background image
Kelelahan Bersuara
TINJAUAN PUSTAKA
Aspek Fisiologis dan Biomekanis
Kelelahan Bersuara
serta Penatalaksanaannya
Hamsu Kadriyan
Program Studi Ilmu Kedokteran Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
ABSTRAK
Profesi yang mengandalkan suara akhir-akhir ini semakin berkembang. Kelelahan
bersuara merupakan salah satu dampaknya. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa aspek fisiologis
dan biomekanis organ-organ pembentuk suara, seperti kelelahan neuromuskuler, regangan
non-neuromuskuler, gangguan aliran darah, kelelahan otot-otot pernapasan dan gangguan
viskoelastisitas pita suara. Penatalaksanaan didasarkan pada aspek fisiologis dan biomekanis
tersebut, dapat berupa terapi suara, konservasi suara, terapi tingkah laku suara dan terapi
medikamentosa jika perlu.
PENDAHULUAN
Perkembangan berbagai profesi yang mengandalkan suara
untuk bekerja seperti penyiar, presenter, penyanyi merupakan
profesi yang akhir-akhir ini berkembang pesat terlihat dari
banyaknya program televisi maupun radio yang mengandalkan
suara. Juru kampanye lebih bersifat insidentil sesuai dengan
putaran pemilu, guru dan sales produk obat juga merupakan
profesi yang banyak mengandalkan suara.
Salah satu dampak yang paling sering timbul pada organ-
organ pembentuk suara. adalah kelelahan bersuara/berbicara.
Hal ini kadang-kadang tidak disadari atau tidak diketahui oleh
penderitanya.
Kelelahan bersuara (voice fatigue) merupakan adaptasi
negatif pembentukan suara pada orang-orang yang sering
menggunakan suara dalam jangka waktu lama tanpa kelainan
patologis laring
1
. Kelelahan bersuara biasanya bermanifestasi
sebagai turunnya volume suara dan tinggi nada, rasa nyeri atau
tidak nyaman di tenggorok saat bersuara; dapat terjadi suara
serak. Keadaan ini sering timbul pada profesi yang
mempunyai risiko besar untuk timbulnya gangguan bersuara
yang secara psikologis maupun ekonomis akan mengganggu
pekerjaannya.
Kelelahan bersuara pada profesi-profesi tersebut cukup
sering ditemukan, prevalensinya 9,7-13%
1
. Dengan self
assessment ternyata prevalensinya meningkat menjadi 73%
2
.
Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya prevalensi kelelahan
bersuara cukup tinggi. Di Indonesia, belum ada penelitian
yang melaporkan hal ini.
PEMBENTUKAN SUARA
Terdapat 3 sistem organ pembentuk suara yang saling
berintegrasi untuk menghasilkan kualitas suara yang baik yaitu
sistem pernapasan, laring dan traktus vokalis supraglotis.
Sistem respirasi berperan sebagai pompa yang menghasilkan
aliran udara konstan dan terus-menerus melalui glotis. Hal ini
didukung oleh otot-otot dada, perut dan diafragma yang
berperan dalam pernapasan. Laring merupakan organ
pembentuk suara yang kompleks terdiri dari tulang dan
beberapa tulang rawan serta jaringan otot yang dapat
menggerakkan pita suara. Traktus vokalis supraglotis
merupakan organ pelengkap yang sangat penting karena suara
yang dibentuk pada tingkat pita suara akan diteruskan
melewati traktus vokalis supraglotis. Di daerah ini suara
dimodifikasi oleh beberapa struktur oral faringeal (seperti
lidah, bibir, palatum, dan dinding faring), hidung dan sinus.
Organ tersebut berfungsi sebagai artikulator dan resonator.
3,4
Kelelahan suara merupakan keadaan kompleks dan
melibatkan banyak organ dan sistem organ tubuh sesuai
Cermin Dunia Kedokteran No. 155, 2007
93
background image
Kelelahan Bersuara
dengan hambatan yang terjadi pada fisiologi pembentukan
suara serta sifat biomekanis pita suara.
1,4
KELELAHAN NEUROMUSKULER
Kelelahan neuromuskuler didefinisikan sebagai
menurunnya kapasitas regangan otot jika dilakukan stimulasi
berulang. Pada proses pembentukan suara, kelelahan otot-otot
intrinsik dan atau ekstrinsik laring berpotensi mengurangi
kapasitas untuk meregangkan dan menjaga stabilitas plika
vokalis.
1
Kelelahan neuromuskuler dapat terjadi di otot,
sambungan saraf-otot (neuromuscular junction), dan di jalur
saraf di atasnya
5
. Kelelahan otot dapat terjadi karena habisnya
komponen energi (seperti glikogen dan kreatinin fosfat) serta
menumpuknya asam laktat dalam otot. Kelelahan
neuromuscular junction terjadi akibat berkurangnya
asetilkolin di dalam kantungnya atau berkurangnya sensitivitas
reseptor asetilkolin pada membran post sinaptik. Pada jalur
saraf di atasnya juga dapat terjadi kelelahan akibat
berkurangnya eksitasi motoneuron dan perubahan input
motoneuron dari perifer.
94
REGANGAN NON NEUROMUSKULER
Paparan mekanis yang berulang terhadap epitel dan
lamina propria pita suara merupakan faktor non-muskuler,
termasuk ligamen dan kartilago. Hal ini masih kontroversial
karena belum ada data penelitian yang mendukung.
1
HAMBATAN SIRKULASI
Berkurangnya sirkulasi darah terjadi karena
vasokonstriksi akibat meningkatnya tekanan intramuskuler
selama kontraksi. Pengaruh penurunan aliran darah terhadap
kelelahan bersuara diduga melalui 2 mekanisme, pertama
akibat menurunnya suplai oksigen dan kalori serta
terhambatnya pembuangan asam laktat yang menimbulkan
penurunan kemampuan kontraksi otot. Kedua, penurunan
aliran darah akan menurunkan kemampuan untuk membuang
panas dari plika vokalis; akan terjadi peningkatan suhu yang
berisiko merusak jaringan laring.
1
Hambatan aliran darah menuju ke otot yang sedang
berkontraksi mengakibatkan kelelahan otot hampir sempurna
dalam 1 menit
5
. Hal ini terjadi terutama karena kehilangan
suplai makanan dan oksigen.
KELELAHAN OTOT-OTOT PERNAPASAN
Kelelahan otot-otot pernapasan akan menurunkan
kapasitas tekanan subglotis, sehingga dapat mengakibatkan
kelelahan bersuara. Kapasitas vital yang dibutuhkan untuk
berbicara normal adalah 50% dari kapasitas paru-paru normal,
sedangkan untuk bernyanyi dibutuhkan 100% dari kapasitas
paru-paru. Kelelahan bersuara akibat mekanisme ini
bergantung kepada jenis pekerjaan, kebiasaan latihan fisik dan
kesehatan paru-paru.
1,7
PERUBAHAN VISKOELASTISITAS PITA SUARA
Bersuara dalam jangka panjang dapat mengubah
komposisi cairan di dalam plika vokalis, berupa meningkatnya
viskositas dan kekakuan plika vokalis (perubahan
viskoelastisitas). Hal ini terjadi karena pada saat bersuara akan
terjadi penguapan cairan dari dalam jaringan akibat
peningkatan suhu lokal karena pelepasan energi. Hal ini akan
mengakibatkan cairan menjadi lebih kental. Agitasi termal
pada molekul jaringan juga akan mengakibatkan lemahnya
ikatan protein sehingga akhirnya menimbulkan kelelahan
viskoelastis.
1
Tetapi Titze et al. (2003)
7
berpendapat bahwa
perubahan suhu yang terjadi pada plika vokalis saat bergetar
sangat kecil (0,002-0,005
0
C), sehingga peningkatan suhu
bukan penyebab utama kelelahan bersuara.
DAMPAK KELELAHAN BERSUARA
Berbagai dampak yang mungkin timbul akibat kelelahan
bersuara, yaitu dampak terhadap kualitas hidup dan kelainan
permanen pada laring
8
. Hal ini biasanya terjadi setelah
kelelahan bersuara timbul berulangkali. Dampak kualitas
hidup terutama terjadi akibat ketidakmampuan untuk berbicara
terus-terus menerus dalam waktu lama, sehingga dapat
mengganggu pekerjaan, sosialisasi dengan masyarakat sekitar
dan juga secara ekonomis baik secara langsung maupun tidak
langsung.
Dampak terhadap struktur laring terutama terjadi pada
lapisan epitelial dan lamina propria. Kelainan pada lapisan
epitelial biasanya berupa edema yang dapat berlanjut menjadi
vocal nodule. Kelainan lamina propria dapat terjadi akibat
penumpukan cairan atau darah yang dapat berlanjut menjadi
kista atau polip.
8
PENATALAKSANAAN
Merujuk pada dampak yang dapat timbul akibat kelelahan
bersuara, maka perlu beberapa langkah pencegahan maupun
terapi. Bila belum timbul kelelahan bersuara, pencegahan
merupakan hal yang terpenting. Beberapa peneliti
menyarankan untuk minum air setiap beberapa saat setelah
berbicara. Laki-laki yang minum air akan dapat membaca
dengan kualitas suara yang baik dalam waktu yang lebih lama
dibandingkan dengan yang tidak diberi minum air
9
. Hal yang
sama didapatkan pada penyanyi karaoke amatir
10
.
Istirahat bersuara merupakan salah satu teknik untuk
mengistirahatkan organ-organ pembentuk suara. Yiu et al.
(2003)
10
melaporkan bahwa pada subyek yang diberi istirahat
1 menit setiap selesai menyanyikan satu lagu, mampu
bernyanyi rata-rata selama 101 menit sedangkan yang tidak
diberi istirahat hanya mampu bernyanyi selama 86 menit.
Secara statistik perbedaan tersebut bermakna (p<0,05).
Kelelahan bersuara (voice
fatigue) merupakan adaptasi
negatif pembentukan suara
Cermin Dunia Kedokteran No. 155, 2007
background image
Kelelahan Bersuara
Faktor-faktor lain yang menjadi faktor risiko terjadinya
kelelahan bersuara juga harus diperhatikan. Penggunaan
alkohol, merokok, dan obat-obatan tertentu sebaiknya
dihindari karena dapat mempengaruhi kondisi permukaan
plika vokalis.
11
Salah satu penyebab iritasi larings adalah refluks dari
esofagus
11
. Hal ini dapat mempercepat terjadinya kelelahan
bersuara karena akan mengakibatkan hilangnya lapisan mukus
permukaan pita suara serta terkelupasnya epitel. Beberapa hal
yang dianjurkan untuk mencegah refluks antara lain, pertama
menghindari konsumsi kafein dan coklat karena akan
mengakibatkan relaksasi spinkter esofagus. Kedua, hindari
makan dan minum pada jam tidur dan sebaiknya tunggu 2-3
jam setelah makan baru kemudian tidur atau posisi kepala
ditinggikan. Bila sudah ada gejala refluks mungkin diperlukan
obat-obatan untuk menetralisir asam lambung atau
mengurangi produksinya.
TERAPI KELELAHAN BERSUARA
Ada beberapa pendekatan penatalaksanaan
11,12
. Pertama,
terapi suara dengan komponen utama berupa edukasi dasar
anatomi dan fisiologi produksi suara. Pasien harus mengerti
hubungan antara gangguan suara dan penyebabnya sehingga
lebih menyadari apa yang boleh dilakukan dan apa yang
dihindari. Kedua, konservasi suara yang prinsipnya lebih
praktis dan realistis dibandingkan terapi suara. Caranya adalah
dengan mengurangi penggunaan suara atau istirahat bersuara
yang bertujuan mengurangi udem jaringan. Perlu juga
mengurangi sumber penyalahgunaan suara dan menggunakan
alat pengeras suara.
Terapi tingkah laku suara ditujukan untuk meningkatkan
aspek teknik penggunaan suara termasuk pernapasan perut,
latihan penggunaan tinggi nada dan intensitas yang benar,
meningkatkan phrasing dan teknik-teknik spesifik lainnya.
Para penyanyi yang dilatih selama 3 bulan akan mengalami
penurunan serangan kelelahan bersuara secara bermakna
dibandingkan sebelum dilatih
12
.
Terapi medikamentosa terutama ditujukan untuk
mengurangi udem jaringan dengan pemberian obat-obat anti
inflamasi steroid atau non steroid. Terapi operatif diperlukan
jika sudah terjadi kelainan permanen laring.
11
KESIMPULAN
Aspek-aspek fisiologis dan biomekanis yang bertanggung
jawab terhadap terjadinya kelelahan bersuara diduga adalah
kelelahan neuromuskuler, gangguan viskoelastisitas plika
vokalis, gangguan aliran darah, dan kelelahan otot-otot
pernapasan. Penatalaksanaannya didasarkan pada patofisiologi
tersebut, terdiri dari terapi suara, konservasi suara, latihan
bersuara dan terapi medikamentosa.
KEPUSTAKAAN
1. Welham NV, Maclagan MA. Vocal fatigue: current knowledge future
directions. J Voice 2003;17:21-30.
2. Gotaas C, Starr CD. Vocal fatigue among teachers. Folia Phoniatricia et
Logopedica 1993;145:120-129.
3. Forcin A, McGlashan J, Huckvale M. The generation and reception of
speech. In Basic Science. In Kerr AG ed. Scott-Brown Otolaryngology
6
th
ed. Butterworth-Heinemann 1997.
4. Bailey BJ. Upper airway anatomy and function. In Otolaryngology Head
Neck Surgery 2
nd
ed. New York: Mosby. 1998.
5. Astrand P, Rodahl K, Dahl HA, Stromme SB. Fatigue. In Text Book of
Work Physiology Human Kinetics 4
th
ed. 2003: 453-477.
6. Guyton AC, Hall JE. Fisiologi olahraga. Dalam Setiawan I ed. Buku
Ajar Fisiologi Kedokteran
t
ed 9. EGC 1997:1339-1354.
7. Titze IR, Svec JG, Popolo PS. Vocal dose measure: quantifying
accumulated vibration exposure in vocal fold tissue. J Speech Language
Hearing Res 2003; 46:922-935.
8. Yiu EML. Impact and prevention of voice problem in the teaching
profession: embracing the customer views. J Voice 2001;15:275-290.
9. Solomon NP, Glaze LE, Arnold RR, van Mersebergen M. Effect of
vocally fatiguing task and systemic hydartions on men voices. J Voice
2003;17:31-46.
10. Yiu EML, Chan RMM. Effect of hydration and vocal rest on vocal
fatigue in amateur karaoke singers. J Voice 2003;17:216-227.
11. Lundy DS, Casiano RR. Diagnosis and management of hoarseness.
Hospital Physician 1999; 10: 59-69.
12. Welham NV, Maclagan MA. Vocal fatigue among trained singers across
a solo performance: preliminary study. Logofed Phoniatr Vocol 2004;
29: 3-12.
If you wish to be loved, love (Seneca)
Cermin Dunia Kedokteran No. 155, 2007
95

Document Outline