background image
TINJAUAN KEPUSTAKAAN
Gas Nitrogen Oksida : polutan
atau vital bagi kehidupan?
Jansen Silalahi
Jurusan Farmasi F-MIPA Universitas Sumatera Utara, Medan
ABSTRAK
Gas nitrogen oksida dihasilkan dari asam amino L-arginin oleh enzim nitric oxide
synthase dalam sel-sel mamalia termasuk manusia dan berfungsi sebagai mediator
biologis yang memungkinkan sel-sel berkomunikasi dengan sesamanya. Nitrogen
oksida yang diproduksi secara kontiniu oleh sel-sel endotelium berperan mengendalikan
tonus pembuluh darah, aliran darah, tekanan darah, fungsi platelet, gerakan saluran
pencernaan, saluran pernafasan dan saluran kemih. Nitrogen oksida dalam jumlah
banyak terbentuk karena respon sistim imunitas untuk mempertahankan diri; tetapi juga
dapat menimbulkan perubahan patofisiologis seperti hipotensi yang fatal dan mungkin
juga menyebabkan kerusakan jaringan. Pemahaman mekanisme fisiologis, pengem-
bangan obat dan penerapan metode terapi baru dapat dikembangkan dengan mempeng-
aruhi secara selektif baik peningkatan dan inhibisi produksi nitrogen oksida dalam
sistim biologis.
PENDAHULUAN
Nitrogen monooksida (NO), juga disebut nitrogen oksida
atau nitrat oksida (nitric oxide) adalah suatu gas tak berwarna,
tanpa oksigen larut di dalam air; pada kondisi seperti ini
nitrogen oksida sangat stabil. Di udara, nitrogen oksida cepat
bereaksi dengan oksigen membentuk NO
2
, suatu gas berwarna
yang dapat memicu kerusakan jaringan. Pada konsentrasi yang
sangat rendah, nitrogen oksida relatif stabil, walaupun ada
oksigen
1,2
. Di alam terbuka, nitrogen oksida terbentuk dengan
memanaskan udara pada suhu tinggi seperti dalam mesin mobil
dan waktu terjadinya petir. Dalam hal ini, nitrogen dan oksigen
yang ada di udara akan bereaksi membentuk nitrogen oksida.
Pada saat petir nitrogen oksida dapat berubah menjadi NO
2;
nitrogen oksida dan NO
2
akan terbawa ke tanah dan menjadi
pupuk alami. Akan tetapi di daerah perkotaan nitrogen oksida
dan NO
2
merupakan oksida nitrogen yang terdapat dalam
knalpot mobil dan berperan dalam pembentukan kabut
fotokimia (photochemical smog)
3,4,5
; jadi dua puluh tahun yang
lalu gas nitrogen oksida masih dianggap sebagai polutan atau
pencemar udara. Tetapi pada tahun 1987 diketahui bahwa sel
mammalia memproduksi nitrogen oksida, dan satu tahun
kemudian diketahui bahwa sel berkomunikasi sesamanya
dengan nitrogen oksida. Nitrogen oksida terbentuk dalam tubuh
yang berfungsi secara fisiologis, sehingga pada tahun 1992,
nitrogen oksida oleh para ahli dikategorikan sebagai "molecule
of the year"
6,7
.
Nitrogen oksida adalah suatu radikal bebas (memiliki satu
elektron yang belum berpasangan) sehingga sangat reaktif
8
.
Obat antiangina nitrat organik sebagai vasodilator, sekarang
diketahui ternyata bekerja dengan melepaskan nitrogen oksida.
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa nitrogen oksida bukan
saja hanya sebagai vasodilator dan bronkhodilator tetapi juga
berperan dalam sistim kekebalan dan sistim saraf
5,7
. Nitrogen
oksida berfungsi sebagai messenger biologis yang penting
dalam berbagai fungsi biologis sebagai neurotransmitter,
pembekuan darah, pengendalian tekanan darah, dan pada
kemampuan sistim imunitas untuk membunuh sel-sel tumor
dan parasit intraseluler. Tetapi produksi yang berlebihan pada
kondisi tertentu dapat menimbulkan keadaan patologis
1,2,7,9,10
.
BIOSINTESIS
Nitrogen oksida disintesis di dalam sel oleh enzim nitric
oxide synthase (NOS). Genom manusia dan tikus mengandung
3 gen yang menghasilkan tiga nitrogen oxide synthase yang
Cermin Dunia Kedokteran No. 147, 2005
26
background image
berbeda yakni (1) neuronal NOS atau nNOS ditemukan dalam
neuron (2) inducible NOS atau iNOS terdapat dalam makrofag
(3) endothelial NOS atau eNOS atau cNOS ditemukan dalam
endotel yakni sel-sel yang terutama terdapat sepanjang lumen
pembuluh darah. Kadar enzim nNOS dan eNOS relatif stabil,
aktivitasnya tergantung pada kadar kalsium. Sebaliknya kerja
iNOS tidak tergantung pada kadar kalsium, tetapi pada adanya
rangsangan seperti masuknya parasit ke dalam tubuh, meng-
hasilkan lebih banyak nitrogen oksida dalam waktu yang lebih
lama dan berperan penting pada sistim imunitas dan inflamasi.
Semua jenis NOS menghasilkan nitrogen oksida dari L-arginin
dengan bantuan oksigen molekuler dan NADPH
1,5,11
.
HOOC-CH-(CH
2
)
3
-NH-C-NH
2
+2O
2
HOOC-CH-(CH
2
)
3
-NH-C-NH
2
+ NO+2H
2
O
NH
2
N
+
H
2
NH
2
O
Arginin
Sitrullin
Nitrogen oksida dapat berdifusi bebas melalui membran
sel. Nitrogen oksida bersifat reaktif dan berinteraksi dengan
berbagai molekul sehingga cepat habis di sekitar lokasi tempat
disintesis; nitrogen oksida bekerja mempengaruhi sel-sel di
sekitar titik lokasi sintesis
7
. Nitrogen oksida terdapat di dalam
udara yang dikeluarkan pernapasan (exhaled air), dan jumlah-
nya meningkat pada saat olah raga. Inhibitor kompetitif NOS
telah diidentifikasi yakni derivat arginin seperti N-monometil-
L-arginin, dimetilamin arginin, merupakan bahan dan alat yang
penting dalam meneliti peran nitrogen oksida dalam sistim
biologis
1,11,12
.
METABOLISME
Afinitas hemoglobin sangat tinggi terhadap nitrogen
oksida (sekitar 3000 kali lebih kuat dibanding dengan oksigen),
sehingga gas nitrogen oksida dapat diberikan melalui inhalasi,
karena akan bergabung dengan hemoglobin sebelum bergabung
dengan oksigen. Dalam air dan plasma, nitrogen oksida
dioksidasi menjadi nitrit, yang stabil selama beberapa jam
1
;
tetapi dalam darah, nitrit cepat berubah menjadi nitrat sehingga
konsentrasi nitrit dalam darah rendah sementara nitrat 100 kali
lebih tinggi (30 µmol per liter). Sintesis nitrat endogen pada
orang yang rendah asupan nitratnya meningkat pada diare dan
demam dan dua kali lipat selama latihan fisik. Konsentrasi
nitrit dan nitrat meningkat dalam plasma pasien dengan syok
septik. Nitrogen oksida juga cepat teroksidasi menjadi oksida
nitrogen yang lebih tinggi dan akan menyebabkan nitrosasi
molekul-molekul yang mengandung gugus sulfhidril seperti
glutation, sistein dan albumin. Di samping itu, nitrogen oksida
berinteraksi dengan protein yang mengandung heme termasuk
mioglobin, gugus prostetik dari guanylate cyclase yang larut,
dan enzim-enzim yang mengandung pusat ion besi-sulfur. Jadi,
metabolisme nitrogen oksida sangat rumit
1,2
. Dalam sistim
biologis nitrogen oksida cepat berubah menjadi nitrit dan nitrat,
dan reaksi ini dipicu oleh logam transisi termasuk besi.
Hemoglobin menonaktifkan nitrogen oksida dengan mengikat-
nya membentuk nitrosohaemoglobin, dan dengan mengubah-
nya menjadi nitrat dan nitrit, akan menghasilkan methaemog-
lobin
2,13
. Oleh karena itu darah manusia secara normal
mengandung methaemoglobin pada konsentrasi tidak melebihi
2%, jika kadarnya meningkat menjadi 20% dapat mengganggu
pengangkutan oksigen namun masih dapat ditoleransi. Darah
yang mengandung methaemoglobin yang tinggi disebut
methaemoglobinemi dengan gejala-gejala sianosis, sesak napas,
mual dan muntah, dan syok. Kematian dapat terjadi jika kadar
methaemoglobin mencapai 70%
13
.
Nitrogen Oksida Pada Sistem Kardiovaskular
Sintesis nitrogen oksida di endotelium vaskular berperan
sebagai vasodilator yang penting untuk mengatur tekanan darah;
nitrogen oksida dilepaskan secara kontinu dari endotelium
arterial dan arteriol. Dalam sistim saraf pusat, nitrogen oksida
adalah suatu neurotransmiter yang mendukung berbagai fungsi
seperti pembentukan memori. Pada tingkat perifer, jaringan
saraf yang semula dikenal sebagai nonadrenergik dan nonkoli-
nergik, melalui mekanisme yang tergantung pada nitrogen
oksida berperan sebagai mediator berbagai bentuk vasodilatasi
neurogenik dan meregulasi fungsi saluran pencernaan, per-
nafasan, alat kelamin
5,6
. Nitrogen oksida juga berperan meng-
hambat agregasi platelet dan regulasi kontraksi jantung.
Banyak fakta menunjukkan beberapa penyakit berkaitan
dengan gangguan pembentukan dan fungsi nitrogen oksida
1
.
NOS
2NADPH
Selain itu, nitrogen oksida diproduksi dalam jumlah besar
selama reaksi-reaksi imunologis untuk mempertahankan diri.
Karena nitrogen oksida memiliki sifat sitotoksis dan dibentuk
oleh makrofag yang aktif, nitrogen oksida tampaknya berperan
dalam imunitas nonspesifik. Akan tetapi, produksi nitrogen
oksida yang berlebihan terlibat dalam patogenesis septic shock,
sirosis dan inflamasi
1,9,14
.
Inhibitor derivat arginin seperti dimetil arginin bersifat
vasokonstriksi dan menyebabkan hipertensi. Inhibisi tidak ter-
jadi pada otot polos dan tidak mempengaruhi sistim lain di
dinding vaskular; kerja inhibitor ini tidak tergantung pada
endotelium, dan sifat vasokontriksinya disebabkan oleh inhibisi
mekanisme vasodilator endogen. Fakta ini menggiring pada
kesimpulan bahwa vasodilator nitrogen oksida esensiil dalam
pengendalian aliran dan tekanan darah. Oleh karena itu, konsep
lama yang menyatakan bahwa sistim kardiovaskular sebagai
satu sistim jaringan yang resisten harus dievaluasi kembali.
Tonus vasodilator oleh nitrogen oksida tampaknya dipertahan-
kan selama aktivitas fisik sel-sel endotelium oleh stimuli
seperti aliran, denyutan dan tekanan. Nitrogen oksida yang
dilepaskan dari neuron nonadrenergik dan nonkolinergik juga
berperan mengendalikan aliran dan tekanan darah
1,11
.
Penemuan tonus vasodilator ini menunjukkan keberadaan
sistim nitrovasodilator endogen, yang kerjanya menyerupai
kerja senyawa seperti nitrogliserin, natrium nitroprusid;
senyawa tersebut merupakan vasodilator yang efektif secara
klinis, ternyata aktivitasnya adalah melalui perubahannya
menghasilkan nitrogen oksida. Reaksi nitrogen oksida dengan
ion ferro dalam gugus prostetik heme pada guanylate cyclase
yang larut dalam sel-sel otot polos vaskular meningkatkan
konsentrasi cGMP yang menyebabkan relaksasi vaskular
1,14
.
Fungsi ini semuanya dimediasi oleh aktivasi guanylate cyclase
yang larut (soluble guanylate cyclase) yang menyebabkan
peningkatan konsentrasi cyclic guanosine monophosphate
(cGMP) pada sel target. Karena adanya tekanan atau aktivasi
Cermin Dunia Kedokteran No. 147, 2005
27
background image
reseptor pada endotelium vaskular oleh bradikinin atau asetil-
kolin, menyebabkan influks kalsium. Konsekuensi peningkatan
kalsium intraseluler merangsang eNOS. Nitrogen oksida yang
terbentuk dari L-arginin oleh enzim ini berdifusi ke sel-sel otot
polos yang terdekat, dan menstimulasi guanylate cyclase, yang
menyebabkan peningkatan sintesis cGMP dari guanosine
triphosphate (GTP)
1
.
Nitrogen oksida juga menghambat agregasi platelet me-
lalui suatu mekanisme yang tergantung pada cGMP dan
bersinergi dengan prostasiklin, yang akan menghambat agre-
gasi platelet. Tidak seperti prostasiklin, nitrogen oksida juga
menghambat adhesi platelet. Di samping itu platelet sendiri
menghasilkan nitrogen oksida yang akan bekerja sebagai suatu
mekanisme negative-feedback untuk menghambat aktivasi
platelet. Maka, agregasi platelet in vivo mungkin dikendalikan
oleh nitrogen oksida yang dihasilkan platelet dan juga oleh
nitrogen oksida dan prostasiklin yang dihasilkan oleh endo-
telium vaskular. Oleh karena itu, nitrovasodilator dikombinasi-
kan dengan prostasiklin merupakan suatu pengobatan anti-
thrombotik
1,5
.
Beberapa contoh sediaan farmasi (obat paten) antara lain
adalah Nitromack retard, Nitrocine, Nitrostat, Vascardin. Obat
ini mengandung senyawa organik nitrat yakni nitrogliserin dan
sejenisnya yang digunakan pada pengobatan angina pektoris
dan penyakit jantung koroner untuk berperan sebagai vaso-
dilator koroner, relaksan otot polos, mencegah agregasi platelet
dengan cara melepaskan nitrogen oksida sebagai zat aktif-
nya
5,14,15
. Alpha-tokoferol dan gamma-tokoferol meningkatkan
produksi nitrogen oksida dan aktivitas NOS, sementara
gamma-tokoferol juga mencegah perubahan nitrogen oksida
menjadi NO
2
. Dengan demikian, berarti antioksidan melin-
dungi nitrogen oksida sehingga memperpanjang aktivitasnya
yang berdampak positif pada kesehatan kardiovaskular
2,9
.
IMPLIKASI KLINIS
Relaksasi endotelium lebih nyata pada arteri daripada vena
yang berarti bahwa arteri lebih banyak memproduksi nitrogen
oksida daripada vena. Gliseril nitrat memberi efek dilatasi pada
vena; karena vena mensintesis lebih sedikit nitrogen oksida di-
bandingkan dengan arteri, vena lebih peka terhadap nitrogen
oksida dari luar (gliseril nitrat)
2,5
.
Relaksasi endotelium pada arteri koroner yang telah meng-
alami penebalan (atherosclerotic coronary arteries) berkurang
sedangkan pengaruh dan kepekaan terhadap vasokonstriktor
meningkat. Pemberian arginin dapat menormalkan gangguan
vaskular ini pada individu dengan hiperkolesterolemi. Pem-
berian arginin akan mencegah hipertensi pada hewan percoba-
an yang berbakat menderita hiperkolesterolemi dan juga
menyebabkan penurunan tekanan sistolik dan diastolik yang
cepat jika diberikan pada orang normal dan pasien dengan
hipertensi esensial
1
.
Turunan arginin yang termetilasi seperti N-N-di-
metilarginin, N-monometilarginin, adalah inhibitor NOS yang
terdapat dalam plasma dan urin. Senyawa ini terakumulasi
dalam plasma pasien yang mengalami gagal ginjal akut.
Inhibisi NOS oleh senyawa ini dapat menjelaskan, paling tidak
ikut berperan pada, keadaan hipertensi dan gangguan sel darah
putih yang terjadi pada kondisi ini
1,2
.
Inhalasi gas nitrogen oksida pada saluran pernapasan me-
nyebabkan penurunan hipertensi pulmonal. Pemberian nitrogen
oksida secara inhalasi (18-36 ppm) selama tujuh hari dapat
memperbaiki fungsi paru pasien, yang menunjukkan bahwa
inhalasi nitrogen oksida membantu penyembuhan gangguan
paru-paru. Perlu dicatat bahwa nitrogen oksida endogen
ditemukan dalam udara yang dikeluarkan dari pernapasan
(exhaled air) dengan konsentrasi 5-20 ppb
1,7
.
Sistim Saraf Pusat dan Perifer
Nitric oxide synthase telah dideteksi dengan jumlah yang
beragam di semua daerah di otak manusia. Fakta menunjukkan
bahwa nitrogen oksida berperan dalam pembentukan memori.
In vitro, sesudah rangsangan reseptor spesifik, nitrogen oksida
dilepaskan dari postsinap dan bekerja pada presinap satu saraf
atau lebih pada berbagai arah. Nitrogen oksida dapat berperan
sebagai pembawa balik berita, sehingga sel-sel postsinap dapat
mengirim kembali signal ke neuron presinap. Hal ini akan
meningkatkan pelepasan glutamat sehingga terjadi peningkatan
transmisi sinaptik, suatu fenomena yang dikenal dengan long
term potentiation (potensiasi jangka panjang), dan diduga
terkait dengan pembentukan memori. Percobaan pada hewan
menunjukkan bahwa nitrogen oksida terlibat dalam memori,
karena inhibisi sintesis nitrogen oksida in vivo ternyata
mengganggu proses pembelajaran
1,2,5
.
Nitrogen oksida juga ditemukan dalam sebagian saraf
perifer yang mungkin berperan terhadap transmisi sensorik, dan
juga menjadi transmiter atau modulator dalam saraf non-
adrenergik dan nonkolinergik. Di saluran pencernaan tikus,
nitrogen oksida menjadi mediator beberapa bentuk relaksasi,
termasuk dilatasi lambung dalam menyesuaikan tekanan dalam
lambung. Pada manusia, inhibitor NOS menurunkan relaksasi
elektris. Maka, sebagaimana dengan sistim kardiovaskular,
tampaknya nitrogen oksida sangat berperan pada fungsi fisio-
logis organ-organ saluran pencernaan
1,2
.
Jalur L-arginin-nitrogen oksida bertanggung jawab untuk
relaksasi bagian rongga dan oleh karena itu berperan pada
ereksi penis manusia. Nitrogen oksida terdapat dalam jaringan
penis berbagai hewan, juga manusia. Di samping itu, dosis
kecil inhibitor NOS akan menurunkan ereksi penis tikus yang
dipicu secara elektris. Jadi, nitrogen oksida diduga merupakan
mediator terakhir pada ereksi penis. Selama hubungan seks,
ereksi penis dimediasi oleh pelepasan nitrogen oksida dari
ujung saraf yang dekat ke pembuluh darah penis. Relaksasi
pembuluh darah ini menyebabkan darah menumpuk dalam
penis yang menyebabkan ereksi terjadi
1,5
. Menginhibisi sintesis
nitrogen oksida pada tikus memicu aktivitas berlebihan
kandung kemih dan mengurangi kapasitasnya.
Ada sistim saraf yang tersebar luas dalam tubuh yang
menggunakan nitrogen oksida sebagai neurotransmitter. Saraf-
saraf ini terbukti penting sebagaimana halnya dengan saraf
adrenergik dan kolinergik, dan tidak berfungsinya sistim ini
dapat menyebabkan berbagai gangguan termasuk impotensi
1
.
Cara kerja obat sildenafil sitrat (Viagra®) adalah dengan
menghambat penguraian nitrogen oksida sehingga efek fisio-
logis nitrogen oksida meningkat dan lebih lama bertahan
5
.
Cermin Dunia Kedokteran No. 147, 2005
28
background image
Juga diyakini bahwa nitrogen oksida bekerja dalam sistim
reproduksi bukan hanya pada proses ereksi. Pada saat terjadi
kontak antara sperma dan telur, pelepasan nitrogen oksida oleh
sperma mengaktifkan sel telur untuk melangsungkan meiosis
dan langkah lain dari proses pembuahan. Akrosom pada bagian
kepala sperma mengaktifkan nitrogen oksida sintase pada saat
memasuki sel telur. Pelepasan nitrogen oksida dalam sel telur
sangat penting untuk memicu tahap berikutnya dalam proses
menghalangi masuknya sperma lain dan mengatur pronuklei
untuk pembelahan. Pelepasan nitrogen oksida di sekitar glome-
rulus ginjal meningkatkan aliran darah yang melaluinya sehing-
ga laju penyaringan dan pembentukan urin akan meningkat
1,5
.
Nitrogen Oksida dalam Imunitas dan Inflamasi
Satu abad yang lalu diyakini bahwa resistensi terhadap
kanker disebabkan adanya imunitas nonspesifik. Fenomena ini
dikaitkan dengan aktivitas makrofag. Data saat ini
mengindikasikan bahwa imunitas nonspesifik ini berkaitan
dengan induksi NOS. Jika hal ini benar, imunitas nonspesifik
karena nitrogen oksida adalah suatu fenomena umum yang
meliputi bukan hanya sistim retikuloendotel tetapi juga sel-sel
nonretikuloendotel seperti hepatosit, otot polos vaskular, dan
endotelium vaskular yang di dalamnya mengandung NOS.
Dalam organ paru-paru dan hati, sistim imunitas nonspesifik
karena nitrogen oksida ini tampaknya sangat penting, karena
kedua organ ini berada pada posisi yang sangat strategis dalam
sistim sirkulasi sebagai filter pertahanan tubuh. Nitrogen oksida
juga terlibat dalam imunitas spesifik, tetapi mekanismenya
belum diketahui dengan tuntas
1,2
.
Nitrogen oksida berperan secara parsial dalam inflamasi
akut dan kronis. Pengobatan dengan inhibitor NOS mengurangi
tingkat inflamasi akut pada tikus, sedangkan arginin bekerja
sebaliknya. Konsentrasi nitrit dalam plasma dan cairan sinovial
meningkat pada pasien artritis rematoid dan penyakit sendi
degeneratif
1
. Sumber nitrogen oksida dalam proses inflamasi
belum jelas, tetapi mungkin berasal dari pembuluh darah,
neutrofil dan makrofag. Nitrogen oksida diduga dapat merusak
jaringan, karena bersifat sitostatik atau sitotoksik tidak hanya
terhadap mikroba tetapi juga terhadap sel-sel penghasil
nitrogen oksida dan terhadap sel tetangganya. Kerusakan
jaringan dan sel dapat terjadi karena terbentuknya peroksinitrit
(ONOO
-
) hasil reaksi antara nitrogen oksida dengan
superoksida (O
2
._
) yang terbentuk pada keadaan inflamasi. Di
samping itu, ONOO
-
juga dapat terurai menjadi zat toksis
seperti nitrogen dioksida
15,18,19
. Tetapi nitrogen oksida berperan
ganda yakni di satu pihak bersifat sitotoksik dan juga sebagai
vasodilator sehingga akan bersifat protektif. Dengan demikian
nitrogen oksida tampaknya bersifat multifungsi dalam reaksi
inflamasi, mulai dari vasodilator dan pembentukan edema,
modulasi ujung saraf sensoris dan aktivitas leukosit, sampai ke
toksisitas jaringan
1,7,19
.
Aktivasi makrofag oleh lipopolisakarida dan gamma
interferon, baik secara tersendiri atau bersamaan, menimbulkan
induksi NOS yang tidak tergantung pada kalsium (calcium
independent nitric oxide synthase). Induksi yang demikian
menyebabkan produksi berkesinambungan nitrogen oksida,
yang berdifusi ke sel target seperti sel-sel tumor, bakteri, fungi
dan cacing. Di sini, nitrogen oksida bergabung dengan inti
pusat besi dan sulfur dalam enzim kunci dari siklus pernapasan
dan jalur sintesis DNA. Enzim-enzim tersebut antara lain
adalah aconite hydratase, NADH dehydrogenase, succinate-
NADH dehydrogenase, dan ribonucleoside diphosphate
reductase
1,17
.
Nitrogen Oksida pada Keadaan Patologis
Produksi iNOS dalam dinding pembuluh dapat diinduksi
oleh sitokin dan oleh endotoksin lipopolisakarida yang bekerja
melalui pelepasan sitokin. Induksi ini terjadi baik dalam sel-sel
endotelium dan otot polos. In vitro, terjadi relaksasi yang
resisten terhadap vasokonstriktor tetapi dapat dicegah dengan
glukokortikoid dan inhibitor NOS. Pada syok endotoksin pada
hewan peningkatan produksi nitrogen oksida berhubungan
langsung dengan tingkat hipotensi. Nitrogen oksida yang
dilepaskan oleh enzim iNOS ini menyebabkan vasodilatasi dan
bersifat resisten terhadap vasokonstriktor seperti pada septik
syok, dan pada hipotensi karena terapi sitokin pada pasien
kanker
1,2,5
.
Inhibitor NOS dapat mencegah hipotensi pada hewan yang
diinduksi dengan lipopolisakarida dan pada hewan dengan syok
hemoragik dan anafilaktik. Pada pasien syok septik, dosis ren-
dah monometil arginin pada terapi standar, memulihkan hipo-
tensi. Percobaan hewan menunjukkan bahwa tingkat inhibisi
terhadap sintesis nitrogen oksida menjadi sangat penting untuk
menentukan hasil yang akan dicapai, karena dosis tinggi akan
menjurus ke vasokonstriksi kuat, yang dapat menyebabkan ke-
rusakan organ, dan kematian. Efek ini terjadi pada kondisi ter-
tentu seperti syok septik, karena pada kondisi ini hipotensi
terjadi bersamaan dengan peningkatan konsentrasi vasokons-
triktor sirkulasi. Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah
menghambat total pembentukan nitrogen oksida endogen dan
diikuti dengan pemberian nitrovasodilator untuk mengatasi
hipertensi dan mempertahankan homeostasis vaskular. Perlaku-
an demikian juga akan menghalangi agregasi platelet yang
mungkin terjadi selama inhibisi sintesis nitrogen oksida
1,2
.
Endotoksin juga menginduksi NOS dalam otot polos vena,
dan dalam miokardium dan endokardium, peningkatan sintesis
nitrogen oksida oleh enzim ini dapat menimbulkan disfungsi
jantung jika terjadi endotoksinemia. Lagi pula, disfungsi
jantung akibat dilatasi juga karena induksi enzim ini. Maka,
dalam jantung sebagaimana dalam sistim vaskular, nitrogen
oksida mempunyai peran fisiologis jika diproduksi oleh enzim
eNOS yang biasanya terdapat dalam miokardium; dan dapat
menjadi patologis, menyebabkan dilatasi dan kerusakan jaring-
an jika diproduksi dalam jumlah banyak dalam jangka lama
oleh enzim iNOS. Konsentrasi nitrat dan nitrit serum, metabolit
oksidasi nitrogen oksida, menjadi relevan pada pasien dengan
sirosis, terutama dengan sindrom hepatorenal, dan konsentrasi
ini berkorelasi dengan tingkat endotoksinemia
1,2,5
.
KESIMPULAN
Nitrogen oksida adalah mediator penting pada proses
homeostasis dan mekanisme pertahanan. Penyimpangan pem-
bentukan dan aktivitasnya bersifat patologis. Produksi nitrogen
Cermin Dunia Kedokteran No. 147, 2005
29
background image
oksida yang berlebihan pada keadaan infeksi serius seperti syok
septik menyebabkan dilatasi vaskuler yang kuat dan diikuti
dengan hipotensi yang fatal. Bagaimana perubahan konsentrasi
L-arginin mempengaruhi inisiasi, perkembangan, dan resolusi
dari sebagian kondisi patologis ini belum diketahui. Sejauh ini,
tampaknya peningkatan asupan arginin mempengaruhi reakti-
vitas vaskular dan menurunkan ketebalan intima pada atero-
sklerosis dan juga dapat mengurangi tekanan darah dan
pertumbuhan berlebihan dari sel-sel otot polos pada hipertensi.
Efek fisiologis dapat dimodifikasi dengan cara meningkatkan
konsentrasi aktif nitrogen oksida endogen seperti memper-
panjang waktu paruh atau lamanya aktivitas. Senyawa nitrat
organik yang dapat menghasilkan nitrogen oksida dapat
digunakan untuk tujuan terapi jika produksi nitrogen oksida
terganggu. Inhalasi nitrogen oksida telah terbukti bermanfaat
pada pengobatan hipertensi pulmoner dan gangguan pernafasan
pada bayi dan orang dewasa.
Inhibitor nitrogen oksida synthase yakni derivat arginin
seperti monometil arginin, dimetil arginin sangat bermanfaat
sebagai alat untuk meneliti fungsi fisiologis nitrogen oksida.
Inhibisi selektif produksi nitrogen oksida membuka kemung-
kinan untuk tujuan terapi. Kadar produk sampingan produksi
nitrogen oksida dari arginin seperti nitrit, nitrat, L-sitrullin
dalam sistim biologis dapat menjadi alat untuk memantau
kondisi patologis dan perkembangan terapi yang dilakukan.
KEPUSTAKAAN
1.
Moncada S, Higgs A. The L-Arginine-Nitric Oxide Pathway. N Engl J
Med. 1993; 329: 2002-12.
2. Valiance P, Collier J. Biology and Clinical Relevance of Nitric Oxide.
BMJ 1994; 309 (August): 453-7.
3. Kiely G. Environmental Enginering. Mc Graw-Hill. New York. 1998:
341-4.
4.
Silberberg MS. Chemistry: The Molecular Nature of Matter and Change.
2
nd
ed. Sydney: Mc Graw Hill. 2000: 575- 576.
5. Nitric Oxide (NO). http://users.rcn.com/jkimball.ma.ultranet/Biology
Pages/N/NO.html (diakses October 2003).
6.
Cassens RG. Use of Sodium Nitrite in Cured Meats Today. Food Technol.
1995(July): 72 - 80.
7. Lazarus SC. Just say NO: Nitric oxide and its role in allergic disease.
American Academy of Allergy, Asthma and Immunology 56
th
Annual
Meeting: Day 2. March 5, 2000
8.
Silalahi J. Free radicals and antioxidant vitamins in degenerative diseases.
Maj. Kedokt. Indon. 2001; 51:1(1): 16-21.
9.
Papas AM. Beyond alpha-tocoferol: The role of the other tocoferols and
tocotrienols. In: Meskin MS, Bidlack WR, Davies AJ., Omaye ST (eds).
Phytochemicals in Nutrition and Health. CRC. London. 2002: 61-77.
10. Sumanont Y, Murakami Y, Tohda M., Vajragupta O, Matsumoto K,
Watanabe H. Evaluation of the Nitric Oxide Radical Scavenging Activity
of Manganese Complexes of Curcumin and Its Derivative. Biol. Pharm.
Bull. 2004; 27(2): 170-173.
11. Ruschitzka FT, Wenger RH, Stallmach T, Gassmann M. et al. Nitric
oxide prevents cardiovascular disease and determines survival in
polyglobulic mice overexpressing erythropoietin. Proc. Natl. Acad. Sci.
2000: 92 (21): 11609-11613.
12. Adachi H, Nguyen PH, Belardinelli R, Jung T, Wasserman K. Nitric
Oxide Production during Exercise in Chronic Heart Failure. Am. Heart J.
1997:134(2): 196-203.
13. Finan A, Keenan P, Donovan F, Mayne P. Methemoglobinemia
associated with sodium nitrite and nitrate in three siblings. BMJ 1998;
317(24 Oct): 1138 - 9.
14. Breckenridge A. Recent Advances: Clinical pharmacology and thera-
peutics. BMJ 1995;310: 377- 80.
15. Informasi Spesialite Obat (ISO) Indonesia. ISFI. Jakarta, 2002.
16. Woodley M, Whelan A. Pedoman Pengobatan. Yogyakarta:Yayasan
Essentia Medica.. 1995: 131-135.
17. Shen JG, Zhao JL, Li MF, Wan Q, Xin WJ. Inhibitory effects of Ginkgo
Biloba Extract (EGb 761) on Oxygen free radicals, Nitric oxide, Myo-
cardial Injury in Isolated Ischemic-Reperfused Hearts. In: Packer L,
Traber MG, Xin W. (eds). Proc. Internat. Symposium on Natural Anti-
oxidants. June 20-24. 1995. Peking, China. AOAC Press. 1996: 453-65.
18. Zhang Z, Frears ER, Blake RD, Winyard PG. Inactivation of alpha-
Proteinase Inhibitor by Simultaneous Generation of Nitric oxide and
Superoxide. In: Packer L, Traber MG, Xin W. (eds). Proc. Internat.
Symposium on Natural Antioxidants. June 20-24. 1995. Peking, China.
AOAC Press. 1996: 359-66.
19. Kikugawa K, Hiramoto K, Ohkawa T. Effects of Oxygen on the
Reactivity of Nitrogen Oxide Species Including Peroxynitrite. Biol.
Pharm. Bull. 2004: 27(1):17-23.
20. Friel JP. Kamus Kedokteran Dorland Edisi 26. Diterjemahkan oleh Tim
Penerjemah EGC. Jakarta. 1996
21. Wardlaw GM, Kessel MW. Perspective in Nutrition. 5
th
ed. McGraw-Hill.
2002: 249.
Cermin Dunia Kedokteran No. 147, 2005
30

Document Outline