background image
HASIL PENELITIAN
Efikasi Startox A dan Startox L
terhadap Anopheles sp.
di Laboratorium
Mardjan Soekirno
Pusat Penelitian Ekologi Kesehatan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Departemen Kesehatan RI, Jakarta
ABSTRAK
Pengujian efikasi insektisida Startox A dan Startox L terhadap nyamuk Anopheles
sp. di dalam ruangan telah dilakukan di Laboratorium Percobaan Insektisida, Pusat
Penelitian Ekologi Kesehatan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan,
Jakarta.
Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui daya bunuh insektisida Startox A dan
Startox L terhadap nyamuk Anopheles sp.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa baik pengaruh daya racun kontak maupun
daya fumigasi insektisida Startox A dan Startox L dapat melumpuhkan/membunuh
nyamuk Anopheles sp.
PENDAHULUAN
Pestisida adalah bahan-bahan biosida yang digunakan
dalam bidang pertanian dan kesehatan; merupakan kelompok
bahan kimia racun yang terdiri atas insektisida, akarisida,
nematisida, rodentisida, herbisida dan fungisida
(1)
.
Insektisida merupakan golongan pestisida terbesar yang
digunakan dalam program pemberantasan hama dan vektor pe-
nyakit serta berbagai jenis serangga pengganggu yang sering
didapatkan di dalam dan di sekitar rumah.
Dalam usaha berpartisipasi aktif untuk pemberantasan
vektor penyakit dan beberapa serangga lain yang terdapat di
dalam dan atau di sekitar rumah, PT Famastar Jaya Nusantara
mengeluarkan produk baru, yaitu insektisida Startox A dan
Startox L sebagai racun kontak untuk membunuh nyamuk;
yang mengandung bahan aktif diklorvos dan tetrametrin.
Untuk melindungi kesehatan manusia dan sumber-sumber
kekayaan alam khususnya kekayaan alam hayati, dan supaya
pestisida dapat digunakan efektif, maka peredaran, penggunaan
dan penyimpanan pestisida diatur dengan Peraturan Pemerintah
No. 7 Tahun 1973. Pelaksanaan peraturan tersebut ditetapkan
lebih lanjut dengan Keputusan Menteri Pertanian No. 280/Kpts/
Um/6/1973 tentang Prosedur Permohonan Pendaftaran
(Kompas, 1984).
Pemeriksaan bahan aktif telah dilakukan di Laboratorium
Pemeriksaan Pestisida, Direktorat Perlindungan Tanaman Pa-
ngan, Jakarta; untuk Startox L (dalam kaleng) mengandung
bahan aktif diklorvos 8,48 gram/liter dan tetrametrin 1,18
gram/liter, sedangkan untuk Startox A (dalam botol) me-
ngandung bahan aktif diklorvos 1,12% dan tetrametrin 0,17%.
Berikut ini dikemukakan hasil pengujian efikasi insektisida
Startox A dan Startox L terhadap nyamuk Anopheles sp. di
dalam ruangan yang dilakukan oleh staf peneliti Pusat Pene-
litian Ekologi Kesehatan, Badan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan, Jakarta.
BAHAN DAN ALAT
Dalam pengujian efikasi insektisida diperlukan satu ruang-
an tertutup untuk menempatkan serangga uji yang tidak disem-
prot dengan insektisida dan satu ruangan tertutup lainnya untuk
menempatkan serangga uji yang akan disemprot dengan insek-
tisida serta satu ruangan lagi untuk menempatkan serangga
kontrol.
Tiap pengujian diperlukan 12 kurungan masing-masing
berukuran diameter 30 cm dan panjang 30 cm, terbuat dari kasa
aluminium dengan bingkai dari kawat aluminium.
Alat aplikasi untuk menyemprotkan insektisida Startox L
Cermin Dunia Kedokteran No. 131, 2001
38
background image
adalah alat penyemprot flit; sedangkan untuk insektisida
Startox A langsung dengan menekan kepala nozzlenya.
Serangga uji yang digunakan adalah nyamuk Anopheles sp.
(25 ekor nyamuk Anopheles sp. betina tiap kurungan).
CARA
Sebelum pengujian dimulai diadakan evaluasi ruangan
untuk memastikan bahwa kondisi masing-masing ruangan tidak
mempunyai pengaruh terhadap mortalitas serangga uji. Ke
dalam masing-masing ruangan ditempatkan secara acak pada
waktu yang bersamaan kurungan berisi 25 ekor nyamuk
Anopheles sp. untuk evaluasi perbedaan kondisi ruangan
dengan mengamati mortalitas nyamuk Anopheles sp. 24 jam
setelah penempatan.
Pengujian dilakukan untuk masing-masing formulasi
dengan menggunakan 4 kurungan untuk serangga yang di-
semprot dengan insektisida dan 4 kurungan untuk serangga
yang tidak disemprot tetapi diacak dengan yang disemprot serta
4 kurungan lainnya untuk serangga kontrol yang tidak disem-
prot dan tidak diacak dengan kurungan yang disemprot.
Nyamuk Anopheles sp. betina (hasil pemeliharaan di
laboratorium dengan umpan marmut) dimasukkan ke dalam
kurungan sebanyak 25 ekor tiap kurungan. Kurungan untuk
nyamuk yang akan disemprot ditempatkan dalam ruangan pe-
nyemprotan, kemudian insektisida disemprotkan pada masing-
masing kurungan.
Insektisida Startox A disemprotkan dengan menekan kepa-
la nozzle pada kemasan insektisida selama 2 detik tiap kali
penyemprotan dan jarak nozzle adalah 60 cm dari sisi kurungan
yang disemprot. Penyemprotan dilakukan dua kali, yaitu sekali
pada satu sisi kiri dan sekali pada sisi kanan kurungan
(Gambar 1).
Gambar 1. Cara aplikasi pengujian insektisida Startox A.
Insektisida Startox L disemprotkan dengan alat penyem-
prot flit yang nozzlenya ditempatkan dengan jarak 60 cm dari
sisi kurungan yang disemprot. Penyemprotan dilakukan pada
dua sisi; pada tiap sisi penyemprotan dilakukan 3 kali (Gambar
2).
Gambar 2. Cara aplikasi pengujian insektisida Startox L.
Empat kurungan yang telah disemprot dengan insektisida
dan 4 kurungan yang tidak disemprot ditempatkan secara acak
dalam ruangan lain dengan cara menggantungkannya sedemiki-
an rupa (dengan jarak masing-masing 1 m) sehingga panjang
kurungan sejajar dengan lantai ruangan. Empat kurungan kon-
trol ditempatkan terpisah dalam ruangan lain.
Persentase nyamuk Anopheles sp. yang lumpuh (tidak
mampu terbang) dihitung 10, 20, 30, 40, 50 dan 60 menit
setelah aplikasi. Sedangkan persentase nyamuk Anopheles sp.
yang mati dihitung 1, 2, 3, 4, 5, 6, 12 dan 24 jam setelah
aplikasi.
Efikasi insektisida Startox A dan Startox L ditentukan ber-
dasarkan tingkat kelumpuhan dan tingkat kematian nyamuk
Anopheles sp. Apabila uji ditujukan untuk insektisida yang
disemprotkan, baik daya bunuh kontak maupun daya fumigasi,
angka kematian 50%-100% masih digolongkan baik; tetapi
apabila uji ditujukan terhadap pengabutan, maka pengabutan
dikatakan baik, jika uji tersebut memberikan kematian 100%.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil pengujian efikasi insektisida Startox L dan Startox A
terhadap nyamuk Anopheles sp. disajikan dalam Tabel 1 dan
Tabel 2.
Tabel 1 menunjukkan hasil uji insektisida Startox L ter-
hadap nyamuk Anopheles sp. Untuk Tabel 1 tersebut dapat
dijelaskan sebagai berikut :
Tersedia 3 (tiga) kaleng insektisida Startox L yang telah
diperiksa kandungan bahan aktifnya di Laboratorium Peme-
riksaan Pestisida, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan,
Jakarta. Masing-masing kaleng diuji satu kali (I, II, dan III).
Tiap pengujian memakai 4 kurungan masing-masing berisi 25
ekor nyamuk Anopheles sp. disemprot dengan insektisida
Startox L dan 4 kurungan yang tidak disemprot tetapi diacak
dengan kurungan yang disemprot, serta 4 kurungan sebagai
kontrol yang digantungkan di dalam ruangan lain terpisah dari
ruangan acak.
Pengujian kaleng pertama (I), kaleng kedua (II) dan kaleng
ketiga (III) menunjukkan bahwa dalam kurungan yang disem-
prot dengan insektisida Startox L, dalam waktu 10 menit telah
terjadi kelumpuhan 100%; sedangkan untuk kurungan yang
tidak disemprot tetapi diacak dengan kurungan yang disemprot
Cermin Dunia Kedokteran No. 131, 2001
39
background image
Tabel 1. Hasil pengujian efikasi insektisida Startox L terhadap nyamuk Anopheles sp.
Persentase kelumpuhan setelah
perlakuan (dalam menit)
Persentase kematian setelah
perlakuan (dalam jam)
Perlakuan Pengujian
10 20 30 40 50 60 1 2 3 4 5 6 12 24
I 100
100
100 100
100 100
100 100
100
100 100
100 100 100
II 100
100
100 100
100 100
100 100
100
100 100
100 100 100
III 100
100
100 100
100 100
100 100
100
100 100
100 100 100
Disemprot
dengan
Startox L
Rata-rata 100 100
100 100
100 100
100 100
100
100 100
100 100 100
I 16
38
75
96
100
100
100 100
100
100 100
100 100 100
II 20
36
71
92
100
100
100 100
100
100 100
100 100 100
III 18
40
76
94
100
100
100 100
100
100 100
100 100 100
Diacak
dengan yang
disemprot
Rata-rata 18 38 74 94 100 100
100 100
100
100 100
100 100 100
I 0
0
0 0
0 0 0 0 0 0 0
0 0 0
II 0
0
0 0
0 0 0 0 0 0 0
0 0 0
III 0
0
0 0
0 0 0 0 0 0 0
0 0 0
Kontrol
Rata-rata 0 0
0 0
0 0 0 0 0 0 0
0 0 0
Tabel 2. Hasil pengujian efikasi insektisida Startox A terhadap nyamuk Anopheles sp.
Persentase kelumpuhan setelah
perlakuan (dalam menit)
Persentase kematian setelah
perlakuan (dalam jam)
Perlakuan Pengujian
10 20 30 40 50 60 1 2 3 4 5 6 12 24
I 100
100
100 100
100 100
100 100
100
100 100
100 100 100
II 100
100
100 100
100 100
100 100
100
100 100
100 100 100
III 100
100
100 100
100 100
100 100
100
100 100
100 100 100
Disemprot
dengan
Startox A
Rata-rata 100 100
100 100
100 100
100 100
100
100 100
100 100 100
I 100
100
100
100
100 100
100 100
100
100 100
100 100 100
II 100
100
100
100
100 100
100 100
100
100 100
100 100 100
III 100
100
100
100
100 100
100 100
100
100 100
100 100 100
Diacak
dengan yang
disemprot
Rata-rata 100
100
100
100
100 100
100 100
100
100 100
100 100 100
I 0
0
0 0
0 0 0 0 0 0 0
0 0 0
II 0
0
0 0
0 0 0 0 0 0 0
0 0 0
III 0
0
0 0
0 0 0 0 0 0 0
0 0 0
Kontrol
Rata-rata 0 0
0 0
0 0 0 0 0 0 0
0 0 0
rata-rata terjadi kelumpuhan 18% dalam waktu 10 menit setelah
diacak, 38% dalam waktu 20 menit, 74% dalam waktu 30
menit, 94% dalam waktu 40 menit dan 100% dalam waktu 50
menit; tetapi untuk kurungan yang tidak disemprot dan tidak
diacak (kontrol) tidak terjadi kelumpuhan/kematian, bahkan
sampai 12 jam dan 24 jam kemudian.
Tabel 2 menunjukkan hasil uji insektisida Startox A ter-
hadap nyamuk Anopheles sp.
Tersedia 3 (tiga) botol insektisida Startox A yang telah
diperiksa kandungan bahan aktifnya di Laboratorium Pemerik-
saan Pestisida, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan,
Jakarta.
Botol pertama (I), botol kedua (II) dan botol ketiga (III)
diuji masing-masing satu kali. Tiap pengujian dipakai 4
kurungan yang disemprot dengan insektisida Startox A dan 4
kurungan yang tidak disemprot tetapi diacak dengan kurungan
yang disemprot serta 4 kurungan kontrol digantungkan di
dalam ruangan lain. Tiap kurungan berisi 25 ekor nyamuk
Anopheles sp.
Pengujian botol (I), (II) dan (III) menunjukkan bahwa
dalam waktu 10 menit setelah disemprot dengan insektisida
Startox A telah terjadi kelumpuhan 100%, baik untuk isi
kurungan yang disemprot maupun isi kurungan yang tidak
disemprot tetapi diacak dengan yang disemprot; sedangkan
untuk isi kurungan kontrol tidak ada yang lumpuh. Hasil peng-
amatan 1 jam setelah penyemprotan terjadi kematian 100%,
baik pada isi kurungan yang disemprot maupun isi kurungan
yang diacak; sedangkan untuk isi kurungan kontrol tidak ada
yang mati; bahkan sampai 6 jam, 12 jam dan 24 jam kemudian
belum ada yang mati.
Dari kedua tabel tersebut dapat diketahui bahwa persentase
kelumpuhan/kematian nyamuk Anopheles sp. yang disemprot
dengan insektisida Startox L dan Startox A sama, yaitu dalam
waktu 10 menit setelah disemprot terjadi kelumpuhan 100%.
Hal tersebut menunjukkan bahwa pengaruh daya racun kontak
dari kedua formulasi insektisida tersebut dapat melumpuhkan/
membunuh nyamuk Anopheles sp.
Persentase kelumpuhan/kematian nyamuk Anopheles sp.
dari kurungan yang tidak disemprot tetapi diacak dengan
kurungan yang disemprot, baik untuk insektisida Startox L
maupun insektisida Startox A hampir sama; dalam waktu 50
menit setelah diacak terjadi kelurnpuhan 100%. Hal tersebut
menunjukkan bahwa pengaruh daya fumigasi dari kedua for-
mulasi insektisida tersebut dapat melumpuhkan/membunuh
nyamuk Anopheles sp.
KESIMPULAN
Baik pengaruh racun kontak maupun pengaruh fumigasi
insektisida Startox L dan Startox A dapat melumpuhkan/ mem-
bunuh nyamuk Anopheles sp.
KEPUSTAKAAN
1.
Matsumura F. Toxicology of Insecticides. Plenum Press, New York and
London: 1975.
2. Komisi Pestisida. Pestisida untuk Pertanian dan Kehutanan. Direktorat
Perlindungan Tanaman Pangan. Jakarta 1984.
Cermin Dunia Kedokteran No. 131, 2001
40