background image
HASIL PENELITIAN
Investigasi Kejadian Luar Biasa (KLB)
Chikungunya di Desa Harja Mekar
dan Pabayuran Kabupaten Bekasi
Tahun 2003
Rudi Hendro P, Eko Rahardjo, Masri Sembiring Maha, John Master Saragih
Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemberantasan Penyakit
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI, Jakarta
PENDAHULUAN
Chikungunya (chik) berasal dari bahasa Swahili (suku
bangsa di Afrika) yang berarti "orang yang jalannya mem-
bungkuk dan menekuk lutut". Merupakan suatu jenis penyakit
virus dengan gejala demam mendadak, nyeri sendi terutama di
sendi siku, lutut, pergelangan kaki dan sendi-sendi kecil
pergelangan tangan dan kaki, disertai juga nyeri otot yang
berlangsung selama beberapa hari sampai minggu. Pada
kebanyakan penderita, radang sendi diikuti dengan bintik-
bintik merah (ruam) selang waktu sekitar 1 ­ 10 hari, biasanya
bintik merah tersebut gatal, namun ada juga yang tidak gatal
.(1)
Penyakit ini dapat sembuh sendiri (self limiting disease).
Terjadi penyembuhan sempurna dan diikuti dengan terbentuk-
nya imunitas di dalam tubuh penderita.
Agen penyebabnya adalah virus Chikungunya, termasuk
golongan alpha flavivirus, famili Togaviridae. Virus Chik
ditemukan di Afrika, India, Asia Tenggara dan Pasifik.
(2)
Dari sejarah diduga KLB Chikungunya terjadi pada tahun
1779 di Batavia dan Kairo; 1823 di Zanzibar; 1824 di India;
1870 di Zanzibar; 1871 di India; 1901 di Hongkong, Burma
dan Madras; 1973 di Calcutta.
(3)
Di Indonesia Kejadian Luar Biasa (KLB) pertama kali
dilaporkan terjadi pada tahun 1973 di Samarinda, Kalimantan
Timur juga di Jakarta (1982) di Kuala Tungkal, Jambi dan
Yogyakarta (1983). Sampai tahun 1985 semua provinsi di
Indonesia pernah melaporkan KLB Chikungunya.
(4)
KLB Chik
mulai banyak dilaporkan sejak tahun 1999 yaitu di Muara Enim
(1999), Aceh (2000), Jawa Barat (Bogor,Bekasi,Depok) pada
tahun 2001. Pada tahun 2002 dilaporkan KLB Chikungunya
dari Palembang, Semarang, Jawa Barat, Sulawesi Utara dan
lain-lain.
(5)
LATAR BELAKANG
Pada 19 Maret 2003 Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi,
melaporkan sedang terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) ter-
sangka Chikungunya di Desa Harja Mekar dan Pabayuran,
Kabupaten Bekasi. Kasus atau KLB serupa pernah terjadi
sebelumnya di Kabupaten Bekasi pada tahun 2002 di Desa Kali
Jaya dengan gejala utama : demam, nyeri otot/sendi dan bintik
bintik merah.
Kasus pertama muncul pada bulan Februari 2003 ; jumlah
kasus yang dilaporkan sebanyak 45 kasus, tidak dilaporkan
adanya kematian (CFR= 0%).
Pada tanggal 17 Maret s/d 22 Maret 2003 dilakukan
penyelidikan oleh tim dari Puslitbang Pemberantasan Penyakit,
Dinas Kesehatan Bekasi dan Puskesmas Pabayuran dan Harja
Mekar.
Tindakan penanggulangan yang dilakukan adalah
penyuluhan kesehatan dan penyemprotan agar KLB sesegera
mungkin dapat ditanggulangi secara tuntas.
(6)
TUJUAN
1. Tujuan
umum
Memastikan penyebab penyakit dan adanya KLB serta
mengetahui gambaran epidemiologi penyakit di desa
Pabayuran dan Harja Mekar.
2. Tujuan khusus
a. Memastikan penyebab penyakit dengan pemeriksaan klinis
dan laboratorium.
b. Memastikan adanya KLB.
c. Mengetahui distribusi penderita menurut variabel epide-
miologi (orang, waktu dan tempat).
d. Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan KLB
tersebut.
BAHAN DAN CARA
1. Definisi Operasional
KLB penyakit adalah peningkatan jumlah kasus di suatu
desa 2 kali lebih dalam kurun waktu 1 bulan dibandingkan
bulan sebelumnya atau bulan yang sama tahun yang lalu, atau
ditemukan 1 atau lebih kasus di suatu desa yang sebelumnya
belum pernah melaporkan adanya kasus.
Cermin Dunia Kedokteran No. 148, 2005
40
background image
2. Populasi penyelidikan dan sampel
- Populasi penyelidikan.
Masyarakat yang ada dan berdomisili di desa Pabayuran
dan Harja Mekar, kabupaten Bekasi.
- Populasi sampel.
Seluruh penderita dengan gejala nyeri sendi/otot, demam,
bintik-bintik merah di desa Pabayuran dan Harja Mekar -
kabupaten Bekasi.
3. Pengumpulan data
- Sumber data
a. Puskesmas Pabayuran
b. Puskesmas Harja Mekar
c. Dinas Kesehatan Bekasi
- Jenis data.
a. Data primer dari hasil wawancara dan hasil pemeriksaan
spesimen serum penderita.
Konfirmasi Chikungunya (ICD-10 A92.0):
- Manusia
a. Pemeriksaan serologi (ELISA)
b. PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk identifikasi
virus.
- Vektor (nyamuk)
a. Isolasi virus
b. PCR.
b. Data sekunder diperoleh dari Puskesmas Pabayuran dan
Harja Mekar.
- Pengambilan darah, 25 sampel dari Puskesmas
Pabayuran dan 25 dari Puskesmas Harja Mekar
- Sampel diperiksa dengan ELISA IgM IgG dan PCR.
HASIL
Riwayat Kejadian
Berdasarkan informasi awal dan aspek klinis serta
epidemiologis diduga telah terjadi KLB Chikungunya di desa
Pabayuran dan Harja Mekar, Kecamatan Cikarang Barat
Kabupaten Bekasi. Hal serupa pernah terjadi di Desa Kali Jaya
Kabupaten Bekasi pada tahun 2002.
Oleh karena itu pada tanggal 17 s/d 22 Maret 2003
dilakukan penyelidikan epidemiologi oleh tim dari Dinas
Kesehatan Kab.Bekasi, Litbangkes Jakarta serta Puskesmas
Pabayuran dan Harja Mekar.
Variabel yang dinilai:
I. Klinis tersangka chikungunya
1. Demam.
2. Nyeri sendi/otot.
3. Ruam kulit/bercak merah.
4. Nyeri kepala.
5. Malaise/lelah.
II. Laboratoris
1. ELISA
2. PCR
Gambaran epidemiologi
1. Gejala penyakit
Analisis sementara atas sebagian penderita (50) yang di
investigasi di Desa Pabayuran dan Harja Mekar 18 Maret 2003,
menunjukkan bahwa 100 % mengeluh demam. Gejala lain
yang menonjol adalah malaise/lelah (90 %), nyeri otot dan
persendian (95 %) nyeri kepala (90 %), bercak merah pada
kulit (85 %).
Tabel 1. Proporsi gejala 50 penderita KLB di Desa Pabayuran dan Harja
Mekar.
NO Gejala
Jumlah %
1
2
3
4
5
Demam
Nyeri persendian
Sakit Kepala
Bercak merah
Malaise/lelah
50
47
45
42
45
100
95
90
85
90
50
100
2. Jumlah kasus menurut desa ( Tabel 2).
Jumlah kasus hingga Mei 2003 (minggu ke 12) sebanyak
107 kasus tanpa kematian (CFR= 0 %), kasus tersebut belum
pernah dilaporkan sebelumnya .
Tabel 2. Jumlah kasus di tiap desa.
Desa Kasus
Kematian
Jumlah
Harja Mekar
67
0
67
Pabayuran 40
0
40
Total 107 0 107
3. Distribusi kasus menurut kelompok umur dan jenis kelamin
Kasus terbanyak didapatkan pada kelompok umur 10 ­ 49 -
tahun yaitu sebesar 82 % (98 kasus) ( Tabel 3 ).
Tabel 3. Proporsi Kasus menurut usia.
Kelompok
umur
Jumlah
kasus
% Meningga
l
CFR %
0 - 9
2
4 %
0
0
10 ­ 49
98
82 %
0
0
>50 keatas
7
14 %
0
0
Total 107
100
%
0 0
Tabel 4. Proporsi kasus menurut jenis kelamin.
Jenis Kelamin
Jumlah Kasus
%
Meninggal
CFR
%
Laki ­ laki
64
59.813
0
0
Perempuan 43 40.186
0 0
Total 107
100
0
0
4. Pengumpulan Spesimen dan Hasil Pemeriksaan
Laboratorium
Jumlah spesimen darah yang diambil adalah sebanyak 50
sampel, 25 sampel dari desa Pabayuran dan 25 sampel dari
desa Harja Mekar, selanjutnya dilakukan pemeriksaan (test)
ELISA dan PCR terhadap Chikungunya. ( Tabel 5 ).
Cermin Dunia Kedokteran No. 148, 2005
41
background image
5. Upaya Yang Telah Dilakukan
a. Pengobatan
massal.
b. Penyuluhan
kesehatan
c. Penyelidikan
epidemiologi
d. Fogging fokus
Tabel 5. Hasil Analisis Laboratorium terhadap Spesimen
Hasil Jumlah
spesimen
(n,%)
Infeksi Akut
4 (8 % )
Infeksi Baru
18 (36 %)
Infeksi Lama
3 (6 %)
Negatif
25 (50 %)
Total
50 (100%)
Keterangan :
1. Infeksi Akut
= PCR positif, tanpa ELISA IgM positif
2. Infeksi Baru
= ELISA IgM positif, tanpa ELISA IgG
3. Infeksi Lama
= Hanya ELISA IgG positif.
4. Negatif = Semua Negatif.
KESIMPULAN DAN SARAN
1) Kesimpulan
a. Telah terjadi KLB Chikungunya di Desa Pabayuran dan
Harja Mekar.
b. Tindakan penanggulangan oleh jajaran kesehatan adalah
kegiatan pengobatan massal, penyuluhan kesehatan serta
peneyelidikan epidemiologi dan fogging fokus .
2) Saran
a. Pertemuan lintas sektoral secepatnya untuk menyusun
langkah penanggulangan KLB jangka pendek yang efektif.
b. Penanggulangan Chikungunya dapat dilaksanakan se-
bagaimana halnya penanggulangan demam berdarah
dengue.
c. Meningkatkan kewaspadaan dini dan sistim surveilans
epidemiologis khususnya dari puskesmas, mengingat
kemungkinan adanya kasus-kasus yang belum dilaporkan
dan munculnya kasus baru.
KEPUSTAKAAN
1.
Calisher CH et al. Chikungunya, O'nyong nyong, and Mayaro viruses.
Encyclopedia of Virology, p.236-40.
2. De Raritz CM et al. Clinical Impressions of Chikungunya in Vellore
gained from study of adult patients. India J.Med 1965; 53: 756-63.
3. Carey DE. The 1964 Chikungunya Epidemic at Vellore, South India.
Trans Roy Soc Trop Med and Hyg. 1969; 63 (4) : 435-45.
4.
Suharyono Wuryadi. Outbreak of Chikungunya in Indonesia. Paper read
at International Conference, Bangkok, Thailand, December, 1986.
5.
Rita Kusriastuti. Chikungunya. Sub Din Pencegahan dan Pemberantasan
Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Cirebon, 2003. p. 1-2.
6. Sub Din P2B2, Dinkes Kab. Bekasi, Jawa Barat. Rekapitulasi Laporan
Kejadian Luar Biasa / Wabh, Maret 2003.
UNICEF : 1/3 korban patahan lempeng bumi gempa Tsunami di
Samudera Hindia 20 Desember 2004 adalah anak ­ anak dan
satu juta anak ­ anak menderita !
Cermin Dunia Kedokteran No. 148, 2005
42

Document Outline