background image
324
cdk vol. 34 no. 6/159 Nov - Des 2007
FDA bergeming dengan laporan aspartam
menyebabkan kanker
FDA tidak merasa perlu
segera mengkaji ulang
keamanan aspartam wa-
laupun sebuah studi baru
menunjukkan
pemanis
tersebut dapat menyebab-
kan kanker.
Para peneliti Itali mempublikasikan
di bulan Juni 2007 sebuah studi baru
yang menunjukkan aspartam (digu-
nakan luas dalam
soft drink) dapat
menyebabkan leukemia, limfoma dan
kanker payudara pada tikus. Michael
Jacobson, direktur eksekutif
Cen-
ter for Science in the Public Interest
(CSPI) mengatakan, "Ini adalah studi
kedua oleh laboratorium yang sama
bahwa aspartam menyebabkan
kan-ker pada tikus." Aspartam keba-
nyakan digunakan dalam minuman
ringan dan dijual juga dalam paket
bersama kopi, teh atau makanan.
Morando Soffritti dari Ramazzini
Foundation di Bologna, Itali dan ko-
leganya menguji aspartam pada ti-
kus, yang dibiarkan hidup sampai
mati secara alami. Studi mereka
pada lebih 4.000 tikus menunjukkan
makan dosis tinggi pemanis tersebut
sepanjang hidup tampaknya mening-
katkan beberapa tipe kanker. Dalam
Environment Health Perspectives,
publikasi
National Institute of Envi-
romental Health Sciences Amerika,
berdasarkan temuan-temuan terbaru,
mereka yakin bahwa kaji
ulang terhadap peraturan
pemerintah
mengenai
penggunaan aspartam ti-
dak dapat ditunda lagi. Kaji
ulang ini sangat mendesak
karena minuman ringan
mengandung
aspartam
sangat banyak dikonsumsi
anak-anak.
Juru bicara FDA, Michael
Herndon
mengatakan
bahwa badan ini belum
mengkaji ulang p enelitian
tersebut.
Kesimpulan dari
European Ramazzi-
ni Foundation kedua ini tidak kon-
sisten dengan sejumlah besar studi
aspartam yang telah dievaluasi oleh
FDA, termasuk 5 studi karsinoge-
nisitas kronik negatif yang sebelum-
nya dilakukan. Oleh karena itu, saat
ini FDA belum menemukan alasan
untuk mengubah kesimpulan sebe-
lumnya bahwa aspartam aman digu-
nakan untuk tujuan pemanis dalam
makanan.
Jacobson mengatakan, para peneliti
dalam studi sebelumnya membunuh
tikus-tikus pada usia 2 tahun. Mem-
biarkan tikus-tikus hidup lebih lama
merupakan cara yang lebih baik un-
tuk menguji risiko kanker alami. CSPI
mengatakan Asupan Harian yang
Diperkenankan (
Acceptable Daily
Intake = ADI) aspartam di Amerika
adalah 50 mg per kg berat badan, se-
tara dengan anak 20 kg meminum 2,5
kaleng soda diet sehari atau seorang
dewasa 68 kg meminum sekitar
7,5 kaleng sehari. Para peneliti Itali
menemukan risiko kanker menjadi 2
kali lipat pada dosis maksimum US
ADI. Jacobson mengatakan bahwa
masyarakat tidak perlu panik, tetapi
harus menghindari produk-produk
minuman ringan dan makanan yang
mengandung aspartam.
Merisant yang memproduksi Equal
menanggapinya dengan pernyataan
dalam websitenya : "Keamanan as-
partam telah dikonfirmasi oleh badan
berwenang di lebih dari 100 negara,
termasuk US FDA, Depkes Kanada
dan
European Commission's Scien-
tific Committee on Food, demikian
juga dengan para ahli di FAO dan
WHO."
Sumber : FDA News ­Reuters 2007
Berita Terkini