background image
B E R I T A T E R K I N I
B E R I T A T E R K I N I
CDK 167/vol.36 no.1/Januari - Februari 2009
40
CDK 167/vol.36 no.1/Januari - Februari 2009
S
tudi oleh para peneliti dari Yale University School of
Medicine dan Ontario Veterinary College, Kanada ini dipubli-
kasikan dalam Proceedings of the National Academy of
Sciences (PNAS) edisi online 3 September 2008.
Studi sebelumnya telah melihat efek BPA pada tikus, namun
ini yang pertama melihat apa yang terjadi pada primata dan
juga pertama kalinya menggunakan batas terendah bahan
ini berdasarkan acuan US EPA.
Untuk studi ini, Lerant dkk. memberikan dosis harian 50
mikrogram/kg BB BPA selama 28 hari kepada setiap primata.
Mereka juga memberikan estradiol, hormon estrogen
manusia yang terlibat dalam mengatur hubungan sinaptik
antar sel-sel otak. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan
hormon ini tidak hanya diproduksi oleh ovarium, tapi juga di
otak, yang berkontribusi pada pengembangan dan bekerja
di hipokampus dan korteks prefrontal, dua bagian yang
mengatur mood dan membantu ingatan.
Leranth dkk menjelaskan, data mereka mengindikasikan
bahwa walaupun paparan kadar BPA relatif rendah, BPA
menghilangkan respon sinaptik terhadap estradiol. Remodel-
ing sinapsis saraf sangat penting dalam fungsi kognitif dan
mood. BPA merinterferensi hubungan sinaps yang dibangun.
Mereka menyimpulkan bahwa studi ini pertama kalinya men-
demonstrasikan efek samping BPA pada otak model hewan
primata nonmanusia yang selanjutnya perlu ditingkatkan
dengan kepedulian penggunaan BPA secara luas di bidang
medis. Model primata ini mengindikasikan bahwa BPA
secara negatif mempengaruhi fungsi otak dalam manusia.
Untuk itu, EPA diharapkan menurunkan 'batas keamanan
harian' untuk konsumsi BPA manusia. (NFA)
Medical news today, 4 September 2008
41
Para ilmuwan di Amerika dan Kanada yang mempelajari efek bisfenol-A (BPA), sebuah
kandungan plastik polikarbonat yang biasa digunakan dalam alat sehari-hari untuk menyimpan
makanan dan obat-obatan, menemukan bahwa BPA menyebabkan hilangnya hubungan
antara sel-sel otak primata dan dapat mengarah pada penurunan daya ingat dan kemampuan
belajar. Berdasarkan temuan ini, mereka menyarankan US Enviromental Protection Agency
(US EPA) menurunkan batas keamanan minimum paparan harian BPA.
S
ementara kelompok kontrol terdiri dari 1.778 pasien dengan
karakteristik serupa yang tidak menjalani biopsi. Separuh pasien
yang menjalani biopsi dianalisisa sebagai model prediktif
untuk menilai mortalitas selama 120 hari dan separuhnya
lagi untuk validasi prediktor (selain mortalitas).
Hasilnya, ternyata angka mortalitas 120 hari pada kelompok
yang menjalani biopsi lebih tinggi dibandingkan kelompok
kontrol (1,3% vs 0,3%; p<0,001). Selain itu faktor lain yang
berpengaruh pada meningkatnya mortalitas adalah usia,
penyakit penyerta (komorbiditas), dan jumlah prosedur biopsi.
Usia < 61 tahun memiliki angka mortalitas 0,2%, sedangkan
usia > 75 tahun : 2,5%. Pasien tanpa penyakit penyerta
memiliki angka mortalitas 0,7% (vs 2,2% pada pasien dengan
penyakit penyerta multipel). Biopsi pertama kali memiliki angka
mortalitas 1,4%, sementara biopsi ulangan sebesar 0,8%
atau kurang.
Hasil penelitian ini memberikan pandangan baru bahwa
mungkin prosedur biopsi prostat perlu dipertimbangkan
lebih lanjut, dan disarankan hanya dilakukan jika manfaat
biopsi lebih besar dibandingkan risikonya. Diperlukan studi
lebih lanjut untuk memverifikasi hasil studi ini dan menjelaskan
mekanismenya. (LHS)
Referensi:
ASCO.Short-term Mortality Increased After Prostate Biopsy.2008.
www.asco.org
Dilaporkan dalam American Society of Clinical Oncology 2008, hasil suatu studi yang
menilai hal yang cukup unik dan menarik, yaitu hubungan biopsi prostat dan angka
mortalitas. Studi yang bersifat population-based ini melibatkan 22.175 pasien yang
menjalani biopsi prostat (transrectal ultrasound guided / TRUS) dari tahun 1989 - 2000.
Biopsi Prostat dan
Biopsi Prostat dan
Hubungannya dengan
Hubungannya dengan
Mortalitas
Mortalitas
Biopsi Prostat dan
Hubungannya dengan
Mortalitas
Bahaya Plastik
Bahaya Plastik
Kandungan plastik Bisfenol-A (BPA) dapat
Kandungan plastik Bisfenol-A (BPA) dapat
merusak sel-sel otak dan mempengaruhi mood dan ingatan
merusak sel-sel otak dan mempengaruhi mood dan ingatan
Bahaya Plastik
Kandungan plastik Bisfenol-A (BPA) dapat
merusak sel-sel otak dan mempengaruhi mood dan ingatan