HASIL PENELITIAN
Perkiraan Kontribusi Tritium (HTO)
di Ruang Reaktor terhadap
Dosis Seluruh Tubuh Para P
janya
eker
Abdul Wa'id, Bunawas, Bambang Priwanto
PSPKR - BATAN
PENDAHULUAN
Dalam pengoperasian reaktor nuklir dengan air sebagai ba-
han pendingin reaktor, akan dihasilkan limbah radioaktif tritium
(H-3) yang terbentuk melalui proses aktivasi neutron terhadap
deuterium (H-2) yang terdapat di air pendingin primer reaktor
(1)
.
Tritium yang berada di air pendingin primer biasanya ber-
bentuk molekul HTO, yaitu molekul air dengan salah satu atom
hidrogennya diganti oleh tritium
(2)
. Mengingat suhu air pen-
dingin lebih tinggi daripada suhu udara di dalam ruang gedung
reaktor, maka tritium ini mudah menyebar ke udara dalam bentuk
1110 melalui proses penguapan.
Pekerja radiasi yang berada di dalam ruangan yang terkon-
taminasi tritium dalam bentuk HTO akan mempunyai peluang
terkontaminasi interna baik melalui pernapasan, difusi melalui
pori-pori kulit dan kontak tubuh dengan permukaan yang ter-
kontaminasi
(3)
. Potensi sebagai sumber radiasi eksterna dapat
diabaikan, karena radiasi beta yang dipancarkan cukup rendah
(maksimum 18,6 keV, rata-rata 5,7 keV) sehingga penetrasinya
hanya 6 µm pada permukaan ku1it
(4)
.
Pada makalah ini dicoba diulas karakteristik kimia-fisika,
pengaruh parameter tubuh terhadap tingkat kontaminasi interna,
proses transport biologi, dari perkiraan dosis interna tritium serta
risikonya terhadap kesehatan.
KARAKTERISTIK TRITIUM
Tritium adalah isotop hidrogen radioaktif dengan nomor
atom 1 dan berat atom 3 yang disimbolkan sebagai
3
H atau T
dengan waktu paruh 12,35 tahun dan dalam peluruhannya me-
mancarkan partikel beta (elektron).
3
1H >
3
He + e
Partikel beta yang dipancarkan ini berenergi rendah (maksimum
18,6 keV, rerata 5,7 keV). Energi sebesar ini dalam lintasannya
mampu mengeksitasi molekul dan mengionkan (~ 0,03 keV per
pasang ion). Jangkauan energi maksimum 5 mm di udara dan
6 µm di permukaan kulit, padahal sasaran sel kulit yang berpo-
tensi mengakibatkan kanker adalah pada kedalaman 20100 µm
bagian epidermis dan kulit. ini berarti potensi sebagai radiasi
eksterna dapat diabaikan
(4)
.
ABSTRAK
Pekerja radiasi yang bekerja di sekitar reaktor nuklir dengan sistem pendingin primer
tipe air kolam mempunyai kebolehjadian terkontaminasi interna oleh tritium melalui
paru-paru dan kulit akibat lepasanuap air tritium (HTO).Tingkat kontaminasi interna
tritium ini bergantung pada tinggi dan berat tubuh. Berdasarkan pada model metabolisme
tritium di dalam tubuh dapat diperlihatkan bahwa dosis ekivalen terikat HTO pada
jaringan lunak karyawan Pusat Reaktor Serba Guna (PRSG) berkisar antara 0,56 0,73
mSv/th untuk WR (faktor kualitas radiasi untuk tritium) = 1 atau 1,12 1,46 Sv/th untuk
WR = 2 dan konsentrasi tritium di udara sebesar 11751 Bq/m
3
.
Dibawakan pada Presentasi I1miah Keselamatan Radiasi dan Lingkungan,
Jakarta, 2324 Agustus 1994.
Cermin Dunia Kedokteran No. 103, 1995
42
Di lingkungan (khususnya di dalam gedung reaktor) ada dua
endapat perhatian yaitu tritium
tium dalam bentuk uap air (HTO);
ang dominan adalah HTO. Gas tritium (HT) di udara dapat
ubah
reaksi p
Bahaya
perbandingan 25.000
han
JAL
tertentu di tempat kerja dapat masuk ke d
pernapasan, difusi melalui pori-pori kulit, melekat b
akanan dan minuman, dan kontak tubuh (kulit) dengan per-
ukaan bahan yang terkontaminasi
(3)
.
Tritium yang masuk lewatjalurpernapasan, sewaktu berada
i daerah trachea-bronchi akan terkondensasi sehingga tingkat
elembaban di ruang tersebut mencapai 8090%. Akibatnya
ebagian besar tritium bentuk HTO ini akan diserap oleh paru-
u dengan faktor absorbsi 9899% dan sisanya dilepa
kembali ke udara bebas
(7)
dengan luas permulc
berat tubuh), merup
pori kulit melalui p
pada pori-pori kulit
dan tebal membran
sebesar 1,1 1/menit
permukaan tertentu
tritium (HTO), mak
ekstravaskuler kulit seperti halnya tinta yang diserap oleh kertas.
emasukan lewat jalur ini, melalui proses blotter effect, adalah
ebesar 1 gram/m
2(9)
.
ebolehjadian seseorang makan di tempat kerja (khususnya
di reaktor) adalah sangat kecil, tetapi kebiasaan minum sulit
ingga ada potensi kontaminasi interna tri-
tium
efek
TRITIUM KE DALAM
TUB
, bergantung pada tinggi
dan berat badan; luas permukaan kulit secara empiris diperkira-
kan dengan persamaan sebagai berikut
(12)
:
S = 0,0072 B
0,425
x T
0,725
(m
2
) (1)
Mengingat ukuran tubuh antara pria dan wanita tidak sama,
dilakukan koreksi sehingga persamaan di atas berubah menjadi
anita) dan 0,95 (untuk
.
Kadar air tubuh (MA) dapat diperkirakan dengan menggunakan
MA = 0,55 B
0,53
x T
0,4
(liter) (3)
Laju pemasukan tritium ke dalam tubuh adalah penjumlahan
dan dua jalur utama pemasukan
(9)
.
Ao = Ai + Ak (Bq) (4)
Ai = RTHN (Bq) (5)
Ak = S IT H N (Bq) (6)
Keterangan :
total pemasukan tritium ke tubuh pada waktu tertentu (Bq),
pemasukan tritium ke tubuh lewat jalur pernapasan (Bq).
).
l/menit/m
2
)
TIUM DIDALAM
Tritium dalam bentuk HTO yang masuk ke dalam tubuh baik
melalui jalur pernapasan, absorbsi kulit atau pencernaan, dengan
cepat akan terdistnibusi ke seluruh tubuh, karena sebagian besar
tubuh manusia terdiri atas air (~ 70%)
(13)
. Konsentrasi tritium
dalam keringat, air liur, urin, darah, dan uap air dalam pernapasan
antara 280 dan 550 hari . Kom-
onen pertama mirip dengan kesetimbangan air pada manusia
42 adalah kadar air tubuh dan
3 ad
rbon pada manusia acuan
dipe
arbon total = 16
Untuk memperkirakan dosis tritium, telah dikembangkan
bentuk tritium yang perlu m
alam bentuk gas (HT) dan tri
d
y
ber
menjadi HTO melalui beberapa proses yaitu oksidasi,
ertukaran isotopik dengan air dan oksidasi fotokimia
(5)
.
radiasi HTO jauh lebih tinggi dibandingkan HT dengan
: 1
(6)
. Oleh karena itu dalam makalah ini
ya dibahas tritium dalam bentuk HTO.
UR KONTAMINASI INTERNA TRITIUM
Tritium di udara dan sebagai kontaminan pada permukaan
sebagai berikut
alam tubuh melalui jalur
persamaan empiris
ersama
m
m
d
k
s
par
skan
Ao =
Ai =
. Tubuh manusia yang dibungkus kulit
aan tertentu (bergantung pada tinggi dan
akan jalan masuk tritium (HTO) lewat pori-
roses difusi. Laju kecepatan difusi tritium
sebanding dengan tekanan uap air di udara
(barrier) kulit, laju kecepatan difusinya
/m
2(7,8)
. Apabila kulit bersentuhan dengan
(khususnya logam) yang terkontaminasi
a tritium tersebut dapat masuk ke lapisan
Ak = pemasukan tritium ke tubuh lewat jalur kulit (Bq
R = laju pernapasan (10,2 1/menit).
T = waktu pernapasan (menit).
N = aktivitas spesifik HTO dan uap air (Bqlg).
S = luas permukaan kulit (m
P
s
K
untuk dihindari, seh
melalui jalur minuman. Penlu diketahui bahwa gelas yang
berisi air (air teh, air kopi, air putih) dan diberi tutup, tidak akan
terhindar dari kontaminasi tritium (HTO) di udara melalui proses
difusi lewat celah-celah antara gelas dan tutupnya. Laju difusi
tif uap air HTO ke dalam gelas bergantung pada diameter
celah. Mekanisme ini sama dengan sistem pencuplikan tritium
secara pasif (tanpa pompa pencuplik) yang dikembangkan di
AECL Kanada
(10,11)
.
PERKIRAAN LAJU PEMASUKAN
UH
Dan keempat jalur kontaminasi interna tritium ke dalam
tubuh (pemapasan, kulit, pencernaan dan kontak dengan per-
mukaan), hanya dua jalur yang direkomendasikan oleh ICRP
30 yaitu melalui pernapasan dan kulit
(6)
. Kedua jalur yang
lain diabaikan sebab sulit diperkirakan dan kontribusinya relatif
kecil
(9)
. Perlu diketahui pula bahwa luas permukaan tubuh
(kulit), tidak sama untuk setiap orang
(15)
:
S = 0,0072 B
0,425
x T
0,725
x f (m
2
)
(2)
dengan B = berat tubuh (kg)
T
=
tinggi
tubuh
(cm)
f = faktor koreksi bentuk tubuh, 1,05 (untuk w
pria).
Mengingat sifat tritium (HTO) mirip dengan air di dalam
tubuh, maka distribusinya bergantung pada kadar air tubuh
(8)
.
2
)
I = laju pemasukan melalui kulit secara difusi (= 5,1
H = kelembaban udara (g/l).
DOSIMETRI DAN METABOLISME TRI
TUBUH
dianggap sama setelah 24 jam dari saat pemaparan
(6)
.
Waktu panuh biologik HTO di dalam tubuh terdiri atas 3
komponen. Komponen pertama (T
1
) sekitar 812 hari, kedua (T
2
)
antara 21 dan 76 hari dan ketiga
(14)
p
acuan, T = 0,693 x 42/3 = 9,7 hari (
alah pemasukan air per hari). OIeh karena itu komponen T
1
merupakan replikasi dan metabolisme air. Komponen yang
kedua (T
2
) mirip dengan ikatan organik hidrogen (OBT). Bila
diperkirakan dari kesetimbangan ka
roleh T = 0,693 x 16/0,3 = 37 hari (kadar k
kg dan penyerapan kambon harian = 0,3 kg). Waktu paruh yang
lebih panjang untuk komponen ketiga (T
3
) mencerminkan ke-
beradaan tritium di dalam kolagen dan lipid dalam jaringan
lemak dan otak pada hewan percobaan
(1)
. Untuk memudahkan
dalam mempenkirakan waktu tinggal HTO di dalam tubuh
dengan fungsi eksponensial 2 komponen, ICRP menggunakan
waktu paruh biologik untuk T
1
sebesar 10 hari dan T
2
sebesar 40
hari.
Cermin Dunia Kedokteran No. 103, 1995 43
model kompartemen HTO menggunakan 2 kompartemen
(6,15)
maupun model 3 kompartemen
(16)
(Gambar 3 dan 4). ICRP
memperkirakan kontribusi dosis tritium di dalam tubuh yaitu
95% berasal dari HTO dan 5% dari OBT Hal ini berarti bahwa
apabila tritium dalam bentuk HTO masuk ke dalam tubuh, maka
ada 5% bentuk komposisinya diubah menjadi bentuk organik.
Gambar 2. Model kompartmen HTO di dalam tubuh
(6,15)
Gambar 2. Model kompart
(6,15)
men HTO di dalam tubuh
Mengingat fraksi OBT di dalam tubuh adalah kecil ( 5%),
maka model untuk memperkirakan dosis interna dapat lebih
disederhanakan dengan menganggap bahwa tubuh adalah satu
organ dan tritium langsung didistribusikan ke seluruh jaringan
lunak. Laju dosis serap dihitung dengan menggunakan persa-
maan:
D = 1,602 x 10
-13
E. A (t) (Gy/detik) (7)
M
atau D = 1,384 x 10
-8
E. A (t) (Gy/hari) (8)
M
dengan : D = Laju dosis serap (Gy/detik).
E
=
energi
beta
rerata
yang
diabsorbsi
(MeV).
A(t) = Aktivitas dalam tubuh pada waktti t (Bq).
M
=
masa
jaringan
lunak
(kg).
t
=
waktu
pemaparan
(detik,
hari).
Menurut manusia acuan ICRP, bahwa 80% jaringan lunak
terdiri atas air, sehingga persamaan di atas menjadi:
D = 1,384 x 10
-8
0,8. E. A (t) (Gy/hari) (9)
MA
dengan MA = kadar air tubuh (kg) = .
Dosis serap terikat (D) yang ditenima tubuh selama waktu t :
D = 1,1072 x 10
-8
E A(t) dt (Gy) (10)
MA
At = Ao exp (-0,693. t)
1/2
(11)
T
Dosis ekivalen terikat (H):
H = 1,1072 x 10
-8
E. WR. Ao exp (-0,693. t) dt (12)
/ MA T
1
Unt
na
sela
uk keperluan proteksi radiasi, waktu pemaparan dosis inter
ma 50 tahun = 11800 hari, sehingga persamaan (12) men-
jadi:
H = 90,5 x 10
-11
Ao (Sv) untuk WR = 1 (13)
x 10 Ao
MA
-11
= 181,0
(Sv) untuk WR = 2
hari).
ICRU
40
tahun
1986)
bera
MA
tubuh saat t=0 (Bq).
dengan Ao = aktivitas tritium di
Tl/2
=
waktu
paruh
Biologi
HTO
(=
10
0057
MeV).
E
=
energi
beta
(=
0,
WR
=
faktor
kualitas
radiasi
untuk
tntium
CRP
30
tahun
1977)
=
1
(menurut
I
=
2
(menurut
PEMBAHASAN
Dari data tinggi dan berat tubuh 17 responden karyawan
PRSG (Tabel 1), dan konsentrasi tritium (HTO) di dalam
ruang gedung reaktor adalah 11751 Bq/m
3(17)
, lama kerja 8jam/
hari dengan 20 hari/bulan, dapat diperkirakan melalui persama-
an (4), (5) dan (6) tingkat kontaminasi interna tritium berkisar
antara 22,531 dan 24,993 MBq/tahun. Variasi tingkat kontami-
nasi tritium untuk masing-masing karyawan ini disebabkan ka-
rena luas permukaan tubuhnya tidak sama. Padahal jalur pemasuk-
an tritium ke dalam tubuh salah satunya melalui pori-pori kulit.
Tingkat kontaminasi tritium ini masih jauh dari batas pemasukan
maksimum yang direkomendasikan oleh ICRP sebesar 3000
MBq/tahun
(18)
.
Perkiraan dosis ekivalen terikat tritium bendasarkan per-
samaan (12) hanya bergantung pada 2 parameter yaitu kadar air
tubuh dan kadar tritium yang masuk ke dalam tubuh. Untuk
laju pemasukan tritium di dalam tubuh berkisar antara 22,531
24,993 MBq/tahun maka dosis ekivalen terikat yang diterima
oleh karyawan PRSG berkisar antara 0,560 dan 0,730 mSv/
tahun untuk WR = 1 atau antara 1,120 dan 1,460 mSv/tahun
untuk WR = 2 (tabel 1). Hasil perkiraan dosis ekivalen
terikat menunut ICRP 54 antara 0,383 0,425 mSv/tahun untuk
WR = 1 dan 0,766 0,850 mSv/tahun untuk WR = 2
(18)
.Per-
bedaan penkiraan dosis ini karena ICRP menggunakan manusia
acuan dengan berat badan 75 kg (kadar air tubuh 42 kg). Ini
rti untuk keperluan perkiraan dosis tritium, maka sebaiknya
o
t
t
o
Cermin Dunia Kedokteran No. 103, 1995
44
Tabel 1. Perkiraan dosis ekivalen terikat dan kontaminasi interna Tri-
tium yang diterima oleh responden untuk konsentrasi tritium di
udara
rata-rata
11751
Bq/m
3
No. Rpdn BB (Kg) TB (cm) Ao (MBq/th) H (mSv/th)* H (mSv/th)
1 02 44 158 22,531
0,660
1,320
2 03 54 160 24,539
0,640
1,280
3 04 64 165 24,476
0,580
1,160
4 05 60 160 23,933
0,590
1,180
5 09 47 163 23,012
0,640
1,280
6 10 59 173 24,474
0,590
1,180
7 11 50 161 23,182
0,630
1,260
8 12 37 153 22,560
0,730
1,460
9 14 69 168 23,993
0,560
1,120
10 15 44
158
23,506
0,690
1,380
11 16 53
163
23,522
0,620
1,240
12 17 55
160
23,546
0,610
1,220
13 19 53
161
23,431
0,620
1,240
14 20 54
160
23,466
0,610
1,220
15 22 50
160
23,138
0,630
1,260
16 23 55
163
23,685
0,610
1,220
17 24 51
163
23,356
0,620
1,240
Keterangan:
* = menggunakan faktor kualitas radia (WR) = 1 (JCRP 30)
** = menggunakan faktor kualitas radiasi (WR) = 2 (ICRU 40)
menggunakan data berat kadar air tubuh per individu seperti pada
persamaan (13). Faktor berat badan, menentukan besar dosis
yang diterima. Sebagai contoh responden 14 dengan berat badan
s-
onden 12 dengan berat
dan 37 kg dengan pemasukan tritium
1,3 kali Iebih tinggi daripada respon-
en 14. Hal ini berarti bahwa apabila dua orang tersebut mem-
or risiko kankerdan genetik yang
bih tinggi dibandingkan dengan orang yang gemuk. Karena
ko kanker 81 x 10
-3
/Sv dan faktor
siko genetik sebesar 7,9 x 10
-3
.
h rendah, tetapi
erlu diingat ada sumber kontaminan lain yang potensial mem-
ja dari 0,5 Sv/tahun menjadi 0,2 Sv/tahun . Oleh karena
u program bioassay melalui urine atau pernapasan perlu di-
terhadap para pekerja.
RAN
) Tingkat kontaminasi interna tritium dari 17 responden kar-
awan PRSG berkisar antara 22,53124,993 MBq/tahun, untuk
3
. Perbedaan ini
den tidak sama,
Tabel 2. Konsentrasi Tritium di udara pada beberapa r
Konsentr
si
69 kg dengan pemasukan tritium 24,993 MBq/tahun dan re
p
ba
22,560 MBq/tahun, maka dosis ekivalen terikat yang diterima
oleh responden 12 adalah
d
punyai jam kerja di tempat yang sama, maka orang yang badan-
nya kurus akan mempunyai fakt
le
menurut Straum, faktor risi
ri
/Sv
(19)
Walaupun perkiraan secara teori dosis dan tritium yang
diterima oleh responden karyawan PRSG masi
p
berikan kontribusi dosis yaitu gas argon-4 1
(20)
selain daripada itu
ada upaya dan ICRP untuk menurunkan dosis yang diterima
peker
(21)
it
realisasikan dalam upaya memberikan rasa aman dan meningkat-
kan budaya keselamatan
KESIMPULAN DAN SA
1
y
konsentrasi tritium di udara sebesar 11751 Bq/m
disebabkan karena luas permukaan tubuh respon
uangan di RSG GAS Serpong
asi H3 di ruangan
Daya Tanggal Waktu sampling
Hall reaktor
ll eksperimen R. Kendali Utama
Keterangan
Ha
Dpm
C (Bq/m') Dpm
C (Bq/m') Dpm
C (Bq/m')
09.0009.30 85,08 50477,95
4
7,47 19522,75 40,23 13563,82 -WL
30 161193 12.00 12.30
9097 55325,76
47 99 19950,74
41,77 14831,32
Reaktor Shut
15.00 15.30
95 30 58889,23
48,83 20642,11
40,25 13580,28
Down pk. 15.00
09.0009.30 35,10 9341,62 35,16 9391,00 3338 7925,87
0 191193 12.00
12.30 35,25 9465,08 35,08 9325,16 34,01 8444,40 Reaktor
tidak
15.00
15.30 35,04 9292,23 35,35 9547,38 3390 8353,86 beroperasi
09.0009.30 48,37 20263,49 4345 16214,09 3915 12674,91 +WL
25 221193 12.00
12.30 48,50 20370,49 43,65 16378,70 39,35 12839,52 Reaktor
start
up
15.00
15.30 49,27 21004,24 43,95 16625,61 38,90 12469,15 pk.08.00
09.00 09.30
50 37 21909,59
43,99 16658,54
37,30 11152,26
25 231193 12.00
12.30 51,34 22707,95 4423 16856,07 38
23 11917,70 +
WL
15.00
15.30 5204 23284,08 4437 16971,30 3900 12551,45
09.0009.30 5601 26551,59 44,69 17234,67 36,71 10666,65
25 241193 12.00
12.30 59,32 29275,99 44,87 17382,89 37
83 11588,48 -
WL
15.00
15.30 64,10 32210,20 44,97 17465,12 39,04 12584,38
09.00 09.30
67,34 35876,91
45 35 17777,88
38,18 11876,55
25 251193 12.00
12.30 70,92 38823,46 45,66 18033,03 39,55 13004,14 -
WL
15.00
15.30 74,78 42000,46 45,89 18222,33 36,05 10123,43
09.00
09.30 77,10 43909,95 46,10 18395,17 38,18 11876,55 -
WL
25 261193 12.0012.30 79,90 46214,51 6673 18913,69 39,10 12633,76 Reaktor
Shut
15.00
15.30 80,83 46486,12 46,93 19078,30 3847 12115,23 Down
pk.
11.00
Kererangan:
sint
Dpm = Di
C
=
Kon
egrasi per menit (Bq)
sentrasi
tritium
(Bq/m
3
)
Cermin Dunia Kedokteran No. 103, 1995 45
padahal kulit merupakan jalur pemasukan tritium ke dalam
buh.
tu
2
d
dosis e
ale
rikat
g di
eh
den k
an
P
G
kisa ntara
0,
tahu
WR
an
1,
m
ahu
uk W
Vari
sis ini
ab-
k
a b
ba
espo
idak
rat
tu
dar
tub
en
besa
dosis
di-
te
a
3) Pe
dire
asi
y me
rin at
a-
p
n
perk
n do
um se
epat d
rn
r
ka
nyongsong
rap
P 60.
PUSTAKAAN
istics, sources,
Basic for Dose L
5. Noguchi H, Kato
Environment (literatu survey). oken-Butsuri 1985; 40: 4959.
6. International Commi
ogical Protection. Limits for Intakes
Radionuclides by W
98
body surface area in adult and
sics
. Pengukuran Tritium di Udara RSG
0. Bunawas, Antony S. Teresia R, Pondi U. Pemantauan Gas Radioaktif di
iwabessy pada Operasi Normal. Belum Diter-
mission on Radiological Protection. Recomendation of
Commission on Radiological Protection. ICRP Publica-
7. Pinson EA, Cangham WH. Physiology and toxicity of Tritium in man.
Health Physics 1980; 30: 108710.
8. Osborne RV. Absorbsion of Tritiated Water Vapour by People. Health
Physics 1966; 12: 152737.
9. Osborne RV. Intake of Tritium when Skin is Splashed with Tritiated
Water. Health Physics 1968; 15: 15556.
10. Woods MJ, Workman WJG. Environmental Monitoring of Tritium in Air
with Passive Diffusion Samplers. Fusion Technology 1992; 21 52935.
11. Stephenson J. Re-evaluation of the Diffusion Sampler for Tritiated Vapor
(HTO). Restricted Report HSD-SD-90-20, 1990.
12. Mattar JA. A Simple calculation to estimate
i
) Berdasarkan model dosimetri tritium, dapat iperkirakan
kiv
n te
yan
terima ol
respon
aryaw
RS ber
r a
0,56
73 mSv/
n untuk
= 1 d
12 1,46 Sv/t
n unt
R =2.
asi do
diseb
an karen
erat
dan r
nden t
sama, padahal be
buh (ka
air
uh) m entukan
rnya
yang
rim .
rlu
alis
program bioassa
lalui u
au pern
asa untuk mem
iraka
sis triti
cara t
an dala
ang me
pene
an ICR
KE
ts correlation with to the Du Bois Formula. Crit. Care Medicine 1989; 17:
84647.
13. International Commission on Radiation Protection. Reference Man:
Anatomical, Physiological and Metabolic Characteristics. ICRP Publica-
tion 1977; 26.
14. National Council on Radiation Protection. Tntium and Other Radionuclide
Labeled Organic Compounds Incorporated in Genetic material. NCRP
Report 1979; 63.
15. Balonov INI, Likhtarev IA, Moskalen Yl. The Metabolisme of Tritium
Compund and Limits for Intake by Workers. Radiation Protection Dosi-
metry 1984; 47: 76173.
6. Hill RL, Johnson JR. Metabolism and Dosimetry of 3H. Health Phy
1
1993; 65: 62847.
17. Bunawas Made Udiyani, Rahma BS
1. Okada S, Momoshima N. Overview of Tritium: character
and problems. Health Physics 1993; 65.
GA. Siwabessy. Belum Terbit, 1994.
18. International Commission on Radiation Protection. Individual Monitoring
for Intakes of Radionuclide by Workers : Design and Interpretation. ICRP
Publication 198 54.
19. Straume 1. TritiumRiskAssessment. Health Physics 1993; 65(6): 673682.
2. Mukhlis Akhadi. Tinjauan teoritis beberapa pengukuran kadar Tritium
dalam udara. Laporan Intern PSPKR-BATAN, 1994.
3. International Atomic Energy Agency. Safe Handling of Tritium. IAEA
Technical Series Report No. 234, 1991.
. International Commission on Radiological Protection. The Biological
4
imitation in the Skin. ICRP Publication 59, 1991.
S. Conversion of Tritium Gas to Tritiated Water in the
Reaktor Serbaguna G.A. S
bitkan, 1994.
2
r
ssion on Radiol
H
of
21. International Com
The International
orkers. ICRP Publication 30(19791 2).
tion 1991; 60.
Cermin Dunia Kedokteran No. 103, 1995
46