HASIL PENELITIAN
Serosurvei Influenza pada Pekerja,
Penjual dan Penjamah Produk Ayam
di 8 Propinsi KLB Flu Burung
yang Menyerang Ayam
Ainur Rofiq, Agus Suwandono, Eko Rahardjo, Rudi Hendro P
Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemberantasan Penyakit
Badan Penelitian dan Pengembangan Kese
an, Departemen Kesehatan RI, Jakarta
hat
ABSTRAK
Flu burung di Indonesia diperkirakan mulai muncul akhir Agustus 2003. Pada 25
Januari 2004, Departemen Pertanian secara resmi menyatakan bahwa flu burung telah
menyerang ayam di Indonesia. Beberapa negara melaporkan, virus flu burung dapat
mengalami loncat inang dan menginfeksi manusia, dan dapat berakibat fatal. Telah
dilakukan suatu kajian tentang ada tidaknya penularan virus A(H5N1) kepada manusia di
Indonesia dengan melakukan serosurvei infeksi A(H5N1) pada pekerja, penjual dan
penjamah produk ayam di daerah KLB flu burung.
Tujuan serosurvei adalah untuk memastikan apakah virus influenza A(H5N1) telah
menginfeksi manusia di Indonesia, dengan menentukan prevalensi antibodi influenza
A(H5N1) pada pekerja, penjual, penjamah produk ayam dan orang-orang lain yang kontak
langsung dengan ayam di peternakan di daerah KLB flu burung pada ayam di 8 propinsi di
Indonesia yang mendapat serangan influenza pada burung. Propinsi-propinsi tersebut adalah
Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali dan Kalimantan
Selatan.
Telah dilakukan serosurvei A(H5N1) terhadap 1046 orang yang terdiri dari 829
responden dengan kontak (+) dan 217 responden kontrol di 8 provinsi tersebut di atas.
Dengan uji HI (haemaglutinase inhibition) semua (baik kontak + maupun kontrol)
menunjukkan hasil negatif untuk H5N1. Dilakukan pengujian dengan RT-PCR pada 43
spesimen yang dipilih secara acak, semuanya menunjukkan hasil negatif untuk H5N1.
Hasil ini menunjukkan bahwa di Indonesia pekerja, penjual dan penjamah produk ayam
sampai saat ini masih belum terbukti terinfeksi virus A(H5N1). Direkomendasikan perlunya
tindak lanjut survei epidemiologi dan serosurvei secara berkala terhadap responden tersebut.
Kata kunci : Influenza; KLB Flu Burung; Pekerja Penjual dan Penjamah produk ayam
LATAR BELAKANG
Pada semester pertama tahun 2003 sampai pada awal
tahun 2004, Influenza A(H5N1) pada burung yang kemudian
dikenal sebagai flu burung (Avian Influenza) telah menyebab-
kan wabah pada unggas bahkan menyerang manusia di
berbagai negara di dunia. Diduga penyebaran ke wilayah-
wilayah yang luas ini disebabkan oleh migrasi burung-burung
terinfeksi influenza A(H5N1). Penularan terjadi karena burung-
burung terinfeksi singgah di daerah peternakan ayam:
Hongkong, Italia, Belanda, Vietnam, Kamboja, Thailand,
Indonesia, dan beberapa negara lainnya. Flu burung di
Indonesia diperkirakan mulai muncul akhir Agustus 2003, dan
pada 25 Januari 2004 Departemen Pertanian secara resmi
menyatakan bahwa flu burung telah menyerang ayam di
Indonesia, dengan kematian sebanyak kurang lebih 4,5 juta
ekor. Akibat flu burung ini industri ayam terancam rug
triliunan rupiah. Beberapa negara (Vietnam, Thailand, Hong
Kong) melaporkan virus flu burung dapat mengalami loncat
inang dan menginfeksi manusia, dan dapat berakibat fatal.
Dampak virus influenza A(H5N1) bagi kesehatan masya-
rakat Indonesia belum diketahui. Sampai awal 2004 di
Indonesia belum ada laporan penularan flu burung ke manusia.
Untuk itu diperlukan suatu kajian sesegera mungkin mengenai
kemungkinan penularan virus A(H5N1) kepada manusia di
Cermin Dunia Kedokteran No. 148, 2005
17
Indonesia dengan melakukan serosurvei infeksi A(H5N1) pada
pekerja, penjual dan penjamah produk ayam di daerah KLB flu
burung. Hal ini penting agar pemerintah (Depkes dan Pemda)
segera dapat mengambil kebijakan penanggulangannya.
Dengan demikian kerugian yang lebih besar terhadap kesehatan
masyarakat dapat segera dicegah.
TUJUAN
· Tujuan umum
Memastikan apakah virus influenza A(H5N1) telah meng-
infeksi manusia di Indonesia.
· Tujuan khusus
1. Memastikan ada tidaknya penularan influenza A(H5N1)
pada manusia di Indonesia.
2. Menentukan prevalensi antibodi influenza A(H5N1) pada
pekerja, penjual, penjamah produk ayam dan orang-orang
lain yang kontak langsung dengan ayam di peternakan di
daerah KLB flu burung pada ayam di Propinsi Lampung,
Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur,
Bali dan Kalimantan Selatan.
3. Menentukan prevalensi antibodi influenza A (H5N1) pada
kelompok kontrol di daerah yang sama.
METODE
· Desain
Serosurvei ini dilaksanakan secara cross-sectional.
· Tempat dan waktu
Serosurvei dilakukan di daerah KLB flu burung pada ayam
di 8 propinsi, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah,
Yogyakarta, Jawa Timur, Bali dan Kalimantan Selatan yang
dilakukan dalam 2 bulan efektif yaitu Februari dan Maret 2004.
· Populasi dan Sampel
Populasi adalah masyarakat yang terkena kontak dengan
ayam yang terserang flu burung di propinsi Lampung, Banten,
Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali dan
Kalimantan Selatan.
Sampel berasal dari pekerja, penjual, dan penjamah produk
ayam dan orang-orang lain yang kontak langsung dengan ayam
di peternakan di daerah KLB flu burung pada ayam di propinsi
Lampung, Banten Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali
dan Kalimantan Selatan. Kriteria KLB flu burung pada ayam
diambil berdasarkan konsultasi dengan Dinas Peternakan
setempat. Diambil lokasi peternakan yang dalam 1 bulan pada
saat pengambilan sampel terjadi KLB flu burung pada ayam
ternaknya dan sekitarnya.
Unit sampel adalah individu yaitu para pekerja, penjual,
dan penjamah produk ayam dan orang-orang lain (sopir, kernet
dan tukang angkut yang mengambil langsung dagangan) yang
kontak langsung dengan ayam di peternakan di daerah KLB
flu burung pada ayam di Prop. Jawa Barat, Banten, Jawa
Tengah dan Bali.
Diambil 100 sampel untuk tiap-tiap kelompok terpajan di
suatu propinsi. Di samping itu, dari tiap propinsi diambil 25%
dari jumlah sampel sebagai kelompok kontrol (non kontak).
Kelompok non kontak adalah mereka yang tidak termasuk
dalam kriteria sampel, tetapi mempunyai gejala influenza.
Total sampel untuk 8 propinsi tersebut adalah minimal
seba yak 800 sampel dan 200 kontrol (non kontak).
n
· Variabel dan cara pengumpulan data
Variabel data responden diambil dengan cara wawancara
langsung terhadap responden dengan bantuan kuesioner,
meliputi: nama, umur, alamat, jenis kelamin, pekerjaan
spesifik, lama bekerja, pendidikan, riwayat sakit (demam,
batuk dan sesak), mulai sakit, lama sakit, tempat berobat bila
sakit, hasil pengobatan, riwayat pajanan, riwayat KLB flu
burung pada ayam, riwayat kontak dengan keluarga dan
lingkungan dan riwayat kematian orang yang diduga terinfeksi
flu burung. Data laboratorium dikumpulkan dari spesimen
swab hidung dan darah di lapangan yang pemeriksaannya
dilakukan di laboratorium Puslitbang Pemberantasan Penyakit
berkoordinasi dengan FKH IPB Bogor dan Namru-2 Jakarta.
HASIL DAN DISKUSI
Tim serosurvei beranggotakan petugas Puslitbang
Pemberantasan Penyakit Badan Litbangkes dan Subdit
Zoonosis Ditjen PPMPL melakukan investigasi di 8 propinsi.
Jumlah kabupaten/kota yang diinvestigasi adalah 27, antara 2-
4 kabupaten/kota dalam satu propinsi.
Jumlah seluruh responden sebanyak 1046 orang terdiri
dari 829 responden dengan kontak (+) dan 217 responden non
kontak ; 63.5 % laki-laki (Tabel 1).
Responden yang berpartisipasi mempunyai rentang umur
antara 3 tahun 2 bulan sampai 75 tahun. Responden 3 tahun 2
bulan diambil berdasar kecurigaan dan berita yang tersebar
luas di media massa bahwa responden tersebut dicurigai
terinfeksi flu burung. Responden kelompok umur 21-25 tahun
merupakan
responden terbanyak (426 orang).
Tabel 1. Karakteristik responden di 8 propinsi.
Variabel Jumlah
Prosentase
(%)
Provinsi (N = 1046)
Bali
130
12.4
Banten
125
12.0
DI
Yogyakarta 125
12.0
Jawa
Barat
125
12.0
Jawa
Tengah
125
12.0
Jawa
Timur
128
12.2
Kalimantan
Selatan
152
14.5
Lampung
136
13.0
Kriteria responden (N = 1046)
Kontak
(+)
829
79.3
Non
kontak
217
20.7
Jenis Kelamin (N = 1046)
Laki-laki
664
63.5
Perempuan
382
36.5
Terdapat 829 responden yang pekerjaannya berhubungan
dengan peternakan ayam; 6 orang penyembelih ayam, 662
orang pekerja peternakan, 80 orang penjamah produk ayam,
81 orang selain menyembelih juga sebagai pekerja peternakan,
dan 4 orang sisanya adalah anak-anak yang tinggal di
peternakan ( Tabel 2 ).
Cermin Dunia Kedokteran No. 148, 2005
18
Gambar 1. Karakteristik umur responden
Tabel 2. Pekerjaan utama responden.
Jumlah
Prosentase (%)
Responden (N = 1046)
Kontak (+):
829
79.3
Penyembelih
6
0.7
Pekerja
peternakan 662
79.9
Penjamah
produk 80
9.6
Penyembelih+pekerja
77
9.3
Lain-lain
4
0.5
Non kontak
217
20.7
Sejumlah 217 responden yang pekerjaannya tidak
berhubungan dengan peternakan ayam (bengkel, pedagang
rokok, pedagang kelontong dll) merupakan non kontak.
Dari 1046 responden, tidak seorangpun yang pekerjaannya
berhubungan (kontak) dengan babi atau peternakan babi.
Tabel 3. Riwayat penyakit responden sesuai gejala influenza/ ISPA
Variabel
Riwayat sakit
seperti
Influenza
Masih sakit
seperti
Influenza
Propinsi (N = 1046)
Bali
25
8
Banten
33
6
DI
Yogyakarta
16
0
Jawa
Barat
9
8
Jawa
Tengah
20
8
Jawa
Timur
2
2
Kalimantan
Selatan
29
0
Lampung
21
11
Jumlah 155
29
Sejumlah 155 dari 1046 responden pernah mengalami
sakit seperti gejala influenza pada 1 bulan terakhir; 43 di
antaranya masih sakit saat dikunjungi (Tabel 3), 1 (satu)
responden pernah dirawat di RS dengan dugaan flu burung
(MED). Tidak ada responden non kontak yang pernah
mengalami sakit seperti gejala influenza pada 1 bulan terakhir.
Dari 155 responden yang pernah sakit, hanya 52 orang (33.5%)
yang berobat ke fasilitas kesehatan.
Berdasarkan keluhan 29 responden yang masih sakit,
27.6% responden mengeluh masih demam, 65.5 % mengeluh
masih batuk, 10.3 % mengeluh nyeri otot, 41.4 % merasa masih
pilek, dan 10.3 % mengeluh sesak napas.
Tabel
4.
Proporsi keluhan responden masih sakit sesuai gejala
influenza/ ISPA .
0
20
40
60
80
100
120
140
160
180
1-10 11-
15
16-
20
21-
25
26-
30
31-
35
36-
40
41-
45
46-
50
51-
55
56-
60
61-
65
66-
75
Kontak
Non Kontak
Keluhan Jumlah
%
Demam 8
27.6
Batuk 19
65.5
Nyeri Otot
3
10.3
Sesak napas
3
10.3
Pilek 12
41.4
Sejumlah 37 dari 1046 responden menyatakan ada
riwayat gejala ISPA (gejala demam dan batuk dengan salah
satu gejala nyeri otot, sesak napas dan pilek) di keluarga atau
lingkungan mereka. Dari 37 yang sakit, 40.5%-nya adalah
anak-anak. Semua responden (1046) menyatakan bahwa di
sekitar mereka tidak ada yang meninggal karena gejala ispa
(demam dan batuk dengan salah satu gejala nyeri otot, sesak
napas dan pilek). Dari 1046 responden, semua diambil darah
venanya sebanyak 3 ml, sedangkan yang menyatakan masih
atau sedang sakit seperti gejala influenza (43 responden) juga
diambil usap hidungnya. Pemeriksaan HI untuk A H5N1
dilakukan pada seluruh spesimen. Uji RT-PCR untuk A
Tabel 5. Riwayat kesakitan dan kematian akibat ISPA.
Jumlah %
Riwayat
Anak Dws Anak Dws
Riwayat ISPA di keluarga dan
lingkungan
22
15
40.5
59.5
Riwaya kematian karena
ISPA di keluarga dan
lingkungan
0 0 0 0
H5N1 hanya dilakukan pada 43 spesimen dari responden
yang menyatakan masih atau sedang sakit seperti gejala
influenza. Spesimen dikirim dan diproses di laboratorium
Puslitbang Pemberantasan Penyakit, Uji hasil laboratorium
dilakukan bekerjasama dengan FKH IPB, NAMRU-2 dan
CDC Atlanta.
Tabel 6. Hasil pemeriksaan laboratorium untuk A H5N1 .
Uji HI
Uji RT- PCR
(diambil dari kasus
dg gejala flu)
Propinsi
Kontak Non
kntk Hasil Kasus Hasil
Bali
102
28
130 (-)
8
8 (-)
Banten
100
25
125 (-)
6
6 (-)
Yogyakarta 100 25 125
(-) 0
Jawa Barat
100
25
125 (-)
8
8 (-)
Jawa Tengah
100
25
125 (-)
8
8 (-)
Jawa Timur
104
24
128 (-)
2
2 (-)
Kalimantan
Selatan
123 29
152
(-)
0
Lampung
100
36
136 (-)
11
11 (-)
Jumlah
829
217
1046 (-)
43
43 (-)
Uji HI (haemaglutinase inhibition) semuanya (1046)
menunjukkan hasil negatif untuk H5N1. Dari 43 spesimen
yang diuji dengan RT-PCR, semuanya menunjukkan hasil
negatif untuk H5N1.
Cermin Dunia Kedokteran No. 148, 2005
19
WHO (2004) menginformasikan, A (H5N1) yang ada di
Indonesia tidak sama dengan virus yang ada di Vietnam dan
Thailand. Virus A (H5N1) di Indonesia seluruhnya mempunyai
genotipe Z. Perbedaan genotipe ini yang memberikan alasan
mengapa virulensi virus di Indonesia sangat rendah (kasus
infeksi 0); tetapi pernyataan ini segera dikoreksi. WHO
menyatakan bahwa virus A (H5N1) yang telah banyak
membinasakan jutaan unggas di Indonesia berpotensi wabah
mematikan.
20
Cermin Dunia Kedokteran No. 148, 2005
Pemeriksaan lanjutan yang dilakukan dengan RT-PCR
tidak hanya dilakukan untuk A (H1N1), tetapi juga untuk
pemeriksaan human influenza yang lain, yaitu A (H5N1) A
(H3N2) dan B. Dari pemeriksaan lanjutan terhadap human
influenza terdapat 2 responden positif terinfeksi A (H3N2).
KESIMPULAN
Telah dilakukan serosurvei terhadap H5N1 di 8 propinsi -
yang baru mengalami KLB flu burung, yaitu Prop Lampung,
Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur,
Bali dan Kalimantan Selatan.
Sebanyak 1046 responden diwawancarai berkaitan dengan
gejala dan tanda flu burung dan diambil spesimen darah
venanya untuk dilakukan pemeriksaan HI terhadap A H5N1. 43
responden yang menyatakan masih atau sedang sakit seperti
gejala influenza diambil usap hidungnya dan dilakukan uji RT-
PCR untuk A H5N1. Hasil uji 1046 spesimen dengan HI,
semuanya menunjukkan hasil negatif untuk H5N1. Hasil uji 43
spesimen dengan RT-PCR, semuanya menunjukkan hasil
negatif untuk H5N1.
REKOMENDASI
Wabah flu burung di Indonesia belum selesai secara
tuntas. Banyak masalah sosial yang menyebabkan kejadian ini
bisa menjadi bom waktu. Untuk itu perlu kewaspadaan terus-
menerus agar kejadian flu burung sekecil apapun dapat segera
terpantau untuk segera diambil tindakan pencegahan. New
emerging diseases lain bisa menyusul; untuk itu diperlukan tim
yang tetap, terpadu dan solid guna mengantisipasi KLB
selanjutnya.
Dukungan politis sangat penting di samping kesiapan
sumber dana dan logistik yang memadai untuk penanggulangan
KLB selanjutnya.
UCAPAN TERIMAKASIH
Ucapan terima kasih pertama kami sampaikan ke hadirat Tuhan Yang
Maha Esa karena akhirnya tim investigasi KLB avian flu di Indonesia telah
melaksanakan tugas dengan sukses dan kendala-kendala yang ada dapat
diatasi dengan baik.
Sukses ini tidak lepas dari peranan dan koordinasi yang baik dan solid
dengan beberapa instansi baik secara vertikal maupun horizontal. Untuk itu
terima kasih kami ucapkan kepada :
1.
Kepala Badan Litbangkes di Jakarta
2.
Direktur Ditjen P2M-PL di Jakarta
3.
Direktur WHO perwakilan Indonesia di Jakarta
4.
Direktur CDC Atlanta
5.
Rektor IPB di Bogor
6.
Kepala Puslitbang Pemberantasan Penyakit di Jakarta
7.
Direktur Direktorat P2B2 Ditjen P2M-PL di Jakarta
8.
Direktur Direktorat EPIM Ditjen P2M-PL di Jakarta
9.
Direktur US NAMRU-2 di Jakarta
10. Kepala Subdirektorat Zoonosis, Ditjen P2M-PL di jakarta
11. Kepala Subdirektorat Surveilans, Ditjen P2M-PL di Jakarta
12. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah,
Jawa Timur, Bali, DI Yogyakarta, Lampung, dan Kalimantan Selatan
13. Kepala Sub Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa
Tengah, Jawa Timur, Bali, DI Yogyakarta, Lampung, dan Kalimantan
Selatan.
14. Dekan Fakultas Kedokteran Hewan, IPB di Bogor.
15. Kepala Bagian Laboratorium Virologi Fakultas Kedokteran Hewan,
IPB di Bogor
16. Rekan-rekan peneliti dan teknisi.
KEPUSTAKAAN
1. Centers for Disease Control and Prevention. Basic Information About
2.
Nicholson KG et al. Influenza. Lancet 2003;362: 1733.
6. Mandell GL, Bennett JE, Dolin RD. Principles and Practices of
Infectious Diseases. 4th ed. New York: Churchill Livingstone, 1995. p.
1547
7. Mandell GL, Bennett JE, Dolin RD. Principles and Practices of
Infectious Diseases 4th ed. New York: Churchill Livingstone, 1995. p.
1553.
Tiap satu tahun benua Australia bergeser ke Utara .......5 cm
Document Outline