cdk vol. 34 no. 6/159 Nov - Des 2007
317
Penyebab jerawat dikatakan
bersifat multifaktorial tetapi
hingga saat ini apakah jenis
makanan berpengaruh ter-
hadap munculnya jerawat
masih kontroversial.
Berikut adalah hasil studi terbaru
yang telah dipublikasikan di
Ameri-
can Journal of Clinical Nutrition Juli
2007 untuk melihat pengaruh faktor
diet/nutrisi khususnya dari sisi
gly-
cemic load/load glikemik (GL) dalam
menyebabkan jerawat.
Indeks Glikemik atau
Glycemic Index
(GI) merupakan suatu sistem pe-
ringkat untuk menilai seberapa cepat
glukosa dari suatu jenis makanan
memasuki aliran darah, atau dapat
dikatakan seberapa cepat karbohidrat
dalam makanan dapat meningkatkan
kadar gula darah. Berbeda dengan
GI, GL tidak hanya menilai seberapa
cepat glukosa dari suatu makanan
memasuki peredaran darah tetapi
juga menilai seberapa banyak glu-
Pengaruh nutrisi terhadap jerawat
kosa yang terkandung dari makanan
tersebut sehingga GL lebih meni-
lai secara keseluruhan (
the whole
package). GL dinyatakan sebagai
peringkat standar saji dari suatu
makanan untuk dapat mening-
katkan kadar gula darah. Makin
rendah GL makin kecil kemampuan
suatu makanan yang disajikan me-
micu peningkatan gula darah secara
berlebih.
Studi yang bersifat paralel dengan
kontrol ini melibatkan 43 laki-laki
muda dalam rentang usia 15-23 ta-
hun dengan masalah jerawat. Peser-
ta kemudian diberi diet dengan kan-
dungan
load glikemik rendah yang
terdiri dari 25 % energi dari protein
dan 45 % dari sumber karbohidrat de-
ngan nilai indeks glikemik rendah. Se-
baliknya pada kelompok kontrol jenis
makanan tidak dibatasi baik indeks
glikemik maupun load glikemiknya.
Tujuan utama studi ini adalah untuk
melihat apakah diet dengan
load
glikemik rendah dapat memperbaiki
lesi jerawat. Lesi jerawat dihitung se-
belum studi dilakukan dan efek diet
dinilai setiap bulan, selain itu sensi-
tivitas insulin diukur pada awal dan
minggu ke 12.
Hasil menunjukkan pada minggu
ke 12 lesi total menurun lebih ba-
nyak pada kelompok diet rendah
GL dibandingkan kelompok kontrol
(23.5 ± 3.9 vs12.0 ± 3.5; p=0,03);
selain itu kelompok GL juga menga-
lami penurunan berat badan (2.9 ±
0.8 vs 0.5 ± 0.3 kg; p < 0.001) dan
BMI (kg/m2) (0.92 ± 0.25 vs 0.01
± 0.11; p = 0.001) yang lebih besar;
perbaikan sensitivitas insulin juga
terlihat lebih baik pada kelompok GL
(0.22 ± 0.12 vs 0.47 ± 0.31; p =
0.026).
Dari studi ini disimpulkan bahwa diet
rendah GL dapat memperbaiki lesi
je-rawat dan perbaikan sensitivitas
insulin; sehingga pola hidup khusus-
nya dari sisi nutrisi mungkin berpe-
ran terhadap patogenesis jerawat.
Studi lebih lanjut diperlukan untuk
lebih memastikan hal ini.(d)
Sumber :
1. Hapworth W.E. Meaning of glycemix index
and glycemic load. http://www.treatmenton
line.com.
2. Smith, RN, et al. A low-glycemic-load diet
improves symptoms in acne vulgaris pa
tients: a randomized controlled trial. Am J
Clin Nutr 2007;86 (1):107-15.
3. Thompson R. The glycemic load diet. http://
www.books.mcgraw-hill.com.
Berita Terkini