background image
HASIL PENELITIAN
Efikasi Shelltox®
terhadap Culex quinquefasciatus
di Laboratorium
Hasan Boesri, Blondine Ch.P., Umi Widyastuti
Stasiun Penelitian Vektor Penyakit Menular, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Departemen Kesehatan RI, Salatiga, Indonesia
ABSTRAK
Telah dilakukan uji jarak penyemprotan dan efikasi dengan menggunakan obat
nyamuk cair minyak (oil liquid) merk Shelltox® terhadap nyamuk Culex quinque-
fasciatus yang dilakukan di Laboratorium Stasiun Penelitian Vektor Penyakit, Salatiga.
Berdasarkan uji efikasi, dosis pancaran mendekati 0.70 g efektif membunuh
nyamuk Culex quinquefasciatus dalam alat Glass Chamber dan Peet Grady Chamber;
masing-masing diperoleh kematian sebanyak 100%.
PENDAHULUAN
Nyamuk merupakan serangga yang sering mengganggu ke-
tenteraman dan membahayakan kehidupan manusia karena
dapat menyebarkan penyakit seperti Malaria, demam berdarah
Dengue, Filariasis, Chikungunya dan sebagainya. Untuk meng-
atasi gangguan nyamuk, manusia cenderung menggunakan obat
pembasmi yang banyak dijual bebas seperti obat nyamuk ben-
tuk cair semprot, semprot aerosol, elektrik, oles, tissue dan ba-
kar. Mengingat banyaknya macam bahan aktif yang digunakan
untuk pembuatan obat nyamuk cair semprot, maka perlu
dilakukan uji efikasi ulang secara acak terhadap obat pembasmi
nyamuk yang ada di pasaran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas obat
nyamuk cair minyak, berbahan aktif diklorvos 7 g/1 yang ber-
ada di pasaran bebas terhadap nyamuk Culex quinquefasciatus.
Nyamuk Cx. quinquefasciatus merupakan vektor penyakit Fila-
riasis
(1)
.
BAHAN DAN CARA KERJA
Bahan Insektisida yang digunakan
Merk :
Shelltox®
Bahan aktif
: Diklorvos 7 g/l
Produksi
: PT. Tensia Manufacturing Indonesia
Kemasan
: Cair Minyak, Netto 1 liter
Warna Kaleng : Putih Biru
Register :
RI.414/1-91/T. Dep. Kes. PD.07019012.b
Penelitian dilakukan pada bulan April 1996 di Labora-
torium Insektisida, Stasiun Penelitian Vektor Penyakit,
Salatiga. Obat nyamuk yang digunakan adalah berbentuk cair
minyak dengan bahan aktif diklorvos 7 g/1 yang diperoleh dari
pasar swalayan di kota Solo. Nyamuk yang digunakan adalah
Culex quinquefasciatus betina yang kenyang darah, berumur
2-4 hari. Tiap perlakuan menggunakan 20 nyamuk dan diulang
sebanyak 4 kali. Peneraan kadar semprotan obat nyamuk yang
akan diuji dilakukan dengan cara disemprotkan selama 4 kali
(@ = 3 detik) mendekati dosis standar (0.70 g).
Uji efikasi dilakukan dengan alat Glass Chamber dan Peet
Grady Chamber; cara pengujiannya adalah sebagai berikut :
Glass Chamber
Glass Chamber (berukuran 70 x 70 x 70 cm) dibersihkan
dan dipastikan tidak terkontaminasi, kemudian nyamuk dilepas-
kan ke dalamnya dan ditunggu selama 5 menit. Obat nyamuk
cair minyak disemprotkan sesuai dengan hasil peneraan kadar
semprotan. Setelah 20 menit, hitung dan catat nyamuk yang
pingsan/mati dalam tiap periode waktu yang telah ditentukan.
Semua nyamuk dipindahkan ke dalam gelas plastik dan simpan/
hold selama 24 jam. Dihitung/catat jumlah nyamuk yang
pingsan/mati dan ditentukan persentase nyamuk yang mati
dengan menggunakan rumus persentase kematian. Pengujian
diulang sebanyak 4 kali demikian juga pada kontrol. Sebelum
Cermin Dunia Kedokteran No. 131, 2001 35
background image
dan sesudah pengujian dilakukan pengukuran temperatur dan
kelembaban ruangan.
Peet Grady Chamber
Peet Grady Chamber (berukuran 180 x 180 x 180 cm) di-
pastikan bersih dan tidak terkontaminasi, kemudian semua jen-
dela dan pintu ditutup dan exhaust fan dihidupkan selama 5-10
menit. Lepaskan nyamuk ke dalam Peet Grady Chamber, biar-
kan selama 5 menit. Obat nyamuk bentuk cair disemprotkan se-
suai dengan hasil peneraan melalui 2 jendela depan atas dan
segera ditutup. Amati selama 60 menit dan dihitung nyamuk
yang pingsan/mati dalam periode waktu yang telah ditentukan.
Semua nyamuk dipindahkan ke dalam gelas plastik simpan/
hold selama 24 jam dan dihitung jumlah nyamuk yang pingsan/
mati. Persentase nyamuk yang mati ditentukan dengan rneng-
gunakan rumus persentase kematian. Pengujian diulang se-
banyak 4 kali demikian pula pada kontrol. Sebelum dan se-
sudah pengujian dilakukan pengukuran temperatur dan ke-
lernbaban ruangan.
Uji Statistik
Persentase kematian dalam uji efikasi ditentukan dengan
rumus: {(P + Q) : R} x 100%; (P) = Jumlah nyamuk pingsan;
(Q = Jumlah nyamuk mati; (R) = Jumlah nyamuk yang diuji.
Efektivitas insektisida ditentukan dari jumlah nyamuk mati/
pingsan/knock down dalam waktu 15 menit dan kematian se-
telah 24 jam pengamatan.
Untuk memperoleh waktu pingsan atau knock down time
50% (KT-50) dan 90% (KT-90) dilakukan Analisa Probit
(2)
.
KT-50 = Knockdown Time -50 adalah waktu yang diperlukan
untuk melumpuhkan 50 persen populasi serangga pada dosis
tertentu. Sedangkan KT-90 adalah waktu yang diperlukan
untuk melumpuhkan 90 persen populasi serangga pada dosis
tertentu. Untuk melihat perbedaan efikasi antara perlakuan di-
gunakan Uji X
2(3)
Koreksi angka kelumpuhan atau kematian dalam uji jarak
penyemprotan menggunakan rumus Abbot yaitu :
(A - C) X 100
A1 =
(100 ­ C)
Keterangan :
Al = angka kematian atau kelumpuhan (%) setelah dikoreksi.
A = angka kelumpulum atau kematian (%) pada kelompok
perlakuan.
C = angka kelumpuhan atau kematian (%) pada kelompok
kontrol.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil uji efikasi obat nyamuk cair minyak berbahan aktif
diklorvos 7 g/1 terhadap nyamuk Culex quinquefasciatus de-
ngan menggunakan alat uji Glass Chamber dan Peet Grady
Chamber serta uji jarak penyemprotan selengkapnya dikemuka-
kan pada Tabel 1 dan 2. Selama pengujian efikasi berlangsung,
temperatur di laboratorium berkisar antara 26-31 °C, kelembab-
an berkisar antara 60-80% dan kecepatan angin dalam ruangan
0 meter/jam. Keadaan yang demikian masih berada dalam
kisaran temperatur dan kelembaban yang baik untuk percobaan.
Tabel 1. Uji Efikasi obat nyamuk cair minyak berbahan aktif diklorvos 7
g/1 terhadap nyamuk Culex quinquefasciatus
No. Alat
Uji
Suhu
(°C)
RH
(%)
Rata-rata
(menit)
Persentase nyamuk
KT-50
KT-90
Pingsan
(15 menit)
Mati
(24 jam)
1 Glass
Chamber
25-28 79-84 1,77 3,67 100%
100%
2 Peet Grady
Chamber
24,5-
28,5
79-85 7,87 20,86 85%
100%
3 Kontrol - - - - 0%
0%n
Prakiraan menggunakan analisa Probit, dengan selang kepercayaan 95%.
Tabel 2. Uji jarak penyemprotan obat nyamuk bentuk cair minyak ber-
bahan aktif diklorvos 7 g/1 terhadap nyamuk Culex quinque-
fasciatus
Jarak penyemprotan dan kematian nyamuk berdasarkan
waktu pengamatan (%)
0,5 meter
1 meter
2 meter
3 meter
Kontrol
No.
15
menit
24
jam
15
menit
24
jam
15
menit
24
jam
15
menit
24
jam
15
menit
24
jam
1 100
100
40 75 0 60 0 5 0 0
2
100
100
10 20 0 0 0 0 0 0
3
100
100
10 10 0 5 0 0 0 0
4 100
100
50 65 5 10 0 0 0 0
5
100
100
15 15 5 5 0 0 0 0
Rata
-rata
100
100
25 37 2 16 0 1 0 0
Tiap ulangan menggunakan 20 ekor nyamuk Culex quinquefasciatus.
Glass Chamber dan Peet Grady Chamber
Pada pengujian obat nyamuk bentuk cair minyak yang me-
ngandung bahan aktif diklorvos 7 g/1 terhadap nyamuk Culex
quinquefasciatus dengan Glass Chanaber diperoleh KT-50
selama 1,77 menit dan KT-90 selama 3,67 menit. Jumlah nya-
muk yang pingsan dalam waktu 15 menit dan mati setelah 24
jam pengamatan masing-masing sebanyak 100%. Pada peng-
ujian obat nyamuk bentuk cair minyak yang mengandung
bahan aktif Diklorvos 7 g/1 terhadap nyamuk Culex quinque-
fasciatus dengan Peet Grady Chamber diperoleh KT-50 selama
7,87 menit dan KT-90 selama 20,86 menit. Jumlah nyamuk
pingsan dalam waktu 15 menit pengamatan sebanyak 85% dan
mati setelah 24 jam pengamatan sebanyak 100%. Sedangkan
perlakuan kontrol pada Glass Chambar dan Peet Grade
Chamber tidak ada nyamuk Culex quinquefasciatus yang mati
(0%), baik pada pengamatan dalam waktu 15 menit maupun
setelah 24 jam dari saat penyemprotan (Tabel 1). Pengujian
obat nyamuk bentuk cair minyak yang mengandung bahan aktif
diklorovos 7 g/l dengan volume pancaran mendekati 0.70 g
(dosis standar) menggunakan alat Glass Chamber dan Peet
Grade Chamber, efektif membunuh nyamuk Culex quenque-
fasciatus sebanyak 100% setelah 24 jam pengamatan. Hal ini
sesuai dengan ketentuan Komisi Pestisida bahwa insektisida
dapat dikatakan efektif apabila mampu membunuh binatang uji
mencapai 100%
(4)
.
Cermin Dunia Kedokteran No. 131, 2001
36
background image
Cermin Dunia Kedokteran No. 131, 2001 37
Jumlah nyamuk Culex quinquefasciatus yang pingsan pada
alat Glass Chamber lebih banyak bila dibandingkan dengan alat
Peet Grady Chamber. Hal ini disebabkan oleh perbedaan ukur-
an alat yang digunakan. Glass Chamber mempunyai ukuran 70
x 70 x 70 cm sedangkan Peet Grady Chamber berukuran 180 x
180 x 180 cm. Ada kecenderungan pada alat yang lebar (Peet
Grady Chamber) agak lama insektisida kontak terhadap nya-
muk yang diuji, terbukti dari KT-50 (7,87 menit) dan KT-90
(20,86 menit). Uji X
2
terhadap persentase kematian nyamuk
Culex Grady Chamber, menunjukkan tidak ada beda yang
nyata (p > 0.05), karena Cho
2
> Chi
2
k95. Begitu pula terhadap
jumlah nyamuk yang pingsan dalam waktu 15 menit tidak ada
beda nyata (p > 0.05), tetapi pada pengamatan selama 15 menit
secara persentase ada perbedaan yang cukup berarti yaitu pada
Glass Chamber nyamuk pingsan sebanyak 100% dan Peet
Grady Chamber sebanyak 85%.
Sesuai dengan hasil pengujian ternyata obat nyamuk cair
minyak (oil liquid) merk Shelltox
®
dengan kadar semprotan
sebanyak 0,70 g, efektif membunuh nyamuk Culex quinque-
fasciatus.
Agar tidak menimbulkan residu insektisida yang berlebih-
an di dalam ruangan dan tidak menimbulkan gangguan ter-
hadap kehidupan penghuninya, sebaliknya obat nyamuk cair
minyak berbahan aktif diklorvos 7 g/l, disemprotkan sebanyak
0.70 g (4 kali semprotan) dengan alat hand spray terhadap nya-
muk di dalam ruangan tidur.
KESIMPULAN DAN SARAN
Obat nyamuk bentuk cair minyak berbahan aktif Diklorvos
7 g/l dengan kadar semprotan 0.70 g efektif membunuh
nyamuk Culex quinquefasciatus di dalam alat Glass Chamber
dan Peet Grady Chamber; masing-masing diperoleh kematian
nyamuk 100%. Sebaiknya penggunaan insektisida di perumah-
an pada ruang tidur tidak melebihi kadar semprotan sebanyak
0.70 g (4 kali semprot). Mengingat insektisida adalah racun
maka dalam penggunaannya harus menurut peraturan dan se-
suai dengan petunjuk, agar tidak menimbulkan dampak negatif
terhadap manusia dan lingkungan.
UCAPAN TERIMA KASIH
Atas selesainya pengujian obat nyamuk bentuk cair minyak berbahan
aktif diklorvos 7 g/l, penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Dr.
MF. Sustriayu Nalim atas saran dan keiklasannya memberikan izin penelitian.
KEPUSTAKAAN
1. Stojanovich CJ, Scott HG. Illustrated Key To Mosquitoes of Vietnam.
Departemen of Health, Education and Welfare Public Health Service.
Communicable Disease Center Atlanta, Georgia, 1966.
2. Tarumingkeng
R.
Pengantar Toksikologi. Institut Pertanian Bogor. Bogor,
1985.
3. Sutrisno Hadi. Dasar-Dasar Teori dan Soal-Jawab Statistik. Yayasan
Fakultas Psikologi UGM. Yogyakarta, 1974.
4. Metode Standar Pengujian Efikasi Pestisida. Komisi Pestisida
Departemen Pertanian. Jakarta, 1995.
5.
Pengenalan dan penatalaksanaan keracunan pestisida. Direktorat Jendral
P3M. Dep. Kes. RI. Jakarta, 1983.
6. Iwan Darmansyah, Arini Setiawati. Pedoman Pengobatan Keracunan
Pestisida Bagian Farmakologi. Fak. Kedokteran Universitas Indonesia.
Jakarta, 1982.