background image
Cermin Dunia Kedokteran No. 108, 1996
62
ABSTRAK
TANAMAN OBAT
Pada 55th World Congress of Phar-
macy and Pharmaceutical Sciences di
Swedia baru-baru ini telah dibicarakan
beberapa zat aktif berasal dari tanaman
yang terbukti berkhasiat.
Isopinnatal ­ zat yang berasal dari
kulit akar pohon Kigelia pinnata mem-
punyai aktivitas sitotoksik terhadap sel
melanoma dalam percobaan in vitro;
selain itu, zat ini juga mencegah per-
tumbuhan T. cruzi pada konsentrasi 10
umol/l; T. cruzi merupakan parasit
penyebab penyakit Chagas. Aktivitas
tersebut mungkin disebabkan oleh sifat
induksi terhadap produksi H202 dalam
jaringan.
Zat lain ­ schumannificine ­berasal
dari tanaman Schumanniophyton magni-
ficum yang digunakan secara luas oleh
pengobat tradisional di Nigeria. Dela-
pan jenis alkaloida yang diekstraksi dari
tanaman ini mempunyai aktivitas anti
HIV dan anti HSV-l in vitro; aktivitas
ini diduga berkaitan dengan sifat meng-
ikat protein virus gp 120. Zat lain yang
juga diselidiki sifat anti virusnya ialah
isatin yang berasal dari Indigofera spp.
Salep berasal dari Calendula offici-
nalis telah dicobakan pada berbagai ke-
lainan kulit, agaknya berkhasiat mem-
percepat penyembuhan luka, merang-
sang granulasi dan menghambat reaksi
inflamasi; sampai sekarang zat aktif-
nya belum berhasil diisolasi, mungkin
berhubungan dengan aktivitas karo-
tenoid,
Campuran berasal dari Jepang yang
terdiri dan tujuh komponen termasuk
akar Scutellaria, buah Jojoba, akar gin-
seng, akar glycirrhiza dan rimpang jahe
menginduksi pengeluaran sitokin, ter-
masuk interleukin 1-beta, TNF-alfa dan
G-CSF dan leukosit monoluklear; pe-
nelitian lanjutan menunjukkan bahwa
efek ini terutama berasal dari scutellaria
dan dari akan glycirrhiza.
Jamur Flammulina velutipes yang
dapat dimakan ternyata mengandung
protein yang berkhasiat antijamur.
Inpharma 1995; 1011: 3­4
Hk
OBAT UNTUK ALZHEIMER
Galanthamine merupakan zat ber-
khasiat rnenyekat asetilkolinesterase;
saat ini sedang dicoba digunakan pada
pasien Alzheimer;obat ini diekstrak dari
tanaman Galanthus nivalis dan saat ini
sedang diselidiki untuk diproduksi se-
cara sintetik.
Obat ini telah beredar di beberapa
negara di Eropa, diindikasikan juga
untuk neuralgia trigeminus dan paralisis
pasca polio; digunakan dengan dosis
30­40 mg./hari selama sedikitnya 8­10
minggu.
Scrip 1995; 2028: 27
Brw
OBAT UNTUK ALS
Penelitian pendahuluan menunjuk-
kan bahwa riluzole telah memperpan-
jang harapan hidup para pasien ALS
(amyotrophic lateral sclerosis).
Riluzole 100 mg./hari selama 12
bulan menghasilkan survival rate se-
besar 73,7%, dibandingkan dengan
62,8% di kalangan yang mendapat
plasebo; sedangkan setelah 18 bulan,
angka survival tersebut ialah 56,8% di
kalangan riluzole dan 50,4% di kalang-
an plasebo.
Scrip 1995; 2022: 23
Brw
INTERAKSI KAFEIN DENGAN
LITIUM
Menghentikan kebiasaan minum teh/
ko
n
kadar kafein darah dapat menyebabkan
peningkatan kadan litium darah sampai
menimbulkan gejala toksik. Studi dari
Israel atas 11 pasien yang menggunakan
litium 600­1200 mg./hari dan juga biasa
minum kopi 4­8 cangkir/hari menun-
jukkan bahwa bila kebiasaan minum
kopi dihentikan, kadar litium darah
meningkat sampai 24%.
Penemuan ini perlu diperhatikan pada
pengelolaan pasien yang menggunakan
litium.
Inpharina 1995; 984: 21
Hk
GANGGUAN VISUS AKIBAT
KOMPRESI KHIASMA
Dokter di Jepang melaporkan kasus
seorang wanita yang mengalami
penurunan visus mata kanan yang
progresif. Pemeriksaan klinis menun-
jukkan penurunan visus sampai 20/
200 di mata kanan dan 20/500 di mata
kiri, sedangkan lapangan pandangan
nya menyempit, berbentuk hemlanop-
sia binisal. Pemeriksaan radiologik
termasuk MRI tidak memperlihatkan
adanya massa, angiografi serebral juga
dalam batas normal.
Akhirnya diputuskan untuk mela-
kukan operasi eksplorasi; ternyata di-
temukan adanya penekanan khiasma
optikum olah cabang-cabang a. serebri
anterior. Setelah dilakukan dekompresi
mikrovaskuler, visus berangsur me-
ningkat sampai 20/40 di kedua mata dan
lapangan pandangannya juga mem-
baik.
Lancet 1995; 346: 1402
Hk
PENGGANTIAN OBAT ANTIHI-
PERTENSI
Studi atas 10000 pasien di Inggris
yang memulai pengobatan antihipertensi
menunjukkan bahwa lebih dari separuh-
nya menghentikan atau mengganti obat-
nya dalam 6 bulan pertama..
Penggantian ini diduga akibat efek
samping pengobatan.
Scrip 1995; 2050: 22
Brw
pi yang menghasilkan penuruna
background image
ABSTRAK
Zn UNTUK DIARE
Para peneliti di India melaporkan
bahwa penambahan seng-glukonat
(kivalen dengan 20 mg. Zn) dapat
mempercepat penyembuhan diare.
Anak berusia 6­35 bulan yang
menderita diare diberi pengobatan re-
hidrasi oral standar + plasebo (n = 485)
atau pengobatan standar + Zn (n = 462).
Ternyata penambahan Zn tersebut me-
ngurangi risiko diare berkepanjangan
pada 23% dan mengurangi volume
diare sebesar 39%.
Zn mungkin memperbaiki faktor
malnutrisi dan gangguan imunitas yang
sering menyertai keadaan diare terse-
but.
N. Engl. J. Med. 1995; 333: 873-4
Hk
JAHE UNTUK MUAL
Serbuk jahe telah dicobakan untuk
mengatasi mual pasca bedah: 500 mg.
dan 1000mg. serbuk jahe dibandingkan
dengan plasebo; tiga cara tersebut di-
berikan bersama 10 mg. diazepam.
Ternyata pada 108 pasien yang
menjalani prosedur laparoskopi gine-
kologik tersebut, kejadian mual dan
rnuntah tidak berbeda bermakna di an-
tara tiga kelompok tersebut.
Inpharma 1995; 1001: 15
Brw
BOTAK NEUROGENIK?
Dokter di Perancis melaporkan ada-
nya hambatan pertumbuhan rambut
kepala di daerah yang hipestesi pada
seorang wanita yang lima tahun sebe-
lumnya mengalami luka di kepala; luka
tersebut menyebabkan gangguan sensi
bilitas daerah n. oftalmikus kanan Ter-
nyata di daerah tersebut rambut lebih
lambat tumbuh dibandingkan dengan
di daerah kulit kepala lainnya.
Lancet 1995; 346: 639
Hk
TROMBOLITIK UNTUK STROKE
ISKHEMIK
Pada stroke iskhemik, rekanalisasi
dini secara teoritik akan memperbaiki
prognosis.
Suatu percobaan yang melibatkan 622
pasien stroke iskhemik baru (kurang dari
6 jam) membandingkan kegunaan pem-
berian infus 1,5 MU streptokinase dalam
1 jam, 300 mg. buffered aspirin selama
10 hari, kedua cara tersebut, atau tidak
sama sekali. Ternyata streptokinase
(dengan/tanpa aspirin) berkaitan de-
ngan peningkatan 10-day case fatality
(odds ratio 2,7; 95%CI: 1,7­4,3; 2p
0,00001).
Di antara empat kelompok tadi, pa-
sien yang mendapat streptokinase +
aspirin berisiko kematian dini lebih be-
sar daripada pasien yang tidak menda-
pat kedua zat tersebut. (odds ratio 3,5;
95%CI: 1,9­6,5; 2p 0,00001). Strep-
tokinase (dengan/tanpa aspirin) dan
aspirin (dengan/tanpa streptokinase)
menurunkan angka kematian dan
disabilitas 6 bulan, meskipun tidak ber-
makna: odds ratio 0,9 (95%CI: 0,7­1,3)
untuk streptokinase dan odds ratio 0,9
(95%CI: 0,6­1,3) untuk aspirin.
Lance: 1995; 346: 1509­14
Hk
PREVALENSI DEPRESI
Survai rumahtangga yang melibat-
kan hampir 8000 responden di 6 negara
Eropa menunjukkan bahwa 7% mende-
rita depresi mayor dan 1,8% menderita
depresi minor; 8% lainnya mempunyai
gejala-gejala depresi tetapi masih dapat
berfungsi baik di masyarakat. Wanita
lebih sering menderita depresi diban-
dingkan dengan pria; angka tertinggi
didapatkan di kalangan wanita Perancis
(12%); tetapi lebih banyak pria yang
datang ke dokter untuk berkonsultasi.
Di Belgia, Perancis dan Belanda kira-
kira separuhnya mendapat pengobatan,
sedangkan di UK, Jerman dan Spanyol
hanya 1/3 yang mendapat terapi. Secara
keseluruhan, 41% mendapat terapi obat,
tetapi hanya 18% yang mendapat anti-
depresan.
Pharm. Bus. News 1995; 11(253): 8
Hk
RISIKO KANKER
Tamoxifen yang selama ini diguna-
kan untuk memerangi kanker payudara
ternyata memperbesar risiko kanker
endometrium dan ­ mungkin ­ kanker
di saluran cerna.
Suatu studi yang melibatkan 2729
wanita pasien kanker payudara yang
menjalani pembedahan atau pembedah-
an + tamoxifen menunjukkan penurun-
an frekuensi kanker payudara sekunder,
tetapi juga peningkatan hampir enam
kali frekuensi kankerendomei (ber-
makna) dan hampir tiga kali frekuensi
kanker saluran cerna (tidak bermakna).
Bila hasil ini digabung dengan dua studi
lain dengan 4914 pasien, terdapat pe-
ningkatan bermakna frekuensi kanker
endometrium dan kanker kolo-rektal.
Hasil ini harus ditafsirkan dengan
hati-hati mengingat perbedaan dosis dan
lamanya pengobatan serta perbedaan
faktor risiko; dan sampai saat ini Na-
tional Cancer Institute masih meng-
anggap bahwa manfaat masih lebih
besar dan risikonya.
Scrip 1995; 2023: 27
Brw
OBAT MIGREN
Imitrex® (sumatriptan suksinat)
dalam bentuk oral telah disetujui peng-
gunaannya di Amerika Serikat, me-
nyusul bentuk injeksinya yang telah
diizinkan sejak tahun 1993.
Obat ini diindikasikan untuk meng-
hilangkan serangan migren dengan do-
sis anjuran 25 mg. tablet dosis tunggal;
dosis maksimum 100 mg.
Scrip 1995; 2032: 22
Brw
Cermin Dunia Kedokteran No. 108, 1996 63