326
cdk vol. 34 no. 6/159 Nov - Des 2007
Lfhjbubo
Jmnjbi
Konferensi
Mednet 2007,
8 - 10 Oktober,
Leipzig - Jerman
Sekitar 220 orang yang berasal dari 25 negara berkumpul di
satu kota kecil (eks) Jerman Timur, Leipzig. Selain dokter, pro-
fesi mereka beragam, seperti dari bidang teknologi informasi
(IT people), kesehatan mental / psikologi dan etik, sumber
daya manusia, peneliti, perusahaan (farmasi dan alat-alat ke-
dokteran), dll. Penulis dari Indonesia (satu-satunya wakil Asia
selain Jepang) bersama-sama dengan peserta dari negara-
negara lain seperti: Amerika Serikat, Australia, Belanda, Belgia,
Brazil, Finlandia, Inggris, Iran, Italia Jerman, Jepang, Republik
Cekoslowakia, Turki, Polandia, Spanyol, Switzerland, Ukraina,
Yunani serta perwakilan WHO dan EU, sejak tanggal 8 hing-
ga 10 Oktober mengikuti Konferensi Dokter Internet se-dunia
yang dikenal dengan sebutan Konferensi Medical Internet
(Mednet). Konferensi tahunan kali ini mengangkat topik "Med-
net 2007: eHealth Entrepreneurship & Evidence". Tercatat
hingga tahun 2007 ini, organisasi Society for Internet and Medi-
cine (SIM) sudah berhasil menyelenggarakan konferensi tingkat
dunia ini untuk kedua belas kalinya. Saat ini organisasi tersebut
bekerjasama dengan Leipzig Graduate School of Management
sebagai tuan rumah.
Sehari sebelum konferensi, diadakan workshop yang memba-
has CASCOM (Context-Aware Business Application Service
Coordination in Mobile Computing Environments). Menurut info
yang dipaparkan oleh dr Ari Kinnunen dari Emergency Medi-
cal Assistance (EMA) Finlandia, proyek CASCOM ini sedang
dikerjakan bersama-sama di negera-negara seperti: Jerman,
Swedia, Swiss, Portugal, Spanyol, Finlandia, Austria dan Italia.
Menurut dr Ari, suatu saat Catatan Medik elektonik seluruh du-
nia (Global Electronic Medical Record) akan menjadi kenyataan.
Tentu hal ini menggunakan internet sebagai satu-satunya media
yang diterima semua orang. Saat ini, jika hal itu belum terjadi,
lebih disebabkan oleh hal-hal yang bersifat politik dibandingkan
dengan masalah teknik.
Teknologi CASCOM menurut dr Ari sangat cocok untuk di-
jalankan saat ini. Bayangkan jika kita jatuh sakit di tempat asing.
Bagaimana kita bisa mengetahui dengan segera lokasi rumah
sakit terdekat yang bisa merawat penyakit yang kita alami? Lalu
bagaimana pula cara kita menceritakan gejala penyakit yang
kita alami dengan bahasa (minimal) Inggris agar bisa dimengerti
oleh petugas kesehatan yang memeriksa kita? Hal-hal di atas
merupakan salah satu dari banyak masalah yang bisa dise-
lesaikan jika kita mengikuti pertukaran data dengan teknologi
CASCOM.
Dengan ponsel pintar (smart phone), unit gawat darurat (UGD)
dan Rumah Sakit yang telah mengadopsi Teknologi CASCOM,
data bisa ditemukan lebih cepat. Dengan demikian perawatan
pasien bisa segera dimulai dan prognosis akan lebih baik
dibandingkan dengan perawatan yang terlambat.
Suasana yang mendukung kewirausahaan
Berbeda dengan di Indonesia, di mana pembukaan acara dilaku-
kan setelah laporan Ketua Panitia Pelaksana, pada konfe-rensi
kali ini, pembukaan dilakukan oleh Presiden SIM, dr Hans van
der Slikke, spesialis ilmu Kebidanan dan Kandungan dari negeri
Belanda. Kemudian tampil Ketua Panitia Pelaksana dr Chris-
tian Elsner MBA, Direktur Center for Healthcare Management
(CHM) pada Leipzig Graduate School of Management. Menurut
dr Christian, pada konferensi kali ini sengaja dibuat iklim yang
bisa dijadikan lahan pertemuan para pengusaha dalam bidang
medical internet, tentu tidak dilupa-kan juga semangat pendeka-
tan berbasis bukti (evidence based) yang memang menjadi mo-
tor bagi bidang kedokteran seluruh dunia.
Jalannya konferensi
Selain topik-topik yang dibawakan oleh para Pembicara Tamu
peserta bisa memilih satu dari 3 track yang berjalan paralel.
Track I: membahas pelbagai hal tentang Business Concepts
and Systemic Economic Effects (tentang e-health) dan Tele-
medicine
Track II: membahas Clinical Workß ow Support dan e-Trail
Track III: membahas Web-based Consultation and Health Ter-
minals, Virtual Clinic Online and Quality of Information
Beberapa topik menarik yang sempat penulis ikuti adalah:
1. Rekam Medis Elektronik
Topik ini dibawakan secara menarik oleh Dr Volker Wetekam,
CEO of Siemens Medical Solution Health Service di Jerman.
Menurut doktor lulusan Leipzig ini, suatu saat nanti, e-Health
bisa meningkatkan kolaborasi antar penyedia jasa pelayanan
kesehatan. Rekam Medis Elektronik merupakan dasar yang
penting untuk mencapai situasi tersebut. Internet, ramal lulu-
san pelbagai sekolah bisnis di Frankfurt, London dan San Di-
ego ini, bisa memacu perkembangan industri kesehatan secara
global dalam 5 - 6 tahun ke depan. Saat ini industri kesehatan
umumnya masih bersifat lokal ataupun regional, namun ke de-
pan dengan didukung internet sangat mudah untuk mencapai
tingkat global.
2. Komunitas Kesehatan Online
Lisa Neal dari Amerika Serikat menyoroti pelbagai komunitas
kesehatan online yang saat ini menjamur. Komunitas tersebut
sangat membantu, baik pasien maupun keluarganya untuk
mempelajari penyakitnya, mencari bantuan maupun untuk sa-
ling mendukung / memberi semangat. Lisa Neal adalah Adjunct
Assistant Clinical Professor dari Public Health and Family Medi-
cine di Tufts University School of Medicine. Selain itu pula, Lisa
sudah meraih gelar Doktor pada Computer Science dari Har-
vard University.
cdk vol. 34 no. 6/159 Nov - Des 2007
327
3. Bagaimana konsumen online menetapkan website keseha-
tan yang bisa dipercaya
Secara konvensional, hubungan pasien dengan dokter adalah
bertemu muka langsung. Namun sejalan dengan perkemba-
ngan teknologi informasi yang demikian pesat khususnya inter-
net, sudah banyak pasien yang mencari informasi melalui inter-
net dan berkonsultasi dengan dokter internet.
Bagaimana cara para pasien memilih dokter atau situs yang
mereka percayai untuk berkonsultasi menjadi hal yang menarik
didasarkan pada riset yang dilakukan oleh P. Briggs dkk. dari
Inggris.
4. Evaluasi pemanfaatan website-website yang menginforma-
sikan Kanker
Banyak pihak membangun website yang berisi informasi se-
putar kanker. Tentu semua ini baik; mencerminkan kepedulian
yang besar dari anggota masyarakat terhadap mereka yang
mengalami musibah tersebut. Penelitian R. Butera, dari Scien-
tiÞ c Institute of Pavia, Pavia, Italia, terhadap 13 website kanker,
menghasilkan data sebagai berikut:
- 8 website dikelola oleh institusi pelayanan kesehatan (rumah
sakit, klinik, dll.)
- 5 website dijalankan oleh pasien/dokter/peneliti
- fasilitas searching (pencarian) pada web-web yang diteliti,
sangat jelek, hanya satu web yang sangat efektif
- isi website sangat terbatas, hanya sedikit yang berhubu-
ngan dengan perkembangan penyakit, topik-topik yang disu
kai pasien (dibutuhkan), sementara yang mendominasi adalah
yang berhubungan dengan kultur kedokteran (semacam text
book, penulis).
Kesimpulannya, sekitar 2/3 website yang diteliti gagal memenuhi
keinginan sebagian pasien yang mencari informasi
Topik-topik hasil penelitian yang menarik lainnya:
a. Generation We-Dot-Com 2.0: How young people use the Internet
for health information, dibawakan oleh pembicara dari Spanyol
b. Respons dokter terhadap e-mail pasien yang tidak dikenal
untuk menanyakan nasehat kesehatan, oleh pembicara dari
Leipzig, Jerman
c. e-Health services for motivating the eldery towards better
self-care oleh wakil Finlandia
d. Teleconsultation in maxillo-facial surgery and stomatology: A
2-years experience bersama pembicara dari Ukraina
e. The STI (sexual transmitted infection) outpatient clinic online
- The use and efÞ cacy of online Syphilis testing and the
development of full-scale STI & HIV testing and notiÞ cation
applications online (Belanda)
f. Knowledge management in medical online information
g. Evidence based IT: Adaptation of the concept of evidence-
based-medicine to eHealth (Germany)
h. Internet-based Cholesterol Assessment Trial (I-CAT)
(Australia)
Presentasi Perkembangan web di Indonesia
Pada kesempatan ini, sempat pula dipresentasikan perkemba-
ngan website kesehatan di Indonesia seperti terlihat pada foto.
Asia Anti-aging, Nusa Dua Bali, 7-9 September 2007
Seminar Asia Anti-Aging ketiga yang diselenggarakan di Nusa Dua
Beach Hotel, Bali, 7-9 September 2007, dihadiri oleh sekitar 200
peserta dari berbagai negara seperti Amerika, German, Jepang,
India, Australia, Indonesia, Malaysia dll.. Tema dari kegiatan terse-
but adalah "Connecting Science to Clinical Practice".
Acara diawali dengan kata sambu-
tan dan pemukulan gong oleh ketua
panitia Asia Anti-Aging Prof. Dr.
Wimpie Pangkahila, MD, SpAnd,
FAACS. Dalam sambutannya be-
liau menyampaikan bahwa konfe-
rensi Asian Anti-Aging ini meru-
pakan kali ketiga diadakan di Bali,
Indonesia. Serta terus dilaksanakan mengingat perkembangan
anti-aging medicine sebagai ilmu baru di dunia kedokteran ternya-
ta berkembang dengan sangat pesat. Selain itu saat ini berbagai
dokter maupun praktisi kesehatan mulai marak berpraktek atau
menggunakan produk anti-aging, yang dikhawatirkan adanya
salah pandang, salah persepsi ataupun penggunaan produk anti
aging yang tidak benar. Beliau berharap dari program ini mem-
berikan informasi yang benar tentang anti-aging medicine.
Topik awal yang disampaikan berkenaan dengan anti-aging
adalah dasar-dasar integatif Anti aging medicine serta aplikasi
klinis berdasarkan evidence-based yang disampaikan oleh dr.
Wimpie Pangkahila. Proses tua (aging) disebabkan oleh dua
faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Untuk faktor inter-
nal secara basic dibagi lagi menjadi dua kategori yaitu 1. Wear
dan tear theory. 2. Program theory. Yang termasuk dalam wear &
tear theory adalah kerusakan DNA, glikosilasi, radikal bebas dan
inß amasi, sedangkan untuk program theory termasuk adalah rep-
likasi sel, proses imun dan neuroendokrin. Untuk faktor ekster-
nal proses aging meliputi diet yang tidak sehat, gaya hidup, ke-
biasaan buruk, polusi dan stres. Aplikasi klinik tentang anti-aging
saat ini berdasarkan evidence base antara lain adalah :
1. Penggunaan vitamin C dan E untuk menjaga kesehatan
arteri
2. Aspirin dosis kecil untuk mengatsai stroke iskemik
3. Androgen replacement therapy untuk meningkatkan fungsi
sexual pada pria dengan hipogonadism
4. Terapi testosteron untuk meningkatkan pertumbuhan penis
pria dengan fungsi ereksi yang normal
5. Kombinasi PDE5 inhibitor dengan testosteron sebagai terapi
terbaru pada ED
6. Terapi testosteron untuk memperbaiki kerusakan vena pada
pasien diabetik yang mengalami ED.
7. Growth hormone replacement therapy untuk memperbaiki
bentuk tubuh dan proÞ l lemak tanpa menimbulkan efek
samping yang serius.
8. Coenzym Q10 dapat memperlambat progres penyakit
parkinson.
9. Mengkonsumsi multivitamin dan mineral: selenium 100mcg,
Zinc 20 mg dan vitamin 200 mg untuk membantu meningkat-
kan sistem imun dan melindungi teradap paparan infeksi.
Kedepannya intervensi anti aging medicine lebih mengarah ke
teknologi biomedical yaitu terapi stem sel, cloning, nanoteknologi.
ArtiÞ cial organ dan nerve impulse continuity (brain/spinal cord).
Dr. Robert Goldman M.D, Ph.D, D.O, FAASP ketua American Aca-
demy of Anti Aging Medicine (A4M) mengatakan bahwa kita harus
mulai selangkah lebih maju dan mulai memikirkan tentang biomedi-
cal. Teknologi baru akan merubah obat-obatan sama halnya seperti
elektronik dan komputer yang juga dapat merubah hidup kita.
Dihari kedua dan ketiga adalah kegiatan workshop yang dibagi
menjadi 2 bagian yaitu workshop tentang hormon dan aging,
dan kelompok lainnya adalah Þ rst line aesthetic medicine.
Dr. Michael Klentze MD, PhD, ABAAM menjelaskan tentang
A4M Clinical Guidelines mengenai standard terbaru hormon