background image
cdk vol. 34 no. 6/159 Nov - Des 2007
321
Tes lemak perut Anda
Peningkatan kadar
Retinol
Binding Protein (RBP4)
mengindikasikan pertum-
buhan lemak perut tebal
yang secara kuat dikait-
kan dengan diabetes tipe
2 dan penyakit jantung.
Baru-baru ini, tim peneliti yang di-
pimpin oleh Barbara B. Kahn, MD.,
Kepala Divisi Diabetes di
Beth Israel
Deaconess Medical Center, menun-
jukkan bahwa peningkatan kadar
RBP4 memperkirakan adanya resis-
tensi insulin.
Resistensi insulin adalah tanda awal
risiko diabetes tipe 2 dan peningka-
tan penyakit jantung. Faktor risiko lain
untuk diabetes dan penyakit jantung
adalah lemak perut yang tebal. Para
dokter menggunakan istilah
visceral
adiposity untuk lemak di sekeliling or-
gan abdomen. Dapatkah lemak perut
menjelaskan kaitan antara RBP4 dan
risiko diabetes/penyakit jantung ?
Untuk menjelaskannya, tim Kahn
bekerjasama
dengan
Matthias
Bluher, MD. dan koleganya di Univer-
sitas Leipzig, Jerman. Mereka mem-
peroleh sampel lemak perut tebal
dari 196 pasien yang menjalani be-
dah abdomen - 66 orang kurus dan
130 orang kegemukan.
Hasilnya :
· Ada lebih dari 60 kali aktivitas gen
RBP4 di dalam lemak perut pasien
kegemukan dibandingkan dalam le-
mak perut pasien kurus.
· Kadar RBP4 dalam darah 2-3 kali
lebih tinggi pada pasien kegemukan
dibandingkan pasien kurus.
· Tidak tergantung apakah pasien
kurus atau kegemukan, kadar RBP4
dalam darah lebih tinggi berarti lemak
perut lebih tebal dan lebih banyak re-
sistensi insulin.
Para peneliti menyimpulkan bahwa
hal ini menjelaskan peranan potensi-
al RBP4 sebagai petanda tidak hanya
untuk diabetes tipe 2, tapi juga risiko
penyakit jantung. Tubuh mengguna-
kan RBP4 untuk membawa vitamin A
di dalam darah. Belum jelas apakah
peranan RBP4 yang baru ditemukan
ini karena vitamin A atau karena pro-
teinnya sendiri.
Dalam studi sebelumnya, Khan dkk.
menunjukkan bahwa RPB4 me-
nyebabkan resistensi insulin. Jika
bekerja seperti pada manusia, hal
ini merupakan target obat diabetes
baru. Yang menarik, sebuah obat
kanker yang dinamakan fenretinida
menurunkan kadar RBP4. Obat ini
memperbaiki sensitivitas insulin pada
tikus kegemukan; menunjukkan per-
baikan sensitivitas dan toleransi ter-
hadap kadar gula darah.
Sumber : Cell Metabolism Juli 2007
Berita Terkini