ABSTRAK
Aplikasi Terapi Stem Cell
pada Infark Miokard Akut
R W M Kaligis
Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/
Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Indonesia
Infark Miokard tercatat sebagai penyebab utama gagal jantung kongestif
dan kematian di negara-negara industri maju. Sampai saat ini belum ada terapi
yang secara tuntas bisa mencegah progresifitas remodeling ventrikel dan gagal
jantung kongestif.
Perhatian dan harapan saat ini tertuju pada terapi sel, yaitu suatu bentuk
terapi dengan menggunakan stem cell. Stem cell adalah sel yang belum
berdiferensiasi dan diketahui memiliki dua karakteristik, yaitu kemampuan
berdiferensiasi menjadi berbagai tipe sel dan kemampuan untuk
memperbaharui dirinya sendiri. Prinsip biologis yang mendasari terapi stem
cell adalah diferensiasi arahan jaringan.Sebagai contoh, stem cell dewasa yang
diisolasi dari jaringan hati jika diinjeksi kembali ke dalam jaringan hati akan
berubah menjadi hepatosit. Namun jika sel yang sama ditransplantasi ke
dalam jaringan miokard maka akan menjadi miosit. Regenerasi miokard
dengan transplantasi stem cell kini menjadi suatu model pengobatan yang
diharapkan dapat memperbaiki fungsi ventrikel yang buruk dan gagal jantung
kongestif pasca suatu kejadian infark miokard akut. Berbagai penelitian klinis
yang dipublikasikan belum lama ini menunjukkan bahwa terapi stem cell
memang layak dilakukan dan bermanfaat dalam mencegah remodeling
ventrikel dan memperbaiki gagal jantung kongestif pada penderita infark
miokard akut. Namun demikian ada juga beberapa penelitian yang gagal
membuktikan manfaat tersebut. Karena itu masih diperlukan penelitian-
penelitian lain yang lebih besar di masa depan dan sebaiknya dilakukan secara
acak dan terkontrol agar dapat memastikan besarnya manfaat terapi stem cell.
Cermin Dunia Kedokteran No. 153, 2006
13