HASIL PENELITIAN
Hasil Pemeriksaan Senyawa Kimia
dalam Air di Jakarta Barat
Mariana Raini, Daroham Mutiati
ahab
kum, Nikmah Baw
Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Departemen Keseh an
at , RI, Jakarta
PENDAHULUAN
Air merupakan salah satu materi alam yang sangat penting
dalam kehidupan manusia karena dapat digunakan untuk ber-
bagai keperluan serta memelihara kebersihan lingkungan hidup.
Penggunaan air tanah bertujuan untuk memenuhi kebutuh-
an air minum dan air bersih karena terbatasnya penyediaan air
bersih dan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). Menurut
harian Kompas tanggal 8 Maret 1993, 55,5% warga Jakarta
menggunakan air tanah, 44,49% menggunakan air PDAM.
Di Indonesia akibat penggunaan air minum yang tidak me-
menuhi syarat kesehatan, tiap tahun diperkirakan lebih dari 3,5
juta anak di bawah usia tiga tahun terserang penyakit radang
saluran pencernaan dan diare dengan jumlah kematian 3% atau
sekitar 105.000 jiwa
(1)
.
Adanya senyawa kimia berbahaya yang terlarut dalam air
dapat berakibat fatal jika kadarnya berlebih dan jika jumlahnya
sedikit berlebih pada penggunaan jangka lama akan tertimbun
dalam jaringan tubuh
(2)
dan menimbulkan efek yang merugikan
kesehatan
Pencemaran air kanena senyawa kimia yang berbahaya ini
sejalan dengan pertambahan penduduk dan industrialisasi.
Banyak industri membuang sisa prosesnya ke badan sungai yang
dapat menyebabkan penurunan kualitas air permukaan yang
terdapat dalam badan sungai tersebut. Tercernarnya air sungai
berakibat lanjut berupa pencemaran air tanah. Pencemaran air
tanah dapat pula disebabkan oleh adanya peresapan air hujan
melalui tempat penimbunan sampah.
Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan dan peng-
awasan kualitas air yang digunakan masyarakat serta agar ter-
hindari dari gangguan kesehatan yang tidak diinginkan maka
standar kualitas air minum dan air bersih di Indonesia telah di-
tetapkan melalui Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indo-
nesia nomor : 416/Menkes/Per/IX/1990 tentang syarat-syarat
dan pengawasan kualitas air. Dalam peraturan tersebut air di-
golongkan dalam beberapa kelompok yaitu : 1) Air minum
adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan
dapat langsung diminum. 2) Air bersih adalah air yang digunakan
untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat
ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian hasil pemeriksaan senyawa kimia dalam contoh air yang
diajukan penduduk wilayah Jakarta Barat ta n 1991 1992 untuk diperiksa kandungan
kimianya di Laboratorium Kimia Pusat Pene tian dan Pengembangan Farmasi.
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan fisika berupa bau, kekeruhan,
warna dan kimia yaitu barium, besi, kesadahan, kiorida, mangan, nitrit, pH, sulfat,
sulfida, angka permanganat (zat organik).
Hasil pemeriksaan mendapatkan, contoh air yang memenuhi syarat sebagai air
minum dan air bersih = 43,3%, hanya sebagai air bersih = 31,7% serta tidak memenuhi
syarat air minum dan air bersih = 25%. Contoh air yang tidak memenuhi syarat sebagai
air minum tetapi masih memenuhi syarat sebagai air bersih umumnya disebabkan oleh
kadar mangan, besi dan zat organik tinggi. Contoh air yang tidak memenuhi syarat sebagai
air minum dan air bersih umumnya disebabkan oleh kadar mangan yang sangat tinggi.
hu
li
Cermin Dunia Kedokteran No. 103, 1995 39
kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. 3) Air
am kolam renang yang digunakan
litasnya memenuhi syarat kese-
atan. 4) Air pemandian umum adalah air yang digunakan pada
mpat pemandian umum dan tidak termasuk pemandian untuk
engoba
menuhi
liputi pe
Pada penelitian i
kimia dan air di wilay
untuk diperiksa secara fisika dan kirnia di Laboratorium Kimia
Pusat Penelitian dan Pengemban
dan Pengembang
hun 1991 1992.
AHAN DAN CARA
ahan
Sampel air adalah contoh air yang diajukan penduduk yang
erada di wilayah Jakarta Barat yang diperiksa di Laboratorium
imia Puslitbang Farmasi pada tahun 1991 1992. Larutan baku
embanding air adalah air suling (aquadest).
Cara
Setiap sampel a
1) Fisika:
Bau dengan panca
Kekeruhan deng
Warna dengan k
2) Kimia:
Barium dengan
Besi dengan kol
Kesadahan deng
Klorida dengan
Mangan dengan
Nitrit dengan ko
pH dengan pH meter
Sulfat dengan turbidimetri
olorimetri
kolam renang adalah air di dal
ntuk olah raga renang dan kua
u
h
te
p
tan tradisional dan kolam renang yang kualitasnya me-
syarat kesehatan. Syarat kesehatan yang dimaksud me-
rsyaratan mikrobiologi, fisika, kimia dan radioaktif.
ni dilakukan pemeriksaan kadar senyawa
ah Jakarta Barat yang diajukan masyarakat
gan Farmasi, Badan Penelitian
an Kesehatan Departemen Kesehatan pada ta-
B
B
b
K
p
ir diperiksa secara:
indera
an turbidimetri
olorimetri
turbidimetri
orimetri
an titrasi kompleksometri
titrasi argentometri (Mohr)
kolorimetri
lorimetri
Sulfida dengan k
Angka permanganat (zat organik) titrasi dengan KmnO
4
Hasil
Jumlah contoh air yang masuk Puslitbang Farmasi dari
wilayah Jakarta Barat = 60. Kedalaman dan jenis air yang
diperiksa dapat dilihat pada tabel 1.
Tabel 1. Jumlah Contoh Air yang diperiksa berdasarkan Kedalaman
Kedalaman N %
0 m (PAM)
0-31 m
31-100m
> loom
19
27
6
31,7
45,0
10,0
8
13,3
60
100
Dari dua tabel di atas dapat dilihat bahwa contoh air yang
diperiksa dan wilayah Jakarta Barat terbanyak berasal dari
sumu pompa (50%) dengan kedalaman 0 30 m (45%).
Tabel 2. Jumlah Contoh Air yang Diperiksa berdasarkan Jenis Air
Jenis Air
N
%
Air filter
PAM
11
9
18,3
15,0
Sumur terbuka
Sumur pompa
Sumur artesis
2
30
8
3,3
50,0
13,4
60
100
Hasil pemeriksaan contoh air secara fisika dan kimia dapat
dan Kimia
Kadar
maksimum
diperbolehkan *
Hasil Yang
memenuhi
syarat
(N = 60)
Hasil
yang ti
dak me
menuhi
syarat
dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Hasil Pemeriksaan Contoh Air Secara Fisika
Parameter Satuan
AM AB
AM
%
AB
%
AM/AB
%
Fisi
Bau
ka
tb
tb
100
100
0
Kekeruhan skala
NTU
5
25
95
100
0
Warna skala
TCU
15
50
75
85
15
Kimia
Barium
mg/I 1
100
100
0
Besi mg/l
0
3
1
78,3
100
0
Kesadahan mg/I
500
500
100
00
0
Klorida mg/I
250
600
98,3
100
0
Mangan mg/I
01
0,5
617
91,7
8,3
Nitrit mg/I
1
1
98,3
98,3
1,7
pH
6
58,5
6,59,0 98,3
983
1,7
Sulfat mg/I
400
400
100
100
0
Sulfida mg/I
0,05
100
100
0
Angka Permanganat
mg/l
10
81,7
100
0
(Zat Organik)
Keterangan:
* : Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No: 16/Menkes/Per/IX/1990
AM : Air Minum
AB :
tb :
memenuhi syarat kedua-
nya.
4
Air Bersih
Tidak berbau
Dari tabel 3 dapat dilihat bahwa dari hasil pemeriksaan
secara kimia contoh air tersebut, umumnya kandungan kimia
yaitu barium, kesadahan, kiorida, nitrit, pH, sulfat, sulfida hasil-
nya baik, masih memenuhi syanat sebagai air minum dan air
bersih, kecuali besi = 21,7% dan mangan = 30% hanya memenuhi
syarat air bersih, mangan = 8,3% tidak
Sedangkan unsur kimia lain (nitrit dan sulfat) yang tidak
memenuhi syarat air minum dan air bčrsih sedikit sekali, masing-
masing = 1,7%. Selain itu juga terdapat I contoh air yang
mempunyai pH rendah.
Secara keseluruhan contoh .air yang memenuhi syarat se-
bagai air minum dan air bersih 43,3%, hanya sebagai air bersih
31,7% dan tidak memenuhi syarat sebagai air minum dan air
bersih 25%.
PEMBAHASAN
Pada penelitian pemeriksaan senyawa kimia dalam air ini
Cermin Dunia Kedokteran No. 103, 1995
40
didapat contoh air yang memenuhi syarat sebagai air bersih tetapi
tidak digolongkan sebagai air minum umumnya karena air keruh
(5%) berwarna (10%), kadar mangan (30%), besi (2 1,7%), zat
organik (18,3%) dan klorida (1,7%) tinggi. Sedangkan contoh air
yang tidak memenuhi syarat keduanya karena warna (15%),
mangan (8,3%), nitrit (1,7%), sulfat (1,7%) sangat tinggi, serta
pH yang tidak memenuhi syarat. Hal ini dapat disebabkan karena
lapisan tanah sumber air tersebut mengandung mangan, besi, zat
orga
ia Puslitbang Fanmasi tahun 1991 1992
rbanyak berasal dari sumurpompa dengan kedalaman 030 m.
menuhi syarat sebagai air minum dan air
43,3%, hanya sebagai air bersih 3 1,7% serta tidak me-
n
(30%) da
1,7%) dan zat or
k (18,3%) ting
Contoh ai
ng tidak memenuhi syarat sebagai ai minum
dan air b
umnya disebabk
oleh warna (1
kadar
mangan
t tinggi serta p (1,7%) yang r
.
Disarankan agar diadakan pen
an contoh air y
masuk
Puslitban
diperiksa secara mikrobiologi sehingga
apat diketahui jenis dan kandungan
kroba yang bia
rdapat
ada contoh air tersebut.
no FG.
millan/
Ceuterick 8000. Belgium, 1984.
3. WHO. Guidelines for Drinking
ualit
Ceuterick 8000. Belgium, 1984.
4. Depar
P
es
I
M
0 tent
t-
sa
Air
Berita Negara RI, 1990.
5. Perusahaan Air Minum DKI Jakar
ngo
da
du
Air Minum, April 1987.
nik, nitrit, sulfat yang tinggi melebihi ambang batas yang
diperbolehkan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Contoh air berasal dari Jakarta Barat yang diperiksa pada
Laboratorium Kim
te
Contoh air yang me
bersih =
menuhi syanat sebagai air minum maupun air bersih = 25%.
Contoh air yang tidak memenuhi syarat sebagai air minum
tetapi masih memenuhi syarat sebagai air bersih umumnya di-
sebabkan air keruh (5%) dan berwarna (10%), kadar manga
n besi (2
r ya
gani
gi.
r
ersih um
a
n
5%),
(8,3%) sanga
H
endah
eliti
ang
g Farmasi
d
mi
sa te
p
KEPUSTAKAAN
1. Winar
Air untuk Industri Pangan PT Gramedia, Jakarta, 1986.
2. WHO. Guidelines for Drinking Water Quality. Vol 1, Mac
Water Q
y, Vol 2, Macmillan/
temen Kesehatan RI
enkes/lX/l99
.
ang Syara
eraturan Menten K
syarat dan Pengawa
ehatan R No. 416/
n Kualitas
Minum,
ta. Pe
lahan
n Pro ksi Air Minum.
Cermin Dunia Kedokteran No. 103, 1995 41