285
| MEI - JUNI 2010
P
enelitian terbaru menunjukkan
bahwa pasien yang menjalani
endoskopi dalam hari pertama
perdarahan ulkus peptikum ternyata
lama perawatannya di rumah sakit dua
hari lebih singkat serta lebih jarang
membutuhkan bedah gastrointestinal
dibandingkan dengan pasien yang ti-
dak diendoskopi dalam hari pertama.
1
Endoskopi membantu dokter mendi-
agnosis dan menerapi perdarahan ul-
kus peptik, serta mengevaluasi gejala-
gejala nyeri epigastrik persisten, mual,
muntah, atau kesulitan menelan. En-
doskopi merupakan metode terbaik
untuk mendeteksi penyebab perdara-
han saluran gastrointestinal bagian
atas serta lebih akurat dibanding foto
ronsen dalam mendeteksi inflamasi,
ulkus, dan tumor esofagus, lambung,
dan duodenum.
1
Alasan endoskopi dini yaitu karena
endoskopi memberikan kemungkinan
menghentikan perdarahan dan/atau
menaksir risiko perdarahan ulang. Te-
rapi endoskopi pada ulkus, baik yang
masih perdarahan aktif maupun yang
sudah berhenti namun berisiko tinggi
berdarah kembali, dapat menurunkan
morbiditas akibat perdarahan dan
angka kebutuhan intervensi bedah.
Selanjutnya, temuan endoskopi da-
pat memprediksi pasien yang berisiko
rendah perdarahan ulang, dengan
endoskopi dini untuk
Perdarahan ulkus Peptik
BERITA
TERKINI
CDK ed_177 mei ok2.indd 285
CDK ed_177 mei ok2.indd 285
CDK ed_177 mei ok2.indd 285
CDK ed_177 mei ok2.indd 285
CDK ed_177 mei ok2.indd 285
CDK ed_177 mei ok2.indd 285
CDK ed_177 mei ok2.indd 285
CDK ed_177 mei ok2.indd 285
287
| MEI - JUNI 2010
demikian dapat menghemat biaya te-
rapi.
1
PasIen dan Metode
Sampel yang digunakan oleh Dr.
Cooper dkk. dari University Hospitals
Case Medical Center di Cleveland,
Ohio meliputi 2.592 pasien perda-
rahan ulkus, 414 pasien rawat jalan.
Rata-rata umur pasien 78,4 tahun, 55%
wanita, dan 87,7% kulit putih. Analisis
statistik digunakan untuk menentu-
kan faktor-faktor yang berhubungan
dengan angka mortalitas 30 hari (30-
day mortality), bedah gastrointestinal
bagian atas, dan lama rawat inap. Se-
mua sampel disusun berdasarkan fak-
tor demografi, faktor komorbid (coex-
isting atau penyakit tambahan), serta
ada/tidaknya terapi rawat jalan.
1-7
hasIl
Keseluruhan, 1.854 (71,5 persen) pas-
ien menjalani endoskopi dini dan 738
(28,5 persen) dengan endoskopi ter-
lambat (delayed endoscopy). Delayed
endoscopy didefinisikan sebagai en-
doskopi yang dilakukan setelah satu
hari pada pasien perdarahan ulkus
peptik. Prosedur terapeutik untuk
daftar PustaKa
1. Immediate treatment of peptic ulcer bleeding shows better patient outcomes. Posted On: August 17, 2009 - 8:10pm. American Society for Gastrointestinal
Endoscopy (http://www.sciencecodex.com/immediate_treatment_of_peptic_ulcer _bleeding_shows_better_patient_outcomes).
2. Bjorkman DJ. Early Endoscopy for Older Patients with Bleeding Peptic Ulcers. Journal Watch Gastroenterol October 16, 2009 (http://gastroenterology.jwatch.
org/cgi/content/full/ 2009/1016/4).
3. Cooper G et al. Use and impact of early endoscopy in elderly patients with peptic ulcer hemorrhage: a population-based analysis. Gastrointest Endosc 2009; 70:
229-35. http://www.medpagetoday.com/Gastroenterology/PepticUlcerDisease /15575
4. Endoscopy Within 1 Day of Peptic Ulcer Bleeding Provides Better Outcomes in Elders. American Society for Gastrointestinal Endoscopy. http://www.docguide.
com/news/content.nsf/News/852571020057CCF685257616006A4781?OpenDocument&id=48dde4a73e09a969852568880078c249).
5. Cooper GS, Kou TD, Wong RC. Use and impact of early endoscopy in elderly patients with peptic ulcer hemorrhage: a population-based analysis. Gastrointest
Endosc. 2009 Aug;70(2):229-35. Epub 2009 Mar 29. (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19329112).
6. Cooper GS, Kou TD, Wong RCK. Use and impact of early endoscopy in elderly patients with peptic ulcer hemorrhage: a population-based analysis. Am. Soc.
Gastrointestinal Endoscopy. Elsevier Inc. Published online 31 March 2009 (http://www.giejournal.org/article/S0016-5107%2808%2902845-9/abstract).
7. Endoscopy within 24 hours shows better outcomes in elderly with peptic ulcer bleeding. 17 Agustus 2009 (http://www.scienceblog.com/cms/endoscopy-within-
24-hours-shows-better-outcomes-elderly-peptic-ulcer-bleeding-24149.html).
menghentikan perdarahan aktif atau
mencegah rekurensi dilakukan selama
endoskopi pada 590 (31,8 persen) pas-
ien endoskopi dini dibandingkan den-
gan 243 (32,9 persen) pasien delayed
endoscopy.
1
Endoskopi dini berhubungan dengan
penurunan signifikan kebutuhan bedah
untuk mengontrol perdarahan mau-
pun lama rawat inap. Prosedur bedah
diperlukan pada 23 pasien endoskopi
dini (1,2 persen), sementara pada
pasien delayed endoscopy seban-
yak 25 pasien (3,4 persen) (P<0,001).
Rata-rata lama rawat inap adalah em-
pat hari pada pasien endoskopi dini,
dibandingkan dengan enam hari pada
pasien delayed endoscopy.
1-3
30-day
mortalitynya 6,4%; lebih tinggi pada
pasien yang lebih tua, pria, dan skor
morbiditas lebih tinggi, namun tid-
ak ada perbedaan signifikan antara
grup endoskopi dini dan delayed
endoscopy.
1,3
Pada pasien berusia 70-74 tahun, rasio
multivarian untuk 30-day mortalitynya
adalah 0,86 (95% CI 0.48 to 1.53), se-
mentara untuk usia 85 tahun sebesar
2,07 (95% CI 1.26 to 3.43).
3
Sebanyak 80,9% pasien rawat jalan
menjalani endoskopi dini; mungkin
dokter menggunakan prosedur ini
untuk menentukan pasien yang bisa
rawat jalan.
3
Keterbatasan studi ini adalah bahwa
data dikumpulkan untuk tujuan billing,
bukan penelitian, sehingga dapat ter-
jadi bias dalam akurasi pengkodean
dan tidak didapatkan data yang detail,
seperti tanda vital dan nilai laboratori-
um. Studi ini juga terbatas pada usia di
atas 65 tahun, sehingga masih belum
pasti hasilnya pada pasien yang lebih
muda.
3
Studi ini juga masih terbatas
pada pasien University Hospitals Case
Medical Center di Cleveland, Ohio.
4-5
Stefani Ranni Ardian
RSU Santa Maria Cilacap
BERITA
TERKINI
CDK ed_177 mei ok2.indd 287
4/25/2010 7:42:59 PM