background image
ULASAN
Faktor - faktor yang Berpengaruh
terhadap Kesehatan Kulit
Misnadiarly AS
Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Departemen Kesehatan RI, Jakarta
PENDAHULUAN
Wilayah Republik Indonesia terdiri dari banyak pulau,
perairan, hutan tropis yang berpotensi untuk area wisata.
Namun faktor iklim tropis dengan sinar matahari yang
berlimpah berisiko tinggi terhadap kerusakan kulit akibat sinar
ultra violet (UV) dari sinar matahari, termasuk terhadap
wisatawan, terutama yang sering berjemur di tepi pantai karena
ditambah lagi dengan pantulan sinar UV oleh permukaan laut.
Di samping itu faktor air (kolam renang, laut) yang digunakan
untuk berenang juga berpengaruh terhadap kesehatan kulit
seperti Mycobacteria marinum yang dilaporkan dapat
menyebabkan penyakit kulit swimming pool granuloma atau
Buruli ulcer. Serta kulit yang luka juga dapat diinfeksi oleh
Mycobacterium chelonae. Kuman-kuman terssebut masih
sensitif terhadap clarythromycyn, doxycyclin, cotrimoxazole
and rifampin.
(2)
Berdasarkan hal di atas faktor-faktor eksternal (polusi, air,
makanan dan minuman yang kurang higienis atau tercemar
patogen, sinar ultra violet dari matahari) penting untuk
diperhatikan di samping faktor internal (kondisi kesehatan
wisatawan, vaksinasi yang direkomendasikan, dll), untuk
melindungi para wisatawan dari hal-hal yang tidak diinginkan
dan agar mereka tetap sehat selama perjalanan.
Makalah ini bertujuan untuk memberi beberapa masukan
tentang masalah kesehatan, terutama kesehatan kulit, cara
menanggulangi, cara mencegah serta pengobatan.
HAL - HAL UMUM YANG PERLU PERHATIAN
A. Vaksinasi
Telah direkomendasikan berbagai jenis vaksinasi seperti:
Polio, Tetanus,Typhoid, Hepatitis A,Hepatitis B,Yellow
Fever, Dipteria, Malaria, Para wisatawan perlu berkonsultasi
dengan pihak yang berkompeten untuk menentukan jenis
vaksinasi yang harus dilaksanakan sebelum berangkat.
(1,3)
Wisatawan yang berencana tinggal lebih dari 3 bulan di seluruh
negara berkembang yang menurut WHO prevalensi TBnya
melebihi 100 kasus per 100.000 penduduk/ populasi
memerlukan catatan hasil PPD test.
B. Food- and water-borne diseases
Beberapa penyakit meliputi hepatitis A, typhoid fever,
diare yang penularannya melalui kontaminasi air, serta
makanan terkontaminasi, perlu diwaspadai.
(1)
C. Polusi di area urban
Polusi bisa mencetuskan masalah respirasi/ pernapasan
meliputi: asma pada anak dan dewasa.
MASALAH KESEHATAN KULIT
Meliputi pengaruh sinar matahari serta faktor-faktor lain
yang mempengaruhi kesehatan kulit (kelembapan, polusi,
temperatur ekstrim, angin, air, kurang tidur, nutrisi, stres fisik
psikologik), dan masalah kesehatan kulit akibat infeksi selama
melaksanakan wisata.
LATAR BELAKANG
Kulit merupakan organ yang langsung terkena trauma dan
kerusakan akibat kontak dengan alam sekitarnya.
Fungsi kulit adalah:
1. Sebagai pembungkus untuk melindungi alat-alat dalam,
mencegah kontak dengan bahan berbahaya dari luar serta
menjaga tubuh dari kekeringan yang dilakukan oleh
stratum korneum. Sedangkan mekanisme perlindungan dan
penyerapan sinar ultraviolet yang berbahaya dari pancaran
sinar matahari, dilakukan oleh pigmen melanin yang
dibentuk oleh sel melanosit.
2. Alat sekresi yang berperan dalam respon fisiologik
maupun patologik, antara lain dilakukan oleh kelenjar
keringat dan kelenjar sebasea.
3. Fungsi imunologik yang berperan dalam reaksi kekebalan
tubuh.
Daerah tropis banyak memperoleh sinar matahari dibandingkan
belahan bumi lainnya, memperbesar risiko kerusakan kulit
akibat pancaran sinar ultra violet (UV) dari sinar matahari.
(11)
yang juga mengenai wisatawan yang berkunjung dan tinggal
lama di daerah tropis terutama yang suka berpesiar di pantai,
karena permukaan air juga akan memantulkan kembali sinar
UV yang diterimanya.
(3)
Cermin Dunia Kedokteran No. 152, 2006 43
background image
Sinar matahari yang tampak (visible light, 400-800 nm),
tidak menimbulkan kerusakan, Tapi di sebelahnya terdapat
sinar infra merah (infra red = IR, 1300-1700 nm) yang 40%
bagiannya mencapai bumi, dan berpengaruh terhadap proses
photo aging (penuaan yang disebabkan oleh sinar matahari).
Gabungan antara sinar IR dengan UV-B akan menyebabkan
kerusakan dermis (dermal elastosis) dan berbagai keganasan
kulit. Sinar matahari yang pada umumnya menyebabkan warna
kemerahan (eritema), mempermudah timbulnya keganasan
kulit karena sifat sinar tersebut yang merangsang pembelahan
sel epidernis secara tidak teratur.
(4)
Sinar UV yang mempengaruhi kehidupan biologik
mempunyai panjang gelombang antara 250-400 nm, dengan
pembagian segmen sbb:
- Segmen UV-A dengan panjang gelombang 320-400 nm,
paling banyak mencapai bumi - 100 kali UV-B, tetapi
dengan kekuatan lemah - 1:1000 UVB. Segmen sinar ini
masuk ke dalam dermis, menyebabkan kerusakan jaringan
dermis sehingga proses penuaan dipercepat, menyebabkan
reaksi fotosensitivitas dan bersama UV-B berperan dalam
proses keganasan kulit.
- Segmen UV-B, antara 290-320 nm, merupakan sinar
terkuat yang mencapai bumi. Kerusakan kulit yang
ditimbulkan berada di bagian bawah epidermis, berupa
luka bakar (sunburn), kelainan pra-kanker dan keganasan.
Lapisan ozon mengabsorpsi 90% segmen UV-B terutama
pada panjang gelombang 290-300 nm.
- Segmen UV-C antara 200-290 nm, merupakan sinar
terkuat, yang diabsorpsi oleh lapisan ozon sehingga tidak
mencapai permukaan bumi. Tetapi dengan adanya
kebocoran lapisan ozon saat ini dan penurunannya
sebanyak 8% setiap dekade, maka sinar UV-C dapat
mencapai bumi dan sangat membahayakan lingkungan.
Pembentukan radikal bebas intrasel yang reaktif akan
mempercepat proses kerusakan dan penuaan kulit.
(4)
PENGOBATAN
Permasalahan kulit akibat sinar matahari dapat diatasi
dengan pengobatan.
(4)
Anti oksidan
Berfungsi membatasi kerusakan akibat radikal bebas
dengan cara mencari, mengambil, menghambat serta
melindungi dari oksigen reaktif yang diproduksi oleh radikal-
radikal bebas, sehingga dapat mengurangi peradangan akibat
sinar UV, yaitu:
-
Vitamin E, perlindungan terhadap fototoksisitas UV-A
dan UV-B, serta radikal bebas sebanyak 60%
-
karoten, bekerja sebagai pro vitamin A, yang
mengurangi efek eritema UV-B .
-
Vitamin C, bekerja sebagai prooksidan dan anti oksidan.
Absorpsi sinar UV-A dan UV-B dikurangi 40- 60%.
-
Fenol sintetik, meningkatkan proteksi sehingga me-
ngurangi kerusakan sel.
-
Asam retinoat, mampu memperbaiki kerusakan kulit
akibat sinar matahari; menghilangkan kerut / keriput dan
hiperpigmentasi.
-
Chemical peeling, hasilnya berupa pengelupasan kulit,
untuk peremajaan kulit, akan menghilangkan garis-garis/
keriput.
-
Pengobatan spesifik, seperti pengobatan dengan sinar
laser, peeling kimiawi
Beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya proses penuaan
dini (premature aging)
(5)
:
1. Faktor yang berhubungan dengan UV, radiasi sinar X,
polusi udara yang berasal dari mobil, dari pabrik, freon,
asap rokok, bahan kimia eksogen dan endogen, serta
makanan tinggi karbohidrat dan kalori.
2. Faktor penyebab terjadinya kekeringan misalnya : cara
perawatan kulit yang salah, kosmetik yang tidak sesuai.
Kelembapan udara yang rendah, ruang ber AC, kipas
angin, suhu dingin dan panas akan mempercepat
penguapan air dari kulit, sehingga menyebabkan kulit
menjadi kering.
3. Pengaruh sinar matahari yang menahun/kronik dapat
menyebabkan kerusakan kulit akibat efek fotobiologik
sinar UV yang menghasilkan radikal bebas; akan
menimbulkan kerusakan protein dan asam amino yang
merupakan struktur utama kolagen dan elastin, kerusakan
pembuluh darah kulit dan menimbulkan kelainan
pigmentasi kulit.
4. Faktor-faktor lain, yaitu gizi buruk, penyakit menahun,
minuman keras, kopi berlebihan, stres, dll.
UV-A (Ultra Violet A), dapat menyebabkan melanoma, dan
menyebabkan penuaan dini (premature aging).
(6)
Hampir 1.500
orang dengan melanoma maligna, meninggal di UK setiap
tahunnya.
Masalah kulit dan pemeliharaannya / healthy skin care
Iklim tropis termasuk di Indonesia dengan angin kencang
dan sinar matahari terik yang memancarkan sinar ultra violet
dapat mempengaruhi kesehatan kulit sampai merusak kulit
seseorang. Paparan sinar matahari merupakan salah satu faktor
untuk timbulnya:
Hiperpigmentasi / spot atau bintik hitam terutama di
wajah, tangan dan kaki. Selain bercak hitam, bisa pula timbul
bercak putih dengan ukuran 2- 5 mm, di daerah - daerah yang
terpajan sinar matahari yaitu: tangan, lengan bawah dan
tungkai bawah.
Hiperplasia kelenjar sebasea (kelenjar minyak) kulit,
yang ukurannya bertambah besar, berbentuk bulat, diameter 1-
5 mm, menonjol, satu atau lebih, lunak bewarna kekuningan
disertai lekukan di tengah, sering terdapat di daerah yang
terpajan sinar matahari.
Karsinoma sel skuamosa, sering dijumpai di daerah
tungkai, wajah bagian atas, telinga, dan daerah mukokutan
(batas antara kulit dan mukosa). Insidennya meningkat dengan
bertambahnya umur dan pajanan sinar matahari.
Dapat berupa luka yang meluas dengan tepi keras dan
dasar jaringan granulasi mudah berdarah. Dapat pula berupa
tumor dengan permukaan berbenjol-benjol seperti kembang
kol, bewarna merah atau pucat, berbau khas, rapuh, mudah
berdarah.
Melanoma maligna merupakan tumor kulit yang paling
Cermin Dunia Kedokteran No. 152, 2006
44
background image
berbahaya, berasal dari sel pigmen kulit. Lokasi dilaporkan
terbanyak di tungkai bawah, kemudian badan, kepala / leher,
tungkai atas dan kuku. Bentuk klinis yang paling sering
dijumpai adalah berupa bercak dengan ukuran beberapa mm
sampai beberapa cm, warnanya bervariasi (kehitaman, putih,
biru) berbatas tegas dengan sedikit penonjolan di permukaan
kulit.
Pencegahan
-
Tidak terlalu lama terpajan sinar matahari yang kuat
-
Memakai baju yang dapat melindungi dari sinar matahari
-
Memakai payung atau topi
- Memakai
cream pelindung yang sesuai
-
Makan vitamin yang dapat bekerja sebagai antioksidan dan
dapat menangkap radikal bebas (Vitamin E, C, B,
-
karoten dan glutation).
- Diet tinggi protein, rendah karbohidrat dan lemak jenuh,
banyak makan buah segar.
- Melindungi kulit dari luka, melindungi mata dari air
patogen/tersangaka tercemar kuman saat berenang, mandi
dengan sabun anti kuman, mencuci mata setelah selesai
berenang.
- Tidur atau istirahat yang cukup
- Air yang cukup, untuk minum, mandi, dll
- Melakukan exercise, yang dapat menstimulus sirkulasi.
- Mengurangi/mencegah stres fisik dan psikologis.
- Mencegah paparan zat toksik seperti merokok, kopi,
alkohol dan beberapa tipe pengobatan yang dapat memberi
efek antara lain pengeringan kulit, dehidrasi kulit, dll.
(5)
Uncontrollable factors / faktor yang tak bisa dikontrol,
meliputi:
-
Natural ageing / penuaan alamiah karena bertambahnya
usia, bisa ditunda dengan perawatan yang tepat.
-
Sinar matahari - paparan sinar matahari dalam waktu lama
merusak kulit.
Kelembaban udara.
-
Temperatur ekstrim mengurangi kelembaban kulit
- Angin membawa debu dan kotoran yang dapat masuk ke
pori-pori kulit .
- Polusi, udara kotor dapat juga memasuki pori-pori kulit,
berpotensi menyebabkan iritasi kulit.
Controllable Factors / faktor yang dapat dikontrol meliputi:
-
Tidur, tidur yang cukup memadai, tenang, merupakan
kontribusi untuk proses regenerasi seluruh jaringan tubuh,
termasuk kulit
-
Air, memperbaiki sirkulasi dan mengegah dehidrasi.
-
Nutrisi, buah-buahan segar, sayuran, dilengkapi dengan
vitamin dan mineral, penting untuk perawatan kulit sehat.
-
Exercise, menstimulus sirkulasi dan menguatkan otot
tubuh.
-
Stress, fisik dan psikologik yang lama mengganggu sistim
kimia tubuh, sirkulasi hormon dan aliran darah, juga
berpengaruh pada kulit.
-
Zat toksik, merokok, minum kopi, alkohol, dan beberapa
zat terentu, dapat merusak kulit. Memecahkan kapiler dan
membuat kulit kering.
KESIMPULAN
Telah diuraikan beberapa permasalahan penyakit dan
kelainan kulit yang dapat disebabkan oleh pengaruh sinar UV
matahari, pengaruh lingkungan (air, kelembapan,dll) dan cara
cara pencegahannya.
KEPUSTAKAAN
1. Hospital for Tropical Diseases online shop: health products and
travel
2.
Lim. PT. Wound Infections in Tsunami Survivor: A Commentary
3. Health tips for travel in Indonesia. http://www.masta.org/sitemap/
index.html
4.
CW.com./ HEALTH. Sunscreen doubts raised
5.
Derm Beruf Umwelt. Diseases caused by atypical mycobacterial
6. Kurniati SC. Kulit di daerah tropis. Permasalahan dan
penatalaksanaannya. Dexa Media 1998;.3.
7. Sukarata K. Kelainan Kulit, Menua Dini dan Penatalaksanaannya,
Maj. Kesehatan 2003;.5(13).
8. Misnadiarly. Pedoman perawatan kesehatan kulit dalam rangka
penundaan proses penuaan dini. Dexa Media. 2000; 3.
Big words seldom accompany good deeds
Cermin Dunia Kedokteran No. 152, 2006 45

Document Outline