Informatika Kedokteran
Penyamaan Pengertian terhadap Suatu Istilah
Ronald T. Gultom
IT Development Division, PT. Kalbe Farma Tbk Jakarta
Bidang Pendidikan PIKIN (Perhimpunan Informatika Kedokteran Indonesia)
PRAKATA
Sampai saat ini para praktisi ataupun pengamat
informatika kedokteran sepertinya masih belum sepakat
mengenai istilah baku yang terkait dengan medical
information system atau sistem informatika kesehatan. Jika
kita mencari di internet segala situs yang ada kaitannya
dengan sistem informatika kesehatan, maka akan ditemukan
beberapa keywords. Saya menemukan sedikitnya 6 jargon
yang terkait dengan informatika kesehatan:
· Sistem Informasi Rumah Sakit
· Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit
· Sistem Informasi Medis
· Sistem Informasi Kesehatan
· Informatika Kedokteran
· Informatika Kesehatan
Dari fakta tersebut timbul beberapa pertanyaan, apa
sebenarnya perbedaan dari istilah-istilah tersebut? Apakah
semua istilah tersebut memang memiliki implikasi yang
berbeda ataukah konsepnya sama saja? Apakah perlu
dipikirkan dari awal istilah yang paling tepat sasaran yang
akan disepakati bersama oleh para praktisi ataupun kelompok
seminat? Seberapa pentingkah penentuan istilah atau jargon
tersebut? Apakah memang sebaiknya dibiarkan saja istilah
tersebut berkembang tanpa standar yang baku? Siapakah yang
paling kompeten untuk menentukan istilah yang paling tepat?
PENTINGNYA SEBUAH ISTILAH YANG BAKU
Saya masih ingat ucapan seorang pembicara pada Sidang
Ilmiah Pusat Studi Informatika Kedokteran ke-IV yang
diselenggarakan oleh Universitas Gunadarma bahwa soal
jargon atau istilah untuk saat ini tidak perlu dipersoalkan dulu.
Menurut saya pemikiran tersebut kuranglah tepat; mengapa?
karena segala hal, baik kegiatan bisnis ataupun kegiatan
lainnya biasanya dimulai dari sebuah istilah. Sebut saja
misalnya kegiatan dari suatu lembaga swadaya masyarakat
yang peduli akan lingkungan hidup, pertama-tama mereka
akan memilih nama yang cocok untuk organisasi mereka;
salah satu LSM yang saya ketahui adalah WALHI (Wahana
Lingkungan Hidup Indonesia). Dari namanya saja orang sudah
mengetahui visi dan misi kelompok tersebut. Saya melihat
bahwa istilah tidak hanya sekedar nama, melainkan semacam
"merk dagang" atau "image" yang akan memicu seseorang
atau suatu kelompok peminat untuk mulai berpikir dan
bertindak sesuai dengan "image" tersebut. Istilah akan
membentuk pola berpikir seseorang sejak awal, sama halnya
dengan sebuah buku yang memiliki judul akan berisi tulisan-
tulisan yang terkait dan menonjolkan judul buku tersebut.
Sebagai contoh ilustrasi misalnya falsafah negara Indonesia
adalah "Bhinneka Tunggal Ika", tentulah itu bukan sekedar
istilah atau jargon belaka; istilah itu akan membentuk mind-
set bangsa Indonesia untuk berpikir sesuai dengan makna yang
terkandung dalam istilah tersebut yaitu `walaupun di negara
ini ada begitu banyak ragam perbedaan suku, bahasa, tradisi
dan agama tetapi harus tetap bersatu-padu'. Demikian juga
dengan istilah yang berkaitan dengan Medical Information
System; dari awal sebaiknya ada semacam kesepakatan de-
facto dari para praktisi untuk menentukan satu istilah baku
yang paling tepat untuk digunakan, karena jika terlalu banyak
maka bisa dimaklumi jika masyarakat awam akan bingung
dengan arah, misi dan visi kelompok yang menyandang istilah
tersebut.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT
Untuk menggambarkan betapa pentingnya visi dan misi
yang terkandung dalam sebuah istilah, maka saya jabarkan
sedikit sehubungan dengan konsep sistem informasi
manajemen rumah sakit.
Berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya selama
berkecimpung dalam dunia informatika medis, sistem infor-
masi manajemen rumah sakit meliputi proses kerja dan proses
pencatatan dalam sebuah institusi medis dari mulai pasien
masuk kemudian menjalani tindakan medis oleh para dokter
ataupun menjalani perawatan dan lain sebagainya sampai
pasien tersebut check-out atau pulang. Di samping itu
informasi manajemen rumah sakit juga akan melakukan
pencatatan terhadap segala proses kegiatan yang tidak terkait
dengan penanganan medis pasien, seperti misalnya sistem
yang terkait dengan manajemen
sumber daya manusia atau
karyawan rumah sakit, mana-
jemen housekeeping, manaje-
men keuangan, manajemen
asset dll.
Bersambung ke halaman 165
Cermin Dunia Kedokteran No. 156, 2007 163