268
cdk vol.34 no.5/158 Sep-Okt 2007
Toksin Botulinum meningkatkan plastisitas
anak-anak Cerebral Palsy
M
enurut sebuah temuan yang
dipublikasikan dalam jurnal
Pediatrics edisi Juli 2007, toksin
Botulinum aman digunakan
dalam penanganan untuk
kelenturan pada anak-anak
yang menderita serebral palsi
dan menghasilkan perubahan
terukur dalam fungsinya.
Namun demikian, pasien-
pasien dan keluarganya tidak
boleh mengharapkan perbaikan
yang sangat bermakna.
Dr. Kristie Bjornson dan koleganya
dari Children Hospital and Regional
Medical Center di Seattle menulis,
"Sejak pertama kali dilaporkan
penggunaan toksin botulinum
untuk menangani kelenturan
pada anak-anak yang menderita
serebral palsi, yang dipublika-
sikan tahun 1993, telah ada lebih
dari 100 artikel mengenai penggu-
naannya. Namun demikian, efek-
tivitasnya sulit diuji karena sulitnya
pengukuran andal kelenturan
dan masalah-masalah dalam
pengukuran perubahan fungsi
pada anak-anak yang cacat.
Dalam studi terkontrol plasebo,
acak, tertutp ganda, para peneliti
menguji efek-efek injeksi botuli-
num A ke dalam otot gastrocnemius
pada anak-anak dengan spastic
diplegia. Mereka mengevaluasi hasil
menggunakan 14 pengukuran si-
lang 5 daerah rehabilitasi :
patofisiologi, keterbatasan fungsi/
aktivitas, cacat/partisipasi,
kelemahan, keterbatasan sos-
ial/faktor kontekstual. Total 33
anak berumur rata-rata 5,5 tahun
de-ngan Gross Motor Function
Classification System Levels I
sampai III diberi injeksi yang dipan-
du elektromiogram sebesar 12 U/
kg botulinum toksin A atau plasebo
pada otot gastrocnemius pada
kondisi sedasi sadar. Hasilnya di-
ukur pada awal, minggu ke-3, ke-8,
ke-12 dan ke-24 setelah injeksi.
Para peneliti mengamati
penurunan signifikan dalam
elektromiografi yang mencerminkan
kelenturan pada 3 minggu setelah
injeksi dengan botulinum toksin A,
penurunan signifikan dalam aspek
viskoelastisitas kelenturan pada
minggu ke-8 dan peningkatan
pada jangkauan dorsifleksi pada
minggu ke-12. Mereka juga men-
dokumentasikan perbaikan dalam
sasaran performa pada minggu
ke-12. Pada minggu ke-24, tenaga
putaran maksimum dan fungsi
motorik diperbaiki pada pasien
kelompok toksin botulinum A.
Tim Dr. Bjornson menyimpulkan,
"Tampaknya efek-efek fisiologis
dan mekanik toksin botulinum
adalah asli dan dapat diukur pada
anak dengan spastic diplegia
serebral palsi.
Namun demikian, efek-efek ini tidak
cukup mengubah persepsi keluarga
atau fungsi-fungsi pasien yang
mengharapkan perbaikan berarti
dalam partisipasi sosial mereka.
Hal yang mungkin adalah perubahan
ini terlalu kecil untuk dikenali dengan
pengukuran kepuasan konvensional."
Sumber : Pediatrics edisi Juli 2007
BERITA TERKINI