background image
MAKALAH
Masa Depan Bioteknologi
Indonesia
dr. Boenjamin Setiawan Ph.D.
Presiden Komisaris P. T Kalbefarma, anggota Dewan Riset Nasional, anggota Dewan Pendidikan Tinggi PDK,
anggota Badan Akreditasi Nasional, Ketua Yavasan Pendidikan Kalbe, Bendahara Yayasan Keanekaragaman Hayati
dan Yayasan Pengembangan Kreativitas , Jakarta
PENDAHULUAN
Bioteknologi sebetulnya sudah dikenal oleh nenek moyang
kita beberapa ribu tahun yang lalu dengan pembuatan tempe,
tape, kecap, taoco dan sebagainya. Di Barat juga sudah dikenal
4000 tahun yang lalu dengan pembuatan roti, anggur, bir dan
keju.Dengan penjelasan struktur molekul DNA oleh Watson dan
Crick
(1)
pada tahun 1953, dan pembuktian bahwa DNA secara
universal menyimpan kode genetik dan semua mahluk hidup,
dimulailah era bioteknologi modern. Pada 1973 Herbert Boyer
dan Stanley Cohen melaporkan teknik DNA rekombinan, yang
mampu menggunting dan memasukkan potongan DNA ke tem-
pat-tempat tertentu di rantai DNA
(2)
. Dengan teknologi ini maka
dimulailah era rekayasa genetik. Penemuan lain yang sangat
besar pengaruhnya terhadap perkembangan industri biotekno-
logi, ialah penemuan pembuatan antibodi monoklonal yang di-
laporkan oleh Kohler dan Milstein pada tahun 1975
(3)
.
Umat manusia hidup karena adanya energi matahari yang
menyinari dunia. Energi ini oleh tanaman melalui fotosintesa
dapat diubah menjadi senyawa kimia (karbohidrat, lipid, protein,
vitamin dan berbagai senyawa lain) yang dapat dikonsumsi oleh
mahluk yang lebih tinggi seperti serangga, ikan, reptilia, amfibia,
burung dan mamalia. Manusia kemudian memanfaatkan semua
mahluk hidup untuk kebutuhan hidupnya. Tanpa ada rantai peng-
ubahan energi matahari menjadi senyawa kimia yang dapat di-
manfaatkan oleh berbagai biota laut, darat maupun udara maka
kehidupan dunia akan berhenti.
Manusia melalui ilmu pengetahuan yang diterapkan dalam
industri pertanian, peternakan, perikanan dan perkebunan telah
mampu meningkatkan produktivitasnya berlipat ganda sehingga
teori Maithus yang memprediksi bahwa umat manusia akan
punah karena kelaparan sampai sekarang dapat ditepis. Dengan
pertambahan jumlah manusia yang diperkirakan pada tahun
2000 menjadi 6 milyar orang dan jumlah orang yang terus akan
bertambah, maka pada titik tertentu, secara teoritis carrying
capacity dunia akan mencapai titik jenuhnya. Tetapi dengan
kreativitas dan kemampuan inovasi para ilmuwan, saya optimis
bahwa umat manusia masih dapat survive, dapat mengatasi
masalah ini dan masih dapat bertahan beberapa ribu tahun lagi.
Definisi Bioteknologi, adalah aplikasi ilmu pengetahuan
(teknologi) untuk memanfaatkan organisme hidup (bio) biasa-
nya sel atau mikro-organisme (bakteria, fungi, ragi dan algae)
untuk memproduksi zat kimia yang bermanfaat untuk umat
manusia. Melalui bioteknologi telah diproduksi vaksin, obat,
bahan kimia (alkohol, aseton, butanol, gliserol, berbagai asam
amino dan asam organik) dan dengan rekayasa genetik telah di-
hasilkan tanaman dan hewan yang super produktif. Masa depan
bioteknologi untuk meningkatkan kualitas hidup umat manusia
sangat besar. Tetapi seperti juga dengan semua ilmu pengetahu-
an lain, seperti ilmu fisika (yang menghasilkan bom atom dan
hidrogen), bioteknologi bila tidak dipergunakan dengan baik,
dapat menimbulkan malapetaka untuk umat manusia. Melalui
pembuatan klon, para ilmuwan dapat menciptakan mahluk baru,
dan seperti banyak diungkapkan dalam buku/film fiksi ilmiah,
mahluk yang diciptakan para ilmuwan dapat menguasai umat
manusia dan menghancurkan dunia.
INDUSTRI BIOTEKNOLOGI DUNIA
Industri bioteknologi boleh dikatakan dikuasai oleh Amerika
Dibawakan pada lokakarya LINK-STAID II di Ruang Komisi Utama Gedung II
BPPT, tgl 25 Maret 1997
Cermin Dunia Kedokteran No. 117, 1997 47
background image
Serikat. Dengan sistem ekonomi yang sangat menunjang inovasi
dan keberanian mengambil risiko, melalui venture capital, telah
tumbuh lebih dari 1311 perusahaan bioteknologi dengan penjual-
an total USD 13 milyar. Dari jumlah ini 265 merupakan per-
usahaan publik. Pada sekitar tahun 1980 setiap tahun dibentuk 80
perusahaan bioteknologi. Lebih dari 100.000 orang bekerja se-
cara langsung di perusahaan bioteknologi dengan gaji yang
cukup tinggi. Bilamana industri lain yang memasok industri
bioteknologi secara tidak langsung juga diperhitungkan maka
jumlah orang yang diberi kerja oleh industri ini bertambah lagi
dengan beberapa puluh ribu orang. Bersama dengan industri
informatika, industni bioteknologi merupakan industri utama
Amerika untuk penemuan (discovery) dan inovasi yang berdam-
pak luas terhadap kualitas hidup.
Dua puluh tahun yang lalu, pada tahun 1976, dua orang
Profesor (salah satu pemenang hadiah Nobel) dan seorang entre-
preneur, mendirikan Generitech di San Francisco. Sekarang
Genentech telah menjadi perusahaan bioteknologi terbesar dunia
dengan penjualan lebih dan USD 2 milyar, disusul oleh Amgen
yang juga berdomisili di San Francisco. Walaupun industri
bioteknologi kelihatannya sangat menggiurkan dan menantang
para investor dan ilmuwan, dan 1311 perusahaan bioteknologi
ini, hanya beberapa puluh saja yang sudah menguntungkan.
Sisanya masih merugi dan terus mengharapkan kucuran dana
dan para investor.
Menunut BIO online
(6)
sudah ada 60 juta orang yang telah ter-
tolong oleh 26 obat dan vaksin yang telah disetujui oleh FDA.
Sekarang masih ada 270 obat dan vaksin bioteknologi dalam
tarafpenelitian klinik fase II dan III, yang menunggu persetujuan
FDA dan beberapa ribu lagi yang masih dalam taraf penelitian
preklinik. Pada tahun 1994 dana penelitian yang dikeluarkan
oleh industri bioteknologi Amerika sebesar USD 7 milyar. Tujuh
perusahaan dengan pengeluaran biaya R&D tertinggi di USA
adalah perusahaan bioteknologi. Dengan biaya R&D yang sangat
besar uini diperkirakan banyak perusahaan yang harus mengeluar-
kan dana terus menerus untuk membiayai R&D ini mulai jenuh.
Di Inggris jumlah perusahaan bioteknologi hanya berjumlah
150. Keadaan ekonomi, peraturan pemerintah dan budaya kon-
servatif tidak begitu kondusif untuk perkembangat suatu industri
yang masih banyak meñthutuhkan investasi untuk penelitian,
dan banyak faktor ketidakpastian. Tetapi karena banyaknya ahli
bioteknologi di Inggris yang cukup inovatif dan kreatif maka
sekarang mulai ada investor yang berani menanamkan modalnya
di sana.
Di Jerman keadaannya juga tidak begitu merangsang untuk
industri bioteknologi. Terutama karena trauma perang dunia II,
saat para ahli jaman Hitler pernah mau menciptakan ras unggul
Aryan. Peraturan sangat ketat dan baru lima tahun terakhir mulai
dibuat kelonggaran dalam berbagai peraturan untuk penelitian
rekayasa genetik. Sekarang di Jerman diperkirakan ada sekitar 70
perusahaan bioteknologi. Mereka pada umumnya perusahaan
jasa
(5)
. Hal lain yang kurang mendukung perkembangan industri
bioteknologi di Eropa secara umum, ialah karena tidak berkem-
bangnya industri venture capital.
Menurut segmen pasar, penjualan produk bioteknologi adalah
sebagai berikut :
(semua perusahaan/perusahaan publik)
Therapeutics 42% / 69%
Diagnostics 26% / 15%
Supplier 15% / 5%
Ag-bio 8% / 8 %
Chemical, Environmental
and service 9% / 3%
Pengelompokan perusahaan menurut jumlah karyawan
(perusahaan publik):
Kecil (150 karyawan) 37%
Sedang (51­135 karyawan) 33%
Besar (136­299 karyawan) 18%
Top tier (300 lebih karyawan)
12%
Jumlah paten yang didaftarkan oleh perusahaan biotekno-
logi adalah:
Jumlah aplikasi ke PTO (Patent & Trade Office)
1994: 13.500
Perkiraan aplikasi pada tahun 1995 14.400
Perkiraan waktu persetujuan paten biotek dalam
bulan 20,8
Perkiraan waktu persetujuan paten lain dalam bulan 19,8
Jumlah paten biotek yang sudah dikeluarkan: ± 4.000
(67% penemu U.S., 15% EC, 13% Jepang dan 5%
bangsa lain)
Menurut survai yang dilakukan oleh BlO-online rata-rata
biaya pengembangan obat biofarmasi adalah antara $200 sampai
$350 juta, dan lamanya 6,9 tahun. Lebih murah dan lebih cepat
dibandingkan dengan pengembangan obat melalui skrin farma-
kologi senyawa sintesa kimiawi. Hal ini disebabkan karena pada
pengembangan obat melalui bioteknologi, senyawa kimia yang
diteliti sebetulnya merupakan molekul alamiah, yang sudah ada
di dalam badan kita. Dengan demikian kemungkinan efek toksik-
nya pada dosis terapeutik sangat rendah. Mengingat bahwa pada
penelitian bioteknologipada umumnya yang dicari adalah molekul
yang sebetulnya sudah ada dalam badan kita, yang mempunyai
suatu fungsi faal atau biokimiawi tertentu, dan yang diinginkan
adalah memperkuat fungsi ihi maka kalau sudah diketahui target
molekulnya maka waktu penemuannya relatif cepat.
Tabel 1. Selayang pandang (overview) pengembangan obat bioteknologi
Fase (tahun)
Test
Tujuan
Waktu
(tahun)
Penelitian binatang
dan laboratorium
20 sampai 80
sukarelawan sehat
100-300 pasien
sukarelawan
1.000-3.000 pasien
sukarelawan
Menilai keamanan dan
aktivitas biologis
Menilai keamanan
dan dosis
Menilai keamanan
dan efektivitas
Verifikasi kemagjuran
dan keamanan
1,8
3.4
(seluruh fase)
Preklinik
Klinik
Fase I
Fase II
Fase III
FDA review
Menilai kembali semua data untuk kemanjuran dan keamanan
Total
6,9
INDUSTRI BIOTEKNOLOGI INDONESIA
Mendapatkan data di Indonesia sangat sulit, karena tersebar,
Cermin Dunia Kedokteran No. 117, 1997
48
background image
Tabe1 2. Obat dan Vaksin Bioteknologi yang telah disetujui sampai 1994
(6)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Humulin
(recmbinant
human insulin)
Protropin
(somatrem)
lntron A
Orthoclone OKT3
Roferon-A
(recombinant
alfa-interferon)
Recombivax
Engerix-B
(Hepatitis B
Vaccine
recombinant)
Humatrope
Nutropin
Activase
(recombinant
alteplase)
Epogen
Procrit
(epoetin alfa)
Alferon N
(Interferon Alfa
-N3, Human
Leucocyte
Derived)
Adagen
(adenosine
deaminase)
Actimune
(gamma
interferon)
Neupogen
(Filgastrim)
Leukine
(yeast-derived
GM-CSF)
Ceredase/
Cerezyme
(aglucigerase)
Proleukine, IL-2
(Aldesleukin)
Eli Lilly
Genentech
Schering-
Plough
Ortho Biotech
Hoffman-La
Roche
Merck
Smith Kline
Beecham
Eli Lilly
Genentech
Genentech
Amgen
Ortho Biotech
Interferon
Sciences
Enzon
Genentech
Amgen
Immunex
Genzyme
idem
Chiron
Diabetes
growth hormone
inadequacy
hairy cell leukemia
genital warts
AIDS-related Kaposi's
sarcoma
non-A, non-B hepatitis
Hepatitis B
reversal of acute
kidney transplant
rejection
hairy cell leukemia
AIDS-related Kaposi's
sarcoma
hepatitis B vaccine
human growth
hormone deficiency
in children
growth hormone
failure due to chronic
renal insufficiency
prior to kidney
transplantation
acute myocardial
infarction
acute pulmonary
embolism
treatment of anemia
associated with chronic
renal failure and
anemia in Retrovir-
treated HIV infected
patients
chemotherapy
associated anemia
genital warts
treatment of infants
and children with
severe immuno
deficiency
management of chronic
granulomatous disease
chemotherapy-
induced neutropenia
bone marrow trans-
plant accompanied
neutropenia
autologous bone
marrow transplantation
Type 1 Gaucher's
disease
idem
treatment of renal
carcinoma
Oct. 1982
Oct. 1985
June 1986
June 1988
Nov. 1988
Feb. 1991
July 1992
June 1986
June 1986
Nov. 1988
July 1986
Sept. 1989
March 1987
Nov. 1993
Nov. 1987
June 1990
Dec. 1990
Oct. 1989
March 1990
Dec. 1990
Feb. 1991
June 1994
March 1991
April 1991
May 1992
21
22
23.
24
25
26
Recombinate
(rAHF)
Kogenate
(recombinant anti
hemophilic factor)
Betaseron
(recombinant inter
feron beta 1-B)
Pulmozyme
(Dnase)
Oncaspar
(pegasparagase)
ReoProTM
(abciximab)
Baxter
Healthcare
Miles
Berlex Lab/
Chiron
Genentech
Enzon/Rhone
Poulenc Rorer
Centocor, Inc.
blood clotting factor
VIII for the treatment
of hemophilia A
idem
relapsing, remitting
multiple sclerosis
cystic fibrosis
acute lymphoblastic
leukemia
reduce acute blood clot
related complications
for high risk
angioplasty patients
Dec. 1992
Febr. 1993
August 1993
Dec. 1993
Feb. 1994
Dec. 1994
tidak dapat ditemukan sumbernya atau memangnya tidak ada.
Angka-angka yang saya kemukakan pada kesempatan ini adalah
kira-kira (guestimate) dan bilamana anda mengetahui angka
yang lebih tepat mohon dikoreksi.
Indonesia sudah memiliki industri bioteknologi yang cukup
lumayan. Teknologinya pada umumnya didapatkan dan pe-
masok peralatan, atau didapatkan berdasarkan lisensi. Saya
perkirakan sekarang ada beberapa ratus industri bioteknologi
tradisional yang membuat tempe, oncom, tape, anggur. keju.
yoghurt dan sebagainya. Tetapi industri bioteknologi modern,
seperti industri yang membuat mono-sodium glutamate, lysine.
high-fructose syrup, asam sitrat, alkohol. vaksin hepatitis dan
berbagai kit diagnostik, hanya dapat dihitung dengan jari. Dalam
pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan dan perkebunan
juga sudah banyak dilakukan manipulasi bioteknologi, seperti
kultur jaringan, pemakaian biopestisida, dan bacillus thuringen-
sis. Kalau kita juga memasukkan perusahaan pemberi jasa impor
dan penjualan berbagai produk dan alat laboratonium yang diper-
gunakan oleh industri bioteknologi, maka jumlahnya akan men-
jadi lebih banyak. Penjualan industri bioteknologi Indonesia
untuk tahun 1994 saya perkirakan sudah mencapai lebih dari 300
milyar rupiah, terutama oleh produksi asam sitrat, sodium gluta-
mat dan lysine.
1) Bioteknologi kesehatan yang ada yaitu pembuatan vaksin
hepatitis B di Biofarma dan Mataram. Pembuatan obat secara
bioteknologi sampai sekarang sepengetahuan saya belum dilaku-
kan di Indonesia. BPPT Serpong yang memiliki reaktor 2500 liter
(?) telah membuat enithromisin, sefalosporin dan vitamin B 12
dalam skala laboratonium, tetapi belum diketahui kemampuan
untuk produksi secara komersial. Produksi kit diagnostik telah
dimulai oleh divisi Diagnostik Kalbe, dengan produksi dipstik
Dengue IgG, hepatitis B dan tes kehamilan. Saya perkirakan
obat, vaksin dan produk diagnostik dan industri bioteknologi
penjualannya sebesar Rp. 20 milyar.
2) Bioteknologi industri pangan merupakan industri yang
sudah banyak dilakukan di Indonesia dan termasuk industri
pangan tradisional, seperti produksi tempe, tape, oncom, anggur
dan sebagainya. Pada umumnya dilakukan perusahaan perumah-
an. Industri bioteknologi pangan yang lebih besar ialah industri
kecap, roti, bir, cuka, yoghurt, keju, high-fructose syrup, asam
Cermin Dunia Kedokteran No. 117, 1997 49
background image
sitrat, vetsin, lysine dan sebagainya. Sekarang industri biotekno-
logi pangan yang paling banyak jumlahnya. Bahkan Indonesia
sekarang mungkin menipakan produsen asam sitrat dan mono-
sodium glutamat yang terbesar di dunia.
Menurut laporan CIC
(7)
, ada 11 perusahaan yang mempro-
duksi asam glutamat dan monosodiumglutamat, dengan proyeksi
produksi total pada 1999 sebesar 220,000 ton, konsumsi 98,000
ton dan ekspor 122,000 ton. Ekspor pada 1994 adalah sebesar
69,915,325 kg. senilai USD 74,382,382. Ekspor lysine yang
diproduksi oleh Cheil Samsung Astra-Pasuruan pada tahun 1994
adalah 13,598 MT seharga USD 33,291,227. Untuk dua produk
ini, yang dibuat dengan fermentasi, ekspornya sudah mencapai
USD 107,673,600.
Bioteknologi pertanian di Indonesia juga merupakan suatu
industri yang sudah cukup lumayan perkembangannya. Kultur
jaringan untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan mem-
perbanyak tanaman secara masal telah diterapkan untuk pisang,
nenas, kentang, kelapa sawit, kelapa hibrida, dan sebagainya.
Dengan teknologi fusi sel dan rekayasa genetik telah dihasilkan
berbagai tanaman pangan dengan produktivitas yang sangat
meningkat, bahkan telah dihasilkan tanaman dengan sifat-sifat
yang diinginkan oleh konsumen. Juga telah dihasilkan berbagai
biopestisida dan tanaman yang menjadi resisten terhadap ber-
bagai penyakit. Perkiraan hasil penjualan dan produk biotekno-
logi pertanian diperkirakan berjumlah Rp. 10 milyar.
3) Bioteknologi lingkungan juga telah dimanfaatkan oleh
beberapa industri di Indonesia. PAU bioteknologi di Bandung di
bawah pimpinan Prof. Oei Ban Liang telah mampu menciptakan
berbagai sistem peralatan pengolahan limbah yang telah diper-
gunakan oleh banyak industri. Sayang kurang dipromosi se-
hingga masih belum diketahui oleh banyak orang.
MASADEPAN INDUSTRI BIOTEKNOLOGI INDONESIA
Bioteknologi di seluruh dunia sedang menjadi primadona
untuk penelitian dan menjadi incaran para investor karena di-
perkirakan akan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi.
Terutama dengan berhasilnya dilakukan kioning oleh para
ilmuwan Inggris dan proyek genom manusia yang diperkirakan
akan selesai pada tahun 2003.
Indonesia sebetulnya merupakan lahan yang sangat baik
untuk mengembangkan industri bioteknologi mengingat di-
milikinya keanekaragaman hayati yang sangat besar, dan ter-
sedianya sumber bio-energi yang relatif murah dan berlimpah
seperti molasses dan tapioka yang dapat dikonversi menjadi
glukosa.
Tetapi untuk dapat memanfaatkan keuntungan alamiah yang
tersedia, diperlukan sumber daya manusia terdidik, terlatih dan
yang berpengalaman dalain bioteknologi. ini yang tidak kita
miliki. Beberapa gelintir ilmuwan bioteknologi yang ada, ke-
banyakan bukan melakukan penelitian tetapi terlalu disibukkan
dengan pekerjaan administratif di universitas atau lembaga
pemerintah.
Untuk mengatasi hal ini diperlukan visi 2020 pengembang-
an industri bioteknologi Indonesia. Arah dan tujuan yang ingin
dicapai 25 tahun yang akan datang, strategi pencapaiannya dan
rencana kerja tahunan bersama tolok ukur/parameter untuk terus
dapat memonitor dan mengevaluasi derajat keberhasilan pen-
capaian tujuan.
Sebaiknya kita konsentrasi dalam 4 bidang industri bio-
teknologi, yaitu;
1. Bioteknologi pangan/pertanian/peternakan/perikanan/hor-
tikultur
2. Bioteknologi kesehatan, terutamaobat, vaksin dan diagnostik
3. Bioteknologi industri
4. Bioteknologi lingkungan
Untuk keempat bidang dibuat rencana kerja, anggaran be-
lanja, dan kebutuhan sumber daya manusianya. Strategi dasar
yang paling sederhana dan paling efisien ialah menentukan
produk yang sudah ada permintaannya dan mencari lisensi untuk
memproduksinya. Dengan cara demikian kita bisa memotong
kompas dan lebih cepat memupuk keahlian dan pengalaman
untuk kemudian dengan cepat dapat mengembangkan industri
bioteknologi yang mandiri. Untuk dapat melaksanakan hal ini
perlu sekali pemerintah membuat peraturan-peraturan yang me-
rangsang investor untuk mau melakukan investasi dalam industri
bioteknologi. Dasar peraturan untuk merangsang investasi pada
umumnya dapat digolongkan dalam 3 kelompok insentif:
1) Insentif fiskal, yaitu dana yang disediakan pemerintah dan
APBN untuk penelitian atau kegiatan lain yang merangsang
pengembangan industri.
2) Insentifmoneter, yaitu pinjaman bank dengan bunga rendah
atau peraturan yang mempermudah pinjaman dan bank.
3) Insentif perpajakan; semua biaya yang dikeluarkan untuk
penelitian dan investasi untuk alat penelitian dapat dibebaskan
dan pajak, bahkan dapat ditambah dengan 100 sampai 200%,
seperti yang dilakukan di Singapura dan Malaysia. Di negara
maju seperti USA, Jepang, Jerman, Inggnis, Perancis, Australia
dan Kanada, berbagai peraturan pemerintah memberikan insen-
tif untuk merangsang penelitian dan investasi dalam berbagai
industri yang dipandang akan sangat berperan untuk pertum-
buhan ekonomi di masa yang akan datang.
KESIMPULAN
Bioteknologi merupakan ilmu yang akan sangat besar dam-
paknya terhadap kualitas hidup umat manusia:
1) Industri bioteknologi akan merupakan lokomotif yang akan
mendorong ekonomi negara yang dapat menguasai ilmu dasar
biologi molekuler, rekayasa genetika, rekayasa biomolekuler
dan ilmu fermentasi.
2) Pendidikan dan penelitian bioteknologi harus dimulai di se-
kolah menengah, untuk dapat merangsang minat dan para siswa
sedini mungkin. Kita harus membuat rencana pengembangan
sumber daya peneliti bioteknologi.
3) Pemerintah harus merangsang para pengusaha dan indus-
triawan untuk mau melakukan investasi dalam industri bio-
teknologi dengan memberikan berbagai insentif, sepenti insentif
fiskal, insentif moneter dan insentif perpajakan.
4) Indonesia dengan keanekaragaman hayati yang sangat besar
dan dengan sumber bioenergi yang relatif murah, mempunyai ke
sempatan untuk membangun industri bioteknologi yang tangguh.
Cermin Dunia Kedokteran No. 117, 1997
50
background image
5) Industri bioteknologi yang memberikan nilai tambah ter-
besar adalah biofarmasi. Pada tahun 2000 diperkirakan kontri-
busi obat yang berasal bioteknologi akan sebesar USD 15 milyar
dan seluruh konsumsi obat dunia sebanyak USD 300 milyar.
4) Proyek akan diberikan insentif berupa: a). penyertaan modal
seed money sebesar minimal 50% dari jumlah modal yang di-
butuhkan. b). bebas pajak keuntungan perusahaan selama 5 tahun
setelah perusahaan untung. c). biaya penelitian ditambah 100%
diakui sebagai biaya perusahaan. d). Untuk investasi peralatan
penelitian dan modal kerja diberi pinjaman bank dengan bunga
12% per tahun.
6) Kebutuhan obat yang dibuat dengan bioteknologi dan mem-
punyai pasar besar ialah obat hipolipidemik (mevastatin, lova-
statin, pravastatin, fluvastatin dan simvastatin), obat sefalosporin,
obat antikarsinogenik, obat yang mempengaruhi susunan saraf
pusat dan berbagai zat yang mempengaruhi pertumbuhan.
5) Insentif demikian sebaiknya diberikan kepada industri yang
dinilai strategis untuk perkembangan ekonomi Indonesia dan
bila mereka melakukan R&D, seperti industri telekomunikasi,
transportasi darat, laut dan udara, industri hortikultur dan pe-
muliaan tanaman, mikroelektronika, informatika, ilmu material
(material sciences) dan sebagainya.
USULAN
Mengingat industri bioteknologi merupakan salah satu in-
dustri yang akan sangat besar peranannya dalam meningkatkan
kualitas hidup manusia dan juga berperan sebagai lokomotif
pembangunan ekonomi maka sebaiknya diberikan perhatian dan
insentif khusus oleh pemerintah untuk merangsang dunia usaha
swasta melakukan investasi dalam industri ini.
KEPUSTAKAAN
1. Watson JD, Crick FHC. A structure for DNA. Nature, 1953; 171(28):
736­738.
1) Pemerintah menyediakan dana penyemaian (seed money)
sebesar Rp. 50 milyar untuk merangsang swasta melakukan
investasi dalam industri bioteknologi.
2. Cohen S. Boyer H. Construction of biological functional bacterial plasmids
In vitro. Proc. NatI. Acad. Sci. U.S.A. 1973; 70: 3240.
2) Fihak peneliti universitas atau swasta yang mempunyai
gagasan untuk membuat suatu produk/jasa dalam bidang bio-
teknologi dapat mengajukan usulannya kepada suatu badan
(DRN, BPPT) yang akan menilai feasibility proyek tersebut.
3. Kohler G. Milstein C. Continuous cultures of fused cells secreting antibody
of predefined specifity. Nature, 1975, 256, 495.
4. BIO online, http:/www.bio.org.
5. Bernstein K. Biotech in Germany. Against all odds, a sector emerges.
Biocentury. March Ii. 1996.
3) Bilamana dinilai feasible, akan dicarikan mitra swasta yang
akan memasukkan dana penyertaan sebesar 50% atau lebih.
6. Biotechnology Drug Products. By the Biotechnology Industry Organization,
BIO Publications BIO Home page.
7. CIC. MSG industry and market in Indonesia, 8th July 1995. No. 177 pp 3­37
.
HEALTH CARE MEDICAL SPECIALIST
.
PT PUTRAMAS MULIASANTOSA is a company with a solid track record in the health care industry. We
have recently partnered with a reputable Australia Health Care firm to expand and bring the company to an
international standard in the industry.
In support of this growth, we are seeking highly qualified medical specialists to assume the following
appointments:
GYNECOLOGISTS
NEUROLOGISTS
INTERNISTS
ANAESTHESIOLOGISTS
OPTHALMOLOGISTS
RADIOLOGISTS
CLINICAL
PATHOLOGIST
SURGEONS
PEDIATRICIANS
CARDIOLOGIST
The successful candidates should have completed the WAJIB KERJA SARJANA and are willing to be
employed on a full-time basis. Highly motivated, dynamic and willingness to learn new ideas and practices
are qualities we are looking for.
We offer opportunities for growth and advancement plus exposure and training to international standards of
medical practice.
We welcome your CV with photo and certificates. Please address it to:
THE DIRECTOR
P0 BOX 4087
JKT 13040
Cermin Dunia Kedokteran No. 117, 1997 51