ABSTRAK
ANTIPIRETIKA
Suatu penelitian terbuka yang di-
lakukan atas 348 bayi berusia 624 bu-
lan yang demam lebih dari 39°C mem-
bandingkan efektivitas sirup ibuprofen
7,5 mg/kg.bb, sirup parasetamol 10 mg/
kg.bb atau aspirin puyer 10 mg/kg.bb.
Semua dosis tersebut efektif menu-
runkan demam, sedangkan efek sam-
ping ditemukan pada masing-masing 13
kasus ibuprofen, 4 kasus aspirin dan 1
kasus parasetamol.
Inpharma, 1997: 1076: 19
Brw
GANJA UNTUK TERAPI
Debat mengenai penggunaan mari-
juana/ganja atas indikasi medik masih
terus berlanjut di AS. Selama ini mari-
juana telah dicobakan pada glaukoma,
penurunan berat badan pada AIDS dan
untuk mengatasi mual/muntah akibat
sitostatika.
Negara bagian Arizona dan Califor-
nia telah mengizinkan para dokternya
meresepkan marijuana untuk indikasi
medik; meskipun demikian, peraturan
federal masih tetap menyatakan obat
tersebut terlarang sehingga penggunaan-
nya masih tetap melanggar hukum
federal AS.
Inpharma 1997; 1080: 5
Brw
ACUPRESSURE UNTUK MUAL
Para dokter di AS telah meneliti efek
acupressure terhadap rasa mual selama
anestesi spinal pada sectio caesarea.
Sejumlah masing-masing 25 wanita
yang menjalani sectio caesarea elektif
mendapat gelang acupressure di per-
gelangan tangan + NaCl drip, gelang
plasebo + NaCl drip atau gelang pla-
sebo + metoklopramid 10 mg. iv 15
menit sebelum anestesi spinal. Rasa mual
dirasakan pada 16% penerima metoklo-
pramid. 25% penerima acupressure dan
76% penerima plasebo, tetapi kejadian
muntah tidak berbeda bermakna di an-
tara ketiga kelompok tadi.
Inpharma 1997; 1080: 16
Brw
MANFAAT CT SCAN SERIAL
PADA CVD
Para peneliti di AS melakukan studi
CT scan serial atas 103 pasien CVD
hemoragik yang dilakukan pada saat
masuk rumahsakit, 1 jam dan 20 jam
kemudian.
Ternyata 26% menunjukkan perluas-
an perdarahan dalam 1 jam dan bertam-
bah 12% lagi pada pengamatan 20 jam.
Pertambahan perdarahan dalam 1 jam
berkaitan dengan perburukan klinis.
Penelitian ini tidak berhasil menemu-
kan faktor atau tanda klinis yang dapat
meramalkan perluasan perdarahan ter-
sebut.
Stroke 1997 28: 15
Brw
FAKTOR RISIKO DM
Seseorang berisiko tinggi menderita
diabetes melitus bila memiliki salah satu
sifat berikut:
* gemuk (BMI 27 kg/m2 atau berat
badan 120% ideal)
* ayah atau ibunya menderita DM
* pernah menderita DM gestasional
atau melahirkan bayi 4 kg.
* hipertensif ( 140/90 mmHg)
* HDL 35 mg/dl dan/atau tiiglisenid
250 mg/dl
* kadar glukosa plasma puasa abnormal
atau tes toleransi glukosa abnormal.
D&TP 1997; 10(7): 13
Hk
THALIDOMIDE
Thalidomide obat yang pernah
menghebohkan dunia karena menyebab-
kan cacad lahir akhir-akhir ini mulai
mendapat tempat kembali.
Obat ini direkomendasikan oleh
WHO untuk pengobatan ENL suatu
bentuk klinis lepradan sedang diselidiki
manfaatnya untuk kanker, AIDS dan
reaksi graft vs. host.
Meskipun demikian, penggunaan-
nya tetap harus diawasi dengan ketat,
karena penggunaan dengan indikasi baru
ini telah dikaitkan dengan munculnya
40 kasus bayi dengan deformitas di
Brazil.
MarketLetter 1997; 24(36): 19
Hk
SULIT TIDUR
Anjuran bagi para lanjut usia yang
sering mengalami kesulitan tidur:
* Saat makan dan tidur yang selalu ter-
atur.
* Tidur ayam (nap) kurang dari 30
menit sehari.
* Berolahragalah secara teratur.
* Ke luar rumah, terutama di sore hari.
* Batasi kafein dan alkohol.
* Hindari tembakau
* Batasi minum/cairan di saat men-
jelang tidur.
* Perhatikan obat-obatan yang mung-
kin mempengaruhi tidur.
Sedangkan obat-obatan yang dapat
menyebabkan insomnia antara lain:
alkohol, kafein, beta-blockers, bronkho-
dilator, kortikosteroid, stimulan SSP,
dekongestan, difenilhidantoin dan anti-
depresan yang bersifat stimulating.
JAMA 1997; 278(16): 1303
Hk
TERAPI DEMAM TIFOID
Demam tifoid dapat diatasi dengan
salah satu pengobatan berikut: cef-
triakson-Na 1 g/hari iv., siprofloksasin
2 dd 500mg. parenteral/oral, ofloksasin
2 dd 400 mg. parenteral/oral, atau khlo-
ramfenikol 50 mg/kg.bb/hari dibagi
dalam 4 dosis.
Obat-obat tersebut diberikan selama
15 hari.
JAMA 1 997; 287(10): 85750
Hk
Cermin Dunia Kedokteran No. 123, 1999 47