background image
HASIL PENELITIAN
Uji Efikasi Insektisida Abate 500 EC
secara Pengabutan terhadap
Aedes aegypti
Hasan Boesri, Damar Tri Boewono, Hadi Suwasono
Balai Penelitian Vektor dan Reservoir Penyakit, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Departemen Kesehatan RI, Salatiga
ABSTRAK
Uji penyemprotan terhadap Aedes aegypti menggunakan alat thermal fogging
dengan insektisida Abate 500 EC (dosis 60, 100, 120, dan 240 ml/ha) dan Icon 25 EC
(dosis 75 ml/ha) telah dilakukan pada pagi hari di perumahan Kotamadya Salatiga,
tahun 1998. Hasil evaluasi uji hayati (air bioassay) menunjukkan bahwa dengan jarak
2 meter, dosis 100, 120, dan 240 ml/ha mampu memberikan efek kematian Aedes
aegypti sebesar 100%, setelah diamati selama 24 jam di laboratorium.
PENDAHULUAN
Di Indonesia penyebaran Aedes aegypti sebagai penular
penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) makin meluas
sesuai perkembangaan lingkungan.
(1)
Salah satu cara untuk
menghadapi letusan penyakit DBD adalah penyemprotan
dengan sistim thermal fogging karena memiliki kelebihan dapat
memberikan kabut yang banyak sehingga dapat masuk ke
dalam ruangan secara merata. Sejak tahun 1972 hingga
sekarang digunakan insektisida Malathion 96 EC.
(3)
Meskipun belum ada tanda-tanda kekebalan Aedes aegypti,
dipandang perlu melakukan uji coba insektisida alternatif.
Bahan kimia aktif temefos (Abate) diketahui efektif membunuh
nyamuk dan serangga lainnya
(4).
Penelitian ini bertujuan untuk
menguji efektivitas beberapa dosis insektisida Abate 500 EC
secara thermal fogging terhadap nyamuk Aedes aegypti.
BAHAN DAN METODE
Serangga uji adalah nyamuk Aedes aegypti betina
kenyang darah berumur 3-5 hari yang diambil dari tempat
koloni nyamuk. Alat yang digunakan berupa kurungan pema-
paran berukuran 12x12x12 cm, aspirator, tabung penimpan
(cup), kapas, kain kasa, karet dan penyimpan nyamuk (box).
Insektisida yang digunakan adalah Abate 500 EC dosis 60
ml/ha, 100 ml/ha, 120 ml/ha, 240 ml/ha dan Icon 25 EC dosis
75 ml/ha.
Cara Kerja
Pengujian dilakukan di daerah pemukiman penduduk di
Desa Kauman Kidul Kecamatan Sidorejo dan pemukiman
penduduk di Desa Warak, Kecamatan Sidomukti, Kodya
Salatiga, pada bulan Nopember 1998. Pada uji bioassay, se-
belum penyemprotan disiapkan terlebih dahulu kurungan
nyamuk berukuran 12x12x12 cm, Kurungan tersebut digantung
setinggi 1.60 meter dari tanah baik di dalam maupun di luar
rumah, ditempatkan pada jarak 5 meter dari rute penyem-
protan. Tiap lokasi menggunakan 25 kurungan dan masing-
masing kurungan berisi 25 ekor nyamuk Aedes aegypti betina
kenyang darah. Pengamatan dan penghitungan jumlah nyamuk
yang mati atau pingsan dilakukan 15 menit dan 30 menit pasca
penyemprotan. Setelah 60 menit, nyamuk di dalam kurungan
dipindahkan ke dalam monocup bersih (tidak terkontaminasi)
menggunakan aspirator kemudian dipelihara di laboratorium
untuk diamati jumlah kematiannya setelah 24 jam. Sebagai
kontrol dilakukan seperti di atas di daerah pembanding (tanpa
penyemprotan). Suhu dan kelembaban nisbi udara selama
Cermin Dunia Kedokteran No. 142, 2004
42
background image
periode pengujian diukur dan dicatat. Kriteria efikasi insek-
tisida ditentukan berdasarkan persentase nyamuk pingsan
(knockdown) dan kematian (mortalitas) pada periode waktu
uji.
(5)
Analisa data
Kriteria efikasi diambil berdasarkan waktu pingsan (knock
down time) 50% dan 100% dari jumlah nyamuk uji. Persentase
kematian dihitung dari data yang telah dikoreksi dengan jumlah
nyamuk pingsan dan mati pada kontrol sbb :
Jumlah nyamuk pingsan /mati
Persentase nyamuk pingsan/mati = ---------------------------------------- x 100%
Jumlah nyamuk uji
Koreksi data
Jika persentase kematian pada kontrol antara 5-20% maka
data harus dikoreksi dengan rumus Abbot sbb :
A
-B
A.1 = --------------- x 100%
100
-B
Keterangan :
A.1 = Persentase kematian setelah dikoreksi
A = Persentase kematian nyamuk uji
B = Persentase nyamuk kontrol
Bila kematian pada kontrol lebih besar dari 20%, maka
pengujian dianggap gagal dan harus diulang. Efikasi insek-
tisida dinyatakan baik, apabila hasil pengujian menunjukkan
angka kematian 90-100%; kurang baik jika kematian kurang
dari 90%.
(5)
Pengujian
Data dianalisis dengan uji F dalam Rancangan Acak Ke-
lompok dengan perlakuan 10 (sepuluh) rumah ulangan dan
dilanjutkan dengan Uji Duncan (multiple range test) pada taraf
5% dan 1%.
(6)
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian uji insektisida Abate 500 EC dosis 60,
100, 120, 240 ml/ha yang dibandingkan dengan Icon 25 EC
dosis 75 ml/ha terhadap nyamuk Aedes aegypti dan Culex
quinquefasciatus disajikan pada tabel 1 dan tabel 2.
Pada penelitian ini pengaruh insektisida terhadap kematian
nyamuk uji ditentukan oleh angka kematian 24 jam pasca
pengabutan.
(7)
Kematian nyamuk Aedes aegypti di luar rumah
Pengamatan 15 menit pasca pengabutan dosis 60 dan 100
ml/ha masing-masing mendapatkan jumlah nyamuk pingsan
sebanyak 0,00%, dosis 120 ml/ha sebanyak 1,00%. dosis 240
ml/ha sebanyak 10.75% dan Icon dosis 75 ml/ha sebanyak
53,75%. Pengamatan 30 menit pasca pengabutan dosis 60ml/ha
mendapatkan jumlah nyamuk pingsan sebanyak 0,50%, dosis
100 ml/ha sebanyak 0,75%, dosis 120 ml/ha sebanyak 1,75%,
dosis 240 ml/ha sebanyak 13,50% dan Icon EC dosis 75 ml/ha
sebanyak 53,5%. Pengamatan 1 jam pasca pengabutan dosis 60
ml/ha menghasilkan jumlah nyamuk pingsan sebanyak 0,50%,
dosis 100 ml/ha sebanyak 2,25%, dosis 120 ml/ha sebanyak
10,25%, dosis 240 ml/ha sebanyak 43,75% dan Icon 25 EC
dosis 75 ml/ha sebanyak 75,25%. Pengamatan 2 jam pasca pe-
ngabutan dosis 60 ml/ha menghasilkan jumlah nyamuk pingsan
sebanyak 5,50%, dosis 100 ml/ha sebanyak 15,00%, dosis 120
ml/ha sebanyak 38,75%, dosis 240 ml/ha sebanyak 87,50% dan
Icon EC dosis 75 ml/ha sebanyak 93,75%. Pengamatan 4 jam
pasca pengabutan dosis 60 ml/ha menunjukkan jumlah nyamuk
mati sebanyak 10,50%, dosis 100 ml/ha sebanyak 40,75%,
doiss 120 ml/ha sebanyak 38,75%, dosis 240 ml/ha sebanyak
100,00% dan Icon EC dosis 75 ml/ha sebanyak 100,00%.
Pengamatan 8 jam pasca pengabutan dosis 60ml/ha meng-
hasilkan jumlah nyamuk mati sebanyak 48,00%, dosis 100
ml/ha sebanyak 93,25%, dosis 120 ml/ha sebanyak 100,00%,
dosis 240 ml/ha sebanyak 100,00% dan Icon 25 EC dosis 75
ml/ha sebanyak 100.00%. Pengamatan 12 jam pasca pengabut-
an dosis 60 ml/ha menunjukkan jumlah nyamuk mati sebanyak
52,00%, dosis 100,120,240 ml/ha (Abate 500 EC) dan Icon 25
EC dosis 75ml/ha masing-masing sebanyak 100,00%. Peng-
amatan 24 jam pasca pengabutan dosis 60 ml/ha menghasilkan
jumlah nyamuk mati sebanyak 52,25%,dosis 100,120,240
ml/ha (Abate 500EC) dan Icon 25 EC dosis 75 ml/ha masing-
masing sebanyak 100,00%.
Kematian nyamuk uji Aedes aegypti di dalam rumah
Pengamatan 15 menit pasca pengabutan dosis 60, 100
ml/ha masing-masing menghasilkan jumlah nyamuk pingsan
sebanyak 0,00%, dosis 120 ml ml/ha sebanyak 0,75%, dosis
240 ml/ha sebanyak 18,50% dan icon 25 EC dosis 75 ml/ha
sebanyak 59,50%. Pengamatan 30 menit pasca pengabutan
dosis 60 ml/ha menghasilkan jumlah nyamuk pingsan sebanyak
0,05%, dosis 100 ml/ha sebanyak 2.75% dan dosis 120 ml/ha
sebanyak 7,75%, dosis 240 ml/ha sebanyak 32,75% dan icon
25 EC dosis 75 ml/ha sebanyak 59,50%. Pengamatan 1 jam
pasca pengabutan dosis 60 ml/ha menunjukkan jumlah nyamuk
pingsan sebanyak 1,00%, dosis 100 ml/ha sebanyak 9,50% dan
dosis 120 ml/ha sebanyak 18,00%, dosis 240 ml/ha sebanyak
70,75% dan icon 25 EC dosis 75 ml/ha sebanyak 83,25%.
Pengamatan 2 jam pasca pengabutan dosis 60 ml/ha menunjuk-
kan jumlah nyamuk pingsan sebanyak 8,25%, dosis 100 ml/ha
sebanyak 39,25% dan dosis 120 ml/ha sebanyak 47,00%, dosis
240 ml/ha sebanyak 99,75% dan icon 25 EC dosis 75 ml/ha
sebanyak 98,00%. Pengamatan 4 jam pasca pengabutan dosis
60 ml/ha diperoleh jumlah nyamuk mati sebanyak 20,25%
dosis 100 ml/ha sebanyak 56,50 % dan dosis 120 ml/ha
sebanyak 85,25% dosis 240 ml/ha dan icon 25 EC dosis 75
ml/ha masing-masing sebanyak 100,00%. Pengamatan 8 jam
pasca pengabutan dosis 60 ml/ha menunjukkan jumlah nyamuk
mati sebanyak 55,50%, dosis 100 ml/ha sebanyak 99,75% dan
dosis 120 ml/ha dosis 240 ml/ha, dan icon 25 EC dosis 75ml/ha
sebanyak 100,00%. Pengamatan 12 jam pasca pengabutan
dosis 60 ml/ha menghasilkan jumlah nyamuk mati sebanyak
61,25% dosis 100 ml/ha sebanyak 99,75% dan dosis 120 ml/ha,
dosis 240 ml/ha (Abate500 EC) dan dosis 75 ml/ha (Icon 25
EC) masing-masing sebanyak 100,00%. Pengamatan 24 jam
pasca pangabutan dosis 60 ml/ha menghasilkan jumlah nyamuk
Cermin Dunia Kedokteran No. 142, 2004 43
background image
mati sebanyak 75/75%, dosis 100, 120, 240 ml/ha. (Abate500
EC) dan dosis 75 ml/ha (Icon 25 EC) masing-masing sebanyak
100,00 % (Gambar 1).
Analisis menggunakan uji F pada rancangan acak kelom-
pok dan dilanjutkan uji Duncan, menghasilkan bahwa antara
keempat dosis 60, 100, 120, 240 ml/ha insektisida Abate.500
EC, yang dibandingkan dengan dosis 75 ml/ha Icon 25 EC
pada pengabutan di luar rumah maupun di dalam rumah me-
nunjukkan perbedaan bermakna pada tiap periode pengamatan
(P > 0,05). Hal ini karena pengaruh daya bunuh pada perbeda-
an dosis aplikasi, sehingga diperoleh kisaran kematian Aedes
aegypti pada setiap dosis.
Pada waktu pelaksanaan penelitian kecepatan angin
berkisar 0-4 km per jam, suhu udara berkisar 24,0-26,0
0
C di
dalam rumah dan 25,5-29,0
0
C di luar rumah. Pada awal peng-
amatan kelembaban udara di dalam rumah berkisar 63,0-76,0%
dan 62,0-72,0% di luar rumah. Sedangkan pada akhir peng-
amatan kelembaban udara 62,0-68,0% di dalam rumah dan
62,0-67,0% di luar rumah.
KT 50 dan KT 90 di luar rumah
Hasil perhitungan menggunakan program analisis probit,
menunjukkan bahwa pada pengabutan di luar rumah dosis 60
ml/ha terhadap nyamuk Aedes aegypti, KT 50 nya 14,3 jam;
dosis 100 ml/ha - 3,7 jam, dosis 120 ml/ha - 2,3 jam, dosis 240
ml/ha - 0,9 jam dan dosis 75 ml/ha Icon 25 EC - 0,3 jam.
Sedangkan KT 90 pada pengabutan terhadap nyamuk Aedes
aegypti di luar rumah dosis 60 ml/ha sebesar 76,0 jam; dosis
100 ml/ha sebesar 8,0 jam, dosis 120 ml/ha - 5,8 jam, dosis 240
ml/ha - 2,4 jam dan dosis 75 ml/ha Icon 25 EC - 1,7 jam.
KT 50 dan KT90 di dalam rumah
Hasil perhitungan menggunakan program analisis probit,
menunjukkan bahwa pada pengabutan di dalam rumah dosis 60
ml/ha terhadap nyamuk Aedes aegypti, KT50 nya - 9,0 jam;
dosis 100 ml/ha - 2,6 jam, dosis 120 ml/ha - 1,8 jam, dosis 240
ml/ha - 0,5 jam dan dosis 75 ml/ha Icon 25 EC - 0,2 jam.
Sedangkan KT90 pada pengabutan terhadap nyamuk Aedes
aegypti di dalam rumah dosis 60 ml/ha diperoleh sebesar 36,9
jam; dosis 100 ml/ha - 26,5 jam, dosis 120 ml/ha - 4,8 jam,
dosis 240 ml/ha - 1,4 jam dan dosis 75 ml/ha Icon 25 EC - 1,2
jam. Hasil analisis probit kematian nyamuk setelah 24 jam
pengabutan di dalam dan di luar rumah berdasarkan KT50 dan
KT90 menunjukkan bahwa semua dosis (60,100,120,240
ml/ha) efektif (Gambar 2).
0
10
20
30
40
50
60
70
80
90
100
Persentase kematian
60.ml/ha
100.ml/ha.]
120.ml/ha
240.ml/ha
75.ml/ha.Icon 25 EC
Dosis Abate 500 EC
Dalam rumah
Luar rumah
Kontrol
Gambar 1. Histogram kematian nyamuk Aedes aegypti di dalam dan luar rumah akibat pengabutan insektisida Abate 500 EC dan Icon 25 EC di
pemukiman penduduk
Cermin Dunia Kedokteran No. 142, 2004
44
background image
0
10
20
30
40
50
60
70
80
60.ml/ha
100.ml/ha
120.ml/ha
240.ml/ha
75 ml/ha Icon 25
EC
Dosis Abate 500 EC
Waktu (Jam)
LT .50.dalam rumah
LT .90.dalam rumah
LT .50.luar rumah
LT .90.luar rumah
Gambar 2. Lethal time (lt) 50 dan 90 nyamuk Aedes aegypti pada pengabutan di dalam dan luar rumah dengan insektisida Abate 500EC
dan Icon 25 EC.
KESIMPULAN
Dosis insektisida Abate 500 EC efektif membunuh
nyamuk Aedes aegypti di dalam maupun di luar rumah adalah
100,120,240 ml/ha. Dosis tersebut pada uji efikasi menghasil-
kan kematian nyamuk sebanyak 100,00%. Dosis 60 ml/ha
insektisida Abate 500 EC secara thermal fogging kurang efek-
tif membunuh Aedes aegypti. KT90 pada pengabutan terhadap
Aedes aegypti di luar rumah dosis 100 ml/ha adalah 8,0 jam,
dosis 120 ml/ha adalah 5,8 jam dan dosis 240 ml/ha adalah 2,4
jam. Sedangkan KT90 di dalam rumah dosis 100 ml/ha adalah
6,5 jam,dosis 120 ml/ha - 4,8 jam dan dosis 240 ml/ha - 1,4
jam.
KEPUSTAKAAN
1.
Hasan Boesri, Sukarno, Tri Suwaryono, M. Yasid, Sudipuryanto. Ke-
padatan telur Aedes aegypti dan Aedes albopictus berdasarkan ketinggi-an
daerah pemukiman di Jawa Tengah, Maj. Parasitol. Indon.1995; 8 (1).
2.
Hasan Boesri, Sumardi, Tri Suwaryono, Moh. Yasid, Heru Priyanto.
Pengaruh pengasapan (thermal fogging) dengan insektisida Lorsban 480
EC, Icon 25 EC dan Malathion 96 EC terhadap larva Aedes aegypti dan
Culex quinquefasciatus. Maj. Kes. Masy. 1996;54.
3.
Sudyono. Malathion. Ditjen. P3M. Departemen Kesehatan RI. Jakarta,
1983.
4. Tarumingkeng RC. Pengantar Toksikologi Pestisida. Fakultas Pasca-
sarjana. Institut Pertanian Bogor, 1989.
5. Komisi Pestisida. Pedoman Efikasi Insektisida di Indonesia. Depar-temen
Pertanian. Jakarta, 1978.
6. Steel RGD, Tprrie JH. Prinsip dan Potensial Statistika. cet. ketiga.
Gramedia Pustaka Utama. Jakarta, 1993.
7. WHO. Chemical methods for the control of artropo vectors and insect of
public health importance. 1984.
8. Departemen Kesehatan. Pedoman Pelaksanaan Program Pemberantasan
DBD. Ditjen. P3M. Departemen Kesehatan. RI. Jakarta, 1987.
9. Suharyono. Penanggulangan DBD dengan fogging Malathion pada
tempat penularan potensial di Jakarta. Maj. Kesehatan. Dep.Kes. 1987.
A certain peace is better and safer than an expected victory
Cermin Dunia Kedokteran No. 142, 2004 45