P
asien dalam penelitian ini diacak untuk mendapat terapi
prasugrel (60 mg loading dose dan 20 mg prasugrel dosis rumat)
atau clopidogrel (300 mg loading dose dan 75 mg dosis rumat)
selama 15 bulan. Hasil penelitian yang dilaporkan pada sesi
ilmiah AHA (American Heart Association) 2007 memperlihatkan
bahwa pemberian prasugrel disertai penurunan bermakna
endpoint primer (kematian kardiovaskular, infark miokard
dan stroke), namun disertai peningkatan risiko perdarahan
mayor, perdarahan mengancam jiwa dan perdarahan fatal.
Baru-baru ini dilaporkan prespecified analysis penelitian TRITON
TIMI 38, yang melibatkan 3534 pasien dengan STEMI. Pres-
pecified analysis ini memperlihatkan bahwa pada pasien STEMI
(ST-segment elevation MI) yang menjalani PCI, prasugrel
secara bermakna mengurangi kejadian iskemik lebih baik di-
bandingkan clopidogrel tanpa peningkatan risiko perdarahan.
Dr. Gilles Montalescot (Centre Hospitalier Universitaire Pitie
Salpetrie, Paris Perancis) yang memimpin penelitian ini me-
ngatakan bahwa prasugrel secara bermakna mengurangi
kejadian kematian karena kardiovaskular, MI (myocardial
infarction) tidak fatal, atau stroke tidak fatal. Manfaat ini
bertahan selama 15 bulan. Selain itu prasugrel mengurangi
endpoint sekunder seperti penurunan trombosis karena
pemasangan stent.
Dr. Duane Pinto dari Beth Israel Deaconess Medical Centre di
Boston, Amerika Serikat memberikan komentar bahwa walau-
pun prasugrel dalam prespecified analysis ini lebih baik di-
bandingkan clopidogrel tanpa peningkatan risiko perdarahan,
namun prasugrel belum tentu yang paling cocok untuk semua
keadaan. Banyak faktor lain yang harus dipertimbangkan,
seperti lokasi infark, risiko perdarahan, waktu pemberian
obat dan saat dilakukannya PCI; semua ini tidak bisa dijawab
hanya dengan hasil prespecified analysis ini. Selain itu apakah
efek menguntungkan prasugrel ini terjadi pada semua sub-
kelompok dan di antara semua jenis pasien, belum jelas benar.
Sebuah analisis post hoc memperlihatkan bahwa angka
kejadian iskemik setelah 15 bulan lebih rendah secara ber-
makna dengan terapi prasugrel hanya pada pasien STEMI
dengan infark anterior. Sedangkan pasien STEMI dengan
infark non-anterior, endpoint primer tidak berbeda bermakna
antara terapi prasugrel maupun clopidogrel.
Dr. Duane juga menambahkan bahwa efek menguntungkan
ini terutama terjadi pada pasien risiko tinggi, berarti manfaat
paling dirasakan oleh pasien infark anterior dan diabetes.
Pada pasien infark non-anterior, belum jelas apakah prasu-
grel lebih baik dibandingkan dengan clopidogrel.
Peneliti lainnya, dr. Paul Gruber dari Sinai Hospital, Baltimore,
mengatakan bahwa penelitian TRITON ini tidak dirancang
secara prospektif atau secara baik untuk membandingkan
efektifitas prasugrel dengan clopidogrel pada pasien dengan
STEMI dan menambahkan bahwa data yang ada harus di-
interpretasi lebih hati-hati sebelum mengambil kesimpulan.
Dr. Gregg Stone dari Columbia University, New York, Amerika
Serikat mengatakan bahwa penelitian ini memiliki beberapa
kelemahan, di antaranya adalah dosis yang digunakan dalam
membandingkan prasugrel dengan clopidogrel. Dalam peneli-
tian ini loading dose prasugrel 60 mg dibandingkan dengan
clopidogrel 300 mg. Seharusnya loading dose prasugrel ini
dibandingkan dengan dosis clopidogrel yang lebih poten,
yaitu 600 mg. Pasien yang mengikuti penelitian ini tidak
menerima manfaat maksimal preloading clopidogrel karena
loading dose tidak adekuat.
Walau belum jelas apakah prasugrel lebih baik dibandingkan
clopidogrel, komisi Eropa telah memberikan persetujuan
untuk pemasaran prasugrel sebagai obat pencegahan kejadian
artherotrombotik pada pasien sindrom koroner akut yang
akan menjalani PCI. FDA (Food and Drug Administration)
belum mengambil keputusan mengenai prasugrel ini, walau
panel penasihat sudah sepakat obat ini dipasarkan.
TRITON TIMI 38 (Trial to Assess Improvement
in Therapeutic Outcomes by Optimizing
Platelet Inhibition with Prasugrel) adalah
penelitian yang melibatkan 13608 pasien
sindroma koroner akut yang akan menjalani
PCI (Percutaneus Coronary Intervention).
Benarkah
Prasugrel
Lebih Baik
Dibandingkan
Clopidogrel
?
276
BERITA TERKINI
CDK 170/vol.36 no.4/Juli - Agustus 2009