background image
261
cdk vol.34 no.5/158 Sep-Okt 2007
Antibodi manusia yang menetralkan virus SARS
hewan dan manusia berhasil diidentifikasi
BERITA TERKINI
T
im peneliti internasional telah
mengidentifikasi pertama kalinya
antibodi manusia yang dapat
menetralkan strain berbeda dari
virus yang bertanggung jawab
terhadap severe acute respiratory
syndrome
(SARS).
Para peneliti menggunakan model
tikus dan uji in vitro (di laboratorium)
untuk menguji aktivitas pen-
etralan antibodi tersebut. Tim riset
dipimpin oleh ilmuwan dari the
National Cancer Institute (NCI) dan
the National Institute of Allergy and
Infectious Disease (NIAID), keduanya
merupakan bagian dari the National
Institute of Health (NIH) serta meli-
batkan kolaborasi dari US Army
(USAMRIID), institusi akademik
Amerika Serikat, Swiss, dan Australia.
SARS menjangkiti manusia pada
tahun 2002-2003 dan timbul lagi
tahun 2003-2004. Jangkitan diperki-
rakan terjadi ketika virus melintas
dari inang hewan ke manusia. Oleh
karena itu, tampaknya virus dari
strain
hewan mungkin mampu me-
micu terjangkitnya penyakit pada
manusia di masa mendatang.
Kanta Subbarao, MD., dari NIAID
yang laboratoriumnya memverifikasi
manfaat antibodi anti-SARS pada
model hewan menjelaskan, "Studi
ini penting karena strain virus yang
menyebabkan terjangkitnya SARS
tahun 2002 pada manusia mungkin
sudah tidak ada lagi di alam. Apa
yang kita perlu buktikan untuk setiap
vaksin, terapi, antibodi atau obat
adalah tidak hanya efektif melawan
strain virus SARS yang diisolasi dari
manusia, tapi juga terhadap berbagai
strain hewan, karena hewan-he-
wan merupakan sumber munculnya
kembali virus SARS".
Tim peneliti dipimpin oleh Dimitri S.
Dimitrov, Ph.D, kepala Protein Inter-
action Group di kampus Frederick,
Md., NCI.
Ketika pertama kali menjang-
kiti tahun 2002, Dimitrov meneliti
bagaimana virus masuk ke dalam
sel-sel, dan mengeksploitasi sel
manusia sesuai dengan pemahaman
yang diperoleh saat mempelajari
HIV. Penelitian mereka berhenti
pada glikoprotein, bagian dari virus
yang menempel dan memudahkan-
nya masuk ke dalam sel manusia,
menghasilkan pengetahuan yang
diperlukan untuk mengidentifikasi
beberapa antibodi manusia untuk
melawan virus SARS.
Dimitrov dan koleganya mengiden-
tifikasi 2 antibodi manusia yang terikat
dengan bagian glikoprotein virus
SARS yang dinamakan receptor
binding domain
(RBD). Salah satu
antibodi dinamakan S230.15 telah
ditemukan di dalam darah pasien
yang terinfeksi SARS dan kemudian
sembuh. Antibodi kedua, m396, di-
ambil dari perpustakaan antibodi
manusia yang dikembangkan dari
darah 10 relawan sehat. Karena
manusia telah punya sel imun yang
mengekspresikan antibodi yang
sangat mirip dengan yang efektif
menetralkan virus SARS, m396
dapat diambil dari relawan sehat.
Tim Dimitrov kemudian menentukan
struktur m396 dan kompleknya dengan
RBD dan menunjukkan bahwa
antibodi melekat pada daerah RBD
yang membiarkan virus menempel
pada sel inang.
Jika antibodi sukses terikat pada
SARS RBD, mereka dapat mencegah
virus menempel pada reseptor
coronavirus SARS, ACE2, di luar
sel manusia, dan secara efektif
menetralkannya. Ketika diujikan
dalam sel-sel di laboratorium, kedua
antibodi secara poten menetralkan
sampel virus dari kedua serangan
SARS. Antibodi juga menetralkan
sampel virus yang diambil dari ma-
malia seperti kucing yang punya
strain virus saat serangan SARS,
walaupun dengan potensi yang leb-
ih rendah.
Analisis lebih lanjut terhadap struk-
tur m396 dan interaksinya dengan
mutasi eksperimental pada daerah
penempelan reseptor virus SARS
menunjukkan bahwa antibodi se-
cara sukses menetralkan semua
bentuk virus.
Penemuan dua antibodi yang efek-
tif memiliki keuntungan jika variasi
coronavirus SARS yang muncul
baru-baru ini tidak sensitif dinetral-
isasi satu antibodi, tetapi masih
rentan terhadap yang lain.
Sumber : Proceedings of the National Acad-
emy of Sciences 2 Juli 2007