HASIL PENELITIAN
Pengaruh Umur pada Hasil Terapi
Limfoma Non Hodgkin
Soebandiri
Seksi Hematologi dan Onkologi Medik, Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga
Rumah Sakit Dr Sutomo, Surabaya
ABSTRAK
Telah diteliti catatan medik penderita-penderita Limfoma Non Hodgkin (LNH) jenis
Diffuse Lymphocytic Poorly Differentiated (DLPD) yang mendapat terapi kombinasi
Cyclophosphamide, Hydroxydaunorubicine, Oncovin dan Prednison (CHOP), yang
dirawat di Seksi Hematologi dan Onkologi Medik bagian/UPF Penyakit Dalam FK Unair/
RS Dr Sutomo di Surabaya antara 1 Januari 1986 s/d 31 Desember 1994 (9 tahun).
Diteliti apakah ada pengaruh umur pada hasil terapi baik dilihat dan "pengecilan
tumor" maupun dilihat dan kemampuan untuk terus berobat (observed survival). Manfaat
penelitian ini adalah untuk dapat menentukan prognosis. Selama 9 tahun itu terkumpul
22 penderita LNH jenis DLPD yang mendapat terapi CHOP dengan sebaran umur antara
1774 tahun, umur median 49 tahun. Penderita kemudian dibagi menjadi 2 kelompok.
Kelompok A adalah mereka yang berumur di bawah 49 tahun (golongan umur tua).
Hasil terapi kedua kelompok dibandingkan, ternyata: 1. Dilihat dari pengecilan tumornya:
CR-rate golongan A = CR-rate golongan B, Remission Rate golongan A sedikit lebih
tinggi daripada golongan B (91% vs 81%), namun secara statistik tidak berbeda ber-
makna. 2. Dilihat dari kemampuan berobat terus menerus (observed survival) rata-rata
golongan A (muda) sedikit lebih lama daripada golongan B (tua) (6,1 vs 4,7 bulan),
namun secara statistik juga tidak berbeda bermakna. Jadi perlu penelitian lebih lanjut
dengan sampel yang lebih besar dan menggunakan kemampuan hidup yang sebenarnya
(true survival).
Kesimpulan: Pada penelitian ini belum terbukti adanya pengaruh umur pada hasil
terapi pada LNH jenis DLPD dengan terapi CHOP dilihat dan pengecilan tumor maupun
kemampuan hidup (survival)nya, meskipun Remission Rate maupun observed survival
golongan umur muda agak lebih tinggi/lama daripada golongan umur tua.
PENDAHULUAN
Hasil terapi keganasan pada umumnya dan Limfoma Non
Hodgkin khususnya dapat dilihat dan: a) Pengecilan tumornya
yang dinyatakan dalam istilah-istilah complete remission (=CR),
partial remission (=PR), no change (=NC) dan progressive
disease (=PD). b) Dapat pula dilihat dan lamanya kemampuan
hidup (survival) penderita.
Evaluasi terhadap tumornya dapat segera dilakukan (1-2
bulan sesudah mulai terap tetapi evaluasi terhadap kemam-
puan hidup (survival) memerlukan follow up yang seringkali
sampai jangka lama, serta penderita harus patuh berobat sesuai
protokol pengobatan (compliant)
(1)
.
Banyak faktor yang diperkirakan mempengaruhi hasil-hasil
pengobatan penderita Limfoma Non Hodgkin antara lain: 1. jenis
Cermin Dunia Kedokteran No. 112, 1996 41
histopatologi, 2. macam pengobatannya, 3. stadium penyakitnya,
4. jenis kelamin dan 5. umur
(2)
.
Penelitian ini bertujuan untuk mencari bukti hubungan
antara umur dengan hasil terapi yang dilihat dan pengecilan
tumor dan lamanya masa berobat penderita, untuk mengetahui
prognosis.
BAHAN DAN CARA
Bahan penelitian adalah catatan medik penderita-penderita
Limfona Non Hodgkin (LNH) yang dirawat di seksi Hematologi
dan Onkologi Medik BagianIUPF Penyakit Dalam FK Unair/
RS Dr Sutomo di Surabaya, antara 1 Januani 1986 s/d 31 De-
sember 1994 (selama 9 tahun).
Dipilih penderita dengan jenis histopatologi yang sama
yaitu yang terbanyak jenis Diffuse Lymphocytic Poorly Differen-
tiated (= DLPD) yang mendapat kemoterapi yang sama pula
yaitu kombinasi Cyclophosphamide, HydroxoDaunorubicin (=
Adriamycine), Oncovin (= Vincristine) dan Prednison (CHOP)
yang merupakan pengobatan baku yang dianjurkan di RS Dr
Sutomo untuk jenis DLPD itu. Kemudian pendenita disusun me-
nurut umurnya. Umur median dipakai sebagai batas umur muda
dan tua. Kemudian penderita dibagi menjadi dua kelompok yaitu
kelompok A (kelompok umur di bawah median = kelompok
umur muda) dan kelompok B (kelompok umur di atas median =
kelompok umur tua).
Penentuan stadium penyakit memakai kriteria Ann Arbor
seperti yang lazimnya dipakai pada Limfoma Maligna. Histo-
patologi ditentukan oleh ahli patologi di bagian Patologi yang
selanjutnya kalau perlu diterjemahkan ke dalam klasifikasi
Rappaport. Hasil terapi terhadap tumornya dilihat dan angka-
angka Remisi Lengkap (Complete Remission = CR), Remisi
Parsial (Partial Remission = PR), Penyakit Tetap (Stationary
Disease = St.D = No Change = NC) dan Penyakit Progresif
(Progressive Disease = PD) sesuai kriteria yang lazim
(3)
.
Penentuan kemampuan hidup (survival) yang sebenarnya
sebagai evaluasi hasil terapi, masih belum dapat dilakukan di
Surabaya, oleh karena tidak adanya bagian follow up (Follow
Up Service) di RS Dr Sutomo dan tidak adanya kepatuhan
(compliance) pada sebagian besar penderita yang berobat. Yang
dapat dinilai hanya apa yang disebut sebagai observed survival
(= OS) yaitu masa mulai penderita datang pertama kali sampai
saat kontrol yang terakhir (= masa berobat penderita).
Hasil terapi pada kedua kelompok umur tersebut diban-
dingkan. Untuk perbedaan dan ratio dipakai uji statistik X
2
dengan koreksi Yates
4
dan untuk perbedaan dari dua mean (=rata-
rata) dipakai uji statistik: test sampel kecil uji korelasi kemak-
naannya diuji dengan rumus-rumus korelasi yang lazim
(4,5)
.
HASIL
Selama 9 tahun terkumpul 22 catatan medik penderita LNH
jenis DLPD yang mendapat terapi CHOP dan datanya meme-
nuhi syarat. Penderita yang mendapat pengobatan kurang dari
4 minggu, penderita yang tidak mendapat terapi CHOP dan
mendapat terapi lain, tidak diikutkan dalam penelitian ini.
Umur pendenita berkisar antara 1774 tahun, umur median
adalah 49 tahun, oleh karena itu golongan A adalah mereka yang
berumur < 49 tahun, sedangkan golongan B adalah mereka yang
berumur > 49 tahun (Tabel 1). Rasio jenis kelamin laki/wanita
golongan A adalah 9/2, sedangkan untuk golongan B adalah 8/3
(Tabel 2).
Tabel 1. Data 22 penderita DLPD dengan terapi CHOP
No. Nama Sex
Umur
(tahun)
Stadium hashl
terapi
O.S
(bulan)
h/m
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Tn. BS
Tn. F
Ny. L
Tn. P
Tn. M
Tn. AK
Tn. S
Tn. D
Ny. Tu
Tn. L
Tn. EP
L
L
P
L
L
L
L
L
P
L
L
17
25
30
30
37
38
42
42
44
45
48
38
3B
3A
3B
1B
3B
3B
3B
4B
3A
3A
CR
CR
PR
PR
PR
NC
PR
CR
PR
PR
CR
11,0
4,6
1,3
6,5
3,1
7 0
4,7
17,8
2 7
2,7
6,0
h
h
h
h
h
m
h
h
h
h
h
Umur
median
=49
tahun
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
Ny. M
Tn. K
Ny. M
Tn. M
Tn. AS
Tn. ES
Tn. MS
Tn. R
Tn. MS
Ny. P
Tn. A
P
L
P
L
L
L
L
L
L
P
L
50
50
52
53
53
54
57
60
64
68
74
3B
3B
3B
2B
3B
2A
2A
2B
2A
3B
3B
PR
CR
PR
CR
PR
NC
PR
CR
PD
PR
CR
1,2
1,0
3,0
3,8
3,3
11,3
4,0
5,4
5,3
8,1
4,7
m
h
h
h
h
h
h
h
h
h
h
Keterangan:
OS = Observed survival = lamanya berobat. h = hidup, m = mati
CR = Complete Remission = Remisi lengkap
PR = Partial Remission = Remisi parsial
NC = No Change = Tanpa perubahan = Penyakit tetap
PD = Progressive Disease = Penyakit bertanzbah
L = laki-laki; P = perempuan
Tabel 2. Data penderita yang diteliti
Golongan
A (<49 tahun) B (>49 tahun)
Uji statistik
Jumlah kasus
Umur (tahun)
sebaran
median
Persentase wanita
Persentase stadium lanjut
(III & IV)
Jenis histopatologi
Jenis terapi
11 orang
17-48
49
2/11 (18%)
10/11 (91%)
DLPD
CHOP
11 orang
50-74
49
3/11(27%)
6/11 (55%)
DLPD
CHOP
t.b
t.b
Keterangan : t.b. = tidak bermakna
Hasil terapi dapat dilihat pada Tabel 3.
PEMBAHASAN
Dari Tabel 2 terlihat bahwa persentase wanita pada pen-
derita tua (> 49 tahun) sedikit lebih tinggi daripada penderita
muda (<49 tahun) (27% vs 18%), namun perbedaan ini tidak
bermakna secara statistik. Persentase stadium lanjut (st. III &
IV) golongan muda sedikit lebih tinggi daripada golongan umur
tua (91% vs 55%) namun secara statistik perbedaan ini tidak
Cermin Dunia Kedokteran No. 112, 1996
42
Tabel 3. Hasil terapi pada 2 kelompok umur jenis DLPD yang mendapat
terapi CHOP
Kelompok
A (<49 tahun) B (>49 tahun) Uji statistik
11
4/11 (36%)
6/11 (55%)
10/11 (91%)
1/11
1,3 17,8
6,13
± 4,70
11
4/11 (36%)
5/11 (45%)
9/11 (81%)
2/11
1,0 11,3
4,65
± 4,65
Jumlah kasus
Hasil terapi
a. Pengecilan tumor
CR
PR
RR
NC & PD
b. O.S. (bulan) :
sebaran
rerata
S.D.
korelasi umur & OS
r = 0,026 (p>0,10)
t.b.
t.b.
t.b.
t.b.
Keterangan:
CR = Complete Remission rate
PR = Partial Remission rate
RR = Remission rate = CR + PR
NC = No Change; PD = Progressive Disease
0.S = Observed survival = lama masa bembat
tb. = tak berbeda bermakna secara statistik (p > 0,10)
Catatan.
Untuk hubungan OS dengan umur, uji statistik cara Wilcoxon-Gehan logrank
test kurang tepat untuk dipakai karena "censored observation"nya ± 91%.
Cara ini dan cara dari Mantel Haenszel menghasilkan "tak berbeda bermakna"
yang sama. Untuk hubungan CR/PR dengan umur uji statistik cara Mann
Whitney rank sum U rest juga menghasilkan "tak berbeda bermakna" yang
sama.
bermakna.
Dari tabe1 3 terlihat bahwa hasil terapi yang dilihat dari
pengecilan tumornya angka CR adalah sama baik untuk golongan
umur muda maupun golongan umur tua; namun angka RR go-
longan umur muda sedikit lebih tinggi daripada golongan umur
tua meskipun secara statistik perbedaan itu tidak bermakna. Jadi
ada kecenderungan pada golongan umur muda respons terhadap
tumor lebih baik daripada golongan umur tua; meskipun per-
sentase stadium lanjut golongan umur muda sedikit lebih tinggi
daripada golongan umur tua, namun perbedaannya tidak
bermakna secara statistik.
Dilihat dari lamanya berobat (observed survival = OS) ter-
nyata OS rata-rata golongan umur muda sedikit lebih tinggi
daripada golongan umur tua (6,1 bulan vs 4,6 bulan) namun
secara statistik tidak berbeda bermakna. Demikian pula pada
golongan umur muda persentase yang stadium lanjut lebih tinggi
daripada golongan umur tua (91% vs 55%) namun secara statistik
perbedaan ini juga tidak bermakna. Jadi hanya dapat dikatakan
bahwa ada kecenderungan pada golongan umur muda masa-
berobat (=OS)-nya lebih lama daripada golongan umur tua;
mungkin disebabkan karena memang survival sebenarnya umur
muda lebih lama daripada umur tua. Namun masih perlu pe-
nelitian dengan sampel yang lebih memadai dan penggunaan
survival sebenarnya untuk membuktikan adanya pengaruh umur
pada hasil terapi yang dilihat dan kemampuan hidup (survival)
yang sebenarnya tersebut. Pada uji korelasi antara umur dengan
lamanya berobat (=O.S.) didapatkan bahwa ada kecenderungan
korelasi negatif namun secara statistik tidak bermakna (r =
-0,026; p > 0,10).
Jadi ada kecenderungan golongan umur muda hasil terapi
(respons) terhadap tumor lebih baik daripada golongan umur
tua meskipun persentase stadium lanjut golongan muda sedikit
lebih tinggi daripada golongan tua; demikian pula hasil terapi
yang dilihat dan lamanya berobat (=OS), namun buktinya masih
kurang kuat (tidak bermakna secara statistik).
RINGKASAN
Telah diteliti catatan medik penderita-penderita LNH jenis
DLPD yang mendapat terapi kombinasi CHOP yang dirawat di
Seksi Hematologi dan Onkologi Medik bagian Penyakit Dalam
FK Unair/RS Dr Sutomo Surabaya mulai 1 Januani 1986 s/d 31
Desember 1994 (9 tahun).
Diteliti apakah ada pengaruh umur pada hasil terapi baik
dilihat dan pengecilan tumornya maupun dilihat dari kemampuan
untuk terus berobat. Kemampuan untuk berobat secara terus
menerus disebut observed survival (kemampuan hidup selama
masih dalam observasi).
Selama 9 tahun itu terkumpul 22 penderita LNH jenis
DLPD yang mendapat terapi CHOP dengan sebaran umur
antara 17 tahun - 74 tahun, umur median 49 tahun. Hasil terapi
pada kelompok umur di bawah 49 tahun (kelompok A)
dibandingkan dengan pada kelompok umur di atas 49 tahun
(kelompok B), ternyata:
1) Dilihat dari pengecilan tumor: CR-rate golongan A = CR
rate golongan B; RR golongan A sedikit lebih tinggi daripada
golongan B namun secara statistik tidak berbeda bermakna.
2) Dilihat dan kemampuan berobat terus (observed survival)
golongan A sedikit lebih lama daripada golongan B namun
secara statistik juga tidak berbeda.
Perlu penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih
besar dan menggunakan kemampuan hidup (survival) yang
sebenar nya.
KESIMPULAN
Pada penelitian ini belum terbukti adanya pengaruh umur
pada hasil terapi LNH jenis DLPD dengan terapi CHOP dilihat
dari pengecilan tumornya maupun kemampuan hidup (survival)-
nya.
KEPUSTAKAAN
1. Soebandiri. Terapi Medis kanker yang rasional. Pendidikan Kedokteran
Berkelanjutan ke IX llmu Penyakit Dalam. Surabaya 23 Juli 1994; hal 35.
2. Lee OR et al. (ed). Wintrobe's Clinical Hematology. vol. 2; 9th ed. Phila-
delphia: Lea & Febiger 1993 p. 2082.
3. Evaluation ofCancerTreatment. In: S. Monfardini et al. (ed). UICC Manual
of Adult and Paediatric Medical Oncology. Berlin, Heidelberg, New York,
London: Springer Verlag 1987 22.
4.a. Significance of differēnce in proportion. In J. Ipsen editor: Bancroft's
introduction to Biostatistics, snd ed. New York, London: Harper & Row.
1987. p. 88.
b. Cocrelation analysis: Ibid. p. 88.
5. Perbedaan mean sampel kecil. Dalam: Djoko Mursinto: Statistik terapan
untuk ekonomi. buku II. Penerbit: Sarana Cipta Surabaya edisi perbaikan
1989. hal. 76.
Cermin Dunia Kedokteran No. 112, 1996 43