525
| SEPTEMBER - OKTOBER 2010
B
anyak faktor yang dapat menye-
babkan kanker prostat, seperti
faktor genetik, usia, ras/ suku
bangsa, aspek hormonal dll. Salah satu
hormon yang sering dikaitkan dengan
kanker prostat pada pria adalah hor-
mon testosteron. Pemakaian hormon
testosteron pada penderita kanker
prostat memang dikontraindikasikan,
karena dapat menyebabkan agresivi-
tas dari penyebaran sel kanker ini.
Namun, dalam kondisi sehat dan tidak
adanya sel kanker, hormon testoste-
ron ini sebenarnya tidak memberikan
dampak timbulnya risiko kanker pro-
stat, dan studi klinis tidak menemukan
hubungan langsung mengenai hal ini.
Dalam artikel Medwire news edisi Juli
2009, peneliti Spanyol menyatakan ti-
dak ada hubungan antara level testos-
teron total atau bebas dalam serum
dan resiko serta agresivitas dari kanker
prostat
1
.
Faktor risiko yang telah diketahui (es-
tablished) untuk kanker prostat adalah
usia, ras / suku bangsa, serta riwayat
keluarga dengan penyakit ini (gene-
tik). Meskipun kadar level androgen
yang tinggi dapat dipertimbangkan
sebagai salah satu risiko kanker pros-
tat, masih ada konflik pada sejumlah
studi mengenai hubungan testosteron
yang rendah dan kanker prostat, skor
Gleason, tingkat penyakit dan kelang-
sungan hidup yang buruk.
Untuk menyelidiki lebih lanjut, Dr
Juan Morote dkk. dari Universitas Au-
tónoma di Barcelona, Spanyol mengu-
kur kadar testosteron total dan bebas
478 pasien ; juga pemeriksaan colok
dubur abnormal dan / atau level se-
rum prostate-specific antigen (PSA)
>4,0 ng/ml yang kemudian dilakukan
transrectal ultrasonography-dengan
biopsi prostat.
Level median serum testosteron total
dan bebas pada seluruh kelompok
masing-masing 466,5 ng/dl dan 10 ng/
dl dan tidak ada perbedaan signifi-
kan antara pasien dengan dan tanpa
kanker. Untuk testosteron total (466,5
ng/dl vs 466,0 ng/dl) atau testosteron
bebas ( 10,0 ng/dl vs 9,9 ng/dl).
Selain itu dilaporkan juga tidak ada
hubungan antara tingkat keparahan,
dalam hal ini kanker prostat yang be-
rat (severe) dan level testosteron total
dan bebas. Lebih lanjut tidak ada per-
bedaan yang signifikan antara angka
yang dideteksi ( detection rate) antara
pasien hipogonadal dan eugonadal
dengan perbandingan 41,3% versus
46,0%. Hipogonadisme juga tidak
berkaitan dengan kanker prostat yang
berat.
Hal serupa juga yang disampaikan
oleh beberapa orang ahli
2
:
David Crawford : Perhatian utama pen-
gobatan pengganti Testosteron atau
Testosteron Replacement Therapy
adalah risiko peningkatan kanker pros-
tat. Tetapi tidak ada data yang mensu-
pport bahwa terapi penggantian dapat
menyebabkan kanker prostat.
Eric Klein : Hubungan peningkatan
level Testosteron dengan peningkatan
kanker prostat berdasarkan seorang
penderita ditahun 1941. Data selama 1
dekade menunjukkan bahwa ditemu-
kan hanya pada sekitar 1% pria den-
gan TRT dan hasil ini serupa dengan
skrining pada populasi umum pria.
David Staskin : Nilai testosteron yang
rendah dan peningkatan angka kanker
prostat, keduanya terlihat pada usia
yang bertambah. Ada kemungkinan
Testosteron Replacement Therapy
dapat melindungi terhadap kanker,
walaupun masih belum ada datanya.
Victor Nitti : Penelitian TRT yang dii-
kuti prostatektomi radikal menunjuk-
kan tidak adanya hubungan pening-
katan nilai prostate-specific antigen
(PSA) . Pada saat bersamaan, pria
yang mendapatkan TRT setelah pros-
tatektomi mendapatkan beberapa
kelebihan : meningkatnya massa dan
kekuatan otot , menurunnya lemak
sentral, meningkatkan kognisi, mem-
perbaiki mood, performance fisik yang
lebih baik serta meningkat libido dan
fungsi ereksi dan juga kualitas kehidu-
pan yang lebih baik. n (IWA)
REFERENSI :
1. Morote J et al ; Medwire news, 2009
2. New data on testosterone debunk prostate
cancer link. May 7, 2007: Fred Gebhart, Con-
tributing Editor Drug Topics.
Testosteron dan Risiko
Kanker Prostat
Saat ini angka kebutuhan harian nutrisi hanya dibedakan
berdasarkan aktivitas harian dan kondisi normal harian;
peningkatan aktivitas misalnya olah raga akan meningkat-
kan kebutuhan nutrisi dan protein yang tentunya juga
membutuhkan peningkatan vitamin sebagai ko-faktornya.
Studi metabolik menunjukkan bahwa kebutuhan dasar
riboflavin pada wanita muda dan orang tua dengan
aktivitas olah raga sedang adalah sekitar 2,5 5 h/minggu
dan menjadi lebih sedikit jika dalam kondisi diet. Latihan
fisik juga akan meningkatkan kehilangan vitamin B-6
sebagai asam 4- piridoksik.
Dua hal yang sering menjadi pertanyaan setiap orang perihal hubungan vitamin
dan olahraga. Pertama : apakah olah raga akan meningkatkan kebutuhan vitamin ?
dan kedua : apakah suplementasi vitamin akan meningkatkan performa ? Karena
thiamine, riboflavin, dan vitamin B-6 merupakan ko-faktor beberapa proses me-
tabolisme tubuh yang menghasilkan energi, pertanyaan ini sangat relevan.
Studi klinis menunjukkan bahwa pengurangan vitamin
akan mengurangi performa. Studi ini dilakukan terhadap
23 laki-laki sukarelawan sehat. Selama 8 minggu 12 sukare-
lawan diberi makanan dengan kandungan vitamin (thiamine,
riboflavine, B-6, dan C) yang lebih rendah (sekitar 32,5%
Dutch RDA), sedangkan vitamin lainnya diberikan 2x RDA;
11 subyek sebagai pembanding diberi vitamin dengan
kadar 2x RDA. Parameter yang diukur: variabel vitamin
dalam urine dan darah, uji performa fisik (heart-rate
integrator HRI, LSI, kebutuhan energi dsb) dan mental
(reaction-time RT, memory comparison MC dan letter
cancellation LC). Hasil studi ini sebagai berikut:
Referensi:
1. Van Der Beek EJ, Dokkum W, Schrijer J. et al. Thiamin, riboflavin,and
vitamins B-6 and C: impact of combined restricted intake on functional
performance in man. AJCN 1988;48:1451-62.
2. Manore. M. Effect of physical activity on thiamine, riboflavin, and
vitamin B-6 requirements. Am J Clin Nutr 2000;72(suppl):598S606S.
Vitamin dan Sport
Vitamin dan Sport
Data hasil studi tersebut menunjukkan bahwa pengurangan asupan vitamin (thiamine, riboflavin, B-6 dan C) akan menu-
runkan performa fisik yang disebabkan oleh gangguan sistim metabolisme sel.
(KTW)
BERITA TERKINI
CDK 172/vol.36 no.6/September - Oktober 2009
444
BERITA
TERKINI
CDK ed_180 Sept'10 OK.indd 525
8/26/2010 3:39:33 PM