background image
260
cdk vol.34 no.5/158 Sep-Okt 2007
Antidepresan berkaitan dengan keropos tulang
melanjutkan bahwa pekerjaan ini
perlu dikonfirmasi pada populasi
lain untuk menentukan apakah obat
ini memberikan efek pada ke-
cepatan patah tulang.
Studi kedua yang dipublikasikan di
edisi baru Archives of Internal Medi-
cine melibatkan 5.995 pria berumur
65 dan lebih tua, menemukan bahwa
pria pengguna SSRI juga memiliki
densitas tulang lebih rendah pada
pinggul dan tulang belakang. Total
densitas mineral tulang pinggul
3,9% lebih rendah di antara pengguna
SSRI dibandingkan pria yang tidak
menggunakan antidepresan. Densi-
tas tulang belakang 5,9% lebih rendah
pada pengguna SSRI dibanding
yang bukan pengguna.
Seperti studi yang melibatkan wanita,
tidak ada perbedaan bermakna
dalam densitas mineral tulang an-
tara pria pengguna antidepresan
trisiklik dan yang tidak menggunakan
antidepresan. Pria pengguna anti-
depresan trazodone mempunyai
densitas tulang yang sama dengan
yang tidak menggunakan anti-
depresan.
Sumber : Archives of Internal Medicine
edisi 25 Juni 2007
O
bat kelas antidepresan yang
dikenal sebagai inhibitor pen-
gambilan kembali selektif sero-
tonin (SSRI), dapat meningkatkan
kecepatan keropos tulang. Penu-
lis menekankan bahwa studi yang
didokumentasikan dalam temuan
ini masih data pendahuluan dan
tidak harus dilihat sebagai alasan
untuk mengubah pengobatan.
Hasil penelitian dipublikasikan di
dalam Archives of Internal Medi-
cine edisi 25 Juni 2007.
Dr Susan Diem, penulis utama studi
dan asisten profesor
medis dari Univer-
sity of Minnesota
School of Medicine
mengatakan bahwa
temuan ini masih ta-
hap pendahuluan,
orang-orang
yang
saat ini menggu-
nakan SSRI tidak
harus menghentikan
pengobatannya ber-
dasarkan temuan ini.
Diperlukan penelitian
lebih lanjut sebelum
diambil kesimpulan.
SSRI secara luas diresepkan untuk
menangani depresi dan gangguan
lain dan merupakan dua per tiga
peresepan antidepresan di Amerika
Serikat. Obat ini bekerja mengham-
bat protein yang mentranspor sero-
tonin, neurotransmiter yang terlibat
dalam depresi dan tidur.
Reseptor serotonin saat ini juga dite-
mukan di tulang. Diem mengatakan,
hal ini mengarah pada pertanyaan
apakah obat SSRI akan berefek
pada tulang. Studi ini melibatkan
2.722 wanita tua dengan rata-rata
78,5 tahun. Densitas tulang ping-
gul total dan daerah kedua tulang
pinggul diukur di awal studi dan di-
ukur kembali 5 tahun kemudian.
Setiap kali kunjungan, partisipan
diminta membawa semua pengo-
batan yang digunakan selama 2
minggu terakhir.
Setelah penyesuaian terhadap fak-
tor lain, para peneliti menemukan
bahwa densitas mineral tulang pada
pinggul menurun 0,82% pada wani-
ta yang menggunakan SSRI dan
0,47% pada mereka yang meng-
gunakan antidepresan trisiklik lama
dan yang tidak menggunakan
antidepresan. Pengguna SSRI juga
lebih tinggi kecepatan keropos
tulangnya di kedua bagian bawah
pinggul.
Berdasarkan hasil studi ini, belum
dapat diketahui penyebab perbedaan
antara kedua kelompok tersebut.
Dr. Diem mengatakan, "Kami menemukan
bahwa penggunaan obat golongan
SSRI berkaitan dengan kecepatan
peningkatan keropos tulang pada
kelompok wanita yang lebih tua,
tapi penelitian ini tidak menentukan
secara mendasar apakah obat-obat
itu sendiri yang bertanggung jawab
terhadap kecepatan peningkatan
keropos tulang atau apakah ada
perbedaan lain antara dua kelom-
pok tadi yang bertanggung jawab
terhadap keropos tulang. Con-
tohnya, depresi sendiri terkait dengan
peningkatan kecepatan keropos
tulang dan orang-orang mengunakan
SSRI karena depresi. Dr Diem
BERITA TERKINI