ILMU KEDOKTERAN
HUMOR
MENSTRUASI YANG BERPINDAH
Seorang pasien, tiga bulan yang lalu saya beri
suntikan Depo Provera. Hari ini dia datang karena
jatuh tanggal suntikan ulangan dan ia mengeluh :
+"Dok, kali ini kok menstruasinya melalui hi-
dung ?"
"
Ya, ya itu epistaxis. Tidak apa-apa nanti saya
beri obat
"
. (Jawab saya singkat dan tegas).
+ "Dok, saya...............saya rasa ini mencemaskan
................ jangan-jangan nanti saya tidak bisa
hamil lagi ....! ! !"
"Ya, ya itu mungkin kalau pintu rahim Nyonya
turut berpindah ke hidung.....................?????".
dr Farouq Ar
Manado
NGERI !!!
Isteri kakak saya yang ingin sekali mengikuti
KB bercerita begini
:
+"Teman saya menganjurkan saya untuk pergi
ke Ahli Kandungan A, tetapi saya tidak mau.
"
"Kenapa ?" tanya saya.
+ Ketika saya bertemu dengan dokter itu ditoko,
saya lihat..................................jarinya besar-be-
sar..................!!!!!
drg Ny W Pramudiyo
Bandung
TERBONGKARNYA RAHASIA .............. KARENA TIDAK DISENGAJA
Disebuah desa yang cukup jauh dari tempat saya bekerja, dimana belum
ada tenaga kesehatan yang tinggal menetap. Sudah sejak lama saya menda-
pat informasi dari penduduk bahwa ada seorang laki-laki tua, berfungsi se-
bagai
"
dukun " yang cukup terkenal. Sebab dari setiap pasien yang berobat
kepadanya selalu keluar PAKU" dari tubuh penderita tersebut. Dan selalu
dikatakan bahwa benda tersebutlah yang menjadi penyebab seseorang menja-
di sakit.
Ketika saya mengadakan turney kedesa tempat tinggal "
dukun " tersebut
kebetulan sekali "dukun" tersebut sedang sakit buang-buang air dan minta
pertolongan kepada saya.
Tentunya hal ini membuat saya gembira sekali, karena merupakan awal
perkenalan dari sesama penolong orang sakit, walaupun dalam hati saya
agak gentar
"
juga, mengingat berita-berita tentang kehebatannya.
Ketika saya selesai mengadakan anamnesa dan mulai periksa sana...............
periksa sini.....................saya menyuruh sang dukun" berbaring,...................
ketika saya membantu membukakan bajunya agar stetoscope lebih leluasa
menempel didadanya.............................. saya benar-benar terkejut bukan main
.....................! ! ! ! karena begitu baju dibuka, tangan saya tersentuh dengan
puluhan paku yang tersimpan dalam
"
kantong rahasia" dibagian dalam ba-
junya.
Dan sang "dukun" pun baru sadar bahwa kedoknya selama ini sudah ter-
bongkar tanpa disengaja, sehingga dengan spontan ia minta maaf atas per-
buatan yang pernah dilakukan.
Rasa "gentar
"
yang mencekam diri saya hilang seketika dan dengan gaya
"meyakinkan
"
saya menasehati dia agar tidak mengulangi perbuatannya.
Sejak itu pasien yang datang ke Puskesmas bertambah, dimana sebagian dari
mereka yang datang adalah atas anjuran sang " dukun " yang sudah tidak
praktek lagi.
dr Budi Santoso
Puskesmas Gunung Batu Besar
Kota Baru
Kalimantan Selatan.
Jawaban Ruang Penyegar dan Penambah Ilmu Kedokteran :
1. A
2. D
3. D
4. B
5. A
6. B
7. D
8. C
9. C
10. A 11. D
Cermin Dunia Kedokteran No. 14, 1979
47