background image
Catatan singkat
Telah diketahui bahwa adanya hubungan antara gang-
guan kelenjar thyroid dan hypophysis pada penderita
yang berada dalam keadaan fase akhir kegagalan ginjal
(end stage renal failure).
M. WEISSEL meneliti kadar hormone penderita-
penderita dengan kegagalan ginjal dan dari data-data
yang diperoleh dapat ditarik kesimpulan bahwa akibat
awal dari kegagalan ginjal adalah gangguan pengontrolan
terhadap Growth hormone. Pada keadaan yang lebih
lanjut dari kegagalan ginjal tersebut baru ditemukan
gangguan hypothalamo-hypophysis. Juga didapatkan pe-
ningkatan Prolactin pada keadaan menurunnya fungsi
ginjal. Akan tetapi tidak didapatkan adanya pengaruh
yang bermakna akibat uremia terhadap sekresi thyroid
releasing hormone seperti yang didapatkan oleh peneliti-
peneliti lain.
M. WEISSEL et al.
Acta
Endocrinologica 90 : 23-32, 1979.
Carcinoma mammae merupakan jenis kanker yang
cukup banyak dijumpai di Indonesia, pada kasus dengan
stadium lanjut umumnya pengobatan hanya bersifat
paliatip saja.
T. PRIESTMAN et al mencoba meneliti penderita-
penderita carcinoma mammae stadium lanjut yang men-
dapatkan pengobatan hormonal dan yang mendapatkan
pengobatan dengan sitostatika. Dari penelitian yang di-
lakukannya didapatkan kesimpulan bahwa pada penderi-
ta yang mendapat pengobatan sitostatika didapatkan
respons yang lebih baik terhadap lamanya remisi diban-
ding dengan penderita yang mendapatkan pengobatan
hormonal. Akan tetapi ke dua jenis pengobatan terse-
but di atas tidak mempunyai pengaruh terhadap survival
rate.
BMJ 2 : 1673
1674, 1978.
Dewasa ini beta blocker baik yang kardioselektip
maupun yang bukan banyak dipakai untuk penderita
hypertensi.
Wright et al mendapatkan pada penelitian mereka bahwa
penderita diabetes dengan hypertensi yang diobati de-
ngan beta blocker : metaprolol (100 mg dua kali sehari)
atau propranolol ( 80 mg dua kali sehari ) untuk satu
bulan yang diikuti dengan diet dan pemberian anti-
diabetik oral, timbul kenaikan kadar gula darah yang
cukup bermakna. Oleh sebab itu ia menganjurkan untuk
tidak menggunakan beta blocker bersama-sama dengan
pemberian antidiabetik oral.
BMJ
1 : 159, 1979.
Dewasa ini banyak cara kontrasepsi yang dipakai
diseluruh dunia, disamping itu juga banyak ditemukan
efek samping dari pemakaian kontrasepsi yang telah ada.
Berhubung banyaknya pemakaian kontrasepsi dewasa
ini (di Amerika 68 -- 70% wanita memakai kontrasepsi)
maka rupa-rupanya para peneliti terus mencari cara-
cara lain yang lebih baik.
Tahun yang lalu National Academy of Science telah
mengadakan simposium mengenai kontrasepsi, dimana
pada simposium tersebut dibicarakan penelitian dan
pengembangan metoda yang tidak membahayakan te-
tapi cukup efektip ( Chem/Eng News 6,22.5. 1978 ).
Salah satu penemuan tersebut ialah
"
Antifertility
vaccin" yang sekarang sedang dicoba oleh Rockefeller
Foundation. Vaksin tersebut merangsang pembentukan
antibody terhadap gonadotropine. Dan vaksin ini telah
dicoba pada 36 wanita tanpa menunjukan efek samping
yang berarti. Daya kerja vaksin tersebut adalah delapan
sampai dua belas bulan, akan tetapi untuk pembentukan
antibody tersebut dibutuhkan waktu beberapa bulan.
Pharmazeutische Industrie 41 (1) : 64. 1979.
Dengan adanya operasi
"
Coronary artery by pass"
dewasa ini rupanya para penderita penyakit jantung
coronair mulai mendapat titik terang dan kemungkinan
untuk tidak menjadi invalid bagi mereka menjadi sema-
kin besar.
J. WALLWORK et al meneliti 115 penderita yang
mengalami coronary artery by pass, dimana sesudah
operasi 75 penderita dapat kembali bekerja penuh seper-
ti keadaan normal dan 59 penderita baru dapat menger-
jakan pekerjaan mereka semula sesudah dua sampai
enam bulan pasca operasi. Peneliti berkesimpulan bahwa
coronary artery by pass tidak saja menghilangkan gejala
akan tetapi juga meningkatkan kesanggupan penderita
untuk dapat bekerja seperti sedia kala.
J. WALWORK et al. BMJ 2 : 1680
1681, 1978.
Penderita yang tidak dirawat dirumah sakit sebaik-
nya tidak diberikan Sulphinpyrazone bersama-sama de-
ngan anticoagulant, demikian anjuran MATTINGLY
et al. Hal ini dikemukakan sebab ia menjumpai
timbulnya perdarahan gastrointestinal yang hebat pada
seorang penderita yang mendapat pengobatan 200 mg
Sulphinpyrazone empat kali sehari bersama-sama dengan
pemberian 8 mg warfarin sehari.
BMJ 2 :
1786, 1978.
48
Cermin Dunia Kedokteran No. 14, 1979