mikroskop.
Panduan Penatalaksanaan OMSK di Indonesia
Informasi mengenai Panduan Penatalaksanaan OMSK di
Indonesia disampaikan oleh Dr Helmi Sp THT, yang sekaligus
bersama-sama dengan dr Zainul A. Djaafar Sp THT menyusun
panduan tersebut. Menurut Dr Helmi, panduan ini masih
bersifat sementara, sehingga panduan yang baku akan diterbit-
kan setelah memperoleh masukan dari hasil sosialisasi nanti di
beberapa kota di Indonesia. Untuk itulah sangat diharapkan
pelbagai tanggapan dari para teman sejawat baik dokter spe-
sialis maupun dokter umum. Beberapa hal yang prinsip yang
sempat terlontar dalam pemaparan tersebut adalah:
a. Diagnosa OMSK harus disertai dengan diagnosa kemam-
puan pendengaran (test audiogram).
b. Dalam masa tenang, tidak dianjurkan penggunaan anti-
biotika profilaksis.
c. Penyebab utama dari OMSK adalah Pseudomonas aeru-
ginosa. Kebanyakan Ps. aeuroginosa (gram negatif) sudah tidak
sensitif terhadap antibiotika klasik seperti: penisilin, amoksilin,
eritromisin, tetrasiklin dan kloramfenikol..
d. Bila diketahui penyebabnya bukanlah kuman anaerob,
maka penggunaan antibiotika golongan flourokuinolon adalah
obat yang tepat.
e. Untuk kuman anaerob bisa menggunakan metronidazole,
clindamycin, dan kloramfenikol.
Penggunaan obat topikal
Penggunaan obat-obat topikal harus hati-hati karena se-
bagian besar obat topikal seperti gentamicin, neomicin,
soframicin, bahkan kloramfenikol bersifat ototoksik bila
merembes ke telinga dalam melalui venestra rotundum atau
venestra ovale. Secara umum, penatalaksanaan OMSK tetap
harus melihat kasus per kasus
Penggunaan Ofloxacin Topikal
Dalam sesi terakhir diinformasikan mengenai obat topikal
yang non ototoksik, golongan flourokuinolon, Ofloxacin.
Ofloxacin dipasarkan di Indonesia oleh Kalbe Farma dengan
nama dagang Tarivid, Otic Solution berdasarkan lisensi Daiichi
Pharmaceutical Co. LTD dari Jepang.. Berbeda dengan di
negara barat, kemasan ofloxacin yang beredar saat ini, hanya 3
mg / ml (0,3%).
Dosis yang dianjurkan adalah:
- Dewasa : 2 x 6 - 10 tetes, dan dibiarkan/jangan dibersihkan
telinga, selama kurang lebih 10 menit
- Anak-anak: 2 x 3 - 5 tetes, selama kurang lebih 10 menit.
Peringatan
Obat tetes telinga Tarivid Otic Solution, dipergunakan
dalam waktu 2 minggu hingga 4 minggu. Obat ini tidak boleh
dipakai lebih dari 4 minggu. Jika setelah pemberian obat tetap
belum didapatkan perbaikan yang berarti, maka perlu diper-
timbangkan untuk melakukan tindakan operatif.
Demo operasi
Tepat pukul 12:00 WIB siang dilakukan demo operasi
Mastoidektomi dan Timpanoplasti yang berlangsung lebih
kurang 4 jam dilaksanakan oleh dr Zainul dan dr Helmi. [SIM]
SIMPOSIUM LAIN
Simposium lain, selengkapnya bisa diakses di
http://www.kalbe.co.id >> News/Articles >> Seminar :
Temu Ilmiah Geriatri 2002,, Jakarta, 25 - 26 Mei 2002
Semakin meningkatnya usia harapan hidup menghasilkan
peningkatan jumlah usia lanjut. Banyak yang belum menyadari
bahwa pada saat ini, populasi penduduk usia lanjut di Indonesia
adalah sekitar 20 juta orang. Pada tahun 2020 mendatang -
dibanding 30 tahun sebelumnya, 1990-, menurut perhitungan
yang dilakukan oleh WHO, peningkatan penduduk usia lanjut
di Indonesia adalah yang tertinggi di dunia yaitu sekitar 414
persen. Jika tidak diantisipasi saat ini, maka hal tersebut bisa
menjadi bencana di masa depan.
The 2nd Jakarta Nephrology & Hipertension Course, 17-18
Mei 2002
Patogenesis terjadinya aterosklerosis pada hipertensi me-
libatkan 3 mekanisme, yaitu pulsative flow (menyebabkan
arteri menjadi kaku), endothelial injury dan bertambahnya sel
otot polos pembuluh darah. Demikian dikatakan dr MS
Markum SpPD KGH dari Sub Bagian Ginjal Hipertensi Bagian
Ilmu Penyakit Dalam FKUI/ RSUPN Dr Cipto Mangun-
kusumo. Pernyataan tersebut diucapkan pada saat membawa-
kan makalahnya dengan judul "Hipertensi, Dislipidemia dan
Aterosklerosis" dalam acara yang digelar selama dua hari di
Hotel Borobudur Jakarta.
Seminar Masa Depan Industri Farmaseutikal, PRJ, 16 Mei
2002
Masa depan, dengan segala kondisi kelebihan dan keter-
batasan di Indonesia, selayaknya industri farmasi lebih mem-
perhatikan Herbal Medicine/Traditional Medicine/Com-
plimentary Medicine. Demikian dikatakan Ibu Mawarwati
Djamaluddin Dipl. Pharm, dalam salah satu seminar yang
diselenggarakan di Gedung Pusat Niaga lt. VI, Kemayoran
Jakarta.
Cermin Dunia Kedokteran No. 136, 2002
52