Produk Baru
Terapi Osteoporosis
Osteoporosis adalah sebuah silent epidemic yang akan
menjadi masalah global sejalan dengan makin bertambahnya
populasi dunia dan meningkatnya usia harapan hidup manusia.
Satu dari 3 wanita dan 1 dari 5 pria di atas 50 tahun akan
mengalami osteoporosis dan berisiko mengalami fraktur yang
meningkatkan morbiditas dan mortalitas.
Osteoporosis didefinisikan sebagai berkurangnya massa
tulang yang dapat menyebabkan terjadinya fraktur walaupun
dengan trauma minimal. Dua faktor utama yang mempengaruhi
risiko timbulnya osteoporosis adalah massa tulang puncak
(massa tulang yang dicapai saat pematangan tulang) dan laju
kehilangan tulang setelahnya. Beberapa faktor risiko lain yang
dapat menyebabkan osteoporosis adalah: asupan nutrisi yang
tidak adekuat, aktivitas fisik yang kurang, merokok, konsumsi
alkohol berlebih, dan penggunaan kortikosteroid jangka
panjang.
Pencegahan dan pengobatan osteoporosis melibatkan
pemberian nutrisi yang kaya kalsium, fosfor, dan vitamin D,
olahraga teratur, menghindari faktor risiko dan juga dengan
obat-obatan. Saat ini telah tersedia beberapa pilihan pengobatan
osteoporosis yang aman dan efektif, di antaranya adalah
Osteonate
®
dan Osteofem
®
.
Osteonate
®
mengandung risedronate, suatu bisfosfonat
yang bekerja sebagai antiresorpsi tulang. Pada tingkat seluler,
risedronate menghambat aktivitas osteoklas dan memicu proses
apoptosis osteoklas. Penelitian membuktikan bahwa risedronate
5 mg per hari dapat menurunkan risiko fraktur sebanyak 69%
dibandingkan plasebo dalam waktu 1 tahun. Bahkan penurunan
risiko yang bermakna sudah tampak dalam 6 bulan
pengobatan.
1
Risedronate juga terbukti aman dan efektif
digunakan untuk wanita pasca menopause yang berusia lebih
dari 80 tahun.
2
Gambar 1. Perbandingan insiden fraktur vertebra dalam studi VERT.
1
(-- = Placebo; = Risedronate 5 mg,
*
= p<0.05)
Untuk pencegahan dan pengobatan osteoporosis,
Osteonate
®
dikonsumsi dengan dosis 5 mg per hari dengan
segelas air putih (200 ml) minimal 30 menit sebelum makan
pagi. Pasien sebaiknya tidak berbaring dalam 30 menit setelah
minum obat untuk menghindari gangguan gastrointestinal yang
mungkin terjadi.
Saat ini, risedronate juga telah tersedia dalam tablet 35 mg
yang dikonsumsi seminggu sekali (once-weekly). Hasil studi
menyatakan bahwa efektivitas dan tolerabilitas risedronate
once-daily sebanding dengan risedronate once-weekly.
Pengobatan lain yang juga sudah terbukti efektivitasnya
adalah Osteofem
®
yang mengandung kalsitriol, suatu metabolit
aktif dari vitamin D
3
. Kalsitriol secara alamiah disintesis di
ginjal dari 25-hidroksi-kolekalsiferol (kalsidiol). Kalsitriol
bekerja meningkatkan absorbsi kalsium di usus dan juga
mengatur mineralisasi tulang.
Untuk pengobatan osteoporosis, Osteofem
®
diberikan
dengan dosis 0,25 mcg dua kali sehari. Penelitian membuktikan
bahwa pemberian kalsitriol dapat meningkatkan densitas massa
tulang lebih dari 2% dalam waktu 1 tahun
3
dan menurunkan
kejadian fraktur dibandingkan suplemen kalsium saja.
4
Selain
itu, Osteofem
®
juga memiliki beberapa indikasi lain, seperti:
osteodistrofi ginjal, osteomalasia, dan riketsia.
0
10
20
30
40
50
60
70
No
. o
f Ne
w
Vert
ebral
Fractures
1
2
3
Year of Treatment
Calcitriol
Calcium
*
*
Gambar 2. Perbandingan jumlah fraktur vertebra antara kalsitriol dan
kalsium (*= p<0.001)
4
KEPUSTAKAAN
1.
Roux C et al. Efficacy of risedronate on clinical vertebral fractures within
six months. Curr Med Res Opin 2004;20(4):433-9.
2. Boonen S et al. Safety and efficacy of risedronate in reducing fracture
risk in osteoporotic women aged 80 and older: Implication for the use of
antiresorptive agents in the old and oldest old. J Am Geriatr Soc 2004;52
(11):1832-39.
3.
Shah D et al. Effects of calcitriol (rocaltrol) on spine and femoral neck
bone mineral density in postmenopausal osteoporosis. Bombay Hospital
Journal 2002;44(2)
4. Tilyard MW et al. Treatment of postmenopausal osteoporosis with
calcitriol or calcium. N Engl J Med 1992;326:357-62.
Cermin Dunia Kedokteran No. 148, 2005
60