TINJAUAN KEPUSTAKAAN
Peranan Penghambat Reseptor
Angiotensin II dalam Hipertrofi
Ventrikel Kiri
Sunarya Soerianata, William Sanjaya
Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita
PENDAHULUAN
Hipertensi merupakan suatu bentuk percepatan utama
perubahan patologis jantung dan pembuluh darah. Selain se-
bagai penyebab terpenting kerusakan berbagai organ sasaran,
hipertensi dapat mencetuskan aterosklerosis, disfungsi endotel,
hipertrofi ventrikel kiri yang meningkatkan risiko kejadian
stroke, kardiovaskuler, dan gagal ginjal.
1,2
Prevalensi hipertrofi ventrikel kiri (HVK)
HVK sangat sering terjadi pada pasien-pasien hipertensi.
Pada tahun 1992, kelompok studi TOMHS melaporkan kejadi-
an HVK yang dideteksi dengan ekokardiografi berkisar dari
24% sampai 45% pada pasien-pasien hipertensi ringan.
3
Studi-
studi lain melaporkan kejadian yang sama, berkisar 20% pada
pasien hipertensi ringan sampai sekitar 50% pada pasien hiper-
tensi berat.
4,5
Yang menarik perhatian adalah kejadian HVK
(yang dideteksi dengan elektrokardiogram) secara bermakna
lebih tinggi pada kelompok pasien dengan peningkatan tekanan
darah pada pagi hari.
6-7
Penyebab dan faktor-faktor risiko
Tekanan darah yang tinggi berhubungan kuat dengan
kejadian HVK, meskipun HVK itu sendiri sudah meramalkan
bahwa individu dengan tekanan darah yang normal akan
berkembang menjadi hipertensi.
8
HVK itu sendiri lebih diper-
timbangkan sebagai salah satu manifestasi awal kerusakan
organ sasaran akibat hipertensi. Tekanan darah diastolik (TDD)
berhubungan dengan peningkatan pembebanan tekanan yang
berkaitan dengan penebalan dinding ventrikel, sedangkan
tekanan darah sistolik (TDS) lebih berhubungan erat dengan
massa ventrikel kiri akibat peningkatan tekanan dan volume.
9
Banyak penyebab HVK yang serupa dengan penyebab
semua penyakit kardiovaskuler. Penentu-penentu demografik
seperti usia, suku bangsa, dan riwayat keluarga sudah dikenal
berperan di dalam perkembangan HVK.
10-13
Sumbangsih
genetik terhadap perkembangan HVK sudah merupakan bahan
penelitian tahun-tahun terakhir ini, dan hasilnya menunjukkan
bahwa saudara kembar dan genetik Afrika-Amerika mem-
punyai kecenderungan peningkatan massa ventrikel kiri.
14-15
Dalam studi Framingham, HVK meningkatkan risiko penyakit
jantung koroner sebesar 3 sampai 5 kali lipat, stroke 6 kali
lipat, dan gagal jantung 15 kali lipat pada populasi umum.
18
Studi terbaru EUROSTROKE menemukan hal serupa yaitu
bahwa HVK meningkatkan risiko stroke 2 kali lipat, dan
kejadian stroke fatal 4 kali lipat.
17
Patofisiologi HVK
Hipertensi arterial merupakan penyebab utama HVK.
Hipertensi meningkatkan stres hemodinamik pada dinding
ventrikel, yang mencetuskan peningkatan segera aktifitas
sistem renin angiotensin aldosteron (SRAA). Hal ini selanjut-
nya akan meningkatkan penampilan faktor-faktor pertumbuhan
yang merangsang pertumbuhan /hipertrofi.
18
SRAA menginduksi HVK baik secara tidak langsung me-
lalui peningkatan tekanan darah, dan secara langsung sebagai
pengaruh tropik langsung pada miokardium. SRAA adalah
salah satu dari sejumlah faktor-faktor tropik yang meliputi
sistem saraf umum yang berperan pada HVK. Akan tetapi
SRAA kelihatannya memainkan peran tersendiri di dalam ke-
jadian patologis HVK dengan memainkan perubahan-perubah-
an biokimiawi dan patologi yang memulai kejadian HVK.
19
Kadar aldosteron dan angiotensin-II yang beredar ber-
hubungan secara langsung dengan massa ventrikel kiri.
19
Angiotensin-II mempunyai kemampuan kardiotropik yang
diperantarai sebagian besar oleh reseptor AT-1.
2
Pengikatan
angiotensin II dengan reseptor ini menginduksi pertumbuhan
dan proliferasi miosit jantung
21-1
, otot polos vaskuler
23
dan sel-
sel endotel koroner
24
, dan juga menghasilkan sekresi kolagen
melalui fibroblas jantung.
25
Angiotensin II juga mempercepat
disfungsi endotel, dan mengakibatkan vasokonstriksi dan des-
tabilisasi bersamaan plak aterosklerotik.
26
Diagnosis HVK
Elektrokardiografi (EKG) mendeteksi HVK dengan meng-
ukur perubahan elektrikal dan kecepatan repolarisasi di dalam
jantung yang disebabkan oleh peningkatan masa jantung.
Sudah terdapat sejumlah kriteria untuk menentukan HVK
dengan EKG, tetapi yang paling umum digunakan adalah
Cermin Dunia Kedokteran No. 147, 2005
13
kriteria durasi voltase Cornell (HVK didiagnosis bila lama
voltase melebihi 2400 mm/detik) dan kriteria voltase Solokow-
Lyon (HVK didiagnosis jika penjumlahan amplitido SV1 dan
RV5/6 lebih besar dari 35 mm) dengan spesifisitas yang tinggi
dan sensitivitas yang dapat diterima.
27
Ekokardiografi merupakan cara non-invasif yang aman
untuk menilai anatomi dan fungsi jantung. Prosedur ini biasa-
nya tersedia luas di rumah sakit atau klinik jantung dan
mempunyai kemampuan pengukuran HVK yang akurat dengan
sensitivitas dan spesifisitas tinggi (80%). Ekokardiografi
mode M dan 2-dimensi selalu dipergunakan bersama-sama.
Ekokardiogram mode-M hanya menilai bagian kecil ventrikel
kiri. Hasilnya dapat memberikan informasi tentang berbagai
bentuk yang berbeda dari geometri verntrikel kiri dan besarnya
fungsi sistolik dan diastolik.
28
Pencitraan resonansi magnetik (Magnetic Resonance
Imaging = MRI) telah dikenal sebagai baku emas deteksi LVH,
selain pencitraan bermutu tinggi, memungkinkan pengukuran
ketebalan dinding ventrikel kiri dan dimensi interna yang lain.
27
Dalam praktek klinis, MRI memungkinkan pengukuran
pengaruh pengobatan pada regresi ventrikel kiri yang lebih
akurat, karena mampu mengenal perubahan ketebalan ventrikel
kiri sampai 1 mm.
29
Pengobatan antihipertensi pada HVK
Ada lebih dari 1.000 uji klinis yang membandingkan
pengaruh berbagai kelas obat-obat antihipertensi terhadap
massa ventrikel kiri. Terdapat persetujuan umum di antara ber-
bagai uji klinis bahwa penurunan tekanan darah yang
substansial disertai oleh pengurangan massa ventrikel kiri.
Kecuali vasodilator perifer, kebanyakan kelas obat-obat anti-
hipertensi telah ditemukan menurunkan massa ventrikel kiri
dengan berbagai rentang.
30
Sebuah metaanalisis atas uji klinis
ekokardiografi acak dan terkontrol selama 6 bulan atau lebih
menemukan bahwa pengurangan massa ventrikel kiri dengan
penghambat reseptor angiotensin lebih besar secara bermakna
daripada dengan penghambat beta.
30
Penghambat reseptor angiotensin dan EKA menurunkan
tekanan darah dengan menghambat kinerja angiotensin II.
Akan tetapi penghambat EKA tidak menghambat SRAA secara
sempurna karena stimulasi kompensasi alternatif yaitu pada
jalur lokal EKA untuk pembentukan angiotensin II.
31
Telmisartan Effectiveness of Left Ventricular Mass
Reduction (TELMAR)
TELMAR akan menilai pengaruh penghambat reseptor
angiotensin, telmisartan pada HVK dibandingkan dengan
penghambat beta, metoprolol pada dosis antihipertensi yang
serupa. TELMAR adalah uji klinis yang acak, tersamar ganda,
dan kelompok paralel dengan sejumlah 140 pasien dengan usia
18-80 tahun dengan hipertensi esensial yang tidak terkontrol
(TDS rerata pada waktu siang 140 mmHg, atau TDD 90
mmHg dan atau TDS malam 120 mmHg atau TDD n 70
mmHg yang diukur dengan pemantauan tekanan darah ambu-
latori, dan indeks masa ventrikel kiri > 0,8 g/cm pada wanita, >
1,1 g/cm pada laki-laki (secara MRI). Dosis telmisartan dimulai
40 mg selama 2 minggu pertama, 80 mg selama 5,5 bulan dan
40 mg untuk 2 minggu terakhir. Metoprolol akan diberikan
pada dosis 47,5 mg selama 2 minggu, 95 mg selama 5,5 bulan,
dan 47,5 mg selama 2 minggu. Pemberian obat-obat tambahan
yang lain dengan hidroklorotiazid dan amlodipine diijinkan.
Titik akhir primernya adalah persentase perubahan indeks
massa ventrikel kiri dibandingkan basal dengan menggunakan
MRI. Variabel sekunder meliputi perubahan tekanan darah dan
respon laju nadi yang dinilai dengan pemantauan tekanan darah
ambulatori dan manual, dan stres dinding akhir sistolik, fungsi
sistolik dan diastolik ventrikel kiri yang dinilai dengan MRI.
Studi terpisah dilakukan sebelum studi utama untuk menentu-
kan rentang normal data MRI pada berbagai usia populasi.
32
KEPUSTAKAAN
1. Chung O, Unger T. Angiotensin II receptor blockade and end-organ
protection. Am J Hypertens 1999; 12: 150S-156S.
2. Guidelines Subcommittee. 1999 WHO - ISH. Guidelines for the
management of hypertension. J Hypertens 1999; 17: 151-83.
3.
Liebson PR, Grandits GA, Prineas R, et al. Echocardiography correlates
of left ventricular structure among 844 mildly hypertensive men and
women in the treatment of mild hypertension study (TOMHS).
Circulation 1993; 87: 476-86.
4.
Hammond IW, Devereux RB, Alderman MH et al. The prevalence and
correlates of echocardiographic left ventricular hypertrophy among
employed patients with uncomplicated hypertension. J Am Coll Cardiol
1986; 7: 639-50.
5.
Savage DD, Drayer JI, Henry WL et al. Echocardiographic assessment of
cardiac anatomy and function in hypertensive subjects. Circulation 1979;
59: 623-32.
6.
Matsuo K, Kusogi T, Kamiya H et al. Morning rise in blood pressure is a
risk factor for cardiovascular complications in treated hypertensive
patients. J Hypertens 2002; 20: S314.
7. Ikeda T, Yamamoto K, Okada J et al. Morning rise in blood pressure
associates with hypertensive cardiovascular complications. J Hypertens
2002; 20: S150.
8. Post W, Larson M, Levy D. Impact of left ventricular structure on the
incidence of hypertension. The Framingham Heart Study. Circulation
1994; 90: 179-85.
9. Kahan T. The importance of left ventricular hypertrophy in human
hypertension. J Hypertens 1998; 16 (Suppl.7): S23-9.
10. Levy D, Anderson KM, Savage DD et al. Echocardiographically detected
left ventricular hypertrophy; prevalence and risk factors. Ann Intern Med
1988; 108: 7-13.
11. Xie M-H, Liu F-Y, Wong PC et al. Proximal nephron and renal effects of
DuP 753, a nonpeptide angiotensin II receptor antagonist. Kidney Int
1990; 38: 473-9.
12. Gardin JM, Wagenknecht LE, Anton-Culver H et al. Relationship of
cardiovascular risk factors to echocardiographic left ventricular mass in
healthy young black and white adult men and women. The CARDIA
study. Coronary Artery Risk Development in Young Adults. Circulation
1995; 92: 380-7.
13. Kannel W. Prognostic implications of electrocardiographically
determined left ventricular mass in the Framingham Study. Am J Cardiol
1996; 60: 86-93.
14. Harshfield GA, Hwang C, Grim CE. Circadian variation of blood
pressure in blacks: influence of age, gender, and activity. J Hum
Hypertens 1990; 4: 43-7.
15. Arnett D, Devereux R, Hong Y et al. Strong heritability of left ventricular
mass in hypertensive African Americans and relative wall thickness in
hypertensive whites: the HyperGEN Echocardiography Study. Circulation
1998; 98: 1-658.
16. Kannel WB, Cobb J. Left ventricular hypertrophy and mortality - results
from the Framingham study. Circulation 1994; 90: 179-85.
17. Bots ML, Nikitin Y, Salonen JT et al. Left Ventricular Hypertrophy and
risk of fatal and non-fatal stroke. EUROSTROKE: a collaborative study
among research centers in Europe. J Epidemiol Community Health 2002;
56: 18-13.
Cermin Dunia Kedokteran No. 147, 2005
14
18. Tin LL, Beevers DG, Lip GY. Hypertension, left ventricular hypertrophy,
and sudden death. Curr Cardiol Rep 2002; 4: 449-57.
19. Levy D, Labib S, Anderson K. Determinants of the sensitivity and
specificity of electrocardiographic criteria for left ventricular hyper-
trophy. Circulation 1990; 81: 815-820.
20. Unger T, Chung O, Csikos T et al. Angiotensin receptors. J Hypertens
1996 ; 14 (Suppl 5) : S95-103.
21. Schrunkert H, Sadoshima J, Cornelius T et al. Angiotensin II-induced
growth responses in isolated adult rat heart. Evidence for load-
independent induction of cardiac protein synthesis by angiotensin II. Circ
Res 1995; 76: 489-97.
22. Paquet JL, Baudouin-Legros M, Brunelle G et al. Angiotensin II-induced
proliferation of aortic myocytes in spontaneously hypertensive rats. J
Hypertens 1990; 8: 565-72.
23. Gopal AS, Schnellbaecher MJ, Shen Z et al. Freehand three-dimensional
echocardiography for determination of left ventricular volume and mass
in patients with abnormal ventricles: comparison with magnetic
resonance imaging. J Am Soc Echocardiogr 1997; 10: 853-61.
24. Stoll M, Steckelings UM, Paul M et al. The angiotensin AT2-receptor
mediates inhibition of cell proliferation in coronary endothelial cells. J
Clin Invest 1995; 95; 651-7.
25. Lijnen PJ, Petrov VV, Fagard RH. Angiotensin II-induced stimulation of
collagen secretion and production in cardiac fibroblast is mediated via
angiotensin II subtype 1 receptors. JRAAS 2001; 2: 117-22.
26. Berry C, Brosnan MJ, Fennel J et al. Oxidative stress and vascular
damage in hypertension. Curr Opin Nephrol Hypertens 2001; 10: 247-55.
27. Liu J, Devereux R. Clinical assessment of cardiac hypertrophy. In: Left
Ventricular Hypertrophy. Sheridan D, ed. Churchill Livingstone: London,
1998.
28. Devereux RB, Roman M. Evaluation of cardiac and vascular structure
and function by echocardiography and other noninvasive techniques. In:
Hypertension: pathophysiology, diagnosis and management, Laragh JH,
Brenner B, eds. Raven Press Ltd; New York, 1995: 1969-85.
29. Otterstad JE, Smiseth O, Kjeldsen SE. Hypertensive left ventricular
hypertrophy: pathophysiology, assessment and treatment. Blood Press
1996; 5: 5-15.
30. Schmieder RE, Martus P, Klingbeil A. Reversal of left ventricular
hypertrophy in essential hypertension. A meta-analysis of randomized
double blind studies. JAMA 1996; 275: 1507-13.
31. Mervaala E, Muller DN, Schmidt F et al. Blood-pressure independent
effects in rats with human renin and angiotensinogen genes. Hypertension
2000; 35: 587-94.
32. Friedrich MG, Dahlof B, Sechtem U et al. Telmisartan Effectiveness on
Left Ventricular Mass Reduction (TELMAR) as assessed by magnetic
resonance imaging in patients with mild to moderate hypertension - a
prospective, randomized, double-blind comparison of telmisartan with
metoprolol over a period of six months - rationale and study design.
JRAAS 2003; 4: 234-43.
KALENDER KEGIATAN ILMIAH PERIODE APRIL JUNI 2005
Bulan Tanggal
Kegiatan
Tempat dan Sekretariat
05 11
Kongres Nasional II Asosiasi
Psikogeriatri Indonesia
(KONAS II API)
Hotel Borobudur, Jakarta
Dept. Psikiatri FKUI-RSCM Jl. Salemba Raya no. 6, Jakarta Pusat
Tlp. : 021-70748554; Fax. : 021-39899128; e-mail: api_pdskji@yahoo.com
16 17
6th Jakarta Antimicrobial Update
2005 dan 1st International Parasitic
Update 2005
Hotel Sahid Jaya, Jakarta
Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi, Departemen IP Dalam FKUI/RSCM
Telp: 021-3908157, 392 5491; Faks: 021-391 9106
E-mail: tropik@indosat.net.id; jade_update@yahoo.com
April
19 23
Kongres PANDI
Hotel Borobudur, Jakarta
Bagian Biologi Kedokteran, FKUI/RSCM, Jl. Diponegoro no. 71, Jakarta
Tlp.: 021-53650013/15; Fax.: 021-56650015
E-mail: kongres_pandipersandi@hotmail.com
06 08
Temu Ilmiah Reumatologi 2005
Hotel Sahid Jaya, Jakarta
Divisi Reumatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/
RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jl. Diponegoro no. 71, Jakarta Pusat
Tlp.: +62-21-31930166; Fax. : +62-21-31936736
E-mail : reumatik@indosat.net.id
19 21
The 8
th
Course & Workshop
Basic Sciences in Oncology
RSK Dharmais, Perhimpunan Onkologi Indonesia, Lt.5 RS Kanker Dharmais
Jl.S.Parman Kav 84-86, Slipi Jakarta Barat
20 22
The 5
th
Jakarta Nephrology and
Hypertension Course & Symposium
on Hypertension
Hotel Borobudur, Jakarta
PERNEFRI, FKUI / RSCM, Jl. Diponegoro no. 71, Jakarta
Tlp.: 3149208; Fax.: 3155551; e-mail: pernefri@cbn.net.id, jnhc@cbn.net.id
20 22
Indonesian Acupuncture Expo
Jakarta Convention Center
Pacto Convex Ltd, Jakarta Hilton International
Jl.Gatot Subroto, Jakarta; Tlp.: 021-570 5800 ext 430
Fax.: 021- 570 5798 / 572 4608; email : iit@cbn.net.id
Mei
23 25
9th Annual Meeting of Indonesian
Society of Plastic Surgery (PIT 9
PERAPI)
Hotel Horison, Bandung
Tlp.: 62-22-70-776-871; Fax.: 62-22-70-776-871/ 62-21-55-960-179
E-mail: pitperapi@pharma-pro.com
08 11
Antimicrobials 2005 : Tailored
Therapy for Severe Infection
Hotel Borobudur, Jakarta
Departemen Farmakologi, FKUI/RSUPN CM, Jl. Salemba Raya 6, Jakarta
Tlp.: 021-4532202; Fax.: 021-4535833; e-mail : globalmedica@cbn.net.id
09 11
The 31th Annual Meeting Indonesian
Ophthalmologist Association
Hotel Planet Holiday, Padang
Bag. Mata RS. Dr. M. Djamil Padang
Tlp. : 0751-24245; Fax. : 0751-24245; e-mail : perdami@pdg.vision.net.id
Juni
23 24
2nd National Congress of PERDICI
Hotel Patra Jasa Semarang
GEO convex; Jl. Kebon Sirih Timur 4, Jakarta Pusat 10340
Tlp.: 62-21-314 9319; 315 3392; fax.: 62-21-230 5835; 314 9318
E-mail: perdici@geoconvex.co.id
Informasi terkini, detail dan lengkap (jadwal acara/pembicara) bisa diakses di http://www.kalbefarma.com/calendar
Cermin Dunia Kedokteran No. 147, 2005
15
Document Outline