background image
96
cdk 161/ vol. 35 no. 2 Mar - Apr 2008
Berita Terkini
Lemak perut dan risiko Diabetes Melitus
Peningkatan kadar
Retinol
Binding Protein (RBP4)
mengindikasikan pertum-
buhan lemak perut tebal
yang secara kuat dikait-
kan dengan diabetes tipe
2 dan penyakit jantung.
Baru-baru ini, tim peneliti yang di-
pimpin oleh Barbara B. Kahn, MD.,
Kepala Divisi Diabetes di
Beth Israel
Deaconess Medical Center, menun-
jukkan bahwa peningkatan kadar
RBP4 memperkirakan adanya resis-
tensi insulin.
Resistensi insulin adalah tanda awal
risiko diabetes tipe 2 dan peningkat-
an penyakit jantung. Faktor risiko lain
untuk diabetes dan penyakit jantung
adalah lemak perut yang tebal. Para
dokter menggunakan istilah
visceral
adiposity untuk lemak di sekeliling or-
gan abdomen. Dapatkah lemak perut
menjelaskan kaitan antara RBP4 dan
risiko diabetes/penyakit jantung ?
Untuk menjelaskannya, tim Kahn
bekerjasama
dengan
Matthias
Bluher, MD. dan koleganya di Univer-
sitas Leipzig, Jerman. Mereka mem-
peroleh sampel lemak perut tebal
dari 196 pasien yang menjalani be-
dah abdomen - 66 orang kurus dan
130 orang kegemukan.
Hasilnya :
· Ada lebih dari 60 kali aktivitas gen
RBP4 di dalam lemak perut pasien
kegemukan dibandingkan dalam le-
mak perut pasien kurus.
· Kadar RBP4 dalam darah 2-3 kali
lebih tinggi pada pasien kegemukan
dibandingkan pasien kurus.
· Tidak tergantung apa-kah pasien
kurus atau kegemukan, kadar RBP4
dalam darah lebih tinggi berarti lemak
perut lebih tebal dan lebih banyak re-
sistensi insulin.
Para peneliti menyimpulkan bahwa
hal ini menjelaskan peranan potensi-
al RBP4 sebagai petanda tidak hanya
untuk diabetes tipe 2, tapi juga risiko
penyakit jantung. Tubuh mengguna-
kan RBP4 untuk membawa vitamin A
di dalam darah. Belum jelas apakah
peranan RBP4 yang baru ditemu-
kan ini karena vitamin A atau karena
proteinnya
sendiri.
Dalam studi
s e b e l u m -
nya, Khan
dkk. menun-
jukkan bah-
wa
RBP4
menyebab-
kan resis-
tensi insulin.
Jika beker-
ja
seperti
pada manu-
sia, hal ini
merupakan
target obat
d i a b e t e s
baru. Yang
menarik, se-
buah obat
kanker yang
dinamakan
fenretinida menurunkan kadar RBP4.
Obat ini memperbaiki sensitivitas in-
sulin pada tikus kegemukan; menun-
jukkan perbaikan sensitivitas dan tol-
eransi terhadap kadar gula darah.
Sumber : Cell Metabolism Juli 2007