cdk vol. 34 no. 6/159 Nov - Des 2007
323
Para penel-
iti yang se-
dang mem-
p e l a j a r i
potensi pe-
nyebaran pandemi flu, ha-
rus berhati-hati untuk mem-
bedakan kecepatan infeksi
di antara kelompok, terma-
suk kelompok bersifat sosial
(yang paling rentan terinfek-
si) atau pemalu. Demikian
menurut studi baru yang
diterbitkan dalam
Opera-
tional Research Forum edi-
si Maret-April 2007, sebuah
jurnal dari
The Institute for
Operations Research and
the Management Sciences
(INFORMSŪ).
Dr. Richard C. Larson, seorang pro-
fesor di MIT dan mantan presiden
INFORMS dalam studi
Simple Meth-
ods of Influenza Progression Within a
Heterogeneous Po-pulation mendis-
kusikan pentingnya prediksi dan pem-
batasan penyebaran penyakit sambil
memperhitungkan kecepatan infeksi
lainnya pada mereka yang terkena
penyakit. "Kami membiarkan orang
yang aktif secara sosial berinteraksi
dengan orang lain selama waktu ter-
tentu dan membiarkan orang yang
relatif tidak aktif berinteraksi dengan
beberapa yang lain. Kami mendapat-
kan orang-orang yang sangat rentan,
lebih mudah terkena infeksi sekali
terpapar virus dan kami memasuk-
kan yang kurang rentan. Pada waktu
bersamaan, kami membiarkan orang-
orang terinfeksi yang sangat menular
dan kurang menular."
Larson mengatakan, "Alasan diba-
lik asumsi ini adalah heterogenitas
di antara populasi berdampak pada
cara penyakit berkembang dan kon-
sekuensinya."
Tulisan tersebut mengenalkan pada
para ahli perlunya model matematika
baru tentang pandemi influenza dan
cara mengontrolnya. Penelitian ope-
rasional adalah aplikasi terhadap
metode analitis lanjut untuk mem-
bantu membuat keputusan yang le-
bih baik.
Tulisan ini juga menggali
social dis-
tancing sebagai metode pengontro-
lan perkembangan penyakit. Jarak
sosial mengacu pada langkah men-
gurangi frekuensi dan intensitas kon-
tak harian di antara orang. Satu
contohnya adalah komunikasi jarak
jauh ke tempat kerja daripada meng-
gunakan transportasi umum.
Dua temuan kunci yaitu :
1. Awal pertumbuhan ekponensial
penyakit didominasi oleh orang rent-
an yang sering kontak satu sama lain
dan risiko populasi umum dari infeksi
penyakit tidak dapat diperkirakan.
2.
Social distancing bersamaan den-
gan langkah higiene mungkin men-
jadi upaya non medis efektif untuk
membatasi bahkan menghilangkan
penyakit.
Sumber
:
http://www.informs.org/article.
php?id=1309
Memprediksi bahaya pandemi flu