204
| APRIL 2010
BERITA
TERKINI
S
ebuah metaanalisis oleh dr.
Giogria de Berardis dan rekan
dari Consorzio Mario Negri Sud,
Maria Imbaro, Italia, memperlihatkan
bahwa manfaat pemberian aspirin se-
bagai pencegahan primer terhadap
kejadian kardiovaskular pada pasien-
pasien diabetes melitus hingga kini
belum jelas benar.
Hampir semua guideline merekomen-
dasikan pemberian aspirin sebagai
terapi pencegahan primer kejadian
kardiovaskular pada pasien-pasien di-
abetes. Pasien-pasien diabetes adalah
kelompok pasien dengan risiko tinggi
kejadian kardiovaskular. Namun dalam
kenyataannya, manfaatnya tidaklah
sebesar yang diharapkan.
Dr. Giogria de Berardis dan rekan
melakukan tinjauan terhadap data pe-
nelitian yang membandingkan efek-
tifi tas aspirin dengan plasebo (atau
tanpa aspirin) pada pasien diabetes
tanpa penyakit kardiovaskular. Pada
saat semua data dibandingkan satu
sama lain, para ahli tidak menemu-
kan perbedaan yang bermakna secara
statistik antara kelompok yang di-
terapi aspirin dengan kelompok plase-
bo (atau tanpa aspirin), dalam hal risiko
kejadian kardiovaskular, kematian kar-
diovaskular, kematian karena semua
sebab, infark miokard atau stroke. Bila
berdasarkan jenis kelamin, pemberian
aspirin pada pria tampaknya mengu-
rangi risiko infark miokard sebesar
43%, namun tidak terjadi penurunan
bermakna pada wanita.
Para ahli menambahkan bahwa efek-
tifi
tas aspirin sebagai pencegahan
primer lebih rendah dari yang diharap-
kan bukan hanya pada pasien-pasien
diabetes, namun juga pada pasien-
pasien risiko tinggi lainnya. Hal ini bu-
kan berarti bahwa aspirin tidak efek-
tif, namun efektifi tasnya lebih rendah
daripada yang diperkirakan sebelum-
nya dan hal ini berarti bahwa para kli-
nisi harus memilah dengan seksama,
pasien-pasien mana yang memiliki ke-
mungkinan yang lebih besar menda-
patkan manfaat terapi aspirin.
Karena efektifi tas aspirin sebagai terapi
pencegahan pada pasien diabetes kini
kontroversial, maka para ahli kini se-
dang menjalankan 2 penelitian besar: A
Study of Cardiovascular Events in Dia-
betes (ASCEND) dan the Aspirin and
Simvastatin Combination for Cardio-
vascularEvents Prevention Trial in
Diabetes (ACCEPT-D). Hingga kini,
hasil kedua penelitian besar tersebut
memperlihatkan penurunan risiko ke-
jadian vaskular dengan terapi aspirin,
walau belum pasti apakah manfaat as-
pirin ini sudah sesuai yang diharapkan
dan dapat mengimbangi risiko efek
sam-ping perdarahan. Hingga kini,
sambil menunggu hasil kedua pene-
litian tersebut, para klinisi lebih me-
nyarankan untuk menghindari rokok,
memberikan terapi statin, antihiper-
tensi golongan penghambat ACE
(angiotensin converting enzyme) dan
mempertahankan kontrol gula darah
yang baik, sebelum memberikan aspi-
rin pada pasien-pasien diabetes.
SIMPULAN:
x
Manfaat pemberian aspirin pada
pasien-pasien diabetes dengan
risiko kardiovaskular hingga kini
masih kontroversial
x
Menunggu hasil penelitian le-
bih lanjut, sebelum memberikan
terapi aspirin pada pasien-pasien
diabetes, para ahli menyarankan
agar para dokter mendorong
pasien agar melakukan modifi kasi
gaya hidup, memberikan terapi
statin, antihipertensi golongan
penghambat ACE (angiotensin
converting enzyme) dan memper-
tahankan kontrol gula darah yang
baik.
YYA
REFERENSI:
Aspirin Diragukan Efekti tasnya
Sebagai Prevensi Primer Kejadian
Kardiovaskular Pasien Diabetes
Hasil Akhir
Risiko relatif
95%
C I
Nilai p
Kejadian kardiovaskular mayor 0,90
0,811.00
0,06
Infark Miokard
0,86
0,611.21
0,37
Stroke
0,83 0,601.14
0,25
Kematian kardiovaskular 0,94
0,721.23
0,68
Kematian karena semua sebab 0,93
0,821.05
0,22
Perdarahan 2,50
0,768.21
Tidak
bermakna
Tabel 1. Pengaruh aspirin dibandingkan dengan placebo atau tanpa aspirin
terhadap risiko relatif kejadian klinik pada pasien diabetes.
CDK ed_176 april [hal 195-240]_dr.indd 204
3/26/2010 1:49:14 PM