CDK 173/vol.36 no.7/November - Desember 2009
515
BERITA TERKINI
P
revalensi penyakit atopik terus meningkat selama dekade terakhir
di negara-negara maju. Dermatitis atopik (AD) biasanya merupakan
manifestasi pertama alergi selama awal masa pertumbuhan. Telah
dilaporkan bahwa AD berhubungan dengan keterlambatan pe-
matangan respon imun TH1 selama awal masa pertumbuhan
dengan kenaikan IgE total dan IgE spesifik dalam serum terhadap
antigen makanan. Bayi dengan onset dini penyakit alergi juga berisiko
memiliki manifestasi penyakit alergi lainnya, suatu fenomena yang
disebut sebagai allergic march.
Flora usus merupakan bagian dari ekosistem yang kompleks dan
banyak komposisi bakteri usus yang tidak teridentifikasi. Namun,
terdapat bukti kuat bahwa flora usus mempengaruhi perkemban-
gan sistem imun setelah kelahiran. Stimulasi seluruh flora usus oleh
prebiotik mungkin merupakan metode yang lebih efektif mengubah
perkembangan imunitas dibandingkan dengan menambahkan
satu spesies bakteri ke dalam ekosistem usus; telah dilaporkan hasil
yang positif pada penggunaan probiotik
Di dalam ASI, oligosakarida netral merupakan faktor penting yang
dapat meningkatkan flora usus, yang didominasi oleh bifidobacteria
dan lactobacilli. Berdasarkan analisis pada oligosakarida ASI, telah
dikembangkan kombinasi prebiotik frukto-oligosakarida rantai
panjang (FOS) 10% dan galaktooligosakarida rantai pendek (GOS)
90%. Studi pada bayi prematur dan cukup bulan telah memperlihat-
kan bahwa suplementasi makanan dengan FOS/GOS akan meng-
hasilkan flora usus yang serupa dengan yang ditemukan pada bayi
yang mendapatkan ASI.
Garssen dkk, menganalisis efek FOS/GOS terhadap respon imun 84
bayi yang berusia 6 bulan dan mempunyai risiko alergi. Bayi yang
mendapatkan FOS/GOS mengalami penurunan ber- makna kadar
IgE, IgG1, IgG2, dan IgG3 total, tanpa mengubah kadar IgG4.
Kadar IgG1 spesifik dalam protein susu sapi lebih rendah secara
bermakna pada bayi yang diberi FOS/GOS dibandingkan dengan
bayi yang diberi plasebo (maltodextrin). Kadar Ig tidak berbeda
antara bayi dengan atau tanpa AD. Kadar Ig spesifik-DTP setelah
pemberian vaksin DTP tidak berbeda antara anak-anak yang diberi
suplementasi FOS/GOS dengan yang diberi plasebo.
Suplementasi FOS/GOS, yang dapat menurunkan insiden AD pada
bayi yang memiliki risiko penyakit alergi, akan mendukung regulasi
mekanisme imunitas alami secara tepat, dengan menurunkan
kadar Ig total, menurunkan respon IgG1 spesifik terhadap alergen
dalam susu sapi, dan menjaga induksi respon protektif dari imunisasi.
Kebalikan dengan isotipe lainnya, IgG4 cenderung meingkat,
keadaan ini mungkin merupakan indikasi peningkatan sel T
regulasi dan induksi toleransi, yang penting untuk penghambatan
dan pencegahan respon imun yang berlebihan seperti pada alergi.
Berikut ini studi penggunaan kombinasi oligosakarida pada bayi
risiko tinggi terhadap penyakit alergi
(1)
Tujuan: untuk mengetahui efek kombinasi prebiotik FOS dan GOS
pada insiden AD selama 6 bulan pertama kehidupan pada bayi
dengan risiko tinggi atopi yang mendapat susu formula.
Metode:
Merupakan uji klinis prospektif, tersamar ganda, acak, dengan
pembanding plasebo, yang melibatkan 259 bayi dengan risiko
atopi. Bayi-bayi tersebut diberi susu formula dengan protein yang
sudah dihidrolisa dan ditambahkan suplementasi 0,8 g/100 mL
prebiotik atau plasebo (maltodextrin).
Seluruh bayi menjalani pemeriksaan klinis AD.Total 102 bayi dalam
kelompok prebiotik dan 104 bayi dalam kelompok plasebo
berhasil menyelesaikan studi ini.Pada subgrup (98 bayi), dilakukan
analisa flora tinja .
Hasil:
AD dijumpai pada10 bayi (9,8%; 95 CI 5,4-17,1%) pada kelom-
pok prebiotik dan 24 bayi (23,1%; 95% CI 16,0-32,1%) pada
kelompok plasebo.
Tingkat keparahan AD tidak dipengaruhi oleh makanan. Suplemen
prebiotik berhubungan dengan jumlah bifidobacteria dalam tinja
yang lebih banyak secara bermakna dibandingkan dengan kelompok
plasebo, namun perbedaan jumlah lactobacilli tidak bermakna.
Kesimpulan:
Prebiotik memiliki efek menguntungkan dalam mencegah AD
pada populasi bayi risiko tinggi. Walaupun mekanisme efek ini
membutuhkan penelitian lebih lanjut, namun tampaknya oligosa-
karida mengontrol perkembangan imunitas setelah kelahiran
melalui pengubahan flora usus dan memiliki peran potensial dalam
pencegahan alergi selama masa pertumbuhan. (YYA)
Referensi :
1. Moro G, Arslanoglu S, Stahl B, Jelinek J, Wahn U, Boehm G. A mixture of prebiotic
oligosaccharides reduces the incidence of atopic dermatitis during the first six
months of age. Arch. Dis. Childhood. 2006 [cited 2009 April 29] 91: 814-9.
Available
from:
http://adc.bmj.com/cgi/content/full/91/10/814.
2. Oligosaccharide Mixture Induces Protective Antibodies in High-Risk Infants. Reuters
Health Information. 2009 [cited 2009 April 29]. Available from: http://www.
medscape.com/viewarticle/590904.
Kombinasi Oligosakarida
Menginduksi Antibodi Protektif
pada Bayi Risiko Tinggi