CDK 175 / vol.37 no. 2 / Maret - April 2010
122
BERITA TERKINI
S
udah terkenal bahwa brosis hati umum pada Odha
yang koinfeksi dengan virus hepatitis B (HBV) atau vi-
rus hepatitis C (HCV). Penelitian menunjukkan bahwa
koinfeksi dikaitkan dengan peningkatan risiko brosis. Na-
mun, preva lensi dan tingkat keparahan brosis hati di an-
tara orang HIV-positif tanpa HBV atau HCV serta faktor
risiko lain, belum diteliti secara luas.
Dalam penelitian ini, para peneliti Italia menilai secara pros-
pektif brosis hati pada pasien HIV-positif tanpa penyebab
pasti penyakit hati dan memeriksa faktor yang mungkin
mempengaruhi penyakit hati.
Fibrosis hati dinilai dengan transient elastography (Fibro-
Scan), metode tanpa bedah yang memakai gelombang
suara untuk mengukur "pengerasan" hati (dinyatakan dalam
kilopascal, atau kPa). Para peneliti mengamati secara bertu-
rut-turut pasien HIV-positif tanpa penyakit hati di kliniknya
di Florence antara September 2007 dan Desember 2008.
Sejumlah 175 pasien, sebagian besar (85%) laki-laki dengan
usia rata-rata 45 tahun; sebagian besar (87%) menerima
kombinasi terapi antiretroviral (jangka waktu rata-rata 6,3
tahun), jumlah CD4 rata-rata adalah 417, dan 65% memiliki
viral load < 50. Rata-rata kadar ALT 31 dan AST 27; 21% me-
miliki sindrom metabolisme (kriteria NCEP). Hasil FibroScan
dijelaskan berdasarkan skor Metavir, memperkirakan ketia-
daan atau brosis ringan (skor F0-F1) apabila pengerasan
hati < 7,1kPa, dan brosis atau sirosis (F2-F4) apabila peng-
erasan hati > 7,1 Pa. Faktor klinis, biokimia, dan perilaku
dikaitkan dengan pengerasan hati berdasarkan analisis uni-
variat dan multivariat.
HASIL
Tingkat pengerasan hati adalah rendah; rata-rata 5,7kPa
(skor F0).
Secara keseluruhan, 23 pasien (13%) memiliki skor yang
menunjukkan brosis hati yang bermakna (F2-F4), serupa
dengan tingkat yang tampak dalam penelitian pada popu-
lasi umum.
Dalam analisis univariat, jenis kelamin, tingkat enzim hati,
dan seluruh ukuran yang termasuk dalam sindrom meta-
bolisme (misalnya, tekanan darah tinggi, resistensi insulin,
obesitas di perut) dikaitkan dengan pengerasan hati.
Namun, tidak ada hubungan yang bermakna antara peng-
erasan hati dan usia pasien, kegiatan berisiko penularan
(60% adalah laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-
laki), jumlah CD4 , viral load HIV, rejimen obat antiretroviral
(ARV) tertentu atau gabungan masa penggunaan ART.
Dalam analisis multivariat, brosis hati yang bermakna seca-
ra independen dikaitkan dengan tingkat AST dan ALT serta
sindrom metabolisme.
Berdasarkan temuan tersebut, para peneliti menyimpulkan
bahwa pasien HIV-positif tanpa penyebab penyakit hati
yang jelas menunjukkan penyebaran brosis hati yang tidak
berbeda dengan masyarakat umum.
(NFA)
Referensi
HIV Positive People without Viral Hepatitis or Other Risk Factors Have a Fi-
1.
brosis Distribution Similar to the General Population - http://www.hivand-
hepatitis.com/2009icr/ias/docs/080709_b.html
Marino N, Mazzotta F. Liver brosis assessment in a cohort of HIV positive
2.
patients without overt cause of liver disease. 5th International AIDS Society
Conference on HIV Pathogenesis, Treatment, and Prevention (IAS 2009).
July 19-22, 2009. Cape Town, South Africa. Abstract WePeB221.
Fibrosis Hati pada Pasien HIV Positif
Serupa dengan Populasi Umum
FLICKR.COM
CDK Maret April DR.indd 122
CDK Maret April DR.indd 122
2/23/2010 4:15:44 AM
2/23/2010 4:15:44 AM