cdk vol. 34 no. 6/159 Nov - Des 2007
327
3. Bagaimana konsumen online menetapkan website keseha-
tan yang bisa dipercaya
Secara konvensional, hubungan pasien dengan dokter adalah
bertemu muka langsung. Namun sejalan dengan perkemba-
ngan teknologi informasi yang demikian pesat khususnya inter-
net, sudah banyak pasien yang mencari informasi melalui inter-
net dan berkonsultasi dengan dokter internet.
Bagaimana cara para pasien memilih dokter atau situs yang
mereka percayai untuk berkonsultasi menjadi hal yang menarik
didasarkan pada riset yang dilakukan oleh P. Briggs dkk. dari
Inggris.
4. Evaluasi pemanfaatan website-website yang menginforma-
sikan Kanker
Banyak pihak membangun website yang berisi informasi se-
putar kanker. Tentu semua ini baik; mencerminkan kepedulian
yang besar dari anggota masyarakat terhadap mereka yang
mengalami musibah tersebut. Penelitian R. Butera, dari Scien-
tiÞ c Institute of Pavia, Pavia, Italia, terhadap 13 website kanker,
menghasilkan data sebagai berikut:
- 8 website dikelola oleh institusi pelayanan kesehatan (rumah
sakit, klinik, dll.)
- 5 website dijalankan oleh pasien/dokter/peneliti
- fasilitas searching (pencarian) pada web-web yang diteliti,
sangat jelek, hanya satu web yang sangat efektif
- isi website sangat terbatas, hanya sedikit yang berhubu-
ngan dengan perkembangan penyakit, topik-topik yang disu
kai pasien (dibutuhkan), sementara yang mendominasi adalah
yang berhubungan dengan kultur kedokteran (semacam text
book, penulis).
Kesimpulannya, sekitar 2/3 website yang diteliti gagal memenuhi
keinginan sebagian pasien yang mencari informasi
Topik-topik hasil penelitian yang menarik lainnya:
a. Generation We-Dot-Com 2.0: How young people use the Internet
for health information, dibawakan oleh pembicara dari Spanyol
b. Respons dokter terhadap e-mail pasien yang tidak dikenal
untuk menanyakan nasehat kesehatan, oleh pembicara dari
Leipzig, Jerman
c. e-Health services for motivating the eldery towards better
self-care oleh wakil Finlandia
d. Teleconsultation in maxillo-facial surgery and stomatology: A
2-years experience bersama pembicara dari Ukraina
e. The STI (sexual transmitted infection) outpatient clinic online
- The use and efÞ cacy of online Syphilis testing and the
development of full-scale STI & HIV testing and notiÞ cation
applications online (Belanda)
f. Knowledge management in medical online information
g. Evidence based IT: Adaptation of the concept of evidence-
based-medicine to eHealth (Germany)
h. Internet-based Cholesterol Assessment Trial (I-CAT)
(Australia)
Presentasi Perkembangan web di Indonesia
Pada kesempatan ini, sempat pula dipresentasikan perkemba-
ngan website kesehatan di Indonesia seperti terlihat pada foto.
Asia Anti-aging, Nusa Dua Bali, 7-9 September 2007
Seminar Asia Anti-Aging ketiga yang diselenggarakan di Nusa Dua
Beach Hotel, Bali, 7-9 September 2007, dihadiri oleh sekitar 200
peserta dari berbagai negara seperti Amerika, German, Jepang,
India, Australia, Indonesia, Malaysia dll.. Tema dari kegiatan terse-
but adalah "Connecting Science to Clinical Practice".
Acara diawali dengan kata sambu-
tan dan pemukulan gong oleh ketua
panitia Asia Anti-Aging Prof. Dr.
Wimpie Pangkahila, MD, SpAnd,
FAACS. Dalam sambutannya be-
liau menyampaikan bahwa konfe-
rensi Asian Anti-Aging ini meru-
pakan kali ketiga diadakan di Bali,
Indonesia. Serta terus dilaksanakan mengingat perkembangan
anti-aging medicine sebagai ilmu baru di dunia kedokteran ternya-
ta berkembang dengan sangat pesat. Selain itu saat ini berbagai
dokter maupun praktisi kesehatan mulai marak berpraktek atau
menggunakan produk anti-aging, yang dikhawatirkan adanya
salah pandang, salah persepsi ataupun penggunaan produk anti
aging yang tidak benar. Beliau berharap dari program ini mem-
berikan informasi yang benar tentang anti-aging medicine.
Topik awal yang disampaikan berkenaan dengan anti-aging
adalah dasar-dasar integatif Anti aging medicine serta aplikasi
klinis berdasarkan evidence-based yang disampaikan oleh dr.
Wimpie Pangkahila. Proses tua (aging) disebabkan oleh dua
faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Untuk faktor inter-
nal secara basic dibagi lagi menjadi dua kategori yaitu 1. Wear
dan tear theory. 2. Program theory. Yang termasuk dalam wear &
tear theory adalah kerusakan DNA, glikosilasi, radikal bebas dan
inß amasi, sedangkan untuk program theory termasuk adalah rep-
likasi sel, proses imun dan neuroendokrin. Untuk faktor ekster-
nal proses aging meliputi diet yang tidak sehat, gaya hidup, ke-
biasaan buruk, polusi dan stres. Aplikasi klinik tentang anti-aging
saat ini berdasarkan evidence base antara lain adalah :
1. Penggunaan vitamin C dan E untuk menjaga kesehatan
arteri
2. Aspirin dosis kecil untuk mengatsai stroke iskemik
3. Androgen replacement therapy untuk meningkatkan fungsi
sexual pada pria dengan hipogonadism
4. Terapi testosteron untuk meningkatkan pertumbuhan penis
pria dengan fungsi ereksi yang normal
5. Kombinasi PDE5 inhibitor dengan testosteron sebagai terapi
terbaru pada ED
6. Terapi testosteron untuk memperbaiki kerusakan vena pada
pasien diabetik yang mengalami ED.
7. Growth hormone replacement therapy untuk memperbaiki
bentuk tubuh dan proÞ l lemak tanpa menimbulkan efek
samping yang serius.
8. Coenzym Q10 dapat memperlambat progres penyakit
parkinson.
9. Mengkonsumsi multivitamin dan mineral: selenium 100mcg,
Zinc 20 mg dan vitamin 200 mg untuk membantu meningkat-
kan sistem imun dan melindungi teradap paparan infeksi.
Kedepannya intervensi anti aging medicine lebih mengarah ke
teknologi biomedical yaitu terapi stem sel, cloning, nanoteknologi.
ArtiÞ cial organ dan nerve impulse continuity (brain/spinal cord).
Dr. Robert Goldman M.D, Ph.D, D.O, FAASP ketua American Aca-
demy of Anti Aging Medicine (A4M) mengatakan bahwa kita harus
mulai selangkah lebih maju dan mulai memikirkan tentang biomedi-
cal. Teknologi baru akan merubah obat-obatan sama halnya seperti
elektronik dan komputer yang juga dapat merubah hidup kita.
Dihari kedua dan ketiga adalah kegiatan workshop yang dibagi
menjadi 2 bagian yaitu workshop tentang hormon dan aging,
dan kelompok lainnya adalah Þ rst line aesthetic medicine.
Dr. Michael Klentze MD, PhD, ABAAM menjelaskan tentang
A4M Clinical Guidelines mengenai standard terbaru hormon
328
cdk vol. 34 no. 6/159 Nov - Des 2007
replacement therapy untuk anti-aging yaitu Testosteron, GH,
Melatonin dn T3-T4-TSH.
Testosteron kadarnya mengalami penurunan 0,82 ng/dL per ta-
hun pada pria usia 40-70 tahun, sedangkan normal testosteron
total adalah 200ng/dL (6,9 nmol/L) Sekresi testosteron pada
pagi hari lebih tinggi dibandingkan sore. Sehingga kadar yang
menurun dari testosteron dapat menimbulkan terjadinya fraktur,
otot lemah, peningkatan fat dll.
Untuk tindakan replacement Human Growth Hormon (HGH)
harus dimulai dari dosis kecil kemudian baru ditingkatkan. Do-
sis yang digunakan adalah 0,2 mg hingga 4 mg. Sebelum HGH
replacement harus dilakukan pemerikasan lab terhadap testos-
teron, estrogen, arginin, ornithin dll.
Melatonin dibentuk dari triptopan dan bermanfaat untuk membuat
serotonin. meningkat pada malam hari. Peningkatan melatonin
akan menimbulkan rasa kantuk selain juga meningkakan kadar
sex hormon yang ada pada tubuh, mencegah terjadinya cancer,
peningkatan sistem imun. Injeksi melatonin akan terlihat hasilnya
setelah 3-5 hari pemberian. Cara meningkatkan melatonin adalah
pemberian suplemen, tidur, meditasi dan olahraga. Sedangkan
faktor yang dapat menurunkan kadar melatonin adalah penggu-
naan beta blocker, ca canal blocker, kafein dan tembakau.
Dr. Steven Joyal, MD mempresentasikan mengenai evidence-
base medicine untuk memperoleh kesehatan yang optimum,
pencegahan penyakit dan sebagai terapi saat sakit. Beliau
menjelaskan menganai 10 nutrisi penting yang bermanfaat
untuk kesehatan diantaranya yang dibahas adalah ubiquinol
CoQ10, pomegranate, SOD (ekstrak melon), DHEA dll.
Pembicara dari Jepang dr. Sawoko Hibino MD, PhD menyam-
paikan presentasinya mengenai Placental Growth Factor sebagai
terapi anti aging. Beliau menyebutkan bahwa terapi mengguna-
kan ekstrak plasenta bukan hal baru. Pengobatan tradisional Cina
telah menggunakannya sekitar 4000 tahun yang lalu. Dahulu
awalnya digunakan untuk menyembuhkan ulkus, chronic hepatic
injuries. Namun selanjutnya dikembangangkan penggunaan
ekstrak plasenta ini untuk menekan nyeri pada kondisi reumatoid
artritis, dermatitis atopik dan neuralgia. HPE juga diketahui memi-
liki aktiÞ tas sebagai anti-inß amasi, anti-sunburn, anti-pigmentasi,
anti-mutagenesis, anti-anaÞ laxis dan anti-oksidatif.
Soo-hwa Kim dari Korea menyampaikan hasil penelitian ten-
tang material baru untuk anti aging dan pemutih kulit dari ba-
han herbal. Beliau menyampaikan bahwa material baru den-
gan bahan dasar herbal tradisional dapat menghambat proses
penuaan pada kulit in vitro. 5 ekstrak herbal tersebut adalah
Tussilago farfara L, Rhus javanica Linne, Rhus verniciß ua, Sho-
pora anguatifolia dan Pueraria thunbergiana yang memiliki tiga
kali lipat aktiÞ tas anti-tirosinase dari arbutin. Tussilago farfara
L menunjukkan lebih dari 30% menghambat aktiÞ tas elastisitas,
sehingga disimpulkan herbal medicine memiliki kemampuan
potensial menghambat proses penuaan dan memiliki efek pe-
mutih bagi kulit, yang tentunya akan lebih aman penggunaan-
nya dibandingkan dengan kosmetik berbahan dasar kimia.
Dr. Erik Alexander Richter, MD membawakan presentasi men-
genai asam lemak esensial. Trigliserida terdiri dari CIS dan
Trans fat. Juga tentang asam lemak omega 3, 6 dan 9. Opti-
mum balance omega 6:3 adalah 2:1. Dan yang diharapkan un-
tuk menjaga tubuh dalam kondisi sehat adalah apabila omega 6
dan lemak trans rendah.
Di hari terakhir topik yang dibahas beberapa pembicara adalah
mengenai nutrisi, seperti dr. Michael Elstein, MD, ABAAM me-
nyampaikan makalahnya tentang strategi untuk mengatur berat
badan dengan kombinasi nutrisi-hormon, dr. James Bell PhD
tentang anjuran olahraga untuk pasien obesitas, gejala metabo-
lik, serta pasien dengan gangguan saluran napas dan kardio-
vaskular. ( MML )
Simposium Atopiclair pada PIT X PERDOSKI, 2-4
Agustus 2007
Kalbe.co.id - Pada tanggal 2-4
Agustus 2007 di Hotel Shangri-
La Surabaya telah berlangsung
satu event tingkat nasional yaitu
PIT X PERDOSKI (Perhimpu-
nan Dokter Spesialis Kulit & Kelamin Indonesia) yang diketuai
oleh dr. Lukman Hakim, SpKK. PIT X PERDOSKI ini mengam-
bil tema "Penyakit Kulit Akibat Kerja" untuk menuju pelayanan
penyakit kulit akibat kerja dan dermatitis kontak yang bermutu
guna meningkatkan kualitas hi-dup. Acara ini diikuti sekitar 500
dokter spesialis dan residen kulit dan kelamin dari seluruh Indo-
nesia. Tak mau ketinggalan, PT Kalbe Farma turut berpartisi-
pasi dalam acara tersebut. Selain dalam bentuk stand pameran
selama acara berlangsung, pada tanggal 3 Agustus 2007, PT
Kalbe Farma juga berpartisipasi dalam salah satu simposium
satelit dengan topik Breakthrough on Non Steroid Treatment for
Dermatitis.
Bali Orthodontic Conference and Exhibition, 9 -
11 Agustus 2007
Kalbe.co.id - Bertempat di Hard Rock
Hotel Bali, Ikatan Ortodonti Indonesia
(IKORTI) kembali mengadakan kon-
ferensi untuk kedua kalinya. Acara ini
berlangsung dari tanggal 9 hingga 11
Agustus 2007, diikuti lebih dari 400
dokter gigi baik spesialis ortodonsi,
residen maupun dokter gigi umum yang berminat pada bidang
orthodonsi. Pada kesempatan itu, turut juga diperkenalkan
produk herbal baru Kalbe Farma, Aloclair, pengobatan bagi
mereka yang bermasalah dengan gusi.
The 6th Annual Dies Natalis Faculty of Medicine
Universitas Pelita Harapan. 1 September 2007
Kalbe.co.id - Ratusan un-
dangan yang terdiri dari
mahasiswa/siswi, dosen
dan dokter undangan lain-
nya hadir mendengarkan
presentasi dari dr Boenya-
min Setiawan PhD mengenai The Potential Clinical Applications
of Stem Cells. Dalam pemaparannya pakar Stem Cell Indone-
sia tersebut menyebutkan bahwa dalam tubuh manusia, tanpa
kita sadari ada sekitar 100 trilyun sel. Sel-sel yang mengandung
DNA dalam inti sel ini diberi kehidupan oleh darah melalui pem-
buluh darah. Betapa pentingnya peran pembuluh darah terse-
but, sehingga ada teori yang mengatakan bahwa kehidupan
mahluk hidup itu tergantung dari bekerja atau tidaknya sel-sel
pembuluh darah alias Endothelial Progenitor Cells (EPC).