background image
Pengalaman Praktek
Masalah Adat
Suatu sore datang seorang ibu dengan menggendong anaknya yang berumur dua
tahun ke ruang praktek saya. Anaknya nampak sakit berat tetapi ekspresi wajah ibu itu
tidak menampakkan lazimnya seorang ibu yang anaknya sakit berat. Sambil menggen-
dong sang anak yang lemah, tangan ibu menggenggam dua bungkus oralit dan sebungkus
plastik yang tampak berisi obat puyer.
Kesan sekilas cukup membuat saya penasaran. Ibu itu saya persilahkan masuk dan
anaknya saya periksa. Anak tampak apatis, didapatkan tanda-tanda dehidrasi berat. Sang
ibu mengaku bahwa anaknya telah sakit mencret selama satu minggu dan telah beberapa
kali datang di rumah sakit Susteran dan puskesmas. Tetapi ternyata obat puyer masih utuh
10 bungkus dan oralit dua bungkus. "Obat dan rumah sakit tidak ibu minumkan ?" tanya
saya. "Tidak dokter" jawab ibu itu datar. "Kenapa" tanyaku lagi. Ibu itu menjawab dengan
enteng, "anak ini memang haus mati dokter. Dia harus mati karena bapaknya telah tasalah
adat (melanggar adat), bapaknya sampai sekarang belum membayan belis (mas kawin)
perkawinan kami dahulu, oleh karena itu bila anak ini mati itu tidak apa-apa".
Aku terkesima. Belum pernah kudengar jawaban seorang ibu seperti ini. "baik, kalau
begitu bawa saja anak ini ke rumah sakit, nanti saya yang merawat", bujukku. "Tidak usah
dokter, obat dari puskesmas dan rumah sakit tidak saya minumkan, saya hanya minta anak
ini disuntik saja. Sekarangpun saya minta suntik saja, kalau dokter berobat, tidak akan
saya minumkan juga. Memang anak ini harus mati".
Saya tidak bisa membujuknya lagi. Ibu itu demikian yakin dengan peraturan adatnya.
Keesokan harinya saya mendapat kabar bahwa anak tersebut telah meninggal dunia.
Dr. Sutrisno
Pusk. Maubesi, insana, Timor Tengah Utara, NTT
Ralat
Artikel Penelitian Proses Pembuatan Tempe Kedelai. I. Pengaruh lama perendaman,
perebusan,dan pembungkusan terhadap kandungan asam fitat dalam tempe kedelai dalam
Cermin Dunia Kedokteran no. 107/1996 hal. 53­56,Proses Pembuatan Tempe Kedelai.
II. Penganuh lama fermentasi terhadap kandungan asam fitat dalam tempe kedelai dalam
Cermin Dunia Kedokteran no. 108/1996 hal. 54­57 dan artikel Proses Pembuatan
Tempe Kedelai. III. Analisis mikrobiologi dalam Cermin Dunia Kedokteran no. 109/
1996 hal. 54­57 seharusnya dikarang oleh : Sitoresmi Triwibowo dan Hestining Pupus
Pangastuti (bukan sebaliknya).
Redaksi
Cermin Dunia Kedokteran No. 110, 1996 61