266
cdk vol.34 no.5/158 Sep-Okt 2007
BERITA TERKINI
Flavonoid dalam jus jeruk menyehatkan
M
enurut para ahli endokrin
di University at Buffalo, jus
jeruk, meskipun mengandung
kalori gula tinggi, tampaknya
merupakan minuman sehat
buat para penderita diabetes
karena adanya flavonoid.
Flavonoid menekan radikal be-
bas yang dikenal sebagai Re-
active Oxigen Species
(ROS).
Kelebihan radikal bebas dapat
menyebabkan kerusakan kom-
ponen sel, termasuk protein,
lemak dan DNA, yang berkontri-
busi dalam perkembangan
sejumlah penyakit kronis, ter-
masuk penyakit jantung, stroke
dan diabetes.
Paresh Dandona, M.D., Ph.D,
kepala Diabetes - Endocrinology
Center of Western New York dan
penulis senior studi menjelas-
kan, "Sejumlah penyakit utama
berkaitan dengan stres oksida-
tif dan radang dinding arteri,
sehingga makanan yang paling
sedikit menyebabkan hal ini ha-
rus dicari. Kami membuat hipo-
tesis bahwa jus jeruk atau fruk-
tosa sebanding 300 kalori akan
menginduksi lebih sedikit stres
oksidatif dan radang yang dise-
babkan oleh glukosa de-ngan
jumlah kalori yang sama.
Studi melibatkan 32 partisipan
sehat antara umur 20 dan 40,
dengan berat normal dan indeks
massa tubuh 20-25 kg/m2. Parti-
sipan dibagi secara acak dalam
4 kelompok yang minum glukosa,
fruktosa, jus jeruk atau air dengan
pemanis sakarin dalam jumlah
sebanding 300 kalori.
Sampel darah puasa diambil se-
belum uji dan jam ke-1, ke-2 dan
ke-3 setelah periode 10 menit
mengkonsumsi minuman. Hasil-
nya menunjukkan peningkatan
ROS yang bermakna pada jam
ke-2 dari sampel kelompok glukosa
tapi tidak di kelompok fruktosa, jus
j e r u k d a n a i r. D a n d o n a
mengatakan bahwa kami tertipu
dengan kenyataan tidak adanya
peningkatan ROS atau peradangan
setelah mengkonsumsi jus jeruk,
walupun konsentrasi glukosa
sama pada setiap partisipan
kelompok glukosa. Menjadi per-
tanyaan apakah jus bertang-
gung jawab dalam penekanan
pembentukan ROS : flavonoid
dan vitamin C atau fruktosa ?
Uji tambahan pada sampel
menunjukkan baik fruktosa mau-
pun vitamin C menekan radikal
bebas. Namun demikian, kedua
tipe flavonoid dalam jus jeruk
yaitu hesperetin dan naringenin
menghambat pembentukan ROS
masing-masing sebesar 52%
dan 77%.
Data ini relevan pada pasien
diabetes karena stres dari ROS
dan peradangan meningkat secara
bermakna di dalam populasi
dan dapat berkontribusi pada
pengembangan aterosklerosis.
Pilihan makanan yang tidak
meningkatkan atau nyatanya
menurunkan stres oksidatif dan
peradangan merupakan hal
penting. Pencarian makanan
dan diet non inflamasi yang
aman harus berlanjut, khususnya
sejak obesitas atau kelebihan
berat badan dan diabetes tipe 2
berkaitan dengan stres oksidatif
dan inflamasi.
Sumber : Diabetes Care Juni 2007