521
| SEPTEMBER - OKTOBER 2010
T
erapi kombinasi sertraline-nal-
trexone menurunkan kejadian
depresi, serta meningkatkan
waktu pantang dan waktu bebas-alko-
hol pada pasien-pasien yang menderi-
ta depresi dan ketergantungan alkohol.
Simpulan ini merupakan hasil penelitian
dr. Helen M. Pettinati dan rekan dari
Departement of Psychiatry, University
of Pennsylvania School of Medicine,
Philadelphia, Amerika Serikat.
Hingga kini, belum ada bukti empiris
yang cukup kuat untuk mendukung
pemberian antidepresan sebagai tera-
pi bagi pasien-pasien yang menderita
depresi dan ketergantungan alkohol.
Walaupun banyak penelitian mem-
perlihatkan bahwa obat antidepre-
san menurunkan gejala depresi pada
pasien-pasien yang menderita depresi
dan ketergantungan alkohol, pada um-
umnya pemberian obat antidepresan
tampaknya tidak bermanfaat dalam
mengurangi kebiasaan minum alkohol
pada pasien-pasien depresi ini.
Sebuah penelitian tersamar ganda,
kontrol plasebo dilakukan untuk me-
neliti efektifitas terapi kombinasi
depresi (sertraline) dan ketergantun-
gan alkohol (naltrexone) pada pasien-
pasien yang menderita depresi dan
ketergantungan alkohol. Penelitian
ini melibatkan 170 pasien depresi-
ketergantungan alkohol secara acak
dibagi menjadi 4 kelompok: kelompok
I (n=40) diterapi dengan sertraline 200
mg sehari; kelompok II diterapi den-
gan naltrexone 100 mg sehari (n=49);
kelompok III diterapi dengan kom-
binasi sertraline-naltrexone 200/100
mg (n=42); serta kelompok IV diterapi
dengan plasebo ganda (n=39). Terapi
berlangsung selama 14 minggu dan
selama terapi berlangsung, pasien
juga diberi terapi kognitif dan tingkah
laku (cognitive-behavioral therapy).
(cognitive-behavioral therapy
(cognitive-behavioral therapy
Hasil penelittian memperlihatkan
bahwa terapi kombinasi sertraline-nal-
trexon menghasilkan angka berpan-
tang-alkohol dan masa bebas minum
lebih besar dibandingkan dengan
terapi lainnya (tabel 1).
Selain itu juga dilaporkan bahwa
pasien yang tidak mengalami depresi
hingga akhir penelitian lebih banyak
pada kelompok terapi kombinasi ser-
traline-naltrexone (83,8%) dan lebih
baik secara bermakna bila dibanding-
kan dengan rata-rata terapi lainnya.
(83,8% vs 58.3%, p=0,014)
Dr. Pettinati mengatakan bahwa hasil
penelitian ini sangat penting, karena
dalam praktik, depresi dan ketergan-
tungan alkohol sering terjadi bersa-
maan pada seorang pasien dan pem-
berian terapi antidepresan saja tidak
cukup untuk mengurangi kebiasaan
minum alkohol. Harapan pasien untuk
sembuh makin kecil bila pasien seka-
ligus menderita depresi dan keter-
gantungan alkohol. Terapi kombinasi
sertraline-naltrexone dapat dipertim-
bangkan sebagai terapi pada pasien-
pasien yang mengalami depresi dan
ketergantungan alkohol.
SIMPULAN:
· Terapi kombinasi sertraline-nal-
trexone menurunkan kejadian
depresi,
serta
meningkatkan
waktu pantang dan waktu bebas-
alkohol pada pasien-pasien yang
menderita depresi dan ketergan-
tungan alkohol.
· Hasil penelitian ini penting kar-
ena depresi dan ketergantungan
obat sering terjadi bersamaan,
dan obat depresi saja tidak men-
gurangi ketergantungan minum
alkohol pada pasien-pasien ini.
Perlu diberikan terapi kombinasi
sertraline dan naltrexone pada
pasien penderita depresi dan
ketergantungan obat, untuk men-
capai hasil terapi optimal. n (YYA)
REFERENSI:
1.
Medscape Cardiology. Combination Therapy
Best for Co-Occurring Depression and Al-
cohol Dependence. [cited 2009 March 30].
Available from: http://www.medscape.com/
viewarticle/719168
2.
Pettinati HM, Oslin DW, Kampman KM, Dun-
don WD, Xie H, Gallis TL, et al. A Double-
Blind, Placebo-Controlled Trial Combining
Sertraline and Naltrexone for Treating Co-Oc-
curring Depression and Alcohol Dependence.
Am J Psychiatry Published March 15, 2010. .
[cited 2009 March 30]. Available from: http://
ajp.psychiatryonline.org/cgi/content/abstract/
appi.ajp.2009.08060852v1
Kelompok I
Sertraline
200 mg
(n=40)
Kelompok II
Naltrexone
100 mg
(n=49)
Kelompok III
Sertraline-
Naltrexone
200/100 (42)
Kelompok IV
Plasebo
(n=39)
NIlai P
kelompok
sertraline-
naltrexonevs
terapi lainnya
Angka berpantang
alkohol
27,5%;
21,3%;
53,7%
23,1%
P=0,001
27,5%;
21,3%;
53,7%
23,1%
P=0,001
27,5%;
21,3%;
53,7%
23,1%
P=0,001
27,5%;
21,3%;
53,7%
23,1%
P=0,001
27,5%;
21,3%;
53,7%
23,1%
P=0,001
Masa bebas
alkohol
23 hari
29 hari
98 hari
26 hari
P= 0,003
23 hari
29 hari
98 hari
26 hari
P= 0,003
23 hari
29 hari
98 hari
26 hari
P= 0,003
23 hari
29 hari
98 hari
26 hari
P= 0,003
23 hari
29 hari
98 hari
26 hari
P= 0,003
Efek samping
serius
37,5%
26,5%
11,9%
28,2%
P<0,02
37,5%
26,5%
11,9%
28,2%
P<0,02
37,5%
26,5%
11,9%
28,2%
P<0,02
37,5%
26,5%
11,9%
28,2%
P<0,02
37,5%
26,5%
11,9%
28,2%
P<0,02
Kombinasi Sertraline-Naltrexone untuk
Penderita Depresi dan Ketergantungan Alkohol
Tabel 1. Perbandingan kejadian pantang alkohol dan masa bebas alkohol pada pasien depresi-
ketergantungan alkohol antara terapi sertraline, naltrexon, sertraline-naltrexone dan plasebo.
BERITA
TERKINI