445
| AGUSTUS 2010
S
ampai saat ini pengobatan
jangka panjang untuk gangguan
bipolar American Psychiatric
Association dan National Institute
for Health and Clinical Excellence
terdiri dari penggunaan mood stabi-
lizer yaitu litium dan sodium divalproat
yang juga dikenal sebagai antiepilepsi
serta golongan antipsikotik atipikal
olanzapine.
Beberapa tahun belakangan ada ke-
cenderungan penggunaan sodium
divalproat sebagai terapi pasien bi-
polar rawat jalan. Penggunaan sodium
divalproat ini juga didasarkan karena
terbukti efektif dalam aktifi tas anti-
maniknya dan adanya bukti adanya
efek perlindungan jangka panjang da-
lam melawan kekambuhan gangguan
bipolar. Sodium divalproat juga pada
beberapa penelitian ternyata lebih
baik dalam mengatasi gangguan man-
ik pasien bipolar dengan mood yang
berganti-ganti (mood swing). Efek
tersebut bergantung kepada dosis
dan konsentrasi serum. Efek antiman-
iknya yang cepat sendiri dicapai den-
gan dosis penuh 20mg/kgbb. perhari.
Tahun 2003 di Amerika, FDA telah
menyetujui sodium divalproat lepas
berkesinambungan (extended re-
lease/ER) dengan dosis satu kali se-
hari sebagai obat untuk migrain dan
oleh Canada disetujui sebagai obat
anti epilepsi. Bentuk baru dari so-
dium divalproat ini memberikan be-
berapa keuntungan yaitu konsentrasi
yang lebih stabil dan dosis yang leb-
ih sederhana, satu kali sehari. Suatu
penilitian klinis tidak tersamar me-
nemukan tidak adanya perbedaan
dalam efektifi tas dan efek samping
antara sodium divalproat ER dengan
jenis yang standar pada pasien epi-
lepsi
Suatu penelitian awal dengan metode
open-label selama 6 minggu melibat-
kan 12 pasien (8 perempuan dan 4 laki-
laki) dengan usia rata-rata 45,7 tahun.
Diagnosis subjek penelitian menurut
DSM-IV adalah Bipolar I dan II dan
gangguan skizoafektif tipe bipolar.
Pasien ini telah memakai obat sodium
divalproat standar dua kali sehari se-
lama setidaknya 4 minggu.
Preparat standar diberikan dua kali
sehari sedangkan preparat ER diberi-
kan sehari sekali di saat hendak tidur.
Konsentrasi sodium divalproat diukur
menggunakan fl uorescence polariza-
tion immunoassay pada hari 1, hari
ke-7, minggu ke-6 dan satu minggu
setelah penyeimbangan dosis. Serum
darah diambil di antara 10-14 jam set-
elah penggunaan terakhir dosis kedua
pada sodium divalproat standar dan di
antara 22-26 jam setelah penggunaan
dosis terakhir sodium divalproat ER.
Status mental secara klinis dievaluasi
saat awal penelitian dan setiap min-
ggu dengan menggunakan Young
Mania Rating Scale, 17-item Hamil-
ton Depression Rating Scale, Clinical
Global Impression (CGI) of severity
and improvement,
Global Assessment
of Functioning Scale (DSM-IV) dan the
17-item Brief Psychiatric Rating Scale
(BPRS) serta the Udvalg for Kliniske
Undersøgelser (UKU) Side Effect Rat-
ing Scale untuk menilai efek samping
obat.
Peneliti menemukan bahwa ke 12
pasien tersebut dapat diganti pengo-
batannya dari sodium divalproat stan-
dar menjadi sodium divalproat ER.
Penelitian ini tidak menrmukan pen-
gurangan efektifi tas pada pemakaian
sediaan ER Hal lain yang patut diper-
hatikan adalah tidak adanya pening-
katan risiko efek samping selama 6
minggu penggunaan preparat sodium
divalproat ER.
Penggunaan sodium divalproat ER
membutuhkan dosis sekitar 21% lebih
tinggi agar mencapai dosis ekuivalen
preparat sodium valproat standar un-
tuk mencapai kadar serum yang tera-
peutik untuk kasus bipolar. Walaupun
demikian preparat ER ternyata lebih
stabil sehingga meningkatkan efek-
tifi tasnya. Dosis preparat sodium ER
yang sederhana yaitu sehari sekali da-
pat meningkatkan kepatuhan berobat
dan mempunyai efek manfaat jangka
panjang terutama dalam mencegah
kekambuhan .
Dengan pertimbangan tersebut,
penggunaan sodium divalproat lepas
berkesinambungan (extended release/
ER) dapat menjadi pilihan baik bagi
pasien bipolar yang belum pernah dit-
erapi dengan preparat sodium dival-
proat atau sebagai terapi pengganti
pasien bipolar yang sudah memakai
preparat sodium divalproat standar
yang diharapkan dapat meningkatkan
ketaatan berobat karena dosis yang
lebih sederhana
Andri
Bagian Kesehatan Jiwa, Fakultas Kedokteran
Universitas Krida Wacana Jakarta
SUMBER :
1. Blanco C, Laje G, Olfson M,et al. Trends in the
Treatment of Bipolar Disorder by Outpatient Psy-
chiatrists. Am J Psychiatry 2002; 159:10051010
2. Centorrino F, Kelleher JP, Berry JM, Salvatore
P, Eakin M, Fogarty V, et al. Pilot Comparison of
Extended-Release and Standard Preparations
of Divalproex Sodium in Patients With Bipolar
and Schizoaffective Disorders Am J Psychiatry
2003; 160:13481350
3. Bipolar Disorder. Quick Reference Guideline.
National Institute for Health and Clinical Excel-
lence. July 2006
Efekti tas Penggunaan Preparat Sodium
Divalproat Lepas Berkesinambungan (Extended
Release/ER) pada Terapi Gangguan Bipolar
BERITA
TERKINI
CDK ed_179 Agustus-September'10 DR.indd 445
CDK ed_179 Agustus-September'10 DR.indd 445
7/26/2010 5:37:45 PM
7/26/2010 5:37:45 PM