background image
T
emuan ini akan dipublikasikan di dalam Journal of
Sexual Medicine edisi Mei 2008, yang menjelaskan
bahwa ketahanan adalah kunci untuk kehidupan seks
yang hebat. Waktu tersebut tidak menghitung foreplay
dan para ahli mengatakan hubungan seksual yang
bertahan antara 1-2 menit sebagai `terlalu pendek'.
Lima puluh anggota the Society for Sex Therapy and
Research di Amerika dan Kanada disurvai oleh Corty,
seorang profesor psikologi dan mahasiswanya Jenny
Guidani di Penn State Erie, The Behrend College. Tiga
puluh empat anggota atau 68% merespon, walaupun
mengatakan bahwa waktu optimal tergantung pada
pasangannya. Peneliti Eric Corty berharap mengubah
pandangan mereka yang percaya bahwa `jika Anda
benar-benar ingin memuaskan istri Anda, Anda harus
bertahan selamanya'. Penelitian sebelumnya menun-
jukkan bahwa baik pria dan wanita menginginkan
foreplay dan berhubungan seks lebih lama.
Dr. Irwin Goldstein, editor Journal of Sexual Medicine
mengemukakan dari studi atas 1.500 pasangan (2005),
ditemukan waktu rata-rata untuk berhubungan badan
adalah 7,3 menit. Marianne Brandon, seorang ahli
psikologi klinis dan direktur Wellminds Wellbodies
mengatakan sulit bagi orang tua maupun orang muda
untuk berhubungan badan lebih lama.
Corty berharap dapat memberikan ide para ahli terapi
bahwa anggapan normal dan memuaskan tergantung
para pasangan.
(NFA)
Yahoo news, 2 April 2008.
Tidak perlu waktu panjang
untuk memuaskan istri di tempat tidur.
Sebuah survai oleh ahli terapi seksual
menyimpulkan waktu optimal untuk
berhubungan seks hanya 3-13 menit.
Beberapa menit
Beberapa menit
adalah yang paling
adalah yang paling
memuaskan
memuaskan
Beberapa menit
adalah yang paling
memuaskan
Sertraline
untuk
Leishmaniasis
Leishmaniasis adalah sejenis penyakit
yang penyebabnya adalah protozoa atau
parasit Leishmania donovani.
Pasien yang terjangkit penyakit
leishmaniasis ini banyak yang mengalami
depresi karena sulitnya pengobatan.
B
aru-baru ini jurnal Antimicrobial & Chemotherapy edisi
Februari 2008, memuat hasil penelitian obat antidepresan
golongan SSRI sertraline terhadap penyakit tersebut pada
binatang yang dilakukan di India.
Telah diketahui bahwa sertraline mempunyai efek peng-
hambatan terhadap parasit jenis tersebut pada hewan
coba, sekaligus dalam penelitian tersebut untuk mengeta-
hui seberapa jauh kekuatan sertraline dalam membunuh
parasit tersebut.
Hasil yang didapatkan bahwa sertraline dapat membunuh
prosmatigot dari Leishmania donovani dan amastigot
secara intraseluler dengan konsentrasi penghambatan
50% (IC50) adalah 2,2 dan 2,3 mg/L. Obat juga efektif
menghilangkan parasit yang berada di limfa sebesar 72%
dan di hati sebanyak 70% melalui pengobatan per oral.
Ternyata mekanisme kerja sertraline dalam membunuh
parasit adalah dengan mematikan promastigot parasit
yang diukur secara intraseluler melalui kadar ATP dan
konsumsi oksigen. Sertraline menginduksi kadar ATP
dalam sitoplasma serta konsumsi O
2
yang akan mening-
katkan proses apoptosis terhadap parasit tersebut.
Meskipun masih terkesan awal, hasil penelitian tersebut
menyimpulkan bahwa sertraline sepertinya menjanjikan
untuk digunakan sebagai terapi oral leishmaniasis.
(IDS)
Referensi:
Oral therapy with sertraline, a selective serotonin reuptake inhibitor, shows
activity against Leishmania donovani. J Antimicrob Chemother 2008 Feb 13.
http://en.wikipedia.org/wiki/Leishmaniasis
1.
2.
CDK 163/vol.35 no.4/Juli - Agustus 2008
220
B E R I T A T E R K I N I
T I N J A U A N P U S T A K A
CDK 163/vol.35 no.4/Juli - Agustus 2008
209
Montag M, Koll B, Holmes P, et. al. Significance of the number of embryonic
cells and the state of th zona pellucida for hatching of mouse blastocyst in
vitro versus in vivo. Biology Reproduction, 2000; 62: 1738--1744.
FongC-Y, Bongso A, Sathaananthan H et. al. Ultrastructural observations of
enzimatically treated human blastocyst: zona-free blastocyst transfer and
rescue of blastocyst with hatching difficulties. Human Reproduction 2001;
16: 540--546.
Mantoudis E, Podsiadly BT, Gorgy A, et. al. A comparison between quarter,
partial, and total laser assisted hatching in selected infertility patients.
Human Reproduction 2001; 16: 2181--2186.
Utsunomiya T, Ito H, Nagaki M, et. al. A prospective, randomized study: day
3 versus hatching blastocyst stage. Human Reproduction 2004; 19: 1598--1603.
Magli MC, Gianaroli L, Ferraretti AP et. al. Rescue of implantation potential
in embryos with poor prognosis by assisted zona hatching. Human Repro-
duction 1998; 13: 1331--1335.
Marakis E, Angeli I, Agapitou K et. al. Laser versus mechanical assisted
hatching: A prospective study of clinical outcomes. Fertil. Steril. 2006; 86:
1596--1600.
Allegra A, Sammartano F, Scaglione P et. al. Monozygotic bichorionic
twinning after transfer of a single frozen/thawed embryo that has undergone
quarter laser-assisted zona thinning: A case report. J Assisted Reprodand
Gyenetics 2005; 22: 437--441.
Balaban B, Urman B, Alatas C et. al. A comparison of four different
techniques of assisted hatching. Human Reproduction 2002; 17: 1239--1243.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
Jones AE, Wright G, Kort HI et. al. Comparison of laser-assisted hatching
and acidified Tyrode's hatching by evaluation of blastocyst development
rates in sibling embryos: a prospective randomice trial. Fertili. Steril
2006; 85: 487--491.
Nishio E, Moriwaki T, Yoshi K, et. al. Chemical removal of zona pellucida
versus laser assisted hatching after repeated failures of assisted reproduc-
tive technology. Reproductive Medicine and Biology 2006; 5: 263--267.
Bider D, Livshits A, Yonish M, et. al. Assisted hatching by zona drilling of
human embryos in women of advanced age. Human Reproduction
1997; 12: 317--320.
Antinori S, Selman HA, Caffa B et. al. Zona opening of human embryos
using a non-contact UV laser for assisted hatching in patients with poor
prognosis of pregnancy. Human Reproduction 1996; 11: 2488--2492.
Zenrique HC, Wheeler MB, Beebe DJ. A microfluid method for removal
of the zona pellucida from mammalian embryos. Lab Chip, 2005; 5:
108-110.
Gabrielsen A, Agerholm I, Toft B et.al. Assisted hatching improves implan-
tation rates on cryopreserved-thawed embryos. A randomized prospective
study. Human Reproduction 2004; 19: 2258--62.
Lyu QF, Wu LQ, Li YP et.al. An improved mechanical technique for assisted
hatching. Human Reproduction 2005; 6: 1619--1623.
Sills ES, Moomjy M, Zaninovic N et. al. Human zona pellucida microma-
nipulation and monozygotic twinning frequency after IVF. Human Reproduction
2000; 15: 890--895.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.