318
cdk vol. 34 no. 6/159 Nov - Des 2007
Konsumsi coklat hitam menurunkan tekanan darah
Menurut studi yang dipub-
likasikan dalam JAMA (
the
Journal of the American
Medical Association) 4 Juli
2007, mengkonsumsi coklat
hitam sekitar 30 kalori se-
hari dikaitkan dengan penu-
runan tekanan darah, tanpa
meningkatkan berat badan
atau efek samping lainnya.
Penelitian sebelumnya telah menun-
jukkan bahwa konsumsi sejumlah
besar makanan yang mengandung
kokoa dapat menurunkan tekanan
darah, hal tersebut diyakini karena
aksi polifenol kokoa (suatu substansi
kimia dalam tanaman, beberapa di
antaranya, seperti flavanol diyakini
bermanfaat untuk kesehatan). Na-
mun potensi penurunan tekanan
darah yang dikaitkan dengan flava-
nol dapat dihilangkan oleh asupan
gula, lemak dan kalori produk kokoa
yang tinggi. Efek asupan kokoa yang
rendah pada tekanan darah belum
jelas.
Dirk Taubert MD, Ph.D dari
Univer-
sity Hospital of Cologne, Jerman, dkk
antara Januari 2005 hingga Desem-
ber 2006 telah melakukan penelitian
mengenai efek kokoa jumlah rendah
pada tekanan darah. Studi terse-
but pada 44 orang dewasa beru-
sia 56-73 tahun, 24 wanita, 20 pria,
dengan pra hipertensi (tekanan da-
rah 130/85-139/89) atau hipertensi
stadium 1 (tekanan darah 140/90
160/100) yang tidak diterapi. Sub-
yek secara acak mendapat 6,3 g (30
kalori) coklat hitam perhari yang
mengandung 30 mg polifenol atau
coklat putih yang tidak mengandung
polifenol selama 18 minggu.
Para peneliti menemukan bahwa se-
jak awal hingga 18 minggu, asupan
coklat hitam menurunkan tekanan
darah sistolik rata-rata sebesar 2,9
mmHg dan tekanan darah diastolik
sebesar 1,9 mgHg tanpa perubahan
berat badan, kadar lipid dan glu-
kosa plasma. Prevalensi hipertensi
berkurang dari 86% menjadi 68%. Se-
dangkan di kelompok yang mengkon-
sumsi coklat putih, tekanan darah sis-
tolik maupun diastolik tidak berubah.
Pada kelompok yang mengkonsumsi
coklat hitam ditemukan fenol kokoa
jangka pendek dalam plasma dan
peningkatan vasodilator
S-nitroglu-
tathione. Sedangkan pada kelompok
yang mengkonsumsi coklat putih ti-
dak ada perubahan petanda biologik
dalam plasma.
Meskipun efek penurunan tekanan
darah kecil, namun secara klinik pa-
tut diperhatikan. Penurunan tekanan
darah sistolik 3 mmHg diperkirakan
akan menurunkan risiko relatif mor-
talitas
stroke sebanyak 8%, mortali-
tas penyakit arteri koroner sebesar
5% serta mortalitas semua penyebab
sebesar 4%.
Yang paling menarik dari penemuan
tersebut adalah bahwa sejumlah ke-
cil produk kokoa komersial potensi
menurunkan tekanan darahnya sama
dengan modifikasi diet komprehen-
sif yang telah terbukti efektif dalam
menurunkan tingkat kejadian kardio-
vaskuler. Kepatuhan jangka panjang
untuk perubahan perilaku diet sering
rendah dan memerlukan konseling
yang terus-menerus, sedangkan
konsumsi sejumlah kecil kokoa yang
kaya flavanol merupakan modifikasi
diet rutin yang mudah dipatuhi dan
oleh karena itu lebih menjanjikan un-
tuk menurunkan tekanan darah pada
individu dengan tekanan darah di atas
tekanan darah optimal. Studi lebih
lanjut sebaiknya dilakukan untuk me-
nilai efek coklat hitam pada populasi
lain dan efek jangka panjangnya.
Sumber :
1. Dark chocolate lowers blood pressure. http://
www.news-medical.net/?id=27158
2. Taubert D, Roesen R, Lehmann C et al. Ef
fects of Low Habitual Cocoa Intake on Blood
Pressure and Bioactive Nitric Oxide A Ran
domized Controlled Trial JAMA. 2007;298:49-
60.
Berita Terkini